
“rumah buat kita? Maksudnya apa nih mi? Tanya kak Eka. “iya bentar lagi kan kalian nikah, masa iya mau tinggal di kontrakan kan engga dong! Ucap Mami. “minggu depan kita akan lamar resmi Revi buat kamu jadi secepatnya kita akan tentuin tanggal pernikahan kalian ya! Ucap Papi. “nikah???? ucapku dan kak Eka bersamaan. “lhoh iya dong, buat apa nunggu lama lama! Ucap papi. “pi, Revi masih kecil masih 18 tahun lho, EKa juga masih 20 tahun masa iya udah mau nikah! Ucap kak Eka. “daripada pacaran lama lama kan mending langsung nikah aja menghindari fitnah nak! Ucap mami. “Mi, untuk menikah dalam waktu dekat ini Eka belum mikir sampe situ! Ucap kak Eka. “lhah terus kenapa kamu minta dilamarin Revi kalau kamu belum siap nikah! Ucap papi. “ya gini aja dulu pi, Eka cuma ngga mau dia sama orang lain makanya di lamar dulu! Ucap kak Eka. “hmmmm. . . ya sudah lah terserah sama kalian saja yang penting mami sama papi udah turutin keinginan kamu, minggu depan kita ke rumah orang tua Revi. Ucap Papi. Aku pun hanya terdiam mendengar percakapan mereka, entah lah hati ini seperti tak yakin dan ragu, “apa ini, lamaran, rumah, pernikahan, kenapa semuanya jadi kek gini sih! Ucapku dalam hati. “ya udah mami sama papi cuma mau kasih ini ke kalian, ngga usah khawatir untuk isi dalam rumah udah mami pesenin, nanti ada pembantu yang bakalan ngurusin rumah ini, kalau kalian mau tinggal di rumah ini ya silahkan tapi inget belum boleh tinggal satu kamar! Ucap Mami yang kemudian memberikan kunci rumah kepadaku. “lho mami mau kemana? Tanyaku. “mau ke kota S ada acara reuni disana, mami sama papi pamit dulu ya, baik baik sama Eka ya nak! Ucap mami yang kemudian memelukku.
Saat mereka meninggalkan rumah, aku dan kak Eka pun sama sama lemas dan bingung. “nikah? Duhhh pusing gue! Ucap kak Eka lirih. “kakak aja pusing apalagi gue! Ucapku yang kemudian menyandarkan kepalaku di pundak kak Eka. “tapi kamu mau kan nikah sama aku? Tanya kak Eka sambil mengusap rambutku. “hmmm. . . aku pun hanya menganggukkan kepalaku, entahlah pundak dan dekapan kak Eka membuatku sangat nyaman. “tunggu 2/3 tahun lagi lah ya buat kita nikah kelamaan ngga sayang! Ucap kak Eka. “tau, terserah kakak aja, ucapku yang kemudian memeluk erat kak Eka seakan menepis fikiranku tentang Wishnu. Ya, aku masih sangat menyayangi Wishnu dan dia selalu ada di dalam fikiranku. “ya udah yuk ke lapangan! Ucap kak Eka. “jadi futsal? Tanyaku. “iya dong! Ucap kak Eka. “tunggu 5 menit aja kak! Ucapku sambil terus membenamkan mukaku di dada kak Eka. “kenapa sih tumben banget kamu mau meluk aku kek gini! Ucap kak EKa. “iya, kangen sama kakak! Ucapku. “kangen, kan tiap hari kita ketemu! Ucap kak Eka. “tiap hari kita ketemu tapi bertengkar terus! Ucapku sambil memejamkan mata dan mengingat semua perjuangan kita berdua untuk sampai di hubungan yang sekarang ini, aku harus melihat kak Eka kembali bersama mantannya, melihat kak Eka memakai cincin pertunangan dengan Rivia dan masih banyak lagi hal yang kufikirkan saat ini. “Tuhan, jika memang dia jodohku, jangan biarkan dia hilang dari pelukanku lagi, sudah cukup aku kehilangan dia beberapa kali dan melihatnya bermesraan dengan perempuan lain! Ucapku dalam hati. “udah ya sayang yuk ntar keburu selesai acaranya! Ucap kak Eka dan aku pun bangkit dari sofa merapikan rambutku dan cup. . . kak Eka pun mencium bibirku sekilas. “ihh apaan sih kak! Ucapku. “ngga papa dong kan sama calon istri sendiri! Ucap kak Eka yang kemudian menggandeng tanganku dan membawaku ke dalam mobilnya.
Sementara itu di lapangan
__ADS_1
“no, si Eka mana? Tanya kak Aditya. “bentar lagi kali bos, tadi udah gue telepon tapi masih nemuin maminya! Ucap kak ENo. “anak mami juga tuh anak! Ucap kak Aditya. Rivia pun datang bersama kak Nia dan kak Mila yang kemudian duduk bersebarangan dengan kursi penonton divisi Qc yang telah dipenuhi pendukungnya. “si Revi ngga ikutan? Tanya kak Iman yang juga baru tiba. “ngga tau, bentar lagi kali kan dia habis kerjain laporan lu! Ucap kak Nia.
Pertandingan babak pertama pun dimenangkan oleh divisi Qc.
Sesampainya di parkiran lapangan futsal
__ADS_1
“brooh jemput Revi gih di mobil! Ucap kak Eka berbisik di telinga kak Eno. “lhah kenapa ngga turun bareng aja! Ucap kak Eno. “ya kan lu tau di sebelah sono pasti ada si Mantan! Ucap kak Eka. “iya udah, lu sono masuk lapangan main lu, gue jemput revi! Ucap kak Eno yang kemudian keluar lapangan dan menghampiriku. “yuk Rev! Ucap kak Eno dari luar mobil dan aku pun membuka pintu mobil. Aku dan kak Eno pun berjalan beriringan sampai aku melihat seseorang yang kukenal sedang berjalan keluar gedung, seseorang yang tak asing bagiku, sesorang yang menemani hari hariku, “mampus! Ucapku yang kemudian menarik lengan kak Eno untuk berhenti dan aku pun berlindung di balik punggung kak Eno. “kenapa sih Rev? Ucap kak Eno bingung. “tunggu bentar aja kak, bentar ya. . .pleaseee. . nyawa gue ada ditangan lu kak! Ucapku. “ada siapa sih sampe lu ketakutan gini, siapa ada siapa, Edo, Taufiq atau siapa? Ucap kak ENo. “lhah kak ENo kenal Taufiq? Tanyaku heran dari balik punggung kak Eno. “Taufiq, kenal lah dia kan anak yang punya gedung! Ucap kak ENo. Taufiq pun berlalu dan meninggalkan gedung dengan mobilnya. “huftttt. . . aku pun menghembuskan nafas dengan wajah pucat. “kok lu pucat gitu kenapa?tanya kak Eno yang kemudian menggandeng tanganku masuk ke dalam gedung dan menuju ke kantin. Sesampainya di kantin aku pun menceritakan semuanya kepada kak Eno. “gila lu ya Rev, jadi lu selama ini pacaran sama 2 orang gitu? Tanya kak Eno. “kok 2 orang kak? Tanyaku sambil meminum teh botol. “lhah lu pacaran sama Eka juga sama dia juga! Ucap kak ENo. “iya kan dulu, kan abis itu aku sama kak Eka putus, berarti sama dia doang dong! Jelasku. “lhah sekarang, lu malah jadi calon istrinya Eka, gimana sih lu! Ucap kak Eno yang kemudian mencubit pipiku. “aw . . . sakit ihhh kak. . .! Melihat adegan itu, kak Eka pun menghentikan permainannnya dan memanggilku dari dalam lapangan. “Yank! Teriak kak Eka. Aku dan kak ENo pun menoleh ke arah kak Eka. “ngapain sih tu anak teriak teriak! Ucap Kak Eno. “duhhh begi banget sih, disini ada Rivia kan, bisa bisanya dia manggil gue kayak begitu! Aku pun menepuk jidatku dan membawa teh botol berjalan ke arah kak Eka.
“apaan sih kak! Ucapku sambil menyodorkan minuman. “ngapain sih malah bercandaan sama Eno, liat gue main kek! Ucap kak Eka. “hisssssss. . . . . aku pun meninggalkan kak Eno dan menghampiri kursi penonton divisiku. “Hehhhhh kemana aja lu! Ucap kak Iman. “iya kan gue balik dulu tadi kak! Ucapku. “rev, lu kesini sama siapa? Tanya Rivia. “hah, naik taksi tadi! Ucapku. “naik taksi? Mending tadi bareng gue kan! Ucap kak IMan. “iya ntar balik sama Iman aja! Ucap kak Nia. “siap! Ucapku. Pertandingan pun berjalan kembali, divisi QC memenangkan pertandingan kali ini. “wah keren sih Eka, pantes lah kalau dia jadi captaintnya! Ucap kak Nia. “iya dia emang keren banget kalau lagi main futsal! Ucap Rivia. “Lu sering diajakin kesini ya Vi sama Eka? Tanya kak Iman. “iya seminggu sekali biasanya dia latihan! Ucap Rivia. “pantesan banyak anak QC yang kenal sama lu tadi! Ucap kak Mila. “lu masih cinta ya Vi sama Eka! Ucap kak Iman. “apaan sih kak! Ucap Rivia malu. “halah gak papa kali ngomong kalau masih cinta, gue perhatiin dari tadi lu nyariin Eka dari awal pertandingan! Ucap kak Iman. “iya, kok dia baru dateng babak ke 2 ya! Ucap kak Nia sambil melirik ke arahku dan aku pun membuang muka menyadari kak Nia melirik ku sambil tersenyum.
Kami pun melanjutkan perbincangan dan Rivia pun berdiri dari bangkunya tiba tiba, “mau kemana lu? Tanya kak Mila. “mau nyamperin kak Eka, biasanya habis tanding dia minta dibeliin teh botol! Bentar ya kak, ntar baliknya jangan ditingalin! Ucap Rivia yang kemudian meninggalkan kami. “bener bener tu Rivia udah ngga ada gengsi gengsinya kalau sama Eka! Ucap kak Mila. “rev, kenapa lu ngga jujur aja sih sama Rivia! Ucap kak Nia. “jujur apa? Tanya kak Iman. “iya itu kalau Eka sama Revi udah mau nikah! Ucap kak Nia. “hah????? kak Mila dan kak Iman pun kaget bersamaan. “hisssss belum kak, apaan sih! Ucapku sambil menutup mulut kak Nia. “beneran lu sama Eka mau nikah? Tanya kak Mila. “belum kak! Ucap ku. “kapan Rev? Tanya kak Iman. “belum tau kak, ihhhh. . . ucapku.
__ADS_1
Sementara itu Rivia menghampiri gerombolan divisi Qc dan memberikan teh botol kepada kak Eka.
“heh mantan lu tuhh! Ucap kak Aditya melihat Rivia berjalan menghampiri kak Eka. Rivia pun tiba dan “nih kak! Ucap Rivia sambil memberikan teh botol dingin untuknya. “thanks ya! Ucap kak Eka yang kemudian menggeser posisi duduknya, Rivia pun duduk di samping kak Eka. “kesini sama siapa? Tanya kak Eka. “sama anak anak nebeng mobil kak Iman! Ucap Rivia. “oh, jangan balik malem malem ntar! Ucap kak Eka, “enggak, langsung balik kok nanti! Ucap Rivia. “eh Vi, cuma Eka doang nih yang dikasih! Ucap kak Eno yang kemudian duduk di samping kak Eka. Tatap mata kak Eka pun menyorotku dengan tajam, melihatku bercanda dan tertawa dengan para lelaki membuatnya terlihat posesive meskipun hanya dengan tatapan matanya. “Nanti balik sama gue aja Vi! Ucap kak Eno. “eh jangan, nanti ada yang cemburu lagi! Ucap Rivia, “siapa cemburu, orang gue ngga deket sama siapa siapa! Ucap kak Eno. “lhah bukannya lagi deket sama Revi kak, gue juga liat kalian sering pulang bareng, ke kantin bareng tadi juga nemenin Revi kerjain laporan kan! Ucap Rivia. “lhah emang udah biasa gue sama Revi begitu mah! Ucap kak Eno. “bukannya kak Eno juga ada rasa sama Revi? Ucap Rivia. “iya dulu, cuma ngga jadi lah! Ucap kak Eno sambil melirik kak Eka. “kenapa? Tanya kak Eka sambil menyenderkan bahunya. “ya karena Revi ngga suka lah sama gue! Ucap kak Eno. “emang lu udah nanya sama dia? Tanya kak Eka. “belum sih cuma ya gue tau diri aja! Ucap kak Eno. “ya bagus kalau lu sadar! Ucap kak EKa tersenyum sinis. “cemburu kak? Ucap Rivia. “enggak, gue mah ngga cemburuan! Ucap kak Eka.