
Kamar
“gimana masih sakit, sini biar aku aja yang balut lukanya, kamu duduk aja oke. . . ! Kak eka mulai menutup luka operasi milik Ayu dan aku yang tak sengaja melihatnya, menghiraukan itu, Aku meletakkan Yuka di Kasur dengan sangat hati hati kemudian mencium keningnya.
Saat aku akan turun dari tempat tidur, kak eka dan ayu keluar dari toilet dan terkejut melihatku ada di kamar. “sayang” ucap kak eka
Aku pun memberikan isyarat kepada kak eka untuk diam dan aku mulai berjalan keluar dari kamar. “thanks ya rev! ucap ayu sesaat sebelum aku keluar dari kamar.
Kak eka mengikuti langkah ku menuju lantai atas, “sayang, aku tadi bantuin ayu nutup lukanya! Jelas kak eka. “iya aku tau kok kak! aku pun membuka kamar yang ada di sebelah kamar kak eka.
“dimana baju baju aku kak? aku membuka satu persatu almari yang ada di kamar. “ada di kamar aku! Ucap kak eka. “kok di kamar kamu sih kak! aku pun berjalan menuju kamar kak eka.
Kak eka pun menutup pintu kamar dan mulai memelukku. “sayang, kamu ngga lagi marah kan? Ucap kak eka yang membuatku menghentikan langkahku.
“enggak! ucapku yang berusaha melepaskan diri dari pelukan kak eka. “makasih ya sayang! Ucap kak eka mencium lenganku kemudian membuka pintu kamarnya dan meninggalkanku.
Aku pun mengambil beberapa baju untuk kumasukkan kedalam koper kemudian merebahkan badanku di Kasur kak eka dan terlelap.
__ADS_1
\=\=
Suara tangisan Yuka membuatku terbangun, namun badanku terasa berat oleh dekapan dari kak eka. “aduhhh, kenapa gue tidur disini, bego banget sih gue! Ucapku lirih.
Aku berusaha melepaskan dekapan kak eka dengan hati hati dan membuka layar Hp untuk melihat jam.
Pukul 04:15 pagi
Tangan kak eka meraih tanganku yang akan turun dari ranjang. “mau kemana sayang? Ucap kak eka dengan mata terpejam. “Yuka nangis kak, aku lihat dulu dia kenapa. Ucapku.
“eh Rev, sorry ya lu jadi kebangun gara gara Yuka! Ucap ayu. “enggak kok Yu, hai sayangg, kok udah bangun aja jam segini, laper ya. . .! ucapku kepada Yuka.
“oh ya Rev, lu mau kemana kok semalem gue liat Eka nurunin koper! ucap ayu.
“ohh, gue mau ke kota B nanti siang! Ucapku sambil menuang air mineral dan duduk di meja makan. “ke kota B? ada acara apa Rev, sama Eka juga? Ayu pun duduk disampingku.
“enggak, gue pergi sama kak anna ada urusan kerjaan disana!oh ya sini Yuka biar sama gue, lu bisa mandi atau mau ngapain dulu, soalnya si mba nya datang biasanya agak siang! Aku mengambil Yuka dari pangkuan Ayu.
__ADS_1
“ya udah kalau gitu, nitip yuka bentar ya, gue sekalian mandi sama siapin air panas buat Yuka! Ayu masuk ke dalam kamar untuk memulai aktivitasnya.
Aku pun membawa Yuka ke kamar kak eka dan menidurkannya di samping kak eka. Merasa ada sesuatu di sampingnya, kak eka pun membuka matanya.
“pagiii yuka! Sapanya kepada yuka kemudian memeluk yuka dan kembali menutup matanya. “kak, aku tinggal mandi bentar ya, jangan di apa apain nanti nangis lagi, si Ayu masih mandi juga! ucapku.
“ikutt sayanggg! Ucapnya. “apaan sihh kak, udah ah jagain yuka bentar! Aku pun meninggalkan yuka di kamar kak eka.
“jangan lama lama ya sayangg! Teriak kak eka.
\=\=
Sore ini aku dan kak Anna bersiap untuk berangkat ke kota B, sebelum masuk ke mobil yang akan membawa kami ke bandara, kak eka tiba tiba muncul di depan gedung utama dan memberikan pelukan hangat sebelum aku pergi. Begitu juga dengan kak Nia, kak Mila, Rivia dan kak andre yang kebetulan saat itu adalah waktu mereka pulang.
Mereka semua memelukku bergantian, sedangkan kak eno yang kebetulan keluar dari Lab hanya memandangku dari kejauhan karena memang aku dan kak Eno sedang tidak baik baik saja.
Entah kenapa tatapan kak eno saat itu membuatku merasakan sesuatu yang aneh dan mengganjal, tapi aku berusaha mengabaikannya.
__ADS_1