
Semenjak hari itu Rivia terlihat sangat murung dan seperti kehilangan semangatnya. Aku tahu bagaimana posisi Rivia saat ini, dia masih sangat menyayangi kak Eka dan mungkin dia masih berharap hubungannya akan kembali baik baik saja. Setiap saat, setiao waktu Rivia selalu berkata bahwa dia merindukan hari harinya beberapa bulan yang lalu bersama kak Eka, disaat kak Eka menghampirinya, di saat kak Eka menggandeng tangannya dan semua perhatian kak Eka terhadapnya. Sedangkan kak Eka sama sekali tak memperlihatkan diri di depan Rivia semenjak hari itu, dia memilih untuk menghindari Rivia, tetapi kak Eka setiap hari menemuiku di luar jam kerja. Memang ini terlihat kejam, aku seperti berbahagia di atas penderitaan Rivia. Tetapi aku sendiri tidak bisa memungkiri bahwa aku juga memiliki perasaan sayang kepada kak Eka. Jahat, itulah aku saat ini, aku mendengar semua keluhan Rivia tetapi saat aku bertemu dengan kak Eka, ku ceritakan semua keluhan Rivia dan kak Eka sama sekali tidak peduli.
Aku sendiri tidak tau, apas ebenernya hubunganku saat ini dengan kak Eka karena memang semuanya mengalir begitu saja, aku pun mulai dekat dengan Mami dan Papi. Mereka juga telah melamarku secara tidak langsung, orangtua kak Eka dan orangtua ku saling berkomunikasi melalui Hp dan orangtua kak Eka menyatakan bahwa ingin menjadikan aku menantunya. Orangtua ku pun menerima lamaran itu dan dalam waktu dekat orangtua kak Eka akan menemui orangtuaku. Mungkin itulah bukti keseriusan kak Eka kepadaku. Bahagia. . aku sangat bahagia saat ini, seseorang yang kuanggap hanya mempermainkan aku ternyata dia berani melamarku. Oooopsss. . . aku sempat lupa bahwa kak Eka juga memperlakukan Rivia seperti itu.
1 bulan kemudian
“Rev. . .! ucap kak Nia duduk disebelahku. “Lu ama Eka balikan lagi? Tanya kak Nia. “kenapa emangnya kak? Tanyaku. “ya kan gue denger kalau Eka sama Rivia udah putus, terus si Eka juga udah ngga pernah jaga ruangan kita lagi sekarang! Ucap kak Nia. “terus apa hubungannya sama gue gitu kak? Ucapku. “ya siapa tau dia minta lu balik lagi! Ucap kak Nia. “ehemmmmm. .hemmm. . . suara seorang laki laki yang kini berada di sampingku. “cewek ya kalau ketemu gosip terus! Ucapnya. “heh, jaga mana Lu? Tanya kak Nia. “di Lab gue sekarang sama Eka! Ucap kak ENo. “kenapa ngga jaga ruangan kita lagi? Tanya kak Nia. “kenapa emang, kangen lu ya ama gue? Ucap kak ENo. “ngarang, jangan halu deh lu! Ucap kak Nia. “nihhh. .dari Eka! Ucap kak ENo sambil menyodorkan 1 bungkus coklat kepadaku yang kemudian berlalu. “ehemmmm. . . kayaknya beneran ni ada yang balikan! Ucap kak Nia. “entah lah kak, gue sendiri juga bingung, kak Eka ngga pernah ngajakin gue balik lagi, cuma memang dia bilang sayang sama gue, orangtuanya juga udah minta gue dari orangtua gue kak, terus apa dong itu namanya! Jelasku. Kak Nia pun memegang pundakku seperti tak percaya dengan ucapanku.
__ADS_1
“lu serius, orangtuanya Eka udah nglamar lu? Tanya kak Nia. “iya kak! Ucapku. “terus lu terima? Tanya kak Nia. “mereka nanya ke orang tua gue dan orangtua gue nge iyain gitu lho, . jelasku. “sumpah Rev lu jahat banget! Ucap kak Nia. “iya gue tau kok kalau gue jahat, tapi gimana kak, semuanya jadi kayak gini sekarang. Ucapku lemas. “heh ya udah. . . orang Eka emang cintanya ama elu, jalan sama Rivia juga cuma buat lu cemburu doang! Ucap kak Nia dan kami pun bergegas masuk ke dalam ruangan setelah perbincangan singkat di ruang minum.
“Eh Rev barusan kak Eka kesini! Ucap Rivia dengan senyum mengembang. “oh ya, ngapain? Tanyaku. “nih. . . Rivia pun mengangkat sebungkus coklat dan “hah dia juga dapet! Ucapku dalam hati. “seneng dong lu! Ucapku. “iya seneng banget lah, setelah 1 bulan lamanya gue pengen ketemu dia, eh dia muncul bawain gue ini, meleleh lah hati gue Rev, gue seneng banget dia mau temuin gue lagi! Ucap Rivia riang. “kenapa lu seneng banget habis di apelin Eka! Ucap kak Iman yang datang menghampiri kami. “iya dong kak, dia ngasih gue coklat coba kak, seneng lah gue! Ucap Rivia. “ya elah coklat doang, gue juga bisa beliin lu, 10 bungkus malah! Ucap kak Iman. “beda lah! Ucap Rivia. .
“Vi, elu bisa bahagia dan bangkit lagi dari keterpurukan lu selama sebulan ini cuma dengan hadirnya kak Eka di hadapan lu, sedangkan setiap hari kak Eka temuin gue di belakang lu, sorry vi, gue emang temen yang jahat banget! Ucapku dalam hati sambil melihat ke arah Rivia. “eh nanti ngumpul bentar yak jam pulang di depan ruang QC! Ucap kak Iman yang kemudian berlalu.
Pukul 14;00 WIB
__ADS_1
“Eh vi eka tuh. . . ucap kak Nia yang berjalan beriringan dengan Rivia dan yang lainnya. “duh tambah ganteng aja sih tu anak! Ucap mak lambe. “emang dari dulu udah ganteng sih mak! Ucap kak MIla. “hai Vi, mana Revi? Tanya kak Eka saat berpapasan dengan Rivia. “ada di dalem ngerjain laporan kak IMan! Ucap Rivia. “oke makasih ya, ati ati di jalan! Ucap kak Eka sambil menepuk pundak Rivia dan berlalu memasuki ruangan Qc. “lu kok bisa putus sih sama orang ganteng kayak dia! Ucap mak lambe. “belum jodoh mak! Ucap Rivia.
Tak lama Eka pun menghampiriku di meja kak Iman
“balik jam berapa sayang? Ucap kak Eka yang berdiri di depan meja. “hishhh. . .mulut ya! Ucapku melirik sekilas. “kan ngga ada orang, masih banyak? Tanya kak Eka sambil melihat lihat laporan. “dikit lagi, kamu balik duluan aja kak, aku balik sendiri aja ntar! Ucapku. “enggak lah, masa iya gue ninggalin calon istri gue kerja sendirian banyak cowok cowok kek gini! Ucap kak Eka. “mulai deh posesivenya! Ucapku. “woyyy. . .ngapain lu masih disini? Tanya kak Iman yang tiba tiba menghampiri kami. “nungguin dia ni! Ucap kak Eka. “ngga usah ditungguin ntar gue anterin balik ke kost dia! Ucap kak Iman. “gue udah janji sama dia! Ucap kak Eka yang kemudian menarik kursi dan duduk didepanku. “kalian balikan? Tanya kak Iman. “tunggu aja undangan ya bos! Ucap kak Eka. “wihhhhh, undangan apa, undangan ulangtahun! Ucap kak Iman sambil memeriksa laporan yang telah kubuat. “tunggu aja bentar lagi! Ucap kak Eka dan aku pun melempar name tag ke tangan kak Eka dan menaikkan jari tengahku dibalik kertas, kak Eka pun tersenyum. “ya udah sana balik Rev, sisanya biar gue aja yang kerjain, thanks ya! Ucap kak Iman. “apaan, emang udah selesai ini! Huft. . . aku pun berdiri dari meja dan bersiap meninggalkan ruangan. “hehehheheh, makasih ya Rev, lu emang terbaekkk! Ucap kak Iman sambil mengacungkan jempolnya.
“sayang tungguin dong, ucap kak Eka yang berusaha menyamai kecepatanku berjalan. “ihhh. . . jangan deket deket kak nanti anak anak liat! Ucapku. “ya emang kenapa kalau mereka liat yang penting kan anak shift kamu udah pada balik! Ucap kak Eka yang kemudian menggandeng erat tanganku. “kak ihhhh. . . apaan sihh. . . ucapku sambil berusaha melepaskan genggaman tangan kak Eka namun sia sia. “habis ini kita ketemu sama Mami! Ucap kak Eka. “mami? Mami kesini lagi? Ucapku. “iya, mami mau kasih hadiah buat kita berdua! Ucap kak Eka. “lhah, bukannya sore ini kamu ada futsal kak? Ucapku. “ngga usah ikut lah! Ucap kak Eka santai. “lhah, gimana sih tadi kak ENo ngajakin lhoh! Ucapku. “eno lagi eno lagi bisa ngga sih kamu ngga nyebut nama Eno kalau lagi berdua gini! Ucap kak Eka. “apaan sih kak kok aneh banget, nyebut nama kak ENo aja ngga boleh! Ucapku.
__ADS_1
Sementara itu beberapa pasang mata memperhatikan kami yang sedang bergandengan tangan sambil berbisik bisik. Aku dan kak Eka pun bergegas menemui mami ke suatu tempat, “lhah ngapain masuk ke perumahan kayak gini kak? Tanyaku heran melihat sekitar jalan. “tau ni mami, perasaan juga gue ngga punya saudara tinggal disini! Ucap kak Eka. “coba deh kak sini Hpnya aku liat maps nya siapa tau salah kan! Ucap ku. “bener kok, coba liat ni. . . . kak Eka pun memberikan Hpnya kepadaku. Tak lama kami sampai di depan sebuah rumah yang menurutku minimalis tapi terlihat mewah dan elegan. Aku dan kak Eka pun hanya memperhatikan rumah itu dari dalam mobil. Kemudian seseorang mengetuk kaca mobil kami, “mami! Ucapku yang kemudian membuka pintu mobil dan memeluk mami. “apa kabar calon menantu? Sapa mami. “alhamdulilah sehat Mi! Ucapku. “maaf ya mi lama, Revi tuh kerjaan ngga kelar kelar! Ucap kak Eka yang kemudian mencium tangan Mami. “ya udah ayo masuk! Ucap Mami yang menggandengku tanganku. “rumah siapa Mi? Tanya kak Eka. “bagus ngga dek, suka ngga? Tanya Mami kepada kak Eka. “bagus sih Mi tapi rumah siapa dulu ni! Ucap kak Eka.
“eh anak Papi udah dateng! Ucap Papi yang kemudian menghampiri kami. Aku dan kak Eka pun mencium tangan Papi. “yuk masuk, kebetulan baru aja sofa ruang tamunya datang! Ucap papi. “yuk duduk Rev, suka ngga sama interior rumahnya? Ucap Mami. “bagus mi! Mami beli rumah di sini! Ucapku. “mami sama papi kok ngga nanya nanya Eka dulu kalau mau beli rumah disini? Ucap kak Eka. “ini rumah buat kalian berdua dari Mami sama Papi! Ucap Mami, mendengar itu aku dan kak Eka pun saling memandang heran