
Silvi mampir ke apotik untuk me.nrli sesuatu, dan setelah itu bersiap menjemput putrinya.
ternyata Via juga sudah pulang, saat lewat di daerah rumah Mulyadi mantan suaminya.
dia melihat rumah itu ada acara pernikahan, dia menebak-nebak jika itu pasti putri.
pasalnya wanita itu termasuk terlalu lama melakukan pertunangan dari Silvi masih jadi istri Mulyadi, hingga sudah menjadi istri orang lain.
dia pun memilih lewat begitu saja, "kamu mengantuk sayang?"
"iya mama," jawab gadis kecil itu yang terus mengusap dari tadi.
"ya sudah nanti saat pulang ke rumah, kamu istirahat dan tidur siang," kata Silvi pada putrinya itu.
"iya mama, aku ingin tidur karena dari tadi kami banyak melakukan kegiatan fisik," kata gadis kecil itu.
akhirnya mereka sampai di rumah, dan Mak Jum membantu Silvi mengambil semua bawaan dari orang tuanya.
sedang via sudah duluan masuk ke dalam rumah karena tak tahan mengantuk.
Silvi menata semua di kulkas, dan mak Jum yang di mintai tolong untuk mengambil buah nangka dari ndami dan kulitnya.
sedang dia akan mencoba melakukan tes kehamilan, karena dia sendiri penasaran.
__ADS_1
Silvi menunggu alat tes kehamilan itu bekerja, cukup lama hingga akhirnya.
terpampang dua garis merah di alat itu, Silvi gemetar tak percaya, dia segera memfoto benda kecil itu dan mengirimkan kepada suaminya.
Khairi sedang mengerjakan beberapa berkas perceraian yang bermasalah, saat pesan dari istrinya masuk.
dia pun membuka pesan dari Silvi, "tumben istri ku tercinta ini mengirimkan pesan foto," gumam pria itu.
saat membuka pesan, Khairi kaget itu adalah foto tes kehamilan yang tidak di sangka-sangka.
dia pun langsung menelpon Silvi, "sayang dua itu benar, foto yang kamu kirim?"
"iya mas, aku juga tak tau,aku penasaran karena beberapa hari terakhir ini aku merasa aneh dan semua kebiasaan kita berubah, eh pas aku iseng-iseng melakukan tes ini,ternyata hasilnya positif mas," kata Silvi yang senang bukan main.
tiba-tiba Silvi ingat putrinya,dia berjanji akan bersikap sama, dan lebih memperhatikan Via karena bagaimanapun dia masih butuh kasih seorang ibu.
sedang di tempat Mulyadi, pria itu tak tahan jika harus terus menerus di rumah, setelah acara temu manten selesai.
dia pamit pergi dan berjanji sore nanti akan kembali ke rumah karena dia beralasan ada pekerjaan penting.
Mulyadi menuju ke rumah tersembunyi miliknya,saat melewati kampung para warga tau siapa dia.
meski pria itu terlihat cuek, tapi nyatanya sangat baik tapi mereka taunya Mulyadi ke atas gunung itu untuk semedi.
__ADS_1
dan mereka tak berani menganggu karena itu haknya sebagai pribadi, asal bukan di jadikan tempat aneh-aneh.
sesampainya di rumah miliknya yang tak di ketahui siapapun karena seluruh wilayah itu berhasil dia beli hingga tertulis di larang masuk tanpa izin.
lagi pula di sana juga tak mungkin ada orang yang berani mendekat karena terlalu jauh dari perkampungan.
Mulyadi masuk kedalam pekarangan rumah kayu yang terlihat begitu tenang itu.
dia menuntun sepeda motornya karena malas menghidupkan lagi, terdengar suara air dari belakang rumah.
dia memastikan semua tertutup rapat dan aman, dia segera berputar ke area kamar mandi dan menemukan wanita miliknya itu sedang menikmati mandi air dingin.
dia pun melepaskan semua pakaiannya dan menaruhnya di dapur.
dia bergegas menuju ke kamar mandi dan langsung memeluk Menik dari belakang dan langsung mencumbunya.
"siapa!!!" berontak Menik.
"tenang mrnik, ini aku... aku tak tahan ingin menikmati mu, karena aku tak bisa tidur semalaman," bisik Mulyadi yang langsung membalik wanita itu dan langsung menikmati olahraga panas mereka di sana.
bahkan mereka berciuman sangat panas, mereka tak peduli toh tak ada orang yang akan tau.
terlebih meski Mulyadi tak merampok sepuluh tahun lagi pun,mereka tetap bisa hidup enak karena harta yang dia rampok terakhirnya kali terlalu banyak.
__ADS_1