
Sesampainya di Kota B aku dan kak anna tinggal di kost yang sama seperti pertama kali aku datang di kota B beberapa saat yang lalu. Kami pun beristirahat sejenak untuk menghadapi hari esok di pabrik kota B.
Keesokan harinya aku dan kak anna berangkat ke pabrik kota B dengan berjalan kaki. Sesampainya di pabrik taka da penyambutan khusus untuk kami, karena memang saat itu kami datang sebagai anggota yang akan mengikuti rapat tahunan.
Aku dan kak anna masuk ke ruang rapat bersama Adm dari beberapa cabang pabrik, mereka semua sibuk menyiapkan laporan yang akan kita bahas hari ini.
Suara yang tadinya riuh kini berubah menjadi hening Ketika beberapa atasan tiba di ruang rapat. Semua mata tertuju kepada para atasan yang tiba.
Kak anna menyenggol lenganku yang tak berhenti membolak balikan laporan dan terksesan sibuk dengan kertas yang ada dihadapanku.
“bentar Kak, aku masih rapiin urutannya nih! Ucap ku lirih sambil terus menata kertas kertas
“ehemmmm, boleh duduk disini? ucap seseorang.
“silakan duduk aja, kosong kok! Jawabku tanpa memandang wajah seseorang yang mengajakku berbicara.
“rev, lu ngga tau lagi ngomong sama siapa! Ucap kak anna lirih didekat telingaku.
Aku pun menghentikan kegiatan ku dan mulai memandang seseorang yang kini telah duduk di sampingku menatapku tajam dengan satu tangannya menopang pipi menghadap ke arah ku.
“pak eza! Aku pun terkejut melihatnya.
“lanjutin aja! Kak eza menatap ku sambil menaikan satu alisnya.
Rapat mun di mulai, namun Kak eza tak berhenti menatapku, bahkan saat presentasi di depan pun kak eza terus menatapku.
“wahh ngga di kota G ngga disini, ternyata ada aja cowok yang perhatiin lu ya! Ucap kak anna lirih. Entah lah, aku memang mulai salah tingkah dengan tatapan dari kak Eza.
Sampai rapat usai kak eza tak berhenti menatapku.
“haiiii welcome back! Sambut kak fera di depan ruang rapat kepada kami. “hai kak apa kabar? Sapaku. “baik dong, yuk ke ruangan kita! Kak fera merangkulku dan kak anna untuk berjalan menuju ruang kak Fera.
“Fer, ajak mereka makan malam hari ini di tempat biasa! Ucap kak eza sambil berlalu.
“wah tamu istimewa nih diundang makan malam sama bos hari pertama! Ucap kak fera.
\=\=
__ADS_1
Malam harinya kota B
Aku dan kak Anna telah bersiap di kost, tak lama kenzi menelepon ku dan menjemput kami.
Drttt drtttt ponselku bergetar dan aku pun merogoh saku celana ku untuk mengangkat telepon dari kak eka.
“halo! Sapaku
“haiii, ini gue ayu! Ucapnya
“ohh, kenapa yu?tanyaku
“Rev, duplicate kunci rumah ada ngga ya, kebetulan gue baru aja keluar sama Eka, hpnya ada di gue dan eka nya pergi lagi beli pampers buat Yuka, gue mau masuk rumah, yuka nya rewel banget! Jelas ayu
“aduh duplicate ada di gue sama kak eno sih, coba loe telpon kak eno deh! Ucapku
“oh ya udah gue telpon eno deh kalau giru, thanks ya! Ucap ayu yang kemudian mematikan telepon.
\=\=
Kota G
“sorry ya No gue ngrepotin lu! Ayu segera masuk dan meletakkan Yuka di sofa. “eka kemana? Kok bisa Hpnya lu yang pegang? Ucap eno yang kini duduk di samping Yuka di tidurkan. “eka beli pampers buat Yuka tadi kelupaan! Ayu segera membuat susu untuk yuka.
“lu habis keluar sama Eka? Tanya eno. “iya, imunisasi Yuka, tadinya gue mau pergi berdua doang naik taksi, tapi sama Eka ngga boleh, jadi gue nungguin Eka balik kerja terus dianterin! Ayu segera memberikan susu kepada Yuka.
“ya udah gue balik, nih kunci rumah lu bawa aja! Eno meletakkan kunci rumah di meja dan segera meninggalkan rumah kak eka.
Tak lama kak eka tiba di rumah dengan membawa beberapa bungkus pampers ditangannya.
“sorry gue lupa ngasih kunci, loe kok bisa masuk? Tanya kak eka melihat Ayu yang sedang mencuci botol susu yuka.
“iya untung aja kan lu nitip Hp ke gue jadi gue bisa nelpon Eno deh! Ucap ayu.
“oh ya udah istirahat ya, gue masuk dulu! Kak eka bergegas menuju kamarnya.
\=\=
__ADS_1
Sementara di kota B, aku dan kak Ana telah tiba di salah satu café dan bertemu dengan kak Fera.
“Rev, sini! Teriak kak fera sambil melambaikan tangannya.
Aku dan kak Ana berjalan menghampiri meja kak Fera. “sorry ya kak lama! Ucapku yang kini duduk di depan kak Fera. “its okay, Eza juga masih keluar bentar jemput mamanya di apartement kenzi, oh ya kalian mau pesen apa! Kak Fera memberikan buku menu kepadaku dan kak anna.
Saat aku dan kak Ana memilih menu makanan, datanglah kak Eza, kenzi dan mama kak Eza.
“selamat malam! Sapa mama kak Eza yang kini berdiri di samping meja kami. “malam tante! Jawab kak anna menjabat tangan mama kak Eza. “iya iya, kok disini fera, kenapa ngga reservasi private room aja! Ucap mama kak Eza. “ya udah eza tanya dulu ya ma masih ada private room ngga, mama duduk disini dulu!
“malam tante, sapaku saat mama kak eza mulai duduk”. Mama kak Eza pun baru menyadari bahwa aku ada diantara mereka.
“lhoh, Revi! Mama kak eza yang sudah duduk pun kini berdiri, menyambut uluran tanganku dan kemudian memelukku. “apa kabar sayang” lanjutnya.
“emmm tante mau duduk disini? Ucap kak ana yang melihat mama kak eza tak juga melepas pelukannya kepadaku. “oh boleh boleh, terima kasih ya! Mama kak eza pun kini duduk di sampingku.
Tak lama kak Eza datang dan duduk di samping kenzi. “ma, private room penuh, gak papa ya kita makan disini! Ucap kak eza. “its okay, tau gitu kan kita makan di apartement aja, bisa lebih leluasa ngobrolnya! Oh ya revi mau pesen apa, ini enak lhoh recommend banget di resto ini, percaya sama mama! Ucap mama kak eza sambil menunjuk salah satu menu di buku menu.
Mama kak eza tak henti hentinya mengajakku berbicara, berbicara banyak hal tentang makanan, Kesehatan mama, penyakit mama dan banyak hal.
Melihat mama kak eza sangat akrab denganku membuat kak Fera minder dan kak fera memutuskan untuk pergi ke toilet ditemani oleh kak ana.
“ma, udah dong ngobrolnya, makan dulu! Ucap kak eza. “oh iya, makan dulu nak, yuk di cobain menu pilihan mama ya, kamu pasti suka.
“hmmm, udah nih pasti abis ini mama berubah pikiran nih, abis ini pasti kak eza suruh nikah sama kak revi ngga jadi sama kak fera. Ucap kenzi lantang dan berhasil membuatku tersedak.
“ehh, minum minum nak, kenzi jangan ngawur ya kalau ngomong! Ucap mama.
“ehemmm, masih ada waktu kok mam kalau mau berubah pikiran! Sambung eza. Aku pun melirik ke arah kak eza sambil meminum jus yang masih ada di tanganku.
Kak eza mengedipkan satu matanya kepadaku, “udah dong, jangan digodain Revinya, kamu juga, mama kan selalu bilang kalau jodoh ngga akan kemana! Iya kan nak!
“ehhh, iya tante!”
Kak fera dan kak anna telah tiba, semua yang ada di meja itu pun terdiam dan kembali makan. “ma, obatnya udah diminum? Ucap kak fera.
“aduhh, mama ngga bawa obat, obatnya mama tinggal di apart, kan mama pikir juga ngga akan lama makan malamnya, biasanya juga eza Cuma bisa nemenin bentar terus pergi, ngga Taunya ada tamu jauh! Jelas mama.
__ADS_1
Makan malam pun di dominasi oleh mama kak eza hingga makan malam selesai.