
“Revi! Rev, revi. . . ! ucap kak Nia sambil menepuk pipiku yang terjatuh di pangkuan kak Nia. Melihat ku tak sadarkan diri, kak Eno pun berlari dan mengahmpiri kami, begitu juga dengan Kak eka yang mendengar teriakan kak Nia.
“makan dulu nih, biar gue yang jagain Revi! Ucap kak Eno sambil menyodorkan makanan ke kak Eka. “enggak, nanti aja, gue tungguin dia sadar dulu! Ucap kak Eka yang setia menggengam tanganku. “ya udah, gue taruh meja, gue balik ke kontrakan dulu ambil seragam, bentar lagi nyokap lu dateng! Ucap kak Eno. “nyokap? Ucap kak Eka. “iya tadi nelfon lu waktu lu di rumah sakit tapi ngga lu angkat, akhirnya nelfon gue terus gue kasih tau kalau Revi drop! Ucap kak Eno. “ohh, ya udah sana balik! Ucap kak Eka. “ya udah gue balik dulu! Ucap kak Eno yang kemudian meninggalkan rumah.
Tak lama Mami kak Eka pun datang
“kok bisa kayak gini lagi sih nak! Ucap mami yang kemudian menciumi keningku. “kehujanan mi! Ucap kak Eka. “ya udah sana kamu makan dulu, biar mama yang jagain! Ucap Mama. “nanti aja ma, belum laper! Ucap kak Eka. “nurut sama mami, makan dulu, nanti kalau Revi sadar mama panggil kamu! Ucap mami. Kak Eka pun menuruti ucapan mami yang kemudian meninggalkan kamarku.
Pukul 22:00 WIB
Tanganku terasa hangat dan kepalaku terasa sedikit pusing, aku mulai membuka mataku perlahan dan aku melihat pemandangan yang membuatku tersentuh, tangan sebelah kanan ku digenggam erat oleh calon mama mertua ku dan tangan kiriku di genggam oleh calon suamiku hingga mereka terlelap di samping tempat tidurku. “Tuhan, terima kasih! Ucapku dalam hati. “Kak, . panggil ku lirih. Kak Eka pun membuka matanya dan “sayang. . . ! Kak eka pun bangkit dan memelukku. “masih pusing, mana yang sakit sayang! Maafin aku ya! Ucap kak Eka. “eh sayang, syukurlah kamu udah sadar, mami bikinin teh hangat ya! Ucap mama. “enggak mi, Revi udah ngga papa kok! Ucapku. “ya udah kalau gitu, istirahat ya, mami ke kamar dulu! Ucap mami yang kemudian meninggalkan kamarku.
“kamu istirahat juga ya sayang, aku udah ngga papa kok! Ucapku. “aku tidur di sini nemenin kamu! Ucap kak Eka. “hissshh. . . ngga enak diliat mami, udah ya kamu ke kamar! Ucapku.”enggak, kan ngga ngapa ngapain! Ucap kak Eka. “sayangggg. . . please! Ucapku. “oke.. . ya udah aku ke kamar, nanti kalau kamu butuh apa apa, telfon ya! Ucap kak Eka. “iya, selamat tidur! Ucapku. Kak Eka pun mencium keningku dan berjalan meninggalkan kamarku.
Pukul 03:00 pagi
“jam berapa nih! Ucapku lirih sambil mencari cari hape di tas. “ini dia, aduhh mati lagi Hpnya! Ucapku yang kemudian mencharger hp dan aku pun berjalan menuju dapur untuk mengambil susu. Saat akan Kembali ke kamar, mataku tertuju kepada seseorang yang tertidur di sofa ruang tengah. “lhah, ngapain sih, kok malah tidur disini! Ucapku dalam hati lalu menyelimuti badan kak Eka.
“lhoh sayang kok jam segini udah bangun! Ucap mami yang juga terbangun. “eh mami, mami mau apa biar Revi ambilin mi! ucapku. “ngga, mami Cuma mau minum doang kok! Ucap mami. “ya udah mami duduk disini, Revi ambilin ya mi! ucapku yang kemudian mengambilkan segelas susu dan segelas air putih. “Emmm sayang, mami boleh tanya sesuatu ke kamu? Tanya mami. “boleh dong mi, mami mau tanya apa? Ucapku yang kemudian menarik kursi dan duduk disebelah mami. “tadi mami ngga sengaja denger Eka ngobrol lewat telfon sama Rivia. Ucap mami yang kemudian menggenggam tanganku. “aduh jangan jangan mami tau lagi! Ucapku dalam hati. “Mami minta maaf ya kalau gara gara Eka, kamu sama Rivia jadi berantem, ditampar lagi sama Rivia. Ucap mami mengusap lembut pipiku. “enggak mi, emang Revi yang salah, jadi Revi pantes di tanpar sama Rivia, mungkin itu juga ngga bisa nyembuhin luka di hati Rivia! Ucapku. “kenapa kamu ngga ngomong aja, kalau emang kalian udah mau nikah? Ucap mami. “Revi belum siap mi ngomong sama Rivia, karena memang Revi pikir sekarang belum saatnya, Revi masih belum tega ngomong sama Rivia mi! ucapku. “ya udah, gimana kalau pernikahan kalian dipercepat aja! Ucap mami. “kenapa mi? ucapku. “mami Cuma ngga mau nanti kamu atau Eka berubah pikiran! Ucap mami.
__ADS_1
Pukul 05:00
“mi. . . mami . . . mamii. . . teriak kak Eka. “kenapa sih teriak teriak! Ucap mami yang kemudian turun ke lantai bawah, “mami tau ngga Revi kemana? Tanya kak Eka. “ya mana mami tau, kan mami tidur diatas, kamu yang tidur di sofa! Ucap Mami yang kemudian membuka kamarku. “mana hpnya di tinggalin di kamar lagi! Ucap kak Eka. “coba kamu telfon temennya yang di kostan? Ucap mami. “udah tapi ngga diangkat! Ucap Kak eka. “assalamualaikum! Ucap ku yang kemudian mendekati kak Eka dan mami. “astaga, kamu darimana aja sih sayang! Ucap kak Eka. “dari beli cemilan di gang depan! Ucapku lalu meletakkan beberapa makanan di meja makan. “kan aku udah bilang, kalau mau kemana mana ngomong dulu sayang, aku tuu khawatir! Ucap kak Eka. “makanya buruan di halalin, biar 24 jam sama sama terus! Ucap mami. “eka sih mau aja mi, dia nih pasti yang bakalan mikir Panjang! Ucap kak Eka. “ya makanya kamu usaha dong biar Revi mau nikah cepet sama kamu! Ucap mami yang kemudian memakan cemilan yang ku letakkan di meja.
“vi, bukain pintu vi, yuk sarapan dulu, dari kemarin kamu ngga makan! Ucap mama Rivia sambil mengetuk pintu kamar Rivia. “aku belum laper ma! Ucap Rivia. “kamu kenapa lagi sih, berantem lagi sama Eka, mama telfonin Eka ya! Ucap mama tanpa sahutan dari Rivia.
Drtttt. . . drtttt. … drttt. . .
“mama Rivia calling”.. . . begitulah notifikasi yang muncul di layar hp kak Eka didepan ku dan mami di atas meja makan.
“siapa ni? Ucap mami yang kemudian mengangkat teleponnya. “mampusss kan, kemana lagi kak Eka! Ucapku dalam hati.
“assalamualikum! Ucap mami
“iya bener, tapi Eka nya masih di toilet, ada yang bisa saya bantu! Ucap Mami.
“mohon maaf, saya berbicara dengan siapa ya? Ucap Mama Rivia.
“saya maminya Eka. Ucap mami.
__ADS_1
“siapa mi? ucap kak eka yang kemudian mematikan speaker Hp dan menjawab telepon menjauh dari meja makan. “ngapain lagi pagi pagi gini nelfonin Eka! Ucap mami. Aku pun terdiam dan “mi, Revi permisi ke kamar dulu ya! Ucapku. “iya udah, mami juga mau mandi, mau ke kota S lagi! Ucap mami yang kemudian menaiki tangga menuju kamarnya.
I new massage “Wishnu”
2 new massage “kak Nia”
1 new massage “kak Mila”
1 new massage “kak Anna”
1 calls “Pak Bos”
5 calls “+628 xxxxxxxxx
2 calls “Awan”
5 calls “Tari”
Notifikasi satu persatu muncul di layar hape ku dan mulai kubuka satu persatu. Ya kurang lebih mereka menanyakan kondisiku saat ini. Tak lama, Mami pun berpamitan, “Sayang, jaga Kesehatan ya, kalau ada apa apa, kamu hubungin mami aja nga usah sungkan ya! Ucap mami yang kemudian memelukku. “iya mi, hati hati ya mi, maafin Revi udah ngrepotin mami! Ucapku. “enggak, ya udah mami berangkat ya, Eka. . . jagain Revi buat mami, kamu tau kan akibatnya apa kalau sampai ada yang nyakitin Revi lagi! Ucap mami. “iya mi! ucap kak Eka yang kemudian mencium punggung tangan Mami.
__ADS_1
“yuk berangkat sayang! Ucap kak Eka. “hah, kamu ngga jemput Rivia? Ucapku. “Enggak, kamu denger kan mami bilang apa tadi! Ucap kak Eka. “kan mami cuma ngomong jagain Revi ya! Ucapku sambil memakai jaket. “udah yuk masuk! Ucap kak Eka sambil membuka pintu mobilnya untukku. Aku dan kak Eka pun berangkat menuju Pabrik. “sayang, nanti kamu jangan temuin Rivia dulu! Ucap kak Eka. “kenapa emangnya? Ucapku sambil memakai lipstick. “aku ngga mau ya nanti Rivia ngapa ngapain kamu lagi! Ucap kak Eka. “justru hari ini aku mau kita temuin Rivia, kita jelasin berdua! Ucapku. “enggak, biar aku aja yang temuin dia! Ucap kak Eka. “enggak, aku mau jelasin juga ke dia!ucapku. “sayanggg. . . pleaseee! Ucap kak Eka menggengam tanganku erat. Kami pun keluar dari mobil dengan tatapan mata para karyawan yang tertuju pada kami, karena kejadian siang itu, semua karyawan menganggapku sebagai perebut kak Eka dari Rivia tanpa mereka tahu apa yang sebenernya terjadi.
Banyak kudengar mereka menganggapku sebagai sahabat yang menusuk dari belakang, sahabat yang tidak tau diri dan sahabat yang tega menghancurkan kebahagiaan teman sendiri. Bahkan Rivia pun tak sudi berpapasan denganku dan tidak mau mendengar penjelasanku sama sekali. Setiap hari, aku berusaha dan memohon kepada Rivia untuk mendengar penjelasanku, namun hasilnya nihil.