
Singkat cerita, selama 2 minggu di kota B, setiap hari aku dan kak Anna diundang untuk makan malam di rumah kak Eza, begitu juga dengan kak Fera. Kedekatan kami dengan keluarga kak Eza bisa dibilang sangat dekat, bahkan di hari terakhir kami di kota B, mama kak Eza meminta ku untuk tidur dan bermalam di kediaman kak Eza.
Pagi ini aku dan kak ana bersiap untuk berangkat ke bandara.
“tante, om, kita pamit ya, terima kasih untuk 2 minggu ini ya tante om! Ucapku. “aduhh, mama sedihh nih, udah ngga rame lagi di rumah, kapan kamu kesini lagi? Ucap mama kak eza.
“besok kalau udah jadi menantu mama juga tiap hari sama mama! Ucap kenzi.
Papa pun menepuk bahu kenzi, “ih sakit pa, kan bener, lagian mama ngapain nyuruh abang nikah sama kak fera, orang mama juga Sukanya sama kak Revi! Ucap kenzi.
Kak Eza pun menekan klakson mobilnya. “ehmm, pamit dulu ya om tante! Kak ana menjabat tangan mama dan papa kak eza kemudian masuk kedalam mobil kak eza.
“hati hati ya nak, inget pesen mama tadi malam ya, jaga diri baik baik, mama sayang banget sama Revi! Mama kak eza pun memelukku erat kemudian mencium kedua pipiku.
“iya tante, om, Revi pulang ya! Aku pun masuk kedalam mobil kak eza.
“eza hati hati bawa mobilnya, jangan ngebut ya! Ucap papa kak eza. “ngga akan ngebut lah pa, pasti juga bakalan pelan pelan, kan ngga mau pisah sama kak Revi! Ucap kenzi yang membuat suasana di dalam mobil menjadi canggung.
Mobil kak eza pun meninggalkan halaman rumah dan melaju menuju bandara.
“Rev, gue ngga abis fikir ya, lu bener bener mantu idaman dimana mana ya, bingung ngga loe sekarang, mau pilih yang mana! Ucap kak anna lirih
“apaan sih kak, ngga ada pilihan, bentar lagi juga undangan jadi! Ucapku sambil terus menatap kak eza dari kaca mobil.
__ADS_1
45 menit berlalu
Aku dan kak ana turun dari mobil, kami pun berpamitan dengan kak eza serta kenzi.
“makasih ya pak untuk fasilitasnya selama di Jakarta” ucap kak anna. “sama sama, safe flight ya! Ucap kak eza yang terus menatapku meski sedang berbicara dengan kak anna.
Aku yang kini tengah sibuk membalas chat kak Eka tak memperhatikan itu, “sini tiket lu, lu pamitan dulu lah! Ucap kak anna
“hah, pamit! Aku pun memasukkan hpku di saku dan menatap kak eza.
“emmm, kak, emmm, aku pamit pulang ya, makasih udah anterin! Ucapku yang kemudian mengulurkan tanganku.
Kak eza menatap ku tajam dan tak membalas uluran tanganku, melihat itu kenzi pun menjabat tanganku “sama sama kak, hati hati ya, inget pesen mama! Ucapnya
“ehh bener bener ya, ya udah salam buat dinda ya ken, emmm acara gue dateng ya! Ucapku berat. “iya pasti dateng lah, kan gue keluarga mempelai laki laki, ucap kenzi sambil melirik ke arah kak eza.
Aku pun melambaikan tanganku untuk masuk ke dalam bandara, beberapa langkah aku masuk ke dalam, tangan kekarnya pun menarik lengan tanganku dan membuat badanku berputar kepelukannya.
Entah kenapa jantungku berdebar kencang dan aku pun juga mendengar degupan jantung kak eza di telingaku karena telingaku menempel di dada bidangnya.
“safe flight ya, aku tunggu kamu kembali kesini! Ucapnya
Mendengar ucapannya membuatku menjadi sangat takut, takut jika aku benar benar membatalkan pernikahanku dengan kak eka dan memilih kak eza.
__ADS_1
“enggak, aku ngga boleh khianatin kak eka, bagaimanapun saat ini aku adalah calon istri kak eka”
Namun, pelukan kak eza membuatku sangat nyaman hingga aku pun membalas pelukan kak eza, tanganku kini berada di pinggang kak eza. Entahlah rasa nyaman itu melebihi apapun, bahkan aroma badan kak eza kini telah ku hirup dalam dalam. Kebersamaan ku dengan kak eza selama 2 minggu ini membuatku semakin sadar, bahwa bersama dengan kak eza membuatku rileks dan tenang. Dia selalu memberikan yang terbaik untukku, bahkan kedua orangtuaa kak eza juga menyambutku sangat hangat.
“ehemmmm, hemmmm, ngomong ngomong antrian mobil belakang mulai banyak nih! Ucap kenzi yang membuatku tersadar dan melepaskan pelukan kak eza.
“emmm, terima kaasih untuk semuanya ya kak, tapi ada seseorang yang menungguku disana! Aku pun membalikan badan dan berjalan menjauh dari kak eza.
\=\=\=
1, 5 jam berlalu, pesawat kami pun tiba di bandara kota S
“Rev, eka udah jemput lu? Tanya kak anna saat menunggu koper. “udah di depan kok kak! jawabku. “emm Rev, sorry nih sorry banget, gue mau nanya!
“nanya apa kak, tanya aja! Ucapku, “emm, lu ngga ada perasaan gitu buat pak Eza, walaupun Cuma dikit? Ucap kak anna sedikit ragu.
“lu pasti tau jawabannya kan kak, lu Cuma mau mastiin doang ke gue! Ucapku singkat, “jadi gimana, lu ngga mau pikir pikir lagi untuk mempertimbangkan kak eza dan keluarganya? Ucap kak anna.
“emm, jujur, gue ngerasa nyaman di dekat kak eza, tapi gue juga ngga mungkin ninggalin kak eka, gue sayang sama kak eka, gue cinta . .
“enggak, lu ngga sayang Rev, lu Cuma respect ke Eka, lu udah jatuh cinta sama Eza, dan gue fikir, semuanya belum terlambat, coba deh lu fikirin Rev, kalau bener Yuka anaknya Eka, gue yakin lu pasti akan mundur kan!. . .
\=\=
__ADS_1