Silvi (Jadilah Ibuku)

Silvi (Jadilah Ibuku)
wanita buta menghilang


__ADS_3

Mulyadi memikirkan sesuatu, jika wanita ini di bawa pergi, dia akan kuwalahan.


Tapi jika dia membawanya kabur dan membawanya ke rumah miliknya bisa gawat jika ibunya yang banyak tanya itu menemukannya.


Dia pun ingat suatu tempat yang mungkin tak akan ada yang bisa menemukannya.


"Bangunlah Menik, aku akan membawa mu pergi," panggil Mulyadi


"Tapi kemana, dan aku tak mau pergi dari rumah ini," kata wanita itu.


"Kamu mau di sini terus dan di gilir para pria di desa ini,lagi pula aku tau jika suamimu juga sudah tua, bahkan sudah sangat jauh dengan mu, jadi lebih baik ikut aku atau aku akan membunuh mu," ancam pria itu dengan menjambak rambut wanita itu.


Akhirnya dia pun terpaksa mengangguk, dan tak lupa dia memeriksa setiap sudut rumah ini, ternyata dia menemukan sebuah tas berisi uang cukup banyak dan juga perhiasan emas yang di sembunyikan di atas lemari, "sialan, sepertinya pria tua itu juga seorang perampok," gumamnya yang membawa tas itu juga.


Lumayan jika uangnya itu di tukarkan di Bank, Menik sudah berganti baju dan kini bersiap untuk ikut dengan Mulyadi.


Pria itu memastikan Menik tak berteriak, dia menyumpal mulut wanita itu dan menutupinya dengan kerudung.


Dan sekarang dia mengajak wanita itu lari menuju ke sepeda motornya yang dia parkir cukup jauh.


Menik mengikuti kemana pun pria itu pergi membawanya, setelah itu dia naik motor dan tangannya di ikat memeluk pria itu.


Dan perjalanan cukup jauh dan dingin, dia tak bisa melakukan apapun, dia hanya meratapi nasibnya yang buruk.


Keesokan harinya, Khairi seperti biasa sedang bermesraan dengan istrinya, saat tiba-tiba ada beberapa orang yang datang dengan mengetuk pintu cukup keras.


"Assalamualaikum pak Khairi!!" teriak para pria itu.


"Sayang ganti baju mu, iya waalaikum salam," saut Khairi yang berjalan ke depan pintu.


Dia kaget melihat pak RT dan pak RW yang datang dengan beberapa pria.


"Ada apa pak?" tanya Khairi yang bingung


"Pak Menik kabur, dan kami tak bisa menemukannya di mana pun," kata pak RT.


"Bagaimana bisa, dia kan buta, kenapa bisa kabur," kata Khairi kaget.


"Saya juga tak tau, apa mungkin dia di culik orang yang ingin memanfaatkan dirinya," kata pak RW.


"Tunggu dulu, mungkin ada saudara jauhnya yang datang mengambilnya, apa bajunya masih ada?"

__ADS_1


"Sudah lenyap pak, dan rumahnya benar-benar kosong," jawab pak RT


"Ya sudah berarti wanita itu mungkin di bawa pulang oleh saudaranya, tapi salah dengan tak izin, tapi ya kita harus bagaimana lagi, ya sudah tak masalah," kata Khairi yang menenangkan warga.


Akhirnya mereka pun tak memikirkan lagi, "oh ya pak kami mau melihat ada kejadian buruk di perumahan tetangga, ada perampok, dan korbannya seorang balita dengan leher patah," kata Rudi ketua Tarang taruna.


"Baiklah, kita lihat bagaimana, jadi kita bisa lihat untuk introspeksi diri harus bagaimana," kata Khairi.


"Baiklah mas kalau begitu aku ke rumah ibu dulu untuk menjemput Via ya, tak baik putri kita itu terlalu lama di rumah orang tua mu," Jats silvi yang keluar dengan gamis lebar dan jilbab syar'i buang menutup dirinya sepenuhnya


"Baiklah sayang, hati-hati bawa mobil saja, biar motornya aku yang bawa," kata Khairi.


"Inggeh mas, permisi..."


Kata Silvi yang keluar duluan, Khairi pun masuk mengambil dompet dan ponselnya kemudian tak lupa dia mengunci pintu.


Setelah dia bergegas pergi menuju ke tempat kejadian perampokan yang di maksud oleh semua orang itu.


Sesampainya di tempat itu ternyata polisi sudah datang dan memberi batas garis polisi.


Dan yang aneh tak ada jendela yang rusak maupun kunci pintu yang rusak, serta apapun itu.


Polisi pun makin bingung karena tak ada sidik jari yang tertinggal, polisi pun benar-benar tak menemukan petunjuk.


Melihat hal itu, Khairi pun langsung menghubungi temannya yang bisa memasang CCTV sekarang juga.


Karena dia tak ingin ada apa-apa dengan keluarganya nanti, jadi dia memilih hal itu.


Sedang di rumah mertuanya, tentu saja Silvi tak datang dengan tangan kosong, karena dia tadi sempat berhenti membeli buah


Tapi sangat tak beruntung dia malah bertemu Dewi, orang yang menghianati dirinya.


"Apa kabar Silvi," sapa wanita itu.


"Kabar ku baik, mas mau anggur satu kilo, apel Fuji satu kilo dan buah pepayanya tolong Carikan yang manis ya, dan melon juga," kata Silvi.


"Siap mbak," kata pedagang itu


"Kamu sekarang pasti senang, karena aku bisa menempati tempat mu yang akhirnya aku rasakan sangat buruk," kata Dewi.


"Kamu tang merebutnya, tapi terima kasih setidaknya aku bisa lepas dan sekarang aku memiliki suami yang menjadikan aku ratunya," kata Silvi tersenyum.

__ADS_1


"Kamu beruntung karena karena ternyata pak Khairi mau menikahimu," kata Dewi.


"Bukankah dulu kamu juga punya kekasih yang mapan, kenapa malah memilih mantan suamiku yang busuk seperti itu, padahal kamu tau kondisiku, tapi lupakan lembaran hitam hidupku sudah ku tutup," kata Silvi yang membuat Dewi terdiam.


"Bolehkah aku minta pekerjaan, setidaknya suamimu pasti bisa membantu bukan," kata Dewi.


"Dan membiarkan mu merebutnya lagi, maaf aku bukan Silvi yang bisa kamu bodohi, sekarang jangan menyapa ku, anggap saja kita tak saling kenal, atau aku akan membuat mu menyesal selamanya," kata Silvi yang membayar buahnya dan langsung pergi.


"Mama!!"


Suara teriakan itu terdengar dari belakang, dan ternyata Via baru pulang sekolah di jemput oleh Nisa.


"Assalamualaikum putri mama, maaf ya baru datang jemput," kata Silvi yang memeluk gadisnya itu.


"Mbak baru datang,"


"Iya mbak, oh ya terima kasih sudah menjaga putri kesayangan ku ini, tapi ngomong-ngomong kok rumah sangat sepi," tanya Silvi


"Itu bapak dan ibu sedang kondangan, ayo masuk," kata Nisa mempersilahkan kakak iparnya itu masuk.


Ya mau bagaimana lagi, meski Silvi lebih muda darinya tapi gadis itu mendapatkan kakak iparnya yang nomor satu, Jadilah wanita itu paling tua dari semua adik Khairi di rumah.


"Oh kebetulan tadi mama beli buah, mau di buat apa via?" tanya Silvi.


"Mau es buah, karena dari kemarin aku cuma di janjikan saja," kata via sedikit ngambek


"Karena dia minta di penjual yang tak jelas mbak,"kata Nisa yang takut di kira pelit oleh kakak iparnya.


"Iya dek itu benar, jadi sekarang Via akan menikmati es buah buatan mama Silvi, dan bisa sepuasnya,"


"Yey... aku sayang mama!!" teriak gadis itu kesenangan.


Akhirnya mereka membuat cukup banyak, tapi memang untuk Via tanpa di berikan sirup.


Karena gadis kecil itu sedang dalam keadaan untuk diet karena tubuh gadis itu sangat besar.


Meski diet yang di maksud hanya mengurangi gula dan memastikan gadis itu makan sayur.


Karena Silvi tak mau kesehatan putrinya yang nantinya bakal terganggu oleh penyakit atau apapun itu.


Sedang di rumah milik Khairi, ada empat pria yang datang untuk memasang CCTV di rumah itu.

__ADS_1


Terlihat pria itu tidak mau menganggu istrinya jadi dia meminta Rudi tadi membeli camilan.


Bahkan pria itu membuat kopi sendiri, dan beruntung tak membuat para pria yang bekerja itu keracunan.


__ADS_2