
Pagi harinya di ruang makan
Aku lebih dulu tiba di ruang makan dengan menggunakan seragam lengkap, “Rev, nanti ambil oleh olehnya dulu ya di rumah! Ucap mami.
“Hari apa pulang kesini lagi? Tanya papa yang kini menikmati sarapan paginya. “nanti sih rencananya Revi mau ajukan cuti pi, jadi mungkin Revi disana semingguan!
Kak eka pun tiba di ruang makan dan duduk di sampingku, oh ya yu’, gimana belum ada panggilan dari HRD? Tanya kak eka.
“HRD? Kamu ngelamar kerja dimana? Tanya mami, “balik ke pabrik lagi Mi! jawab Ayu singkat, “oh ya udah kalau gitu, cari aja orang lagi buat ngasuh Yuka! Ucap papi. “enggak usah pi, nanti kalau ayu udah kerja, biar Yuka sama Mama Ayu aja! Ucap ayu.
“Tapi kan jauh, dari rumah mama kamu kesini! Ucap papi. “sekarang juga Ayu udah mulai cari kontrakan kok pi, jadi nanti mama bisa tinggal sama Ayu! jawab ayu.
“ya udah kumpulin dulu uangnya, sementara kamu bisa ajak Mama kamu tinggal disini! Ucap mami. Kak eka pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju garasi untuk menyalakan mesin mobilnya.
Melihat raut muka kak eka tidak begitu enak, aku pun segera mengemasi tas dan jaketku, menyusul kak eka ke garasi.
Di perjalanan menuju pabrik pun kak eka hanya terdiam dan tak mengajak ku mengobrol sekalipun, sesampainya di pabrik juga kak eka berjalan begitu saja meninggalkanku.
“kenapa, berantem lagi? Tanya kak Anna yang kebetulan sudah tiba di depan mesin absensi. “enggak, gue juga ngga tau dia kenapa! Aku dan kak anna masuk ke dalam ruangan, mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan, karena hingga pagi ini suasana pabrik belum kondusif.
“oh ya kak, kemarin gue ajuin cuti, kira kira di acc kapan ya? tanyaku kepada kak anna. “Cuti nikah? Tanya kak anna.
“bukan Kak, gue mau pulang ke rumah! Jawabku. “lhah tumben lo balik, ke rumah orang tua lo, atau ke rumah eyang?
“ke rumah orangtua gue kak!
Hari ini waktu begitu cepat berlalu dan mobil kak eka sudah tiba di bandara kota S. “aku pulang dulu ya! aku pun mencium tangan kak eka dan kak eka mencium keningku.
“hati hati ya, kalau ada apa apa kamu telfon aku aja! Kak eka mengusap lembut kepalaku.
Aku pun meninggalkan kak eka menuju kota Y,
1 jam berlalu, kini aku melangkahkan kakiku di kota Y, setelah hampir 2 tahun aku tidak pernah menginjakkan kakiku di kota ini.
Sebuah mobil sederhana telah menjemputku, kaca mobil di turunkan, dan beliau tersenyum kepadaku menyuruhku untuk segera masuk ke mobil
“gimana Rev, sehat! Tanya papa kepadaku canggung, “iya sehat pa, papa sendiri gimana! Papa hanya bisa meluruskan pandangan tanpa menjawab pertanyaan ku.
Aku tahu saat ini hati Papa sedang tidak baik baik saja, aku tahu papa sedang menyembunyikan rasa sedihnya saat ini.
“pa, kita berhenti di Mc D depan ya, Revi laper! Ucapku dengan sedikit bergetar, papa pun hanya tersenyum dan menghentikan mobilnya.
“papa mau aku pesenin apa, papa belum makan kan! Ucapku. “papa udah makan kok Rev, kamu beli aja apa yang kamu suka! Papa membuka dompetnya dan memberikan aku sebuah kartu debit. “ngga usah pa, revi biasa beli pake uang revi sendiri! Aku pun turun dari mobil dan masuk ke dalam untuk memesan makan malam.
Setelah membeli beberapa makanan, papa mengantarkan aku ke rumah, tetapi kali ini mobil papa hanya terhenti di depan gerbang, “lhoh kok berhenti disini pa? tanyaku, “iya, kamu masuk ke dalem, istirahat ya, besok kita ketemu lagi! Ucap papa.
Aku semakin mengerti bahwa semua yang Icha katakan kepadaku adalah fakta yang benar benar terjadi.
Aku melangkahkan kakiku mendekati pintu utama, terlihat seorang laki laki yang umurnya tidak jauh dariku sedang duduk di ruang tamu bersama dengan Mama.
“assalamualaikum” ucapku, mendengar suaraku, mama pun menyambut kedatanganku, “hai, yuk masuk kenalin ini temen mama! Mama mengajakku menemui laki laki itu.
“ini anak kamu! Ucapnya. “iya ini revi! Ucap mama.
“halo! Laki laki itu menyodorkan tangannya dan aku menjabat tangannya sekilas kemudian meninggalkan mama dan laki laki itu menuju kamar.
__ADS_1
“anak kamu cantik! Ucap laki laki itu, “iya lah, mamanya cantik gini pasti anaknya juga cantik dong! Ucap mama.
Aku pun bergegas masuk ke dalam toilet dan membersihkan diri, tak lama setelah aku keluar dari toilet ada satu telpon masuk.
“iya halo! Sapaku
“heiii, lo dimana? Tanya kak eno.
“gue baru aja nyampe rumah! Jawabku.
“rumah? Lo beneran di rumah? Gue di depan rumah lo ni! Ucap kak eno.
“hah, engga maksudnya rumah orang tua gue kak, gue balik ke rumah orang tua gue! Ucapku
“lhah tumben, ada masalah? Tanya kak eno
“enggak kok kak, Cuma lagi ada urusan dikit aja, oh ya btw ngapain lo di depan rumah kak eka? Tanyaku.
“jadi tadi gue liat eka jalan sama ayu, sama yuka juga di Mall XXX, makanya gue mau pastiin lo ada di rumah atau dimana! Ucap kak eno.
“ohhh!
“oh doang? Ucap kak eno.
“iya, ya udah sekarang lo dah tau kan gue ada dimana kak, sekarang mending lo balik deh daripada ntar ketemu kak eka berantem lagi! Ucapku
“lo berapa hari disana? Tanya ka eno yang kini memutar mobilnya meninggalkan rumah kak eka.
“semingguan si kak! ucapku
“rev, keluar bentar yuk, mama mau ngobrol bentar boleh? Ucap mama dari luar pintu kamar ku.
“ kenapa ma! Tanyaku
“ ya ngobrol bentar lah sama mama kan ada tamu juga, masa kamu di kamar aja! Oh ya, surat surat persyaratan buat nikah kamu udah jadi semua ya, tapi di bawa sama papa! Jelas mama.
“iya, terus adek adek dimana? Ikut sama papa semua? Ucapku
“ya enggak juga sih, kadang juga disini, pokoknya mama sama papa ngebebasin mereka mau tinggal sama siapa! Jelas mama.
“oh gitu, terus tamu jam segini masih di rumah ngga papa gitu ma! Aku pun melirik arah jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 22:00
“mama udah nikah sirih! Ucap mama lirih
Aku pun berdiri dari sofa dan meninggalkan ruang tamu menuju kamar. Mendengar hal itu dari Mama bukan sesuatu yang mengagetkan untukku, itulah salah satu alasan kenapa aku tidak pernah tinggal bersama dengan kedua orangtuaku dan memilih tinggal dengan eyang.
Keesokan harinya, pagi pagi sekali Mama membangunkan aku dan meminta ku untuk mendampingi Mama di pengadilan Agama.
Hari itu adalah hari yang sangat ditunggu tunggu oleh Mama, setelah mendapatkan surat cerai, Mama akan segera menikah Sah dengan suami barunya. Sedangkan Papa, raut wajah Papa terlihat sangat lesu, setelah sidang selesai, Papa memilih untuk segera meninggalkan pengadilan tanpa menemuiku dan Mama terlebih dulu.
Sesampainya di rumah, aku mengemasi baju bajuku, “kamu mau kemana? Mama masuk ke dalam kamarku dan duduk di ranjang. “mau ke rumah eyang Mam, abis itu balik ke kota G! ucapku.
“kamu ngga mau kerja disini aja, tinggal sama Mama! Ucap Mama. “maaf ya mam, bukannya revi ngga mau, tapi disana revi udah jadi karyawan tetap, revi juga bentar lagi nikah kan! Jawabku.
“kamu masih umur segini, ngga mau di fikir fikir dulu, apa kamu bener bener yakin mau nikah muda? Ngga mau lanjut kuliah dulu! Ucap mama.
__ADS_1
Aku pun menghentikan aktifitasku, “Mam, bukannya kemaren mama sama papa menyetujui semuanya, kenapa sekarang mama ngomong gini!
Mama menggenggam tanganku dan “mama ngga mau apa yang terjadi sama mama terjadi juga ke kamu, jadi mama minta kamu fikirkan lagi keputusan kamu untuk menikah! Mama mengusap lenganku dan meninggalkan kamarku.
Aku pun meninggalkan aktivitasku, memakai kacamata dan pergi dari rumah dengan mengendarai mobil Mama yang terparkir di garasi.
Aku pun menghentikan laju mobilku di sebuah pantai yang ramai pengunjung meskipun di siang hari, aku berjalan menyusuri tepi pantai seorang diri, merenungi semua yang terjadi antara mama, papa, dan kehidupanku selama ini.
“Kak Revi! Seseorang menarik tanganku dan aku pun membuyarkan lamunanku. “Kenzi, kok lo ada disini? Sama siapa??? Ucapku yang melihat kenzi didepanku juga seorang diri.
“Sama Kak eza, sama kak Fera juga, kok Lo bisa disini juga Kak? kenzi melepas topinya dan memberikannya padaku.
“ya, orang tua gue tinggal di kota ini! Ucapku,
Kenzipun menarik tanganku dan mengajakku ke sebuah warung makan seafood di pinggir pantai. “jauh kak rumah lo dari sini? Tanya kenzi.
“lumayan sih, kalian nginep dimana?
“di deket sini aja, kan emang mereka Cuma mau prewed, ow ya, lo mau makan apa kak, gue pesenin ya! ucap kenzi.
“ngga usah ken, gue ngga laper! Ucapku. “lo lagi sedih ya kak, lagi ada masalah? Ngga biasanya gue liat lo ngga ceria gini! Ucap kenzi menatap ku tajam.
Aku pun tersenyum dan mengusap lembut rambut kenzi, “dihh sok tau!
‘Kak, gue serius nanya nih, lo kenapa?
Hp ku pun berdering,
Mama Calling
“iya ma!
“kamu bawa mobil mama?
“iya!
“cepetan pulang, mobil mau dipake sama Om! Ucap mama
“ya udah bentar lagi revi balik ya mam! Aku pun mematikan sambungan telepon
“lo mau balik sekarang kak?
“iya nih, gue keluar gak pamit tadi bawa mobil nyokap! Jelasku.
“ya udah gue ikut balik ke rumah lo ya kak! ucap kenzi.
“hah, lo mau ke rumah gue, yakin?? Tanyaku
“iya, yuk! Kenzi menggenggam tanganku dan membawa ku berjalan menuju lokasi prewed Kak eza dan kak fera.
Di tempat itu terlihat kak fera dan kak eza telah selesai pemotretan, mereka pun menikmati seafood di lokasi pemotretan.
“lo aja deh Ken yang kesana, gue tungguin disini ya! aku pun melepaskan genggaman tangan kenzi. “kenapa? Lo ngga mau ketemu sama kak eza? Tanya kenzi.
“enggak, udah sana gue tungguin lo disini, buruan! Aku pun membalikkan badan dan kenzi berjalan menghampiri kak eza.
__ADS_1
“kak, gue pergi bentar ya! pamit kenzi kepada eza, “mau kemana lo? Ucap kak eza. “bentar doang, tuh gue udah ditungguin.
Kenzi menunjuk ke arahku yang berdiri membelakangi mereka, kak eza dan kak fera pun menatap punggungku,