
“kak Rosa itu dulu dijodohin sama kak Eza, tapi ternyata kak Rosa matre banget, mama ngga suka dan minta kak Eza buat mutusin kak Rosa”jelas kenzi. “ohh pantesan rosa bilang kak Eza itu calon suaminya! Aku pun kembali mengerjakan laporanku dan. . .
DRtttt drttttt. . .
“kak Eno calling”
“iya halo kak! Jawabku
“lu ngga balik ke kost? Tanya kak Eno.
“enggak, gue udah pindah kak! Ucapku
“pindah kemana? Tanya kak Eno
“pindah di apart temen, oh ya kak, di samping kost ada rumah makan yang menunya tuh favorit kak Eka banget, kalian coba deh makan disana ! Ucapku
“Revi revi, kalian tu sebenernya Cuma butuh ngobrol berdua, gue yakin hubungan kalian masih bisa baik baik aja! Ucap kak Eno.
“mmmm, bukannya kak Eka lagi deket sama Diana ya kak! Ucapku.
“kok lu tau diana? Siapa yang kasih tau lu? Tanya kak Eno.
__ADS_1
“ada, jadi bener ya kak? Tanyaku
“ya Cuma deket doang, emang dari dulu diana suka sama Eka! Ucap kak Eno.
“ohhh, okay! Ucapku
“No, gue laper nih, cari makan yuk! Ucap kak eka. “iya tunggu bentar! Teriak kak Eno.
\=\=
Senin Pagi
Hari ini adalah hari yang membuatku gelisah sepanjang malam, bagaimana tidak, hari ini adalah hari dimana Kak Eka dan kak Eno training di tempat yang sama denganku. “Rev, kita sarapan di pabrik aja ya, ada beberapa laporan yang harus aku tanda tangani sebelum jam 8 pagi ini” ucap kak Eza sambil merapikan seragamnya di depan kaca.
Diperjalanan menuju pabrik pun, aku sama sekali tidak berbica sepatah katapun dengan kak EZa, sampai kak Eza menegurku karena mobil telah terparkir namun aku masih tak bergerak dari tempat duduk ku.
“Rev, Revi! Kak Eza pun menyentuh tanganku dan baru lah aku tersadar. “eh iya kak! Ucapku yang kemudian menatap wajah kak Eza. “kamu kenapa? Daritadi kok bengong sih, kamu ngga enak badan? Ucap kak Eza sambil menyentuh kening dan leherku. “emm, enggak kok kak! Ucapku yang kemudian memasukkan hp ke dalam tas dan bersiap membuka pintu mobil kak EZa. “tunggu! Kak Eza pun menarik tanganku dan aku pun kembali menatap kak EZa. “nih, aku udah bikin sandwich tadi di apart, kamu makan ya, maaf kita ngga sempet sarapan dulu tadi pagi! Ucap kak Eza.
Aku dan kak Eza pun turun dari mobil dan berjalan menuju Gedung utama. “Ros, itu si Eza sama siapa? Tanya karyawan A. Rosa pun menatap tajam ke arahku dan kak EZa. “Eza? Teriak Rosa.
Kak Eza pun menghentikan langkahnya, “emmm, saya duluan ya pak! Ucapku yang kemudian meninggalkan Rosa dan kak Eza menuju ruangan staff.
__ADS_1
“pagi kak! Sapaku kepada kak Fera yang sedang sibuk menyiapkan beberapa berkas. “eh pagi bener lu! Ucap kak Fera. “iya kak, ada yang bisa gue bantu kak! Ucapku. “boleh deh, gue minta tolong anterin berkas ini ke atas ya, ke ruangan EZa! Ucap kak Fera.
“hah ke atas? Ucap ku gugup karena memang selama training baru sekali aku menginjakkan kaki di ruangan atas. “iya, tolong ya, gue mesti nyambut karyawan training nih di lobby bentar lagi! Ucap kak Fera. “oh okay!
Aku pun berjalan menuju lantai atas dengan beberapa berkas di tanganku. “Revi! Seseorang menarik tanganku dari arah belakang. Aku pun menoleh dan “kak Eka! Ucapku dalam hati. “kamu ternyata di sini? Ucap kak Eka. Aku pun mematung melihat sosok kak Eka yang selama ini kuhindari, “Rev, dokumennya ditungguin EZa ya di atas! Ucap kak Fera yang melihatku menghentikan langkahku.
“eh iya kak! Aku pun menarik tanganku dari genggaman tangan kak Eka dan berjalan menuju ruangan kak Eza. “No, jangan jangan lu tau kalau Revi disini! Ucap kak Eka kepada kak Eno. “lhah, kok lu ngomong gitu! Ucap kak Eno
“aneh aja, lu kayak biasa aja ngeliat dia ada di sini! Ucap kak Eka dengan tatapan tajamnya kepada kak Eno.
Aku pun tiba di depan ruangan kak Eza, namun pintu tak tertutup dengan sempurna, membuatku masuk begitu saja ke dalam ruangan kak Eza. “ini berkasnya pak! Ucapku yang kemudian menghentikan langkahku saat melihat kak Eza dan kak Rosa berciuman di sofa ruang kerja kak Eza.
“upssss, maaf! Aku pun memundurkan langkahku dan berjalan meninggalkan ruangan kak Eza. “gila, pagi pagi gini gue udah dapet pemandangan yang tidak bersahabat, bodohnya gue, kenapa ngga ngetuk pintu dulu sih! Ucapku dalam hati.
“Rev, Revi . . Revi tunggu! Teriak kak Eza yang ternyata mengejarku. “emm, maaf pak, saya salah ngga ngetuk pintu dulu! Aku pun menundukkan wajahku dan tak berani menatap wajah kak Eza. “ini ngga seperti yang kamu liat! Ucap kak Eza.
“emm, ini pak berkas dari kak Fera, permisi! Aku pun memeberikan berkas dan melanjutkan langkahku, namun kak Eza menarik tanganku yang kemudian memelukku. Terkejut, gugup dan tak tau apa yang harus aku lakukan saat ini dipelukannya, “kamu jangan salah paham ya Rev! ucapnya.
“ohhh jadi ini alasan kamu nolak aku! Ucap kak Rosa. Aku pun berusaha melepaskan pelukan kak Eza dan pergi meninggalkan mereka.
“bisa gila gue lama lama disini! Ucapku yang kemudian mengambil air minum di pantry. “Rev, bantuin gue dong! Ucap kak Fera sambil berlalu. Aku pun berjalan mengikuti Langkah kak Fera menuju lobby.
__ADS_1
“waduhhh, kok malah kesini! Ucapku dalam hati sambil terus menundukkan wajah. “wah siapa lagi nih, emang orang pusat nih cakep cakep bener” ucap salah seorang anggota training hari ini. Kak Eka pun mengangkat wajahnya dan menatapku.
“wah ternyata jadi idaman juga dia disini! Ucap kak Eno. Kak Fera pun menjelaskan beberapa detail peraturan selama training dan beberapa jobdesk. Aku dan kak Eka pun diam diam saling menatap dari kejauhan, rindu. . . iya aku merindukan dia, sangat merindukan dia, tapi aku terlalu gengsi untuk menunjukkannya.