SI KUTU BUKU

SI KUTU BUKU
Pindah, untuk menghindar.


__ADS_3

Beberapa waktu yang lalu sebelum Rasya dan Cleo sampai di rumah Gio.


Flash back :


Terlihat dua orang wanita yang sedang berhadapan, mereka menunjukkan tatapan yang berbeda.


Wanita A memiliki tatapan yang sangat teduh, wanita B dengan tatapan yang sangat tajam.


Keduanya terlibat obrolan yang sangat serius di teras rumah wanita A.


"Aku sudah memberikan uang kepadamu, jangan membuat anak dan suamiku pergi, aku aku ingin kau pergi dari kehidupan mereka!" ucap seorang wanita B yang terlihat penuh amarah itu.


"Maaf, berapapun uang yang kau berikan kepadaku, aku sama sekali tidak menginginkannya."


Wanita A, mencoba untuk mengelus dada karena hidupnya tidak bisa dibayar dengan uang, toh apa yang dikatakan oleh wanita B bukanlah hal yang sebenarnya.


"Heni, aku tahu kau mencintai suamiku, jangan pernah mempengaruhi anakku untuk bersama denganmu! dia telah kabur dan aku yakin dia berada di sini, kau sudah merebut apa yang aku punya dan kini haruskah kau kembali merebut anakku?" ucap seorang wanita yang merupakan ibu Rasya.


"Aku cukup cerdas untuk melakukan banyak hal, ada salah satu yang aku lakukan meminta anakmu untuk pulang, aku merasa dia tidak nyaman berada di dekatmu karena kau sangat otoriter, kau harus menyadari semua itu."

__ADS_1


Nyonya Heni, tidak mau disalahkan karena dia sama sekali tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh ibunya Rasya.


Dia hanya ingin anaknya sembuh tanpa perlu bermasalah dengan orang lain.


"Apa 100 juta sangat kurang untuk kau yang miskin ini?" sahut ibunya Rasya kembali.


"Maaf, aku tidak mau uang itu, lebih baik aku dan anakku pergi dari sini. Aku berjanji tidak akan muncul ke permukaan, aku memilih untuk pulang ke desa."


"Haha keputusanmu sangat baik, apakah kau mau uang ini? lumayan untuk biaya transportasi."


Nyonya Heni bukan orang yang seperti itu sehingga menolak apapun pemberian dari orang lain apalagi itu dari ibunya Rasya.


"Aku harap kau segera pergi dari sini karena setelah ini kami akan berkemas, kau tidak perlu khawatir tentang masa depan anak dan mantan suami! pergilah jangan ganggu kami!"


"Oke, tidak perlu marah-marah karena aku juga tidak pernah berada di tempat yang penuh, apakah kau tahu aku ini orang yang alergi dengan rumah jalan seperti ini!! miskin saja sombong!"


Ibunya Rasya, lalu pergi dari tempat itu sambil membuang uang 100 juta, ini sangat membuat sakit hati.


Nyonya Heni tidak tahan karena dipermalukan, dia masuk ke dalam rumah lalu mengajak putranya untuk pindah dari rumah itu.

__ADS_1


"Ibu kenapa kau menangis? aku mendengar seperti ada seorang wanita yang datang, siapa itu?" tanya sang putra.


"Kau tidak perlu tahu tentang itu semua karena wanita jahat sudah membuat harga diri kita hancur, kita pulang ke desa saja daripada di sini selalu mendapatkan ancaman yang tidak mengenakkan, kau ikut ibu!"


"Hah? bagaimana sekolahku ibu?"


"Perlahan kau akan pindah ke desa, ibu akan mengurus segalanya. Kau hanya perlu mengikuti apa yang Ibu katakan!"


"Okelah, selama ini aku juga selalu mengikuti apa yang Ibu katakan dan keputusan Ibu memang tidak pernah salah!"


Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah berkemas, sang ibu meninggalkan rumah yang dia tempati bersama suaminya dulu, harus ditinggalkan untuk keamanan putranya.


.


.


Bersambung ...


*****

__ADS_1


__ADS_2