
Esok harinya Wishnu menjemputku dari rumah Indah dan akan mengantarku ke Terminal bus. “guys, gue balik ya. . . aku pun memeluk ke 3 sahabatku dengan erat. “hati hati ya. .jangan lupain kita disini. Ucap Indah. “Sampai ketemu lagi. . . . Aku pun berpamitan dengan Mama indah yang kemudian pergi meningalkan rumah indah.
Sesampainya di terminal.
“bus nya dateng jam berapa Ay? Tanya wishnu sambil mengenggam tanganku. “bentar lagi Han, ucapku. “jaga diri ya Ay, baek baek di sana dan jangan macem macem! Ucap wishnu. “iya Han, kamu juga ya hati hati di Kota S, kabarin aku terus kalau udah disana ya. .ucapku. “Oh iya, kayaknya semalem aku liat ada yang ketemu lagi sama mantannya! Ucap Wishnu, jantungku pun berdetak “kok dia bisa tau lagi sih, ****** nih gue! Ucapku dalam hati. “kok diem Ay! Ucap wishnu sambil menatap wajahku. “ Kok kamu tau Han? Ucapku tanpa berani menatap wajah Wishnu. “iya jadi semalem waktu aku bilang mau pulang ke rumah, aku sebenernya mau mampir ke rumah indah bawain kamu cemilan, eh belum sampai rumahnya, aku liat ada yang dibukain pintu mobil, ya udah aku buang tuh makanan di gang depan rumah indah, kayaknya tadi juga masih ada bekasnya! Ucap Wishnu tanpa ekspresi. “Han, dia cuma mau minta maaf doang kok, ngga ada 5 menit juga aku udah masuk ke kamar indah lagi. “ jelasku. “iya aku percaya kok sama kamu” ucap Wishnu sambil mengusap poniku. Bus pun datang dan aku berpamitan kepada Wishnu. “hati hati Ay, I love you! Bye. . .
Semenjak hari tu aku tidak pernah bertemu lagi dengan Fitra dan bertemu dengan Wishnu pun juga jarang. Aku memutuskan tinggal di kota Y bersama dengan orangtua ku sedangkan Wishnu kuliah di kota S yang lumayan jauh dari kota Y, membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam dari Kota Y ke kota S. Saat itu kami sibuk dengan kegiatan kami masing masing. Aku mulai bekerja di salah satu Toko elektronik di kota Y, Tya memutuskan untuk bekerja di Negeri tetangga, Indah bekerja di sebuah Koperasi di daerah rumahnya dan Uma bekerja di sebuah pabrik Roti di kota M. Komunikasi diantara kami pun mulai renggang seiring dengan berjalannnya waktu begitu juga dengan hubunganku bersama Wishnu, dia jarang memberikan ku kabar dengan alasan sibuk dengan kegiatan kuliahnya.
4 bulan kemudian
__ADS_1
Hari ini aku berencana untuk pulang ke rumahku karena saat bekerja aku memilih untuk tinggal di sebuah kost yang dekat dengan tempatku bekerja dan pulang ke ruma apabila hari libur kerja/hari Minggu. 27 November 2009, ya hari ini adalah hari kelahiranku. Pagi pagi sekali aku memilih untuk segera meninggalkan kost dan pulang ke rumah karena Mama menyuruhku untuk pulang.
Sesampainya di rumah.
“Sarapan dulu kak, Mama udah siapin sarapan buat kamu! Ucap Mama. “iya entar aja Ma aku mau ke kamar istirahat bentar, capek! Ucapku yang kemudian memasuki kamarku dan saat aku membuka kamar “surprise. . .” wishnu pun mengejutkan ku dan aku pun memeluk erat Wishnu karena terakhir kita bertemu 4 bulan yang lalu. “kok kamu tau rumah aku? Tanyaku yang masih berada di pelukan Wishnu. “iya aku ambil nomor telepon mama kamu waktu terakhir kali kita ketemu! Ucap Wishnu. Kami pun berjalan menuju ruang tamu. “ Happy b’day Ay semoga semakin hari sayangmu untukku semakin bertambah, I love you! Ucap Wishnu yang kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi cincin couple. “Semoga kamu suka ya, ucap wishnu kembali dan memasukkan cincin di jari manisku. Aku pun tak bisa berkata kata lagi, seneng, terharu dan pastinya semua fikiran burukku tentang wishnu selama 4 bulan ini menghilang dengan sikap manis wishnu kepadaku. “seneng ngga Ay aku dateng kesini! Tanya wishnu. “Seneng lah seneng banget malah. . .!ucapku yang tak berhenti memandang wajah wishnu. “Kak, mama keluar sebentar ya! Ucap Mama yang kemudian berlalu. “ay, aku rindu. . .ucap Wishnu yang kemudian mendekatiku dan cup, bibir itu kembali menyentuh bibirku meskipun bukan yang pertama kalinya tetapi tetap saja jantungku seperti berhenti berdetak, sebuah ciuman yang awalnya hanya pelepas rasa rindu semakin lama semakin memanas dan Wishnu pun mulai memainkan lidahnya, tangannya mulai bergerak ke arah gundukan dadaku dan aku tak kuasa menolak setiap sentuhan yang Wishnu berikan, saat tangannya mulai turun dan akan menyusup ke bagian bawah, aku tersentak dan aku menarik tangan wishnu untuk menghentikan sentuhannya. “Sorry! Ucap wishnu setelah melepaskan ciumannya. Setelah beberapa saat aku dan wishnu mulai mengatur nafas kami yang terengah engah karena ciuman panas itu. “em . . . makan yuk han, laper. . . ucapku yang mencoba mencairkan suasana. “kita makan di luar aja ya Ay sekalian ngrayain ulangtahun kamu! Ucap Wishnu. “ mau kemana emang? Tanyaku. “terserah kamu aja, pokoknya hari ini aku mau kamu happy! Ucap wishnu.
Malam harinya aku menceritakan semuanya kepada indah, Tya dan Uma. . . mereka pun bertukar cerita juga dengan ku tentang pacar mereka masing masing, meskipun jauh kami akan terus menjadi sahabat yang akan selalu ada satu sama lain.
3 Bulan setelah hari itu, aku menerima sebuah pesan aneh yang dikirimkan dari nomor Wishnu. “udah makan belum yank” isi teks yang masuk ke Hp ku. “sejak kapan dia manggil aku “yank” ucapku dalam hati, namun aku menghiraukan pesan itu dan kembali membersihkan make up ku sepulang kerja. Setalah aku selesai mandi, kembali wishnu mengirimkan pesan kepada ku. “Ay. . .” singkat kata. “Iya han, kamu salah kirim pesan kah? Balasku. “enggak kok, kamu udah makan? Jawabnya kembali. “sejak kapan kamu manggil aku Yank? Tanyaku. Pesanku pun tak dijawab olehnya, semenjak hari itu Wishnu tak pernah lagi mengirimiku pesan bahkan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi, bagai di telan bumi, aku tidak tau kabar wishnu sama sekali. Kecewa, iya aku kecewa dengan sikap wishnu yang menghilang tanpa kejelasan. Beberapa cowok pun mulai mendekati aku, mereka memberikan perhatian kepadaku lebih dari perhatian wishnu kepadaku saat itu. “Riedo” ya satu nama yang membuatku terkejut, dia adalah kakak tingkatku sewaktu SMP dan aku sangat mengidolakannya saat itu, dia hadir di kehidupanku, di sela sela permasalahanku dengan Wishnu.
__ADS_1
Riedo mulai intens menghubungi ku, mengajak ku bertemu dan mengenalkanku kepada orangtuanya meskipun aku dengannya hanya sebatas teman karena aku menolaknya saat dia menyatakan cintanya padaku. “Bodoh, buat apa kamu bertahan, Wishnu udah ngilang gitu aja, mungkin sekarang dia udah punya pacar lagi disana. .Ucap Tya pada sambungan telepon saat itu. “Tapi aku masih sayang sama dia dan hubungan ku dengan dia juga belum berakhir” ucapku. “Halah bulshit, secara ngga langsung dia udah ninggalin kamu, udah lah Rev jangan kayak gini lagi, lu udah dewasa jangan sampai lu down lagi cuma karena cowok! Ucap Tya.
1 Bulan berlalu, hampir setiap hari Riedo menemuiku dan hatiku mulai belajar menerima kenyataan bahwa Wishnu memang sudah menghilang dari hidupku. Meskipun Riedo berkali kali menyatakan cintanya padaku, entah kenapa hatiku tak bisa menerimanya, padahal dulu aku sangat mengidolakan dia bahkan aku sangat senang saat pertama kali Riedo menghubungiku.
Saat itu aku memutuskan untuk berhenti dari tempat kerjaku dan menghubungi saudara sepupuku yang tinggal di kota G untuk mencarikan aku pekerjaan, bukan tanpa alasan, kota G sangat dekat dengan kota S dan aku berharap bisa bertemu lagi dengan wishnu jika aku bekerja di kota itu. Sepupuku pun awalnya menolak karena dia tidak terima alasanku kesana karena ingin bertemu lagi dengan Wishnu sedangkan Wishnu tanpa perasaan mencampakan aku begitu saja. Tetapi setelah aku berjuang setiap hari meminta tolong kepadanya, ada sebuah harapan untuk aku bekerja di sana, Sepupuku mendapatkan informasi bahwa ada recruitment karyawan di sebuah Pabrik Brand ternama. Tanpa fikir panjang aku meminta izin kepada orangtua ku untuk pergi ke kota G, awalnya mereka tak menyetujuinya tapi karena aku keras kepala, akhirnya mereka menyetujuinya.
Februari 2010
Aku bersama dengan Eyang tiba di sebuah Kota yang tidak pernah telintas dalam fikiranku. “eyang, doaian aku berhasil disini ya! Ucapku kepada Eyang. “Nak, doa Eyang ngga pernah putus untuk keberhasilan kamu! Ucap Eyang sambil mengusap rambutku yang saat itu ada di pangkuan eyang. “inget ya nak disini kamu jauh dari mama Papa, jauh dari Eyang, kamu harus nurut sama Tante ya disini, ingat tujuan kamu kesini untuk bekerja bukan untuk yang lainnya.” ucap Eyang.
__ADS_1