
“apakah aku memilih seseorang yang salah dan kenapa semua ini terjadi kepadaku?” dengan memandang air laut di depanku, hatiku terus bergejolak dan tak terasa air mataku sudah membasahi pipiku. “Rev! ucap seseorang yang ternyata mengikutiku. “kak Eno! Ucapku yang kemudian mengusap air mataku. “ngga papa lagi, terusin aja nangisnya sampai kamu puas, sampai rasa sakit dihatimu sedikit berkurang! Ucap kak Eno yang kemudian berdiri di sampingku.
“kakak sendirian kan? Ucapku. “iya! udah nangisnya? capek nih. . . duduk di mobil yuk! Ucap kak Eno yang kemudian menggandeng tanganku dan membukakan pintu mobilnya untukku. “nih diminum dulu! Ucap kak Eno memberiku 1 botol air mineral. “pulang yuk kak! Ucapku yang kemudian menutup pintu mobil dan memasang sabuk pengaman.
45 menit perjalanan dari pantai menuju kota dan aku pun hanya terdiam, “Rev, lu mau balik kemana? Tanya kak Eno. “ke kost kak! Ucapku singkat. “mau makan dulu? Tanya kak Eno. “enggak, nanti aja! Ucapku.
Sesampainya di depan kost
“makasih ya kak! Ucapku yang kemudian melepaskan sabuk pengaman dan membuka pintu mobil, namun. . . “ngga bisa nih gue balik keadaan lu kayak gini! Ucap kak Eno. “gue ngga papa, udah ya kak, gue pengen sendiri! Ucapku yang kemudian meninggalkan kak Eno dan masuk ke dalam kamar kemudian mengunci kamar.
“gue yang bego atau kamu yang brengsek sih kak, disaat gue udah mulai sayang sama kamu, kamu malah nyakitin aku, selalu kayak gini dari dulu! Ucapku sambil memandang fotoku Bersama kak Eka. Tok tok tok. . . “Rev, lu di dalem! Ucap Tari. “bukain pintu Rev! ucap Tari. Aku pun tak menghiraukan Tari dan bergegas menuju toilet untuk menyegarkan badan.
Sementara itu Kak Eka mencoba menelfonku berulang kali, namun tak ada jawaban dariku. Dia pun mulai khawatir, berulang kali mencoba menanyakan keberadaanku kepada kak Eno karena Rivia masih dalam kondisi lemah dan Mama Rivia tak mengizinkan Kak Eka meninggalkan Rivia.
__ADS_1
Pukul 22:00
Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan kost disaat semua penghuni telah masuk ke dalam kamar. “tujuannya kemana mba? Tanya sopir taksi yang kupesan. “ke terminal bus XXX ya pak! Ucapku.
Keeseokan harinya
Tari masih mencoba mengetuk pintu kamarku dan memanggil manggil namaku, begitu juga dengan kak Eno dan kak Eka yang mencoba membuka paksa kamarku, namun setelah pintu terbuka, nihil . . . mereka tak menemukanku. Mereka pun mencoba mencari keberadaanku, ke rumah kak Ila, ke rumah Ayu, ke rumah tante dan bahkan menghubungi orang tua ku.
“Rev, kamu masih mau makan lagi? Tadi kita udah pesen makan banyak banget lho, are you okay? Tanya seorang lelaki kepadaku. “yah, aku laper bangettttt. . .banget banget. . . dan ini tuhh makanannya enak banget. Ucapku sambil memakan semua menu yang kupesan. “iya sih Rev, tapi kamu ngga seperti biasanya, kamu lagi ada masalah? Tanyanya kepadaku. “enggak, aku baik baik aja kok, nih makan, aku suapin! Ucapku. “enggak, kamu ngga lagi baik baik aja, revi please liat aku! Ucapnya yang kemudian menggenggam tanganku. Aku pun mulai terdiam, memang tidak mudah untuk berpura pura Bahagia disaat hati terasa sakit. “iya kamu bener, aku lagi ngga baik baik aja! Ucapku yang kemudian membenamkan wajahku didadanya.
“kenapa Rev, apa yang terjadi? Ucap Wishnu sambil mengusap lembut rambutku. “aku capek, capek banget sama jalan hidup aku sekarang, aku ngga tau kenapa semua pilihan aku selalu salah! Ucapku. “lagi berantem sama cowok kamu? Tanya wishnu kepadaku. Aku pun hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Wishnu
Flashback
__ADS_1
Malam itu aku sampai di terminal bus kota S pukul 23:14 WIB, entahlah saat itu aku berfikir akan pulang ke rumah eyang menenangkan diri, namun saat aku mulai masuk kedalam terminal, seorang laki laki yang taka sing bagiku memanggilku yang kebetulan baru saja mengantar pacarnya yang juga akan ke luar kota. Dia pun mengajakku ke kontrakannya dan memintaku untuk beristirahat. Seakan tau apa yang terjadi denganku, dia menemaniku hingga pagi, memelukku dengan erat hingga aku enggan mengeluarkan air mata.
Flashback off
“bukannya bentar lagi kalian nikah? Ucap wishnu. “yaaaa. . . 3 bulan lagi! Ucapku. “terus ada masalah apa sampek kamu mau kabur? Tanya wishnu. “Dia hamilin sahabat aku! Ucapku dengan bibir gemetar. “kamu tau sendiri atau kamu denger dari orang lain? Tanya wishnu. “mama sahabatku yang minta aku ninggalin dia, kamu tau gimana rasanya jadi aku kemarin? Ucapku. “its oke, udah ya jangan nangis lagi, . kamu bisa ngomong baik baik dulu sama dia, bukannya kamu bilang sekarang kita bukan anak kecil lagi! Ucap Wishnu. “entahlah, aku ngga sanggup buat ketemu sama dia! Ucapku. “kamu sayang banget ya sama dia? Tanya Wishnu.
“iya, aku baru sadar kalau aku sayang sama dia, tapi sekarang aku harus nglupain dia, aku harus hilangin perasaan ini. Ucapku. “kamu udah ngga sayang sama aku? Ucap wishnu tiba tiba dan aku pun melepaskan pelukan ku dari Wishnu.
“kok kamu tanya gitu sih! Ucapku yang kemudian menyandarkan kepalaku di sofa, “bercanda. Ucap wishnu yang kemudian mengambil air mineral. “seandainya kamu tau, aku sulit melupakanmu! Ucapku dalam hati sambil menatap wishnu.
“jangan ngeliatin kayak gitu, ntar cinta lagi sama gue! Ucap Wishnu. “emang kenapa kalau aku cinta lagi, bukannya waktu itu kamu yang minta kesempatan buat kita balik lagi! Ucapku. “jadi, bisa dong kita balik lagi! Ucap wishnu yang kemudian duduk di sampingku. “udah ah, gue pesen taksi, gue balik ya, makasih udah nemenin gue, udah ngasih gue makan, udah dengerin cerita gue, pokoknya lu terbaik lah! Ucapku sambil menghidupkan Hp yang sudah lebih dari 24 jam kumatikan.
“jangan sungkan sungkan hubungin gue, kalau lu butuh apa apa! Ucap Wishnu. “enggak lah, ngga enak sama cewek lu! Ucapku. “udah gue anterin aja, jangan naik taksi! Ucap wishnu. “jangan, jauh, udah malem ini, besok kamu kuliahkan! Ucap ku. “santai aja, gue kuliah siang kok, yuk ah gue anterin!
__ADS_1