
“udah ya kak, gak papa kok! Aku pun melepaskan genggaman tangan ka eno dan memilih untuk menggenggam lengan kak eka dan meninggalkan lapangan.
Kak eka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah dan sesampainya di rumah pun kak eka membanting pintu mobil kemudian masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan aku.
“assalamualaikum, ucapku
“waalaikumsalam, itu kenapa Eka? Ucap mami yang melihat kak eka masuk dengan muka masam.
Aku pun mencium tangan mami dan berlalu tanpa menjawab pertanyaan mami menuju kamar, sebelum kak eka masuk ke dalam kamar terlebih dahulu.
“kenapa tante? Ayu pun keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur.
Kak eka pun keluar dari toilet bawah dan duduk di meja makan sambil membawa kotak P3K di tangannya. “berantem sama siapa? Tanya mami sambil membuka kotak P3k yang ada di depan kak eka.
Belum sempat kak eka menjawab, yuka pun menangis dan papi memberikan yuka kepada Ayu karena memang Yuka sedang bersama Papi saat itu.
“kenapa lagi tu, udah umur segini masih berantem, ngga ada kerjaan laen? Ucap papi.
Aku pun menuruni tangga dan menghampiri kak eka yang saat itu hanya bisa terdiam sambil mengusap lukanya dengan tisu yang ada di meja makan.
Aku pun mengambil kotak P3K yang ada di depan mami dan segera mengoleskan alcohol di luka kak eka tanpa permisi.
“bisa ngga kamu tu dewasa sedikit, kalau apa apa diselesaikan dengan kekerasan, apa yang kamu dapet, kamu tuh udah mau jadi kepala keluarga, masa ngga bisa berfikiran dingin, emosi aja yang di gede gedein! Ucap papi yang kemudian naik ke kamar atas.
__ADS_1
“mami tinggal dulu ya! mami mengusap pundakku dan menyusul papi ke kamar atas.
Kak eka pun menahan perih lukanya, “maafin aku! Ucapku singkat setelah memberikan obat pada luka kak eka dan berdiri dari hadapan kak eka.
Kak eka pun menarik tanganku dan memelukku erat. Dibalik pintu kamar, Ayu yang tadinya akan keluar dari kamar, mengurungkan niatnya dan kembali menutup pintu.
“ya Tuhan, kenapa gue harus sesakit ini melihat mereka berdua bersama! Enggak, aku harus hilangin rasa ini, bagaimanapun juga Revi udah baik banget sama gue dan Yuka! Ucap Ayu dari dalam hatinya, Ayu pun kembali ke ranjang dan memeluk Yuka yang telah tertidur.
“ehemmmmm, hemmm! Mama pun berdehem melihat kami berpelukan, “kak lepasin, ada mama! Ucapku lirih, “kenapa emangnya, biarin aja pelukan doang, iya kan ma! Kak eka mulai melepaskan pelukannya dan menggenggam erat tanganku.
“kamu masih hutang penjelasan sama mama ya, habis makan malam papi sama mami mau denger penjelasan kamu, udah sana kalian mandi dulu, mami siapain buat makan malam ya!
Aku dan kak eka pun berjalan menuju lantai atas menuju kamar.
Tok tok tok. . . . suara ketukan pintu rumah membuat Ayu terbangun dan bergegas keluar dari kamarnya, “biar Ayu aja mi yang buka!
“mama! Ucap ayu saat membuka pintu rumah dan terlihat Mamanya lah yang ada di depan pintu. “duh udah kaya yang punya rumah ya sekarang, apa kabar sayang! Mama ayu pun memeluk ayu erat. “baik ma, masuk ma!
Mama ayu dan ayu pun masuk ke dalam dan menyapa mami yang sedang memasak di dapur.
“Mbak, apa kabar! Sapa mama ayu kepada mami. “eh baik baik, ayo mari silahkan duduk, ya ampun udah lama banget kita ngga ketemu ya, kamu gimana kabarnya? Mami pun duduk disebelah mama ayu dan Ayu melanjutkan aktivitas Mami memasak.
Lantai atas
__ADS_1
Aku pun keluar dari kamar kak eka berjalan menuju balkon atas untuk menjemur handuk yang baru saja kupakai.
“rev, sini nak papi mau ngomong sebentar! Ternyata papi duduk di balkon dengan laptop didepannya. “iya pi, oh ya mau revi bikinin teh dulu pi? Ucapku. “enggak, ngga usah bentar lagi kan makan malam, nanti kalau papi ngga makan banyak, mami pasti ngomelin papi! Ucapnya, kami pun tertawa kecil.
“gimana pi! Oh ya pi, emmm Revi minta maaf ya pi kalau bikin papi kecewa tadi, tadi itu salahnya Revi pi, Revi ke lapangan futsal ngga ijin sama Kak eka kalau bareng sama ka eno, jadi kak eka sedikit marah! Ucapku.
“why? Kenapa harus marah, bukankah eno dan eka sahabat, teman baik, dan papi juga sering denger Eka minta tolong eno untuk jagain kamu kalau eka lagi sibuk! Ucap papi. “revi juga ngga tau pi, denger denger sih kak eka sama ka eno lagi ada masalah pi, lagi berantem, tapi revi juga belum tanya ke kak eka masalahnya apa! Jelasku.
“ya sudah, itu masalah mereka, ya biasa lah anak muda berantem, biar mereka selesaikan sendiri masalah mereka, oh ya Rev, papi lihat jam kerja kamu sama eka itu beda ya, tapi dulu kayaknya sama kok sekarang beda? Papi sering denger kamu berangkat naik angkot lah, pulang naik angkot, kenapa itu? Tanya papi
“iya jadi sebenernya, jam kerja Revi itu dimulai jam 7 kadang juga jam 8 pi, kalau kak eka tuh jam 6, dulu emang kita sama pi, sama sama masuk jam 6 dan pulang jam 2, tapi selama beberapa bulan ini, mungkin sekitar 3 bulan kali ya pi, revi pindah divisi, yang dulunya terjun langsung menangani produk, sekarang revi pindah jadi Adm kantor pi, otomatis jam kerjanya pun berubah, kalau masalah berangkat/pulang naik angkot iya itu karena jam kerjanya kita beda pi, kadang juga kak eka ngga bisa jemput revi, ada urusan lain gitu! Jelasku.
“jadi kalian sama sama naik jabatan, papi denger sekarang Eka juga jadi coordinator ya” ucap pipi. “alhamdulilah pi, ya setidaknya kita ngga stuck di satu tempat dan bisa berkembang bersama! Jelasku. “iya bagus, kalian harus sukses sama sama, papi rasa keputusan Eka untuk menikahi kamu itu adalah sesuatu yang benar, kamu perempuan yang mandiri, positive thinking dan juga kamu berhati baik, papi benar benar ngga menyangka kamu bisa terima Ayu dan Yuka di rumah ini saat mereka benar benar butuh tempat tinggal, papi rasa kamu tau hubungan ayu dan eka dulunya! Jelas papi.
“emm iya Revi tau pi!” aku pun tersenyum dari sudut bibirku.
Sementara itu, kak eka yang tadinya akan mencariku dibawah, terkejut melihat mama ayu sedang berbincang dengan Mami di meja makan.
“mi liat Revi ngga? Ucap kak eka. “lhoh bukannya tadi ke atas sama kamu! Jawab mami. “eh nak eka, apa kabar, lhoh ini kenapa? Ucap mama ayu yang melihat luka lebam di wajah kak eka. “baik tante, tante sendiri gimana, sehat kan, kok tadi ngga nelpon eka aja, kan bisa eka jemput! Ucapnya.
Setelah selesai menghidangkan makan malam, Ayu mengambil yuka yang sudah terbangun untuk bergabung di meja makan bersama dengan yang lain,
Tak lama aku dan Papi berjalan bersama menuruni tangga, dari atas terlihat kak eka yang tertawa lepas bermain bersama yuka dan ayu, begitu juga mami dan mama Ayu mereka terlihat seperti keluarga yang benar benar Bahagia, entah kenapa aku merasakan cemburu yang mendalam melihat canda tawa mereka.
__ADS_1
“papi, ini lho pi ada mamanya Ayu datang! Ucap mami yang melihat kami. “oh ya, apa kabar! Sapa papi dan aku pun mencium tangan mama ayu yang kemudian duduk di dekat kak eka.
Saat makan malam pun mereka tertawa bercanda melihat tingkah yuka dan ayu pun melayani papi, mami, mamanya dan juga kak eka dengan baik, “aku rasa ayu lebih pantes ada di tengah tengah mereka