Siapa Aku Di Hatimu?

Siapa Aku Di Hatimu?
abu abu


__ADS_3

“Vi, seandainya lu tau alasan kak Eka mutusin lu gara gara gue, lu pasti benci banget sama gue! Ucapku dalam hati. “lu tau kan Rev, gue nolak lamaran Rifki cuma buat EKa, gue sayang banget sama dia, gue ngga mau semua ini berakhir! Ucap Rivia. “mmm Vi, gimana kalau kalian ketemu aja, kalian selesaikan berdua dengan baik baik, gue minta bantuan sama kak ENo ya! Ucapku. “apa dia mau temuin gue sekarang? Ucap Rivia. “gue telfonin kak Eno dulu ya! Aku pun menelpon kak Eno. . .


“iya Rev! Sapa kak Eno. “kak lagi dimana? Tanyaku, “di kontrakan nih main PS sama anak anak, kenapa? Tanya kak Eno, “boleh minta tolong kak! Ucapku. “kenapa ngomong aja! Ucap kak Eno. “mmm sekarang gue lagi di cafe xxx sama Rivia, kakak bisa kesini! Ucapku. “masalah Eka ni kan pasti! Ucap kak ENo. “iya kak, tolongin ya! Ucapku. “ya udah tungguin aja disana! Ucap kak Eno. “makasih ya kak, makasih banget! Ucapku. “iya, apa sih yang engga buat lu! Ucap kak Eno yang kemudian mematikan telponnya.


“gimana Rev? Ucap Rivia. “tunggu ya Vi, kak Eno otw kesini! Ucapku. “makasih ya Rev, gue ngga tau lagi mesti cerita sama siapa, sekarang ini orang terdekat gue cuma lu! Ucap Rivia. “ya udah pesen makan dulu ya Vi, gue laper! Ucapku yang kemudian memesan makanan di meja pemesanan. Tak lama kak Eno pun datang dan menepuk pundakku. “eh kak, mau pesen apa? Ucapku. “minum aja lah samain sama kamu, mana Rivia? Tanya kak ENo. “di meja nomor 9! ucapku. “ya udah gue kesana dulu! Ucap kak Eno yang kemudian berjalan menuju meja nomor 9.

__ADS_1


“Vi! Sapa kak ENo yang kemudian duduk di depan Rivia. “eh kak Eno, sorry ya kak ganggu waktunya! Ucap Rivia. “hmm. . . santai aja! Ucap kak ENo. Aku pun kembali ke meja dan duduk di samping kak ENo. “makan dulu aja Vi,gue coba telfonin kak Eka ya! Ucapku sambil mengusap layar Hp.


“emang bisa? Tadi gue jalan kesini sih nomornya ngga aktif! Ucap kak Eno. “iya dari semalem udah ngga aktif kak! Ucap Rivia. Tak lama kak Eka pun muncul di cafe dan menghampiri kami. “lhah itu dia bocah! Ucap kak Eno melihat kedatangan kak Eka dari pintu masuk. Rivia pun menatap Kak Eka sendu, kak Eka pun segera duduk di samping Rivia tepatnya di depanku. “Silakan kak pesenannya. Ucap pelayan yang datang ke meja kami membawa pesananku dan kak ENo. “makasih ya kak! Ucapku.


“kak emang seriusan kak Eka mutusin Rivia semalem di depan orang tua mereka? Tanyaku lirih kepda kak ENo. “hmm. . . ya seperti yang lu denger tadi pagi, mami ngomong kan kalau mau nglamar lu! Ucap kak ENo sambil memainkan gamesnya. “emang udah gila sih kak Eka! Ucapku yang masih terus menyantap makananku. “ya enggak dong Rev, malah kasian Rivia kalau dipertahanin juga! Ucap kak ENo. “lhah kok gitu kak? tanyaku yang kemudian menatap kak Eno serius. “hmmm. . . jawab kak Eno singkat. “kak udahan dong main gamesnya, gue tanya seriusan! Ucapku merengek. “iya iya. . . ucap kak Eno yang kemudian mengusap poniku dan meletakkan hpnya di meja lalu menatapku tajam. “ya tapi tatapannya jangan kek gitu dong ke gue kak, ihhh. . . ucapku salting. “katanya suruh serius, gimana sih dek! Ucap kak ENo. “gue tu paling ngga bisa kalau di tatap kek gitu! Ucapku menunduk. “huftttt. . . ya udah. . . kak Eno pun kembali mengambil hpnya dan aku pun merebut hp kak Eno dan meletakkanya di meja dan menggenggamnya, ternyata kak Eno justru mengenggam tangan ku dan menatapku. “hisssshhhhhh. . . kak jangan kek gitu, jangan main hp dulu lah! Ucapku. “kamu tuhhh lama lama gemesin dek! Ucap kak Eno yang kemudian melepaskan genggamannya. “apaan sih kak, gak jelas, jangan natap aku terus kak, nanti jatuh cinta! Ucapku santai. “udah. . . ucap kak Eno singkat dan itu membuat jantungku berdebar, “udah apa kak! Ucapku. “udah ini udah belum makannya? Ucap kak Eno. “belum lah, masih banyak kok pesenan aku tadi! Ucap ku.

__ADS_1


Di satu sisi Rivia dan kak Eka sedang serius berbicara, entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat Rivia kembali meneteskan air mata kembali. Kak eka pun merangkul erat Rivia, menenangkannya namun tatapan tajamnya menuju ke arahku yang sedang bercanda dengan kak Eno.


“kak, suka ngeri deh gue kalau kak Eka ngliatinnya kayak gitu! Ucapku saat mencuri pandang ke arah kak EKa. “makanya ngga usah diliatin lah, ngliat gue aja! Ucap kak Eno. “hishhhh. . . . aku pun memukul lengan kak Eno dan kak Eno pun menggenggam tanganku. “apaan nih. . .! ucapku sambil meminum jus alpukat di depanku. “lu serius sama Eka? Tanya kak eno, “serius apanya sih kak? Tanyaku. “ya kan lu tau kalau papi sama mami mau ngelamar lu! Ucap kak ENo sambil memainkan jari jariku. “ orang mah ngga ada yang tau kak, itu kan cuma rencana doang! Ucapku. “ya lu nya ngga ada penolakan juga kan! Ucap kak Eno. “bukan gitu kak, tapi aku. . . . “ehemmmm. .hemmm. . . Rivia dan kak EKa pun mendatangi meja kami. “eh udah selesai? Ucapku. “itu tangan ngga bisa lepas? Ucap kak Eka. Aku dan kak ENo pun baru sadar jika kami sedari tadi berpegangan tangan, lalu aku dan kak ENo pun melepaskan genggaman kami masing masing. “udah, balik sekarang? Ucap kak Eno. “hemm. . . ucapku. “lu anterin Rivia balik dulu ya, gue mau ngomong sama Revi bentar! Ucap kak Eka. “enggak, gue bisa balik sendiri kok! Ucap Rivia. “udah yuk, ucap kak Eno merangkul pundak Rivia. “Vi gue balik duluan ya, pamit Rivia. “ih kak ngomongnya besok aja deh! Ucapku yang kemudian berdiri dan akan menyusul langkah kak Eno, namun kak Eka menarik tanganku dan “biarin Rivia sama Eno dulu! Ucap kak Eka. “maksudnya? Ucapku heran. “yuk. . . kak Eka pun menarik tanganku dan berjalan menuju parkiran mobil melalui pintu belakang cafe.


Aku dan kak Eka pun melihat kepergian mobil kak Eno. “mau ngomong apaan sih kak, kan bisa besok atau kapan kapan, ngga usah di depan Rivia juga lah kayak gini! Ucapku. “emang kenapa kalau di depan Rivia, kan gue sama Rivia udah ngga ada apa apa sekarang! Ucap kak Eka enteng. “gila ya kak, baru semalem kakak putusin Rivia, terus sekarang bisa ngomong kek gitu sesantai ini. Aku pun menggelengkan kepalaku. “emang harusnya gimana! Ucap kak Eka yang kemudian memajukan badannya mendekatiku, “ihh ni orang mau apa lagi? Ucapku dalam hati dan aku pun memejamkan mataku, debaran jantungku terasa begitu cepat. Namun ceklek, kak Eka pun memasangkan sabuk pengaman untukku, “kenapa sih merem merem gitu! Ucap kak Eka sambil tersenyum dan mulai menginjak gas mobilnya. “hishhhhhh rese’ ya! Ucapku yang kemudian memukul lengan kak Eka. “sayang coba ambil tisu basah di belakang” ucap kak Eka. “sayang sayang, halu. . . . ucapku yang tetap saja menuruti kak Eka, “nihh. . . ucapku menyodorkan tisunya, “coba ambil satu! Ucap kak Eka, “udah nih. . . ucapku. “usapin tuhh di tangan kamu yang dipegang pegang sama Eno! Ucap kak Eka, aku pun memandang kak Eka dengan licik. “maksudnya apa sih, nyebelin banget! Ucapku yang kemudian menempelkan tisu basah di pipi kak Eka. “ya makanya jangan pegang pegang tangan cowok kayak gitu! Ucap kak Eka. “orang cuma bercandaan doang! Ucapku. “iya kamu anggepnya bercanda, kalau Eno anggepnya ngga bercanda gimana? Ucap kak EKa.

__ADS_1


__ADS_2