
“siapa tu ken, lo selingkuh ya! ucap kak fera. “iya, udah gue pergi dulu! Bye. . .
Kenzi berlari kecil menuju arahku dan merangkulku.
Aku dan kenzi pun mengendarai mobil menuju rumah Mama. Rumah terlihat sepi dan pintu pun tertutup. “masuk ken, tunggu gue ambil barang bentar ya!
Aku pun masuk ke kamar dan mengambil beberapa koper dari kamar, “lhah, lu mau kemana? Bawa koper banyak gini? Kenzi terlihat bingung
“mau taruh ini di rumah bokap gue, bentar ya gue suruh adek gue jemput!, oh ya gue bikinin minum dulu ya! Kenzi pun menarik tanganku dan “lo ada masalah sama keluarga lo kak? lo bisa kok cerita sama gue! Ucap kenzi.
Tiba tiba mama masuk dan melihat Kenzi menggenggam tanganku. “siapa Rev? tanya mama terkejut.
“halo tante, kenalin Kenzi, temennya kak Revi! Kenzi megulurkan tangannya kepada Mamaku, “ohhh oke, ini koper mau dibawa kemana? Tanya mama.
“ke rumah Papa, besok biar sekalian dibawa ke rumah eyang! Ucapku,
Suara mobil Papa pun bergema di depan rumah Mama, “ma, aku pamit ya! aku pun memeluk mama dan segera meninggalkan rumah mama, begitu juga dengan kenzi yang membantuku membawa koper ke mobil.
“lo mau balik sekarang? Adikku bertanya tanya melihatku membawa koper masuk ke dalam mobil. “enggak, gue masih cuti 3 hari, tapi gue bilang ke mama, kalau gue mau ke rumah eyang! Ucapku yang kemudian menutup pintu mobil.
Disepanjang perjalanan menuju rumah Papa, kami bertiga hanya terdiam tanpa mengeluarka sepatah kata apapun.
“papa dimana? Tanyaku saat memasuki rumah Papa. “ke rumah eyang tadi abis dari pengadilan sama adek, lo mau pake mobilnya ngga, kalau engga gue masukin ke garasi nih, gue mau pergi! Ucapnya. “ya udah masukin aja ke garasi, lo duduk sini dulu ya ken, gue beresin barang barang dulu! Aku meninggalkan kenzi di ruang tamu dan masuk ke kamarku.
Kenzi masih terdiam berusaha mencerna apa yang sedang terjadi kepadaku, namun getaran dari ponselnya membuyarkan pikirannya dan segera menjawab panggilan telepon yang masuk ke ponselnya.
Setelah selesai membereskan barang barang, aku pun pergi ke dapur untuk mengambilkan soft drink untuk Kenzi.
“Ken, di minum ya, gue beliin lo makanan bentar di depan! Aku pun meninggalkan kenzi dan berjalan menuju warung yang ada di depan rumah Papa.
“lo kirim alamatnya sekarang, gue samperin! Ucap lawan bicara kenzi. “ngga usah lah, gue bisa balik sendiri ke hotel, lo temenin kak Fera aja disitu! Ucap kenzi. “gue bukan mau jemput lo, tapi gue mau ketemu sama Revi! Ucapnya. “ngga, kak Revi lagi ngga baik baik aja sekarang, udah ya gue matiin! Kenzi pun mematikan ponselnya dan berjalan mendekati rak buku yang ada di ruang tamu,
Kenzi melihat sebuah akta perceraian orangtuaku yang Papa letakkan diatas rak, kecurigaan Kenzi terjawab sudah dan segera mengembalikan kertas itu Ketika mendengar suara langkah kakiku yang mendekati pintu masuk.
“nih, ini tempe goreng terenak disini, cobain deh! Aku pun meletakkannya di meja ruang tamu dan duduk di samping kenzi, namun tiba tiba kenzi memelukku erat.
“lo beneran baik baik aja kak? ucap kenzi. “iya, gue baik baik aja Ken, kenapa emangnya?
“sorry ya Kak, tadi gue ngga sengaja liat akta perceraian orangtua lo di rak! Ucap kenzi yang kini masih memelukku.
“its okay ken, ini bukan sesuatu yang berat buat gue!
Kenzi melepas pelukannya dan menggenggam tanganku, “Kak, gue emang ngga tau gimana rasanya jadi Lo sekarang, tapi gue tau, lo pasti terpukul dengan semua ini, kalau lo butuh apa apa, lo bisa hubungin gue atau kak eza, kita akan selalu ada buat lo! Jelas kenzi.
“thanks ya Ken, tapi please lo jangan kasih tau ke Kak Eza ya tentang semua ini, cukup lo aja yang tau! Ucapku.
“oke!
Setelah berbicara banyak hal dengan kenzi, aku pun mengantarkan Kenzi menuju Hotel dimana Kenzi menginap. “thanks ya Kak, ternyata lo sopir yang handal! Hahahaha, aku dan kenzi pun tertawa bersama sebelum seseorang tiba tiba muncul di depan mobil kami.
“wah, kayaknya lo ngga bakal bisa langsung pulang deh Kak! ucap kenzi. “kok, Kak eza bisa tiba tiba ada di depan! Ucapku. “jujurli, dari tadi Kak eza nelfonin gue dan gue bilang kalau gue lagi sama lo! Kenzi pun turun dari mobil dan menyapa Kak eza yang berdiri didepan mobil
“malem banget baliknya, dia nginep dimana? Tanya kak Eza. “emmm, mending lo tanya langsung aja ke orangnya! Kenzi menepuk bahu Kakaknya dan berjalan masuk ke penginapan.
Aku pun turun dari mobil dan menyapa Kak Eza.
“hai kak! sapaku canggung
“masuk dulu! Ucap kak eza dingin dan aku pun mengikuti langkah kak eza masuk ke dalam penginapan.
Saat memasuki penginapan, Kak Fera terkejut melihatku masuk bersama dengan Kak Eza.
“Revi!
__ADS_1
Aku pun menabrak punggung kak Eza yang tiba tiba menghentikan langkahnya melihat Kak Fera keluar dari kamarnya.
“awwww, . . hai Kak! aku pun mengusap dahiku dan menyapa kak Fera.
“kok Lo bisa ada disini! Ucap kak fera yang kini mendekatiku dan memelukku. “emm iya, ituu gueee. . .
“tadi jalan sama gue, terus anterin gue balik kesini! Ucap kenzi yang baru saja keluar dari toilet.
“lo liburan juga disini, berapa hari Rev? tanya kak fera yang kini mengajakku duduk di ruang tamu. “emm, gue ambil cuti sih Kak, 3 hari tapi mungkin besok gue udah balik! Ucapku.
“sama siapa lo kesini? Tanya kak eza yang kini duduk di hadapanku bersama dengan kenzi. “orang rumah orangtua Kak revi disini kok! Jawab kenzi.
“ohhh gitu, kok bisa lo kerja di kota G, jauh kan dari sini! Ucap kak Fera. “iya, ceritanya panjang deh Kak kenapa gue bisa kerja disana! Ucapku
“ya udah lo nginep disini aja deh sama gue, biar lo bisa ceritain cerita panjang lo ke gue! Ucap kak Fera. “iya Kak, udah jam segini juga! ucap kenzi. “jauh emang rumahnya? Ucap kak eza.
“sekitar sejam lah! Ucap Kenzi. “udah tau rumahnya jauh dari sini, kenapa lo minta anterin kesini! Kak eza menatap Kenzi tajam.
“udah yuk, nginep sini aja ya! ucap kak fera.
Akhirnya aku memutuskan untuk stay di penginapan mereka, karena jarum jam juga sudah menunjukkan pukul 23:15.
Malam itu, Kak Fera menceritakan betapa bahagianya dia Ketika Kak Eza menyetujui untuk melakukan prewed di kota ini menuruti keinginan Kak Fera.
Entah pukul berapa kami terlelap, yang jelas malam itu aku begitu mengagumi kegigihan kak Fera untuk mendapatkan perhatian Kak eza yang super cuek itu kepadanya.
Keesokan harinya di kota G
Mami yang baru saja tiba di rumah Kak eka mendapati Kak Ayu yang sedang muntah muntah di toilet pagi pagi sekali. Saat itu juga Yuka menangis tidak berhenti, sedangkan Kak Eka yang sedang menggendong Yuka, tidak bisa menenangkannya.
“kenapa Yuka? Sakit? tanya Mami yang kemudian meletakkan tasnya di meja dan mengambil Yuka dari tangan kak Eka. “ngga tau Mi dari kemarin rewel! Ucap Kak eka
“coba kamu cek Ayu dulu di kamarnya, kenapa dia? Ucap Mami
Kak eka pun masuk ke dalam kamar Ayu dan berbicara suatu hal kepada Ayu, sedangkan Mami membawa Yuka ke kamar Mami yang berada di lantai atas.
“Kamu ngga papa berangkat kerja lagi sakit gitu? Apa ngga sebaiknya kamu ke dokter aja dulu! Ucap Mami yang kini telah bergabung di meja makan.
“ngga papa kok Mi, maaf ya mi jadi ngrepotin Mami dateng dateng langsung pegang Yuka, bentar lagi Mama datang kok Mi, nanti biar Yuka sama Mama. Jelas Ayu.
“its okay, Yuka udah mami anggep kayak cucu mami sendiri! Ucap mami.
Kak eka dan kak ayu pun berpamitan kepada Mami untuk berangkat kerja bersama.
KOTA Y
Pagi pagi sekali sebelum Kak fera terbangun, aku lebih dulu bangun dan bersiap untuk pulang ke rumah, mengambil kunci mobil di atas laci dan menutup kamar kak fera tanpa suara sedikitpun.
“mau pulang sekarang? Suara itu pun mengagetkan aku dan membuat kunci yang ku genggam terjatuh.
Kak Eza duduk memperhatikanku di ruang makan, “pagi Kak! sapaku.
“makan dulu sebelum pergi! Ucap Kak eza.
Aku pun duduk di depan Kak eza sambil membuka ponsel yang dari kemarin sore tak kusentuh sama sekali, terlihat beberapa pesan dari Kak eka, Kak Eno, Papa dan Kak Andri.
Aku pun menekan tombol hijau pada ponselku.
“halo, pagi pa, maaf ya semalem ngga bales pesen dari papa, semalem Revi nginep di rumah temen! Ucapku sambil memakan roti yang telah diolesi selai coklat oleh Kak eza dan diletakkan di depan ku.
“ya udah, papa mungkin akan stay di rumah eyang untuk beberapa hari! Ucap papa.
“ehmmm, ya udah papa baik baik ya disana, jaga Kesehatan, nanti kalau revi ada waktu cuti lagi pasti revi bakalan luangin waktu revi buat papa, Revi sarapan dulu ya Pa, papa juga jangan lupa sarapan! Aku pun mematikan ponsel ku dan berusaha menahan air mataku.
__ADS_1
Aku pun berdiri dari meja makan menuju toilet dan sesampainya di toilet, air mata ku pun terjatuh, entah kenapa aku sangat merindukan sosok Papa saat ini, aku tau saat ini hati Papa sedang hancur, aku tau papa butuh seseorang untuk menemaninya, walaupun selama ini hubunganku dengan mama dan papa tidak baik, tapi sejujurnya aku sangat merindukan saat saat dimana papa dan mama tertawa bersama denganku.
Aku sangat ingin memeluk papa saat ini, maafin Revi Pa, maaf jika selama ini Revi egois dan tidak ada di samping papa disaat terburuk papa, bahkan papa berusaha terlihat baik baik saja selama ini di depanku, menutupi permasalahan papa dan mama yang ternyata sudah sejauh ini mama melangkah.
Dikhianati oleh seseorang yang kita cintai adalah sesuatu yang sangat menyakitkan, apalagi selama ini papa hanya diam melihat tingkah laku Mama, yang papa lakukan hanya mengalah demi kami, demi keutuhan rumah tangga papa dan Mama, setiap hari papa hanya mencari uang untuk Mama dan kami, papa tidak pernah mengeluh sedikitpun selama ini, bahkan papa selalu berusaha memberikan segalanya yang papa punya untuk mama. Tapi balasan Mama seperti ini, sebelum akta perceraian keluar pun, Mama sudah lebih dulu menikah sirih dengan orang lain.
Entah seperti apa perasaan papa selama ini, “semoga papa baik baik saja”.
Suara ketukan pintu dari luar membuatku menghentikan tangisanku dan membasuh muka ku di wastafel, sesegera mungkin aku membuka pintu toilet dan ternyata Kenzi telah berdiri di hadapanku.
“lo nangis? Ucap kenzi menatapku. “hah, enggak kok, sorry lama ya nungguinnya! Aku pun megambil tisu dan mengusap muka ku dengan tisu, kembali ke meja makan untuk mengambil kunci mobil.
“kak aku pamit ya, makasih untuk sarapannya! Ucapku yang kemudian melangkahkan kaki menuju pintu utama,
Saat akan membuka pintu, Kenzi menarik tanganku dan memelukku. Meihat Kenzi memelukku, Kak eza pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri kami.
“lepasin! Ucap kak eza. “dia butuh gue sekarang kak! ucap kenzi yang kini melepaskan pelukannya dan masih menggenggam tanganku erat.
“lepasin ngga! Kak eza menarik tangan kenzi dari tanganku. “sekarang bukan waktunya buat cemburu Kak, ada kak fera yang lagi perhatiin kita sekarang! Ucap kenzi lirih
Namun, Kak eza tak memperdulikan ucapan kenzi dan membawa ku keluar dari penginapan menuju taman depan penginapan.
“Kak, gue pamit pulang ya! aku pun membalikkan badanku dan bersiap untuk melangkahkan kakiku, namun kak eza mencegahku. “kamu kenapa? Ucap kak eza.
“enggak, aku lagi pengen sendiri aja Kak! ucapku tanpa membalikkan badan. “gue temenin lo! Kak eza mengambil kunci mobil dari tanganku dan masuk ke dalam mobilku.
Kak eza pun melajukan mobil menuju pantai, dan kami pun hanya terdiam membisu menatap hamparan air laut di depan mata.
“bentar lagi, gue sama Fera nikah!ucap kak eza. Aku pun menatap wajah kak eza yang masih memandang lautan. “iya, Kenzi udah kasih tau kemarin! Selamat ya Kak.
“lo sendiri gimana, bentar lagi kan acaranya! Tanya kak eza kepadaku. Aku pun hanya tersenyum disudut bibirku, “iya kak! jawabku singkat.
“kapan lo balik ke kota G? tanya kak eza. “besok! Ucapku, “kalau besok lusa aja gimana? Kak eza menatapku.
Aku pun menatap mata kak eza penuh tanda tanya, “gue mau minta waktu lo sehari aja! Ucapnya. “kak fera??? Ucapku
“Fera pasti bisa ngertiin gue! Ucap kak eza.
Drttt drttt drttt Mami calling. . .
“bentar ya kak, gue angkat telpon dulu,
Aku pun menekan tombol hijau pada ponselku. “pagi Mi! sapaku
“rev, kamu masih lama disana? Jadi kan besok kamu pulang, mami pesenin tiket ya! ucap mami. Aku pun menatap wajah kak eza yang juga menatapku.
“emmm, Revi pulang besok lusa Mi, masih ada sesuatu hal yang harus Revi selesaikan disini! Ucapku.
“Rev, Mami khawatir! Suara mami mulai menurun dan terdengar lesu. “mami, mami kenapa? Ucapku yang kini mengkhawatirkan mami.
“ya udah mami tunggu kamu ya! ucap Mami yang kemudian menutup telepon.
“kenapa? Tanya kak eza yang melihatku terlihat bingung. “emm, bentar ya Kak, gue telpon Kak Eka bentar! Ucapku yang kemudian mencari nama Kak Eka dan menekan tombol hijau.
Beberapa kali aku mencoba menelpon Kak Eka, namun tak ada jawaban dan aku memutuskan untuk mengirimkan pesan singkat kepada Kak eka.
“gue anterin lo balik ke rumah ya! ucap kak eza. “enggak usah kak, sekarang kita balik ke penginapan aja! Kak fera pasti udah nungguin! Ucapku.
“enggak, gue ngga perlu minta waktu lo besok, besok lo bisa pulang ke kota G, jadi gue minta waktu lo hari ini aja dan sekarang gue mau anterin lo pulang! Ucap kak eza.
Kami pun meninggalkan pantai, setelah beberapa waktu, mobil tiba di depan rumah Papa, namun ada sesuatu yang mengganjal, Mobil mama terparkir di halaman rumah Papa.
Aku dan Kak eza turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. “masuk Kak! ucapku kepada Kak eza setelah membuka pintu rumah.
__ADS_1
Terlihat Mama dan suami barunya duduk di ruang tamu, “dari mana aja Rev semalem ngga pulang, udah ganti cowok lagi! Ucap mama ketus. “maaf tante, semalem Revi, ., belum selesai kak eza berbicara, Mama berdiri dari tempat duduknya,
“kemarin pergi pake mobil Mama, sekarang pulang ke rumah, ganti cowok lagi pake mobil papa pula, denger ya Rev, kalau kemarin mama nasehatin kamu untuk batalin pernikahan sama Eka bukan berarti kamu bisa seenaknya pergi kesana kesini sama cowok lain dong, ngga pulang ke rumah lagi, mau jadi apa kamu? Ucap mama.