
Silvi hanya berdiri di lantai dan melihat semuanya, sekarang dia merasakan apa itu di lindungi oleh orang yang mencintainya.
Pak Indra sampai di bawah dan melihat keponakannya itu yang sudah kesakitan sambil memegangi tangannya.
"Khairi dia itu adik sepupu mu, kenapa kamu mematahkan tangannya, ah bisa panjang berurusan dengan bibi mu itu," kata pak Indra yang langsung menghubungi ambulans.
"Dia yang menyerang ku saat aku cuma bertanya dia mau apa, dan jika butuh bukti itu ada pisau yang di gunakan untuk menyerang ku, dan aku hanya membela diri, dan jika dia kalah karena dia bodoh itu bukan salah ku tapi karena dia goblok," marah Khairi.
"Sakit pakde..."
"Iya le, sebentar lagi ambulans datang ya, dan kita ke rumah sakit, dan Khairi bantu ayah," kata pak Indra.
"Maaf aku tak akan membantunya lagi, jika dia masih berharap ingin memiliki orang yang aku cintai, kau pikir aku tak tau kenapa istriku bisa meregang nyawa padahal ada seseorang yang ada di dekatnya saat itu, tapi kamu membisu dan tak ingin meminta pertolongan, dan sekarang kamu ingin merebut wanita yang aku cintai lagi, kamu gila, dan jika kamu berani memikirkan itu, aku akan mematahkan leher mu, ini peringatan terakhir dariku, ingat itu," kata Khairi dingin.
"Aku dulu memang membenci wanita itu, karena itu aku membiarkan dia mengerang kesakitan hingga dia mati, ha-ha-ha!!" teriak Satrio.
Karena kematian dari istri Khairi itu bukan kecelakaan sederhana, karena hari itu adalah hari persiapan pernikahan dari adik Khairi yang nomor dua.
Tapi tanpa ada yang tau seseorang mendorong istri Khairi yang sedang hamil tua jatuh dari lantai dua.
Tapi sayangnya tak ada yang tau karena semua orang sedang sibuk di luar rumah.
Sebab ada arahan dari ibu Khairi, dan itu membuat istri Khairi meregang nyawa.
Bahkan bayi di kandungan wanita itu juga tak bisa di selamatkan dan meninggal secara bersamaan.
Khairi pun menutup matanya teringat semua hari buruk itu, dia ingat bagaimana dia berpapasan dengan satrio yang masih SMA.
Pemuda itu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa, Khairi baru pulang pelatihan di luar kota
__ADS_1
Dia melihat istrinya yang sudah bersimbah darah terkapar di lantai tak bernyawa.
Hari itu menjadi hari terburuk dalam hidupnya, bagaimana tidak dia harus kehilangan ibu dari anaknya.
Bahkan putrinya Silvia masih berusia tiga tahun, dan beruntung dia bisa bertahan bersama dengan putrinya itu.
"Aku melihatnya menggelinding dari lantai atas, karena wanita itu membuat kakak ku sedih dan stres," kata Satrio yang berbicara dengan menahan sakit
"Aku akan membunuh mu," kata Khairi yang ingin menginjak pemuda itu.
Tapi seseorang memeluknya dari belakang, "ku mohon berhenti, jangan jadi pembunuh, tolong ingat Via dan aku mas," kata Silvi yang menghentikannya.
Bu Wati yang mendengar semua itu lemas, dan Via mengenggam tangan ayahnya.
Khairi pun mengendong putrinya itu, dan kemudian merangkul pundak Silvi.
"Sekarang ingat ini, jika berani kamu mengusik keluarga ku, aku akan membuat mu dan seluruh keluarga mu menanggung karmanya, meski aku harus masuk penjara aku tak peduli," kata Khairi.
Satrio pun akan berhenti terlebih dahulu, karena dia tak mau mati konyol di tangan sepupunya itu.
Terlebih dia sudah mengatakan hal terbesar yang selama ini dia sembunyikan.
"Ibu pernah bertanya, ke apa aku pernah hampir gila karena sesuatu dan berniat membunuh diriku sendiri, jawabannya bukan saat aku kehilangan istriku yang kalian jodohkan padaku, tapi saat aku menerima undangan pernikahan dari Silvi dengan pria pilihan orang tuanya, meski luka itu tak bisa sembuh sepenuhnya saat aku menerima perjodohan yang kalian atur, tapi perlahan aku memiliki obat milikku sendiri, putriku Silviara," kata Khairi yang mengejutkan semua orang yang ada di sana
Bagaimana bisa, Khairi mengakui semuanya begitu mudah, bahkan di depan para orang tua dan para pegawai Silvi.
"Aku minta pernikahan di percepat jika bisa, sebelum aku kehilangan orang yang bisa mencintai putriku sebesar ini, mungkin aku dulu berniat kenaikan sedikit, hingga tuhan mengirimkan pria sebaik ini pada putriku yang sudah terlalu banyak terluka karena dirimu, aku titip Silvi ya le," kata pak Sutrisno yang tak mau menunda segala-galanya.
〰️〰️〰️〰️
__ADS_1
Akhirnya lamaran di laksanakan, Silvi setiap hari mengantar jemput putri sambungnya itu.
Dan yang membuat heran adalah pekerjaan dari Khairi yang sekarang malah semakin banyak dan tak ada habisnya.
Bahkan kadang dia pulang malam dan hanya sempat melakukan telpon dengan Silvi sebentar.
Tapi saat persiapan pernikahan selesai dan tinggal beberapa Minggu, seseorang yang tak terduga datang ke hadapan Silvi dan keluarganya.
Dan mereka itu adalah mantan mertua dari Silvi, yang kini datang membawa lamaran lagi.
"Mau apa kalian datang kesini? kamu tak ingin lagi berurusan lagi dengan kalian semua, pergi," usir pak Sutrisno.
"Jangan marah begitu dong besan, aku datang kesini ingin melamar Silvi untuk putra kedua ku, apa kamu begitu bencinya padaku," kata pak Nandar.
"Ya Tuhan, keluarga kalian ini benar-benar gak tau malu ya, karena telah menghina dan menyiksa Silvi, kini kalian datang lagi berharap aku setuju, yang benar saja," marah pak Sutrisno.
"Sudahlah sekarang aku jamin tak akan ada yang mau menikah dengan putrimu, jadi terima saja lamaran ini, itu akan membuat nama baik mu kembali di mata masyarakat, karena putrimu tak akan jadi janda gatel lagi," kata pak Nandar
"Tutup mulutmu tua Bangka!!" teriak pak Sutrisno.
"Apa kalian tak dengar berita, putri kami Silvi akan segera menikah, dan kalian dengan tak tau malu datang ingin menghancurkan semua , jangan mimpi, dulu karena janji suamiku aku membiarkan putriku masuk ke neraka, sekarang pergi dari sini karena kalian tak di terima, dan kalian tak akan di undang dalam pernikahan ini, dasar keluarga setan!!" teriak Bu Tri tak tahan lagi.
Sama halnya dengan di keluarga Silvi yang kedatangan tamu setan yang tak tau malu.
Keluarga Khairi juga kedatangan bu agung dan pak agung yang datang tak terima karena apa yang telah terjadi.
Meski semua biaya perawatan dari putra mereka di tanggung oleh keluarga pak Indra.
Tapi mereka tetap tak rela jika wanita buruk yang membuat putra mereka terluka seperti ini masuk kedalam keluarga mereka.
__ADS_1
"Mbak aku mohon pikirkan kembali, kenapa kalian ingin menikahkan anak kalian dengan pria busuk seperti itu," kata Bu agung.
"Diamlah, dan jangan mengatakan hal aneh, jika tidak kamu bisa mengatakan semua pada suamiku, karena ini keputusannya dan Khairi, dan lagi jika kamu masih berani mengusik calon menantuku, aku akan pastikan kalian semua akan dalam masalah besar," kata Bu Wati.