Siapa Aku Di Hatimu?

Siapa Aku Di Hatimu?
ada apa?


__ADS_3

Pukul 20:45


“aduh gue laper banget lagi, mana mereka dari tadi di ruang makan! Ucapku lirih sambil memegang perutku.


Pintu kamarku pun terbuka, kak Eka masuk kedalam kamar, “laper ya sayang, aku tungguin dari tadi kamu ngga keluar kamar, yuk makan! Kak Eka menatapku.


“ngga enak lah kak, masih ada mereka disana, ntar mereka mikirnya macem macem lagi gue tinggal disini!


“mereka udah tau kok kalau kita tinggal disini, lagian biarin aja mereka mikir macem macem, toh kita juga udah mau nikah. Ucap kak Eka


“jangan, ntar aja nungguin mereka balik! Ucapku. “ya udah aku bawain aja kesini ya, kamu tunggu disini bentar! Kak Eka mengusap lembut poniku dan berlalu dari kamar.


\=\=


“mana Revi? Tanya eno


“ngga mau keluar dia! Kak Eka mengambilkan ku menu makan malam yang ada kemudian bergegas masuk kembali ke dalam kamarku.


“Mereka beneran udah tinggal berdua disini? Tanya Diana menggeser kursinya mendekati kak Eno. “iya! Jawab eno singkat.


“Kenapa di, lu cemburu? Tanya kak Aditya dari kejauhan. “gimana ya, harusnya sih kalau perempuan baik baik bisa jaga diri lah, masa iya belum nikah udah mau tinggal serumah! Ucap diana sedikit melengking membuatku dan kak Eka mendengarnya dari dalam kamar.


Aku pun kehabisan kesabaran dan berdiri dari sofa tempatku duduk, namun kak Eka menahan dengan menggengam tanganku. “biar aku aja yang urusin dia, kamu ngga usah dengerin omongan dia! Ucap kak Eka.


“emangnya kenapa di, orangtuanya eka sendiri yang nyuruh revi tinggal disini, lagian juga gue tiap hari nginep disini, kamar mereka juga pisah, eka di atas revi disitu, kenapa mesti khawatir, mereka juga ngga pernah Cuma berduaan di rumah, ada pembantu yag tiap hari disini, anak anak juga tiap hari main PS disini! Jelas kak Eno yang kemudian menyingkir dari meja makan.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada ucapan kak Eno yang selama ini tak pernah seserius itu.


Mendengar pembelaan dari kak Eno, Kak Eka pun keluar dari kamarku dan mencari keberadaan diana yang ternyata masih duduk terdiam di meja makan.


“gue mau ngomong sama loe! Kak Eka pun berjalan menuju taman belakang rumah, diikuti oleh diana dibelakangnya.


\=\=


Tak lama, aku keluar dari kamar dengan membawa piring dan gelas yang telah kosong menuju dapur, terlihat mereka masih serius membahas sesuatu, tetapi tidak dengan kak Eno yang sedang berdiri di balik pintu belakang dapur.


“kak! Aku pun menepuk bahu kak Eno.


“sssttttttttt! Sini cepetan! Ucap kak Eno menarikku mendekat kepadanya.


Terdengar lirih suara tangisan diana, entah apa yang mereka bicarakan sebelumnya, namun tak ada suara selain suara tangisan diana.


“tanggung jawab? Diana hamil? Ucapku santai.


Kak Eno menoyor kepalaku pelan, “jangan ngawur kalau ngomong, kalau hamil beneran gimana?


Drtttt drtttt drtttt. . .


Kenzi calling


“gue angkat telfon dulu lah! Aku berjalan meninggalkan kak Eno dan duduk di meja makan.

__ADS_1


“halo ken! Ucapku


“hai kak, gue jadi ya kesana, hari jumat malam gue sampai sana! Ucapnya


“okeee, lu sama dinda? Tanyaku


“iya lah, 2 hari doang, minggu siang gue balik! Ucapnya


“okay!


Panggilan terputus.


Saat akan kembali ke kamar, terlihat diana berjalan masuk diikuti dengan kak Eka mengusap rambutnya kasar.


“dimana kak Eno? Ucapku dalam hati.


Diana membasuh mukanya di wastafel toilet, sedangkan kak Eka menghampiriku dengan muka berantakan. “kenapa, serius banget mukanya! ucapku menatap kak eka


“Bro, kita balik dulu ya, lanjut besok aja lah di lab pagi ya! Kak Adit menepuk bahu kak Eka diikuti dengan yang lain berpamitan.


Setelah mereka semua keluar dari rumah, Kak eka menarik tanganku dan mengajakku duduk di sofa depan Tv.


Kak eka bersandar di bahuku dan menggenggam erat tanganku. “jangan jangan bener lagi kalau diana hamil. Ucapku dalam hati.


“ kamu percaya aku kan sayang! Ucap kak Eka setelah kami berdiam cukup lama. “tergantung! Jawabku singkat.

__ADS_1


“apapun yang akan terjadi setelah hari ini, aku minta kamu untuk percaya sama aku! Ucap kak Eka.


\=\=


__ADS_2