
Senin pagi di Pabrik XXX kota G
Kak Eka menggenggam tanganku berjalan menuju ruang absen, beberapa karyawan menatapku penuh tanya karena memang aku menghilang selama 2 bulan dari kota G.
“pagi pagi udah gandengan aja! Sapa kak Anna yang berdiri disampingku. “kak Anna! Aku pun memeluk kak anna. “apa kabar, gimana gimana, gue denger banyak cerita dari Fera. Ucap kak Anna menatapku.
“kak Fera, kakak kenal sama kak Fera? Tanyaku heran
“kenal dong, kan kita sering ngomongin kerjaan kantor di forum! Jelas kak Anna.
“ehemmm. . . sayang aku masuk duluan ya! Ucap kak Eka,
Aku berjalan menghampiri kak Eka dan mencium punggung tangannya. Kak eka mengusap lembut pucuk kepalaku, yang kemudian berlalu menuju pintu masuk divisi.
“oh ya Rev hari ini kan SK lu keluar nih, kebetulan juga hari ini ada anak baru, lu bisa temenin gue dong ngasih pengarahan ke anak baru! Ucap kak Anna. “siap kak!
Aku dan kak Anna berjalan menuju gedung divisi.
“eh kakak itu tuh yang gue bilang kemarin, keren banget ya, tatapan matanya itu lhoo bikin meleleh hati gue! Ucap anak baru A. “yang mana sih” tanya teman di sampingnya. “itu tuuu yang pakai topi sama masker, pakai jaket jens, keren kann! Ucapnya kembali
“wah, nambah lagi nih fans nya Eka, abis ini hancur hati mereka! Ucap kak Anna. “kok hancur kak! Ucapku. “ya habis ini nikah sama lu! Ucap kak Anna.
Aku dan kak Anna pun berjalan menuju ruangan adm, untuk mengambil beberapa dokumen dan segera menghampiri barisan anak baru yang telah menunggu di depan pintu divisi.
Seperti biasa, setiap ada anak baru masuk pabrik, beberapa karyawan laki laki mengincar dengan bergerombol di depan pintu divisi.
“kebiasaan banget kalau ada anak baru! Kak Anna menepuk jidatnya pelan dan mulai memanggil nama nama anak baru tersebut.
Sedangkan aku berdiri di samping kak Anna memberi ceklist pada dokumen dengan menahan sengatan terik matahari yang mulai membuatku berkeringat dan beberapa kali mengusap keringat di keningku.
Pandangan para anak baru mulai beralih kepada gerombolan QC yang berjalan keluar dari gedung divisi, begitu juga dengan aku yang penasaran dengan apa yang mereka tatap.
Mereka berjalan di belakangku dan kak Anna membuat para anak baru leluasa menatap mereka. “hisshhh, sengaja banget tebar pesona lewat sini, padahal lewat dalem juga bisa! Ucapku dalam hati sambil mengusap keringat.
Namun tiba tiba sebuah topi mendarat di kepalaku dan sebuah tangan mengusap keringat yang ada di keningku, membuatku mematung tanpa berkedip, Kak Eka, ya Kak eka selalu sukses membuat pipiku merona dan kagum dengan perhatiannya kepadaku.
Tak canggung kak Eka melakukan itu kepadaku di depan semua orang, yang kemudian melanjutkan jalannya dengan memasukkan kedua tangannya di saku baju lab yang kak eka pakai.
“aduhhh meleleh hati gue, lu yang di gituin kenapa gue yang baper ya! Ucap kak Anna.
__ADS_1
\=\=
Pukul 12:00
“oke kalian bisa ambil lunch break ya, kantin ada disebelah sana dan kalian bisa kembali di aula 1 jam kedepan, selamat makan! Ucap kak Anna kepada mereka.
“kak, gue taruh dokumen di kantor depan dulu ya sekalian print berkas! Aku pun membawa beberapa dokumen di tanganku.
“udah nanti aja, kita ke kantin dulu makan, gue laper! Ucap kak Anna. “oke deh, yukk! Ucapku menggandeng tangan kak Anna keluar aula.
“rev! panggil kak Nia yang baru saja keluar gedung bersama kak Mila dan Rivia. “tuh sahabat sahabat loe, gue makan di luar ya! Ucap kak Anna yang kemudian berjalan kea rah pintu keluar pabrik.
“Anna makan dimana? Tanya kak Nia. “di luar kak, kak Anna mah jarang mau makan di kantin! Ucapku.
Kami pun berjalan menuju kantin dan beberapa anak baru menatapku tajam, “kayaknya ada yang ngga suka ni ama lu! Ucap kak Mila memperhatikan beberapa anak baru yang duduk di meja terdepan.
“siapa kak? Tanyaku sambil menulis beberapa menu. “anak baru lah, fans club nya Eka nih pasti! Ucap kak Mila.
“ehemmmm” Kak Eka tiba dan telah berdiri di belakangku. “Panjang umur ni orang, di meja biasa ya Rev! ucap kak Mila yang telah lebih dulu menyelesaikan pesananannya.
“eh kak, jadi makan disini, mana kak Eno? Tanyaku celingukan. “eno sama bos adit, nih menu mereka! Kak eka memberikanku kertas menu yang telah terisi. “kamu mau makan apa kak? Tanyaku menatap kak Eka dan kini kami pun berhadapan dengan posisi aku bersandar di meja.
“samain aja lah sama kamu! Kak eka pun meletakkan tangannya di meja sehingga membuat posisiku dengan kak Eka sangat dekat karena berdesakan. “ya udah kalau gitu, kamu duduk duluan aja deh kak, masih antri! Ucapku.
“aku makan sama mereka ya sayang! Ucap kak Eka melepaskan genggaman tangannya dan berjalan menuju meja kak Eno dan kak Adit.
“rev, lu kayaknya harus tau gossip selama lu ngga ada deh! Ucap kak Nia. Kak mila menyenggol siku kak Nia seakan memberi isyarat untuk tidak membicarakannya.
“gossip apaan nih?
“gosip tentang eka lah! Ucap kak Nia. “kenapa emangnya kak Eka, selingkuh sama diana, atau ada lagi? Ucapku yang sukses membuat kak Nia dan kak Mila saling memandang.
“jadi lu udah tau? Ucap kak Mila. “udah, diana juga udah ngomong ke gue kok mereka ngapain aja selama gue ngga ada disini! Ucapku santai
“terus lu masih mau terima Eka! Ucap kak Nia. “mau gimana lagi kak, gedung udah di DP, berkas berkas udah masuk, tanggal pernikahan udah ada, gue bisa apa!
Makanan pun tiba dan kami mulai menyantap makan siang.
“Rev, tapi apa lu ngga mau fikir fikir lagi! Sorry, bukannya gue gimana gimana, tapi gue Cuma ngga mau lu disakitin terus sama kak Eka! Ucap rivia memberanikan diri membuka suara.
__ADS_1
“gimana ya vi, udah terlambat buat gue berfikir lagi, sebenernya kemarin gue hampir nerima tawaran untuk pindah ke kota B, tapi kalau gue pindah kesana, malah akan menghancurkan hati kedua orang tua gue, orangtua kak eka dan keluarga besar gue, mereka pasti akan kecewa dengan keputusan gue, jadi sekarang ini gue bakal nyoba untuk berfikir positive, mungkin ini yang terbaik untuk hubungan gue dengan kak Eka! Ucapku sambil terus menatap kak Eka.
“kita akan selalu ada buat lu rev, kapan pun lu butuh kita, lu ngga usah sungkan, kita pasti akan dukung apapun keputusan yang lu ambil sekarang, semoga eka bisa berubah ya! Kak Nia menggenggam tanganku erat.
Drttttt. . . drtttt. . .
Kenzi calling
“hah kenzi, kenapa ya! Ucapku dalam hati saat melihat layar hpku.
“iya halo ken! Ucapku sambil menyantap makananku.
“hai kakak ipar, apa kabar?
“baik, tumben ken, ada apa? Tanyaku
“emmm, gue sama dinda mau berkunjung ke kota kakak, boleh kan?
“boleh dong, kapan ken?
“kapan kakak ada waktu? Tanya kenzi
“weekend dong, gimana?
“boleh, gue pesen tiket dari sekarang deh, thanks ya kak! Ucapnya
“oke, gue tunggu disini ya ken!
Panggilan terputus.
\=\=
Pukul 16:00
Pabrik mulai sepi dan hanya tersisa beberapa karyawan shift malam dan staff kantor. Anak anak baru pun telah pulang 1 jam yang lalu.
“Rev, fera bilang kamu deket sama pak Eza! Ucap kak Ana melirikku. “hah, ituu, emmm ituuu. . . aku pun gelagapan tak tau harus menjawab apa.
“kenapa? Pak Eza baik kok rev, walaupun keliatannya bossy tapi sebenernya baik. Ucap kak Ana. “iya! Jawabku singkat
__ADS_1
“jadi kamu tetep lanjut sama eka atau mau berfikir untuk menerima pak Eza? Pertanyaan itu, pertanyaan yang selama ini tak ku tahu jawabannya, disisi lain aku memang mengagumi kak Eza tapi aku juga tak mau mengecewakan kak Eka dan keluarganya yang selama ini baik kepadaku.
“rev, bukankah menikah itu satu kali seumur hidup, jadi gue sebagai temen lu yang mungkin baru aja deket sama lu, gue mau yang terbaek buat lu rev, fikirin matang matang sebelum semuanya terlanjur menjadi bubur! Ucap kak Anna menepuk bahuku.