Silvi (Jadilah Ibuku)

Silvi (Jadilah Ibuku)
wanita kejam


__ADS_3

Uci dan Silvi menikmati semua hidangan yang di suguhkan, tapi sayangnya beberapa hidangan terlalu manis untuk Silvi.


"Oh ya nanti kita harus belanja ke supermarket besar grosir, kamu kan tau jika semua persaosan di rumah habis," kata Silvi.


"Iya mbak, tapi kenapa sih mbak gak belajar nyupir sendiri tuh mobil kan lumayan kita bisa pergi tanpa harus mengajak pria menyebalkan itu, karena bisa-bisanya dia lupa tak mengisi bensinnya, kan kita jadi terdampar di sini," kata Uci.


"Ya maklum lah, kamu Jan tau mbak begitu sibuk, bisa pun mbak cuma malam saja,dan jika nekat belajar berarti waktu istirahat mbak berkurang dong," kata Silvi.


"Ya habisnya aku kesal deh, setiap mau belanja pasti saja dia menjengkelkan,"kesal Uci.


"Sabar, mending makan tuh kue, kasihan di anggurin begitu,"


Dengan terpaksa dia pun harus menikmati kue yang sudah di pesan olehnya itu.


Cafe cukup ramai dan membuat Satrio tak bisa mengobrol dengan wanita yang dia incar itu.


Akhirnya tanpa di duga Arip datang dan duduk di antara dua wanita itu, "sudah beli bensinnya, kamu isi full kan?" kata Silvi yang meminta bukti dari anak buahnya itu.


"Makan gih, aku kenyang," kata Uci yang mendorong beberapa camilan yang bahkan belum di sentuhnya.


Sedang Silvi tersenyum saja dan memilih membayar semua makanannya, dan dia menambah membeli es kopi.


"Jadi berapa semua totalnya?"


"Semua jadi seratus dua puluh ribu," jawab kasir itu.


Dia memberikan uang seratus lima puluh ribu dan kembalian tiga puluh ribu dia berikan untuk tip.


"Sayang ku mau kemana?" tanya Satrio yang melihat kekasihnya itu di meja kasir


"Tentu saja mau belanja, memang mau apa lagi, dan kamu bocah kerja yang hebat, jangan bercanda terus," kata Silvi.


"Memang aku pernah main-main," kata Satrio yang menahan tangan Silvi.


Tapi wanita itu melepaskan pegangan tangan pria itu, karena dia belum nyaman dengan Satrio.


"Kamu ini kenapa, bukankah kita itu pasangan kekasih?" tanya Satrio.


"Apa kamu gila, aku mau mencoba dekat itu bukan berarti kamu kekasih ku, tapi aku hanya ingin kita berteman dulu, tentu kamu tau kondisi ku," kata Silvi yang merasa pusing.


"Apa... tega-teganya kamu mengatakan itu, padahal aku sudah mengatakan pada orang tua ku jika aku punya kekasih dan ingin menikah dengan mu," kata pemuda bodoh itu.


"Aku belum mau menikah dulu sayangnya," terang yang membuat pemuda itu syok.

__ADS_1


"Kamu keterlaluan, bagaimana bisa kamu membuat ku berharap, aku bahkan tak mempermasalahkan status janda mu," kata Satrio yang mencengkram erat lengan Silvi hingga membuat wanita itu kesakitan.


"Lepaskan... kamu menyakitiku..." kata Silvi yang kembali teringat masa kelamnya


Uci dan Arip mencoba melepaskan pria itu, "lepas kamu menyakiti mbak Silvi, brengsek!!" bentak Uci.


Satrio pun melepaskan genggaman tangannya, dia kaget melihat reaksi Silvi yang ketakutan.


"Kita pergi, aku tak ingin di sini," kata Silvi yang sudah tak bisa tahan lagi.


Semua pegawai pun kaget dengan reaksi dari Satrio, Arip yang melihat pemuda seusianya itu juga geram.


"Kamu tau jika mbak Silvi punya trauma, kamu membuatnya ketakutan dan teringat masa lalunya, kamu bilang bisa menerimanya, buktinya tidak bisa, kamu bahkan terus menyebut statusnya, jika kamu mencintai dia dengan serius, kamu tak akan membuatnya menjadi seperti itu,"


Semua orang diam, melihat kepergian dari Arip, dan mereka tak bisa pulang karena semua bahan di rumah sudah habis.


"Mbak yakin mau tetap belanja?" tanya Arip.


"Tunggu dulu, biarkan mbak tenang, tolong jalankan mobilnya, kita berkeliling sebentar ya," kata Uci yang masih memeluk tubuh Silvi.


Perlahan wanita itu mulai tenang, jadi mereka mampir ke sebuah supermarket besar.


Mereka membawa keranjang yang berukuran kecil karena dia mengambil semua contoh saus yang ada di rak pajangan.


Dia tak sengaja menyenggol seorang wanita, "hei kamu buta hingga tak melihat ku, dasar wanita bodoh!"


Semua orang yang di sana pun menoleh karena suaranya cukup membuat satu lorong itu mendengar ucapannya.


"Maafkan saya Bu, saya tadi mencoba mengambil kecap yang ada di rak atas," kata Silvi dengan rendah hati memohon maaf.


"Dasar wanita tak tau aturan, menjijikkan sekali cih...."


Uci dan Arip yang mendengar pun tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Dia ingin di tampar ya, bagaimana bisa dia mengatakan hal sejahat itu," kesal wanita itu.


"Sudahlah sekarang kita lanjut belanja saja ya, karena masih banyak yang harus di beli, oh ya Arip tolong ambilkan sabun colek yang ada di tong itu," perintah Silvi.


"Siap mbak," jawab pemuda itu


Dia mengambil tiga tong yang berukuran cukup besar. dan kini mereka sedang mengantri untuk membayar.


Silvi meminta semua bumbu yang dia ambil satu karton untuk semua jenisnya.

__ADS_1


Setelah itu mereka menunggu karena karyawan dari supermarket itu sedang mengambilnya.


Dan Silvi menyelesaikan pembayaran dengan kartu miliknya, karena dia tak mungkin membawa uang cash sebanyak itu


Setelah belanjaan mereka di beli, bahkan sampai ada tiga karyawan yang membantu, dan Arip sudah mengambil mobil box itu.


Semua langsung di masukkan kedalam mobil, sedang wanita tadi sepertinya sengaja menyenggol Silvi hingga hampir jatuh.


"Eh Bu, kalau tak usah bilang ya, jangan melakukan hal memalukan begitu," kesal Uci.


"Siapa kamu, memang peduli amat saya dengan kalian, cih dasar orang norak," katanya dengan sombong.


"Aku doakan semoga mobil mu menabrak trotoar dan meledak, biar di dunia ini mulut jahat seperti mu itu berkurang kamu mengerti," kata Uci


"Hei jaga mulut mu," marah wanita itu.


"Maafkan pegawai saya Bu, dia memang sering mengatakan hal aneh-aneh seperti ini," kata Silvi.


Akhirnya wanita itu pergi dengan mobil grand Livina berwarna hitam, "boleh aku menabraknya?"


"Berhenti mengatakan hal gila kalian berdua, sudah kira pulang karena kita harus mulai bersiap untuk pesanan besok pagi,"kata Silvi.


"Bukankah ini pesanan untuk ulang tahun Silvia, bocah cantik yang memanggil mbak ibu itu?" tanya Uci yang penasaran.


Karena jika bersama bocah itu, maka Silvi akan sangat bahagia dan terus tersenyum senang.


"Iya itulah kenapa jika aku biasanya menerima setidaknya dua ribu nasi kotak, tapi besok hanya seribu, karena aku har datang ke ulang tahun gadis kecilku itu yang di adakan di sekolahnya," kata Silvi.


"Baiklah terserah mbak, tapi sejujurnya ada seorang pelanggan yang memaksa untuk acara mitoni putrinya juga, dia pesan tumpeng mini tidak banyak hanya sekitar tiga ratus saja, dan dia sudah di tolak beberapa catering karena mendadak," kata Uci.


"Baiklah, dia pesan yang harga berapa?" tanya Silvi.


"Sama dengan pesanan dari hadis kecil mbak, yang harga dua puluh dua ribu," jawab Uci.


"Baiklah sekalian saja kalau begitu, oh ya apa box dari dua atau tas dari kita?" tanya Silvi


"Katanya dari kita saja,"


"Baiklah minta DP, dan besok atur untuk pengambilannya karena aku tak bisa menunggu," kata wanita itu.


"Siap Bu bos," jawab keduanya.


Mereka sampai dan semua belanjaan di turunkan dari mobil, dan dia sendiri yang besok akan membuat sedikit kejutan untuk gadis kecilnya.

__ADS_1


Bagaimana tidak, dia sudah menunggu hari itu, karena ulang tahun dari Silvia ini sangat spesial.


__ADS_2