Siapa Aku Di Hatimu?

Siapa Aku Di Hatimu?
bersua


__ADS_3

Aku dan kak Eno menoleh ke arah suara itu dan ternyata kak Eka sudah bersandar di pintu kamarku.


“tenang aja gue ngga ngapa ngapain! Kak Eno meninggalkan kamarku dan mengajak kak Eka untuk bermain PS di ruang keluarga.


30 menit kemudian


Aku bersiap untuk pergi ke café bertemu dengan kak Mila, kak Nia dan juga kak Andre. Aku berjalan mendekati kak Eka yang sedang asik bermain bersama dengan kak Eno dan beberapa temannya.


“kak, aku pamit keluar dulu ya! Ucapku berbisik di telinga kak Eka karena memang suasana sedang ramai sorakan dari teman teman kak Eka.


“mau kemana? Tanya kak Eka. “mau ke café biasa, ketemu sama kak Nia, kak mila sama kak Andre. Ucapku yang kemudian duduk di samping kak Eka.


“aku anterin ya!


“engga usah, aku naik taksi aja, lagian kan lagi ada anak anak! Aku pun pun menarik tangan kak eka dan mencium punggung tangannya untuk berpamitan.


“bawa mobil aja, jangan naik taksi, kunci di tempat biasa, jangan pulang malem malem, besok kerja! Ucap kak Eka menggenggam tanganku.


“okay, aku pergi dulu ya!


Aku beranjak dari ruang keluarga dan berlalu pergi menuju café XXX


Drttttt drttt drttt


Kak Nia calling…


“halo iya kak! Ucapku


“dimana? Tanya kak Nia dengan background music ala café café


“ini udah di parkiran kak! Ucapku


“ya udah di meja no 9 ya! Ucap kak Nia yang kemudian mematikan sambungan telepon

__ADS_1


“itu bukannya mobil si Eka ya! Ucap habibi yang kebetulan sedang bersama dengan anak anak yang lain duduk di bagian depan café.


“paling juga sama gebetannya! Ucap kak Iman sambil menghisap rokoknya.


“lhah bukannya udah tunangan sama Revi ya bang gue denger! Sambung setyawan yang juga sedang berada di gerombolan.


“tau aja lu, naksir juga ya lu sama si Revi! Ucap kak Iman menggoda setyawan.


Aku pun keluar dari mobil kak Eka yang telah bersusah payah mencari tempat parkir yang strategis karena banyaknya pengunjung café sore itu.


“lhah si Revi! Ucap habibi menyemburkan minumannya melihatku turun dari mobil kak Eka.


Aku berjalan menuju pintu masuk café tanpa melihat orang orang sekitar. “woyyyyy, kemana aja lu! Kak Iman mengagetkanku.


“astaga, kak Iman! Hai kak, long time no see yaaa” aku pun berjabat tangan dengan kak Iman yang kemudian menyapa anak anak yang lain.


“ada janji sama siapa di dalem, buru buru banget, sampek ngga ngeh gitu kita panggilin! Ucap habibi. “itu sama kak Nia, kak Mila, kak Andre, lagian bib, bukannya gue ngga ngeh, tapi emang sengaja ngga nengok, gue malu tau jalan sendirian masuk café, ucapku


“besok masuk kerja dong? Ucap kak Iman. “iya masuk dong, eh gue masuk dulu ya kak, ngga enak udah ditungguin daritadi! Ucapku menepuk bahu kak Iman dan kemudian masuk ke dalam café.


\=\=


“halahhhhh! Kak iman menutup muka habibi dengan topinya.


\=\=


“haiiiiiiiiiiii! Sapa kak Nia, kak Mila, kak Andre memelukku erat.


“hai kak! Sorry lama! Ucapku membalas pelukan dari mereka satu persatu dan mataku menangkap seseorang yang lama tak ku sapa, ya dia adalah “Hai rev! sapanya kepadaku.


“hai vi! Balasku canggung yang kemudian duduk. “kapan lu dateng? Tanya kak Nia


“hari jumat siang kak! Jawabku. “kok baru hubungin kita tadi sih! Ucap kak Nia dengan muka masam. “ya maaf, jadi kemarin jumat itu, gue langsung ke kostan bersih bersih, terus ke rumah kak Eka, sabtunya gue jemput kak Eno sama kak Aditya di bandara. Jelasku

__ADS_1


“lu apa kabar, kurusan gini! Ucap kak Andre mencubit cubit pinggangku. “tau lu, ngga makan 2 bulan lu sampek sekurus ini! Sambung kak Mila.


“iya nih kakak kakak di kota B makanan mahal jadi gue ngga makan deh! Jelasku. Tak lama pelayan pun datang membawa makanan yang telah ku pesan.


“silakan kak! Ucapnya. “lhoh mba, saya ngga pesan ice cream nih, salah meja kali mba! Ucapku. “oh ini dari mas nya yang ada di meja itu kak, udah dibayar special untuk kaka katanya! Ucap pelayan sambil menunjuk meja gerombolan kak Iman.


Aku menatap meja itu dan ternyata kak Eka sudah duduk di meja itu dengan menyematkan jarinya membentuk love ala korea memandangku dari kejauhan.


“duhh calon manten romantis bener! Ucap kak andre yang juga memandang ke arah kak Eka. “oh ya udah makasih y amba! Ucapku dan pelayan itu pun meninggalkan meja kami.


Kami pun berbincang, bergosip dan tertawa bersama, tak terasa sudah 2 jam kami berada di dalam café dan rintikan air hujan mulai turun.


“duh ujan lagi! Ucap kak Nia yang kemudian berdiri dari tempat duduknya untuk melihat kondisi sekitar café.


“lhah kak Nia, lu hamil kak! Aku pun terkejut melihat perut kak Nia yang mulai membuncit. Kak nia pun tersenyum dan membelai lembut perutnya, “ihhh gemesssss, udah berapa bulan kak? Aku mendekati kak Nia dan mengusap lembut perut kak Nia.


“jalan 6 nih, jadi waktu lu kabur itu ternyata gue udah hamil Cuma gue ngga ngeh! Jelas kak Nia.


“sayang yuk balik, udah jam segini! Ucap kak Eka yang tiba tiba berdiri di sampingku. “emmm, kak kalian kesini naik apa? Tanyaku. “gue, andre sama Rivia sih naik taksi bareng tadi. Ucap kak Mila.


“kak Nia? Tanyaku. “gue dianter suami lah, ya udah yuk balik kita nungguin taksi di depan! Ucap kak Nia dan kami pun beranjak dari meja no 9 menuju depan café menunggu taksi.


“udah pada mau balik? Tanya kak Iman. “iya bos, lu bawa mobil ngga bos, anterin mereka lah! Ucap kak Nia. “ya bawa lah musim ujan gini gue ngga berani nongkrong bawa motor! Ucap kak Iman.


“ya udah kalian bareng sama Iman aja, lu udah mau balik kan bos! Tanya kak Nia. “iya iya gue anterin, apa sih yang engga buat anak buah gue! Kak Iman pun berdiri dari tempat duduknya berjalan menuju tempat parkir.


“kak, kita anterin kak Nia dulu ya!ucapku kepada kak Eka. “iya, mana kuncinya! Aku pun memberikan kunci mobil kepada kak Eka.


Mobil kak Iman tiba di depan café, Kak mila, kak Andre dan Rivia pun bersiap memasuki mobil kak Iman. “kita duluan ya! Ucap kak Andre. . .


“hati hati ya kak! Bye. . . ucapku


Dibelakang mobil kak Iman, mobil kak Eka juga telah berada di depan kami. “yuk kak! Aku pun menggandeng tangan kak Nia menuju mobil kak Eka.

__ADS_1


“Rev! habibi memanggil namaku dan aku menoleh ke arahnya. “hati hati ya! Ucapnya dan aku menjawabnya dengan senyuman.


Kami pun meninggalkan café XXX dan berlalu menuju rumah kak Nia.


__ADS_2