Siapa Aku Di Hatimu?

Siapa Aku Di Hatimu?
ragu


__ADS_3

“sayang,Atm aku dong dompet! Ucap kak Eka. Aku pun membuka dompet kak Eka dan mengambil Atm milik kak Eka. “yang mana, yang ini? Tanyaku. “yang mana aja, itu juga gak papa, aku keluar bentar ke Atm. Ucap kak Eka. “ihh, pakai uang aku aja kalau ngga ada cash kak! Ucapku. “enggak, bentar doang sayang! Ucap kak Eka sambil mengusap rambutku dan berlalu.


“lu jadi nikah sama Eka? Tanya diana. “tunggu aja undangan dari kak Eka! Ucapku sambil memainkan Hp. “asal lu tau ya, selama lu ngilang, setiap hari Eka jalan sama gue dan gue juga udah tidur sama dia di ranjang kamar lu! Ucap diana menatapku


Aku pun menghentikan aktivitasku dan menatap tajam kea rah Diana. “kenapa ngeliatin gue kayak gitu, lu ngga percaya? Tanya diana. “denger ya di, mau lu udah tidur sama dia, mau lu udah punya anak sama dia, gue ngga peduli! Ucapku yang kemudian menyenderkan badanku di kursi.


“pesanannya kak silakan! Ucap pelayan yang datang di meja kami. “makasih ya kak! Ucapku yang kemudian mengambil minuman favorite ku!


Kak Eka pun tiba di meja kami “yank, ngga mau makan apa gitu! Ucap kak Eka. “enggak, ngga nafsu makan, udah buruan kalian mau ngomongin apa! Ucapku jutek.


“oh iya, kenapa Di, lu minta gue temuin lu disini! Ucap kak Eka yang kemudian menggenggam tangan kananku. Aku pun menoleh ke arah kak Eka, dan kak Eka pun menatap diana tajam. “gue Cuma mau minta kejelasan sama lu! Ucap diana.


“kejelasan apa! Ucap kak Eka. “kejelasan tentang hubungan kita selama 2 bulan ini! Ucap diana. “hubungan kita? Maksudnya? Ucap kak Eka. “selama ini kita jalan, lu anggep gue apa Eka? Ucap diana.


“kan gue udah pernah bilang sama lu, gue udah tunangan dan gue bakalan nikah dalam waktu dekat! Ucap kak Eka. “terus selama ini kita jalan, kita kemana mana bareng, bahkan gue yang sealalu nemenin lu setiap kali lu suntuk,itu apa?? Ucap diana.


Aku pun memutar bola mataku ke atas dan meletakkan gelas di meja. “aku mending pulang duluan ya kak, kalian bicarain berdua aja! Ucapku yang kemudian berdiri dan mengambil tas ku. Kak Eka pun menarik tanganku, “tunggu sebentar please! Ucap kak Eka.


“kak, aku mau pulang! Ucapku tegas. “ya udah ni bawa aja mobilnya! Ucap kak Eka sambil menyerahkan kunci mobilnya. “enggak, aku naik tasksi aja! Ucapku yang kemudian berjalan meninggalkan café.


Sesampainya di rumah


Aku pun masuk ke dalam rumah dan meletakkan sepatu di rak. “lho Rev, mana Eka? Tanya papa yang berjalan menuruni anak tangga. “masih ketemu sama temennya pa! ucapku yang kemudian mencium tangan papa.


“kok ngga pulang bareng aja sama Eka? Tanya Papa yang kemudian duduk di meja makan. “enggak pa, mereka lagi ngomongin hal serius, Revi ngga mau ganggu! Ucapku sambil menuang air mineral. “ya ngga papa lah kamu ikut dengerin, lagian kamu kan calon istrinya Eka! Ucap papa.


“kan masih calon istri pa, kak Eka juga kan punya privasi yang aku ngga harus tau semuanya pa, papa mau minum sekalian, Revi ambilin! Ucapku. “boleh! Ucap papa.


“duh ngomongin apa ini, kok privasi privasi! Ucap Mami yang kemudian duduk di samping papa. “engga papa mi, mau tau aja! Ucap papa. “Eka mana Rev? tanya mami.


“makanya mami dengerin dong, revi bilang, Eka lagi ada urusan sama temennya, privasi! Ucap papa. “ohh, gitu! Ucap mami.


“ehmm, mi, pah, Revi ke kamar dulu ya! Ucapku yang kemudian meninggalkan ruang makan.


\=\=\=

__ADS_1


Minggu pagi


Hari ini Papa dan Mami berencana untuk pulang ke kota J karena harus mengurus beberapa surat untuk persyaratan pernikahan.


Meja makan


“Rev, kemarin mami udah nelfon orang tua kamu dan untuk acara pernikahan kita sepakati di sini ya, kita sewa Gedung di Gedung XXX! Ucap mami sambil melahap sarapan paginya.


Mendengar nama Gedung XXX, aku menghentikan aktivitasku, “mampus gue, itu kan Gedung keluarganya Taufiq! Ucapku dalam hati.


“kenapa Rev, kamu ngga suka sama gedungnya? Mau ganti yang lain aja? Tanya mami. “enggak, enggak kok mi, terserah sama mami aja, lagian aku sama kak Eka juga kan ngga ada waktu buat nyari gedung.


Aku pun kembali melahap makanan di depanku. Sesekali kak Eka memandangku karena memang setelah pulang dari café aku mengunci kamarku.


“ya udah, papa sama mami pulang dulu ya, nanti kalau ada berkas berkas yang kurang segera hubungi mami! Kami pun bergantian mencium tangan papa dan mami.


Mobil mereka pun berlalu dan aku mulai membuka internet untuk memastikan nama gedung XXX adalah milik keluarga Taufiq.


Ruang keluarga


“kenapa sih serius banget liatin deskripsi gedungnya, sampai nama pemiliknya juga di cari cari” kak eka pun merangkul pundakku dan mulai menciumi pipiku.


Aku pun terbawa suasana dan mulai mengeluarkan desahan lirih karena ulah kak Eka yang terus menerus menciumi leherku, tangan kak Eka pun mulai masuk ke dalam bajuku, dan mulai meremas dadaku.


“sshhhhh, kak masih ada mbak di dapur! Ucapku dengan suara lemah. “mbaknya udah pulang sayang! Kak eka mulai berpindah dari leher ke bibirku dan kami pun mulai terhanyut dengan ciuman yang semakin panas ditambah lagi tangan kak Eka yang tak berhenti meremas dadaku.


Ciuman itu seakan meminta aktivitas yang lebih, namun dering telepon membuat Kak Eka menghentikan lumatannya dan membiarkan mengangkat telepon.


Dengan nafas masih terengah engah, aku mulai mengatur nafasku dan menekan tombol Hijau


“iya kak! Ucapku.


“lagi sibuk ngga? Tanya kak Eza.


“mmm, engga sih, ada apa ya kak? Tanyaku

__ADS_1


Mata kak Eka terus memandangku dengan penuh curiga.


“engga ada apa apa sih, Cuma mau denger suara kamu aja! Ucap kak Eza


Aku pun berdiri dari sofa dan berjalan menjauh dari tatapan mata kak Eka yang membuatku sedikit ngeri.


\=\=


“woy, kenapa muka lu? Kak eno datang ke rumah dengan membawa koper Kak Eka yang masih tertinggal di kontrakan.


“gue curiga Revi ada apa apa sama Eza! Kak eka mengusap rambutnya kasar dan berjalan menuju dapur, menenggak satu gelas air putih diikuti Kak Eno dengan memasang muka penasaran dengan yang Kak Eka ucapkan.


“lu cemburu?


“ya gimana ngga cemburu, lu liat sendiri kan kemarin mereka sedeket apa dan sekarang ni, Eza lagi nelfon Revi! Kak eka menatap pintu kamar yang ku tutup rapat.


“ya elah, lu percaya aja lah sama Revi, lagian bentar lagi juga kalian nikah! Kak Eno meninggalkan kak Eka dan mengetuk pintu kamarku.


Mendengar suara ketukan pintu, aku pun menyudahi obrolanku di telfon dan segera membuka pintu kamar.


“kak Eno!


Kak Eno melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarku dan duduk di sofa ang ada di kamarku. “jadi udah ada yang mau nikah aja nihhh! Ucap kak Eno.


“kak Eka yang minta tanggal pernikahan di percepat! Ucapku sambil memeluk bantal di atas ranjang.


“kenapa muka lu? Masih belum siap? Ucap kak Eno menatapku. “hmmm. .! aku pun menundukkan kepalaku seakan ingin berkata bahwa saat ini aku ragu.


“ngomong lah sama Eka, kalau lu masih butuh waktu lagi, apa perlu gue yang ngomong ke Eka! Kak Eno pun mendekatiku dan mengusap rambutku.


“enggak, mami sama papa udah otw ngurus surat surat, udah pesen gedung juga, semuanya udah disiapin sama mereka, gue ngga mau kecewain mereka. Ucapku.


Kak Eno duduk di sampingku, menggenggam tanganku dan menatapku, seakan meminta penjelasan. “gue ragu dengan pernikahan ini kak!”


“lu suka sama Eza? Ucapan singkat kak Eno sukses membuat jantungku berdebar begitu mendengar nama kak Eza di sebut.

__ADS_1


Aku melepas genggaman tangan kak Eno dan berdiri menjauh dari kak Eno.


“ehemmmmmmmm”


__ADS_2