
Hari ini aku bertekad untuk melupakan semuanya dan memulai kehidupan yang baru.
Aku diterima bekerja dan aku memutuskan untuk hidup mandiri. Aku memilih untuk kost di dekat pabrik tempatku bekerja, awal yang baik untukku. . . aku mulai mempunyai banyak teman dan mulai melupakan semua yang terjadi padaku, mulai membuka hati dan mulai dekat dengan beberapa cowok.
“Taufiq”
Dia adalah seorang laki laki yang kukenal sejak setahun yang lalu melalui sebuah aplikasi group chat kala itu. Tapi aku tidak pernah tau dimana dia tinggal selama ini dan ternyata dunia memang tak selebar daun kelor, dia tinggal satu kota denganku saat ini di kota G. Kami pun mulai bertemu, dia adalah laki laki yang baik, dia tak pernah menyentuhku sama sekali, dia sangat sopan bahkan dia membuatku kagum dengan ketekunannya dalam beribadah, dia selalu mengajakku singgah ke masjid saat aku pergi dengannya dan bertepatan dengan waktu sholat, dia menyadarkan aku beberapa hal, sampai akhirnya aku memutuskan untuk say “yes” saat dia menyatakan cintanya padaku.
Disisi lain, aku bertemu dengan seorang laki laki yang bernama “Setyawan” dia adalah seorang mekanik di tempatku bekerja. Awal mula aku bertemu dengan dia, ketika dia bersama dengan mekanik yang lain memeriksa mesin di divisi ku. Dia mengajak ku berkenalan dan meminta nomor telepon ku saat itu, ya aku memberikan nomorku kepadanya. Entahlah aku seperti wanita murahan saat itu, semua cowok yang mendekatiku selalu aku respond, bahkan ada seorang cowok yang selalu memperhatikan aku, mengikuti jam istirahatku dan selalu ada disetiap aku membutuhkan apapun, “Adi” iya dia dari divisi yang berbeda denganku, tetapi selalu meluangkan waktunya untukku.
__ADS_1
Disini aku akan mulai bercerita tentang kehidupanku bersama dengan para lelaki itu, iya mungkin kalian akan bosan karena disini hanya ada cerita dari sisi aku dan tak banyak menceritakan tentang teman temanku, itu karena inti dari cerita ini adalah sebuah perjalanan hidup yang aku lalui sampai akhirnya aku sendiri bertanya-tanya “siapa Aku di hatimu?
Singkat cerita,
Pagi itu aku dan beberapa temanku antri untuk memasuki ruangan divisiku. “Eh liat tuh,cowok topi hitam yang ada di dekat pintu! Ucap Novi temanku. “yang mana sih? Tanya puspita sambil melotot mencari cari yang dimaksud oleh Novi. “itu tuh, wajah pupita pun diarahkan ke arah seorang lelaki putih, memakai Topi, rapih dan ya lumayan ganteng. “kenapa sih Nov emang, lu naksir sama tuh cowok? Tanya Puspita. “jadi dia itu QC yang terkenal ganteng disini, banyak banget cewek yang ngantri pengen jadi ceweknya, ucap Novi. “hah, ,serius lu Nov, cowok kayak gitu banyak yang antri! Ucapku remeh. Aku pun mulai masuk ke dalam ruanganku dan di ruangan ku wajib memakai Masker. “eh lihat deh, matanya tajem banget kalau liat! Ucap Laila temanku. “siapa sih kak? Tanyaku kepada kak Laila yang notabene nya lebih lama dariku bekerja di tempat itu. “itu anak QC” ucap kak Laila. “alah ngga keliatan kak, udah deh kak jangan diliatin kaka kan udah pacar si Razak, ntar gue aduin lhoh. . .ucapku. “ih jangan lah dek, kan kaka cuma ngasih tau kamu doang kalau ada QC cakep disini” ucap kak Laila. Aku pun tak menggubris ucapan kak Laila dan fokus bekerja karena memang saat itu aku sudah memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Taufiq.
Hubunganku dengan Taufiq telah berjalan selama hampir 1 bulan dan malam itu Taufiq memutuskan untuk mengajakku ke kota S, ya sebuah kota yang memang menjadi tujuan utama ku datang ke kota ini, setiap hari aku selalau berkata bahwa aku ingin pergi ke kota S dan hari itu Taufiq mengabulkan keinginanku. “Kenapa sih kamu penasaran banget sama kota ini, kota ini tuh macet, panas, dan ya kayak gini gini aja, ucap Taufiq. “ya aku penasaran aja, .ucapku sambil melihat ke arah luar jendela, menikmati hawa kota S yang kini ada didepan mataku. “kita nonton di Mall XXXX aja ya sekalian makan disana” ucap Taufiq. “aku ngikut aja kan aku ngga tau juga daerah kota ini, ucapku sedikit cuek. Sesampainya di Mall XXX, Taufiq menggandeng tanganku menuju bioskop, kami pun menikmati film yang sedang trend saat itu “Twilight”, ya film itu sangat booming pada zamannya. Melihatku begitu excited saat berada di kota S, Taufiq memutuskan untuk membawaku ke kota S setiap kita jalan tanpa pernah dia bertanya alasanku yang sebenarnya.
3 bulan sudah aku tinggal di kota S dan hari ini adalah hari perkenalan ku dengan seorang QC yang teman ku bilang ganteng. Hari ini dia bertugas di mesin yang aku jalankan, tatap matanya memang tajam, dari kejauhan sorot matanya tertuju padaku (geer mungkin ya gue, tapi perasanku mengatakan dia melihatku). “eh Laila, kenalin dong sama temennya” ucapnya di balik masker berbisik ke kak Laila. “Siapa Revi, ya udah kenalan aja tapi awas jangan lu jadiin korban ya, dia masih polos! Ucap kak Laila. “hei. . .sapa dia kepada ku dengan sorot mata tajamnya. Aku pun hanya membalas dengan senyuman di balik maskerku. “buka dong maskernya? Ucapnya yang kemudian melepas maskernya. “what, jadi dia cowok yang Novi bilang waktu itu” ucapku dalam hati saat melihat wajah cowok didepanku. “Eka” ucapnya sambil mengulurkan tangannya, “revi, ucapku yang kemudian bersalaman. “boleh lah minta nomor teleponnya! Ucap Eka sambil mengeluarkan hpnya. “ngga hafal kak” ucapku. “nih nomornya gue punya” ucap Kepala bagian divisiku yang tiba tiba menghampiri kami. “jangan tergoda ya, dia playboy. .ucap kepala bagian kepadaku. Aku pun hanya tersenyum.
__ADS_1
Malam harinya, handphone ku berdering dan ada nomor tak dikenal muncul di layar hpku. “halo. . .sapaku. “eh Revi. .malam Rev, ucapnya. “siapa ya? Tanyaku, “ini aku Eka, QC yang tadi kenalan sama kamu” ucapnya. Obrolan pun berlanjut hingga larut malam. Entah kenapa sejak saat itu aku mulai dekat juga dengan Eka, dia selalu menghampiriku meskipun sedang tidak mengawasi mesinku, dia selalu menatapku dengan sorot matanya yang membuat jantungku yang sudah lama tidak merasakan ini lalu merasakannya kembali saat melihatnya. Aku pun diam diam berpacaran dengan 2 lelaki, Taufiq dan Eka. Entahlah aku sendiri tidak tau kenapa aku seberani itu dan semurahan itu sebagai perempuan. Setiap bekerja aku selalu bersama Eka meskipun kami berpacaran diam diam karena takut semua teman tau dan kami memilih merahasiakan bahwa kami telah berpacaran. “rev, kaka udah ingetin ya ke kamu, hati hati sama Eka! Ucap kak Laila. “iya kak, ucapku singkat. “Dia tuh baru aja diputusin sama temen deketku, wajahnya mirip banget sama kamu tapi temenku agak sedikit lebih pendek dari kamu” ucap kak Laila (jangan -jangan dia pacaran sama aku karena aku mirip mantan pacarnya, ucapku dalam hati). “ dia tuh setia banget sama temenku, dia mau jauh jauh jemput temenku dari jam 5 subuh dia udah sampai di rumah temenku terus dateng ke pabrik sama sama, tapi ngga tau kenapa tiba tiba mereka putus.” imbuh kak Laila. “oh jadi temen kaka kerja disini juga? Tanyaku. “iya dulu tapi udah keluar, tapi kayaknya mau balik kesini lagi deh, kalau kamu ngga percaya kamu boleh tanya sama temen temen, pasti semua juga bilang kalian mirip. Ucap kak Laila. Seperti tersambar petir, lagi lagi hatiku dipatahkan, apakah mungkin dia mendekatiku hanya karena aku mirip dengan mantan pacarnya, ucapku dalam hati.
Beberapa hari kemudian, aku jarang melihat Eka bertugas di divisiku dan memang dia bertugas di divisi lain yang letaknya bersebelahan dengan divisiku. “eh di cariin Eka tuh disono. .ucap kak Laila yang baru saja menyapa temannya di divisi sebelah.”hah, ngapain dia nyariin gue kak!ucapku yang masih tidak merespond kak Laila. “sakit deh dia kayaknya, wajahnya pucet banget, tuh disono dia di kaca pembatas, nungguin lu! Ucap kak Laila. “hah, nungguin gue?ucapku. “iya tadi dia nyuruh gue buat manggilin lu, udah sana!ucap kak Laila. “enggak ah kak, gila malu lah gue disana pasti anak sebelah bakalan ngliatin. Ucapku. “kenapa malu, banyak kali Rev yang pengen deket sama Eka, lhah elu diminta buat temuin dia aja ngga mau, lu tau anak sebelah pada curi pandang setiap dia lewat? Jelas kak Laila. “iya iya, ya udah gue samperin bentar ya kak, nitip nih mesin!ucapku yang kemudian berlalu meninggalkan mesin dan benar saja, Eka menatapku dari balik kaca dengan sorot mata tajamnya. “lama banget sih, ucapnya dari lubang pembatas divisi” ucap Eka tanpa canggung. “apaan, malu nih diliatin!ucapku yang menatap ke arah divisi sebelah memandangku penuh curiga. “ ngapain malu sih yank, Eka pun menarik tanganku! Dengan reflek, aku kembali menarik tanganku. “jangan gila deh, mau apa kamu manggil aku? Tanyaku cemas. “gak papa, temenin aja disini, nih pegang tangan gue panas! Ucapnya yang mendekatkan tangannya kepada ku. “hisssshhhh. . . ya udah nanti aja pulang aku temuin kamu ya, ucapku. “ buka dulu dong maskernya, pengen lihat kamu, beberapa hari kan kita ngga ketemu, kayaknya kepala bagian ku tau kalau kita pacaran, makanya aku nga dikasih jaga mesin kamu” ucapnya. “enggak ah, malu . .udah ah aku balik ya! Ucapku. “ehem. .ehem . .ehem. . . mereka yang melihatku berbicara dengan Eka pun berdehem , , tanpa fikir panjang aku pun pergi meninggalkan Eka dan kembali ke mesinku. “kenapa si Eka? Tanya kaka Laila. “ngga tau tuh ngga jelas! Ucapku. “lu ngga lagi pacaran kan sama Eka? Tanya kak Laila penuh curiga. “kok nanya gitu sih kak!ucapku, “ya enggak, aneh aja gitu kalian berdua kalau lagi papasan, tatap tatapan, terus juga kayak nyembunyiin sesuatu aja gitu.”ucap kak Laila.
Pukul 14:00 WIB, kami pun bergegas meninggalkan mesin karena jam kerja telah usai dan bergantian dengan shift lain, disaat aku berjalan dengan kak Laila memang tak jarang laki laki dari Shift lain menyapaku dan kak Laila, orang bilang Kak Laila itu cewek tercantik di Divisiku saat itu dan karena aku 1 mesin dengannya, sering pulang bersamanya banyak juga yang mulai mengenalku, mereka sering kali menyapaku bahkan menggodaku. Saat aku berbicara dengan salah satu lelaki dari shift siang, Eka berjalan menuju ke arahku dan kak Laila bersama dengan teman teman QC yang lainnya. Memang image QC dimata perempuan pabrik seperti itu sepertinya sangat wah, itu karena mereka berpakaian rapih dan tentunya gaji mereka lebih dan lebih dari kami, banyak mata memandang mereka kagum.
“eh kak Eka jalan kesini, semoga mesin kita kak Eka deh yang jaga ya, aduhhhh ganteng banget deh . .ucap salah satu karyawan perempuan di sampingku. “iya deh kayaknya emang Eka, udah lama juga kita ngga ketemu sama Eka ya! Ucap partnernya. Mendengar obrolan mereka, aku pun menoleh ke arah mereka semua memandang para QC, “yuk Rev balik! Ajak kak Laila yang telah menyelesaikan obrolannya dengan salah satu karyawan lelaki. “Eh Rev, mana dong nomor telepon lu, kan gue minta dari kapan hari! Ucap Habibi menarik tanganku yang hendak pergi, namun tiba tiba Eka menghempas tangan Habibi yang membuat tangannya terlepas dari tanganku. “wihhh santai bos, ucap habibi yang kemudian mengangkat tangannya. “mau apa lu? Ucap Eka cengengesan. “Biasa bos, mau minta nomor telpon, hehehehh ucap habibi. “nih gue punya, mau? Ucap Eka, “nah Rev, Eka aja lu lasih nomor lu, gue yang minta dari setahun lalu aja nga lu kasih! Ucap Habibi. “ngarang banget sih Lu bib, revi aja masuk sini baru berapa bulan udah setahun lagi kata lu, yuk ah Rev! Kak Laila pun menarik tanganku dan aku mengikutinya, “Yank, cek Hp ya! Ucap Eka sedikit keras dan membuat para cewek cewek menengok ke arahku. “ihh. . gila ya Eka manggil manggil lu Yank,, emang udah ngga waras, bentar lagi tuh cewek cewek bakalan neror elu! Ucap kak Laila. “serem amat kak! Ucapku. “Lu tau kan kalau semua cewek disini memuja memuja Eka! Ucap kak Laila. “Kok kakak engga! Ucapku. “gue udah tau busuknya dia, mana mungkin gue suka sama dia! Ucap kak Laila dan kami pun masuk ke loker untuk berganti seragam dan mengambil tas. “ayuk cepetan, keburu antri absen keluarnya, ucap kak Laila. “iya kak yuk. . . aku pun berjalan dan keluar dari loker menuju tempat absen. “Rev ke kantin bentar yuk, ajak kak Laila. “tumben kak, biasanya kalau udah balik ngga mau mampir mampir lagi! Ucapku sambil membenahi jaket. “iya mau ketemu sama sayangku bentar. . .heheheh! Ucap kak Laila dengan polosnya. “jadi nyamuk dong gue! Ucapku.
Sesampainya di kantin.
__ADS_1
“yank maaf ya lama, ucap kak Laila yang telah bertemu kekasih hatinya. “kak gue tungguin di sono ya! Ucapku yang kemudian berjalan menuju pintu depan divisiku bersama dengan beberapa karyawan yang masih bergosip, ya bisa dibilang mereka ini Lambe turahnya divisiku. “eh Revi, tumben lu jam segini masih keliaran disini, biasanya juga udah makan bakso di depan kost kalau gue lewat depan kost lu. “ah bisa ae lu mak, itu tuh nungguin kak Laila lagi pacaran mak! Ucapku yang kemudian duduk di samping gerombolan mereka. “lah lu ngapain nungguin orang pacaran. .ucap kak Nia. “ Enggak, kak Laila mau mampir ke kostan jadi sekalian balik bareng kak! Jawabku. “Wah ada si playboy mau lewat nih, awas jaga mata inget suami di rumah!ucap mak Lambe kepada gerombolan dan saat ku lihat ternyata dia adalah “kok belum balik? Eka pun mengehentikan langkahnya dan menghampiriku. “eh iya itu nungguin kak Laila! Ucapku singkat. “heh udah sono masuk, jangan gangguin si Revi ya, dia cewek baek baek, jangan lu godain, kasian orang jauh dia!ucap mak lambe. “lhah, kalau dianya mau gimana dong mak? Tanya kak eka sambil mengusap rambutku. “Lu pacaran sama Eka? Tanya kak Nia berbisik kepada ku. “apa sih bisik bisik? Ucap Eka dan aku pun berdiri dari tempatku, “aku balik duluan ya? Ucapku yang melihat kak Laila berjalan dari arah kantin. “iya udah ati ati, ntar aku balik langsung aku jemput ya, ucap kak eka lirih sambil melepas maskernya. “ya elah daritadi napa buka maskernya, kan kita juga pengen liat yang seger seger yak. . .celetuk salah satu gerombolan. “kamu masih ngga enak badan? Tanyaku yang kemudian eka pun menarik tanganku dan ditempelkan punggung tanganku ke lehernya. Melihat adegan itu pun mereka semua ber uuwuuuwww ria seakan ini adalah gosip ter hot yang akan mereka jadikan bahan ghibah siang itu. “ihhh apaan sih, ntar mereka tau lagi! Ucapku yang kemudian melepaskan tangan ku dari genggaman eka. “biarin aja mereka tau, bodo amat! Ucap Eka. “udah ah aku balik, . Mak, kak ni, semua gue duluan balik ya. . . pamitku kepada mereka dan berjalan menghampiri kak Laila. “ati ati rev, awas ntar cuci tangan yang bersih biar ngga ke cantol sama eka! Ucap kak Nia. Aku pun hanya tersenyum mendengar perkataan mereka, dantak lama “yank, ati ati ya. .teriak eka sambil melambaikan tangannya. Aku pun menoleh dan sorot mata tajamku tertuju kepada Eka. Mereka pun bersorak, “dek, kamu pacaran ya sama eka? Udah dua kali nih kakak denger eka manggil kamu yank gitu? Tanya kak Laila penuh kecurigaan.