Silvi (Jadilah Ibuku)

Silvi (Jadilah Ibuku)
kabar gembira


__ADS_3

setelah acara resepsi pernikahan selesai, mereka memilih bersiap pulang karena Khairi tak mau lagi di rumah sepupunya itu.


"ayah kita ayo pulang, aku tidak mau disini," mohon Via.


"baiklah, lagi pula ayah juga tidak mau disini juga," kata Khairi yang sudah mengangkut semua barang mereka ke mobil.


"ayah sayang, itu pamitan dulu sama yang punya hajat," kata Silvi mengingatkan suaminya.


"iya iya, ayo sayang," ajak Khairi.


mereka pun menuju ke tuan rumah dan langsung pamit, Bu Wati sudah membawa satu kresek merah,kue dan lainnya, dan meminta Khairi membawanya.


itu adalah jajan dari Khairi yang tadi memberi amplop, karena jika tidak seperti itu, kemungkinan Khairi dan istrinya tak akan mau membawanya.


"Bu... ih bikin malu, kenapa di gawain sebanyak itu,"


"sudah bawa saja, gak usah banyak omong," kesal Bu Wati yang tak bisa di bantah oleh Khairi.


mereka pun naik ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.


selama perjalanan tampak Via yang terus berceloteh tentang banyak hal, setelah tiga jam perjalanan mereka pun sampai di rumah.

__ADS_1


"ada apa ini?" gumam Khairi yang melihat banyak orang yang berkumpul di depan gapura perumahan.


"permisi pak satpam, ada apa ini?" tanya Khairi


"oh pak khairi, ini pak ada yang gantung diri di pohon dekat rumah pak Slamet, katanya gadis itu di hamili anak pak Slamet, tapi tak mau bertanggung jawab, eh malah nekat begini," terang satpam komplek itu.


"lah kok bisa kecolongan pak, bukankah setiap malam kalian jaga di sini," tanya khairi yang merasa aneh.


"semalam hujan lebat pak, dan kami jujur saja terlalu fokus nonton bola, he-he-he," kata satpam komplek itu.


"haduh kalian ini ada-ada saja, ya sudah kalau begitu kami pulang dulu, oh ya nanti salah satu ke rumah ya, istri saya nanti masakan nasi goreng dan telur ceplok," kata Khairi.


"boleh, nanti ke rumah ya," kata Silvi.


mobil mereka pun melenggang pergi, bahkan mereka tak mau kepo dengan urusan orang lain.


Khairi mengendong Via yang sudah tertidur lelap di jok belakang, sedang Silvi langsung menyiapkan semuanya.


dia dengan cekatan memasak bumbu nasi goreng, dan ternyata nasi yang akan di goreng pun sangat banyak hingga membuat Khairi heran.


kenapa ibunya memberikan nasi sebanyak itu, silvi sibuk memasak sedang Khairi yang menata setiap kotak yang akan di jadikan wadah.

__ADS_1


sedang ayam goreng tepung di hangatkan dengan microwave, dan akhirnya semua masakan selesai.


"lah kok gak ada acarnya mas?" tanya Silvi yang membuat Khairi kaget


"loh dek, terus gimana," kata Khairi panik.


"tenang ayah, aku hanya bercanda, sudah ini bisa di bagikan pada pak satpam, semoga kenyang ya," kata Silvi.


"kalau gak kenyang kebacut ya, orang ini kotak untuk satu liter, ada ayam dan kerupuk juga," kata Khairi yang membuat Silvi tersenyum.


akhirnya pak satpam datang berboncengan dengan temannya. dan menerima kotak nadi itu.


dan mereka sangat senang pasalnya jarang-jarang ada orang yang berbaik hati memberikan makanan.


"pak Khairi sering-seringlah seperti ini ya, karena kami siap menerima loh,"


"Hem... maunya, ya nanti kalau ada sedikit rezeki pasti kami akan berbagi kok, jadi jangan minta begitu lah, nanti saya hubungi kalian saat ada makanan ya," kata Khairi yang di iyakan oleh satpam.


dan mereka pergi membawa kotak-kotak itu, dan tentu Khairi juga memberikan uang tokok juga.


dan setelah itu Khairi masuk dan istirahat karena dia sudah lelah menyetir seharian.

__ADS_1


__ADS_2