Siapa Aku Di Hatimu?

Siapa Aku Di Hatimu?
pertemuan mereka


__ADS_3

Café XXX


“gue tungguin di depan ya sama anak anak nongkrong! Ucap kak Eno. “okay, ucapku yang kemudian masuk ke dalam café dan mencari keberadaan seseorang. “lhah si Eka mana, kok lu Cuma berdua doang? Tanya kak Adit yang kebetulan nongkrong di café. “Eka masih ngurusin selirnya yang satu, jadi calon istrinya di titipin ke gue! Ucap kak Eno. “halah, lu juga seneng kan di titipin Revi! Ucap kak Aditya. “oh itu tadi calon istrinya Eka yank? Ucap pacar kak Aditya. “iya, cantik ya! Ucap kak Aditya. “iya lah, mana ada ceweknya Eka jelek yank, dari dulu juga ceweknya cantik cantik, tapi yang ini kok kayak beda gitu ya! Ucap pacar kak Aditya. “bedanya apa? Ucap kak Eno. “biasanya ceweknya Eka itu kalem, lembut gitu, yang tadi gue liat agak powerfully a, agak tomboy juga! Ucapnya. “iya Cuma tuh cewek juga yang bisa ngerubah kebiasaan Eka punya cewek banyak sekarang jadi setia! Ucap kak Aditya.


“hai! Sapa seorang lelaki. “eh disini! Ucapku yang kemudian berjalan meghampirinya. “kamu udah pesen makan? Ucapnya. “udah kok! Aku pun duduk di hadapannya. “jam segini masih pake seragam, baru pulang? Ucapnya. “iya, pulang jam 6, kamu sendiri tumben weekdays di sini? Ngga ada kerjaan? Ucapku. “enggak, oh ya akum au kenalin kamu sama seseorang! Ucapnya. “siapa? Ucapku. Seorang perempuan paruh baya berjalan menuju meja kami dengan style sosialita dan senyuman yang mengembang. “halooo nak, Revi kan! Ucapnya yang kemudian memelukku. “iya tante! Ucapku. “mama aku! Ucapnya. “kenalin, mamanya Taufiq ya, ya ampun bener kata Taufiq, kamu manis, cantik, tante suka! Ucapnya. “heheeh. . .makasih tante! Ucapku canggung. “oh ya udah pesen makan? Katanya kamu suka banget ya makan disini, ini café temen tante, kamu bisa pesen apa aja ya nanti tante yang bayarin! Ucapnya. “udah pesen kok tante! Ucapku. Tak lama makanan pun datang, kami pun mulai makan malam dengan pembicaraan ringan.


“gimana gimana, kamu kapan siap nikah sama Taufiq? Tanya mama Taufiq. Seketika aku pun tersedak dan saat aku menoleh kebelakang, ada kak Eno yang duduk di belakangku sama kagetnya. “eh pelan pelan dong nak, ini di minum dulu! Ucap mama Taufiq sambil menyodorkan minum ke arahku. “udah kayak adegan di film film nih gue, astaga! Ucapku dalam hati. “kamu mau kan nikah sama Taufiq? Tanya mama Kembali. “emmm ituuu, , , Revi masih. . emmmm! Ucapku terbata bata. “nanti biarTaufiq ngomong berdua ya ma sama Revi! Ucap Taufiq. “oke, jangan lama lama ya, mama tunggu kabar baiknya, oh ya nak, mama ngga bisa lama lama, ada arisan, kalian lanjut ya makannya! Bye. . . . Mama taufiq pun memelukku yang kemudian meninggalkan meja. Hufttt. . . suara hembusan nafasku. . . “kenapa? Ucap Taufiq. “eh enggak, ngga papa! Ucapku. “kamu kost dimana sekarang? Tanya Taufiq. “aku sekarang di. . . . “dia tinggal sama gue sekarang! Ucap kak Eka yang tiba tiba datang. “kak Eka! Aku pun tersentak melihat kak Eka. “maksudnya? Ucap Taufiq yang kemudian berdiri dari kursinya. “dia calon istri gue! Ucap kak Eka yang kemudian menarik tanganku. “dia juga calon istri gue! Ucap Taufiq yang juga menarik tanganku.


Maafkan aku yang terlalu sering mengikuti drama film


“sorry, tapi gue bener bener udah mau nikah sama dia, kita udah tunangan! Ucap kak Eka memperlihatkan cincin di jariku. “gue tau, tapi selama kalian belum nikah, masih ada kemungkinan gue nikahin dia lebih dulu! Ucap Taufiq. “terserah, tapi gue ngga akan biarin itu terjadi, yuk pulang! Ucap kak Eka menarik tanganku dan Taufiq pun melepaskan tanganku dengan terus memandang kepergianku.


Di perjalanan pulang dari Café, kak Eka hanya terdiam dan kami pun sama sekali tak mengatakan sesuatu, sesampainya di rumah, Kak eka pun tak menghiraukanku dan langsung naik ke lantai atas. Aku pun memasuki kamar dan membersihkan diri kemudian merebahkan tubuhku di ranjang, “ini hari apa sih, hufttttt. . . ucapku lirih sambil memainkan hpku untuk menghubungi Tari. Hampir setiap malam aku bercerita dengan Tari, apa yang sedang terjadi dalam hidupku saat ini.


Drtttt. . . drttt . . .

__ADS_1


+628 XXX calling


“iya halo! Jawabku.


“udah sampai rumah? Ucapnya.


“iya udah daritadi kok, emmm. . . maaf ya aku. . .


“kenapa minta maaf, aku kok yang salah, aku yang bikin kamu punya pilihan lain. Ucapnya.


“untuk apa aku marah? Aku ngga punya hak utuk marah, aku yang ngga pernah punya waktu untuk kamu, aku yang ngga pernah perhatian sama kamu, aku yang ngga pernah ada disaat kamu butuh seseorang, aku yang harusnya minta maaf! Ucapnya


“emmm.. karena kamu udah denger semuanya, aku mau kita. . .


“kamu mau putusin aku? Secepat ini? Ucapnya

__ADS_1


“Fiq, kamu laki laki yang baik, kamu pasti akan mendapatkan pendamping yang lebih baik dari aku. Ucapku


“enggak, aku mau, kamu kasih aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku lebih pantas mendampingi kamu, kasih aku kesempatan sekali lagi. Ucapnya.


“fiq, maaf. . . aku minta maaf banget sama kamu, tapi aku udah menerima lamaran kak Eka dan tanggal pernikahan ku pun udah ada, aku ngga mungkin sama kamu Kembali seperti dulu. Ucapku


“Cuma karena dia yang lebih dulu meminta kamu, bukan berarti takdir hidupmu sama dia, aku mohon jangan tinggalin aku, aku ngga papa kamu tinggal se rumah sama dia, aku ngga papa kamu udah tunangan sama dia, aku Cuma minta kamu liat perjuangan aku buat kamu! Ucapnya.


“kita masih bisa jadi sahabat, jadi teman. . tanpa adanya status! Ucapku.


“jujur sama aku, apa kamu cinta sama dia, apa kamu sayang sama dia?


“kok kamu tanya gitu, aku. ..


“apa, kamu ngga akan bisa jawab pertanyaan itu, karena di hati kamu Cuma ada wishnu, bukan Eka ataupun aku. Ucapnya

__ADS_1


Tanpa aku sadari, Kak Eka telah mendengarkan percakapanku dengan Taufiq di balik pintu kamarku, karena memang aku menyalakan loudspeaker. “rev, sebernya “siapa aku di hatimu?” ucap kak Eka dalam hatinya.


__ADS_2