Silvi (Jadilah Ibuku)

Silvi (Jadilah Ibuku)
putra tercinta


__ADS_3

tak terasa hari berganti bulan, kandungan Silvi juga sudah berusia sembilan bulan saat ini.


dia dan Khairi tinggal menunggu hari lahiran, saat sebuah berita besar datang di bawa oleh ibu dan ayah Khairi.


"loh tumben ayah dan ibu kesini,dan lagi habis dari mana?" tanya Khairi yang melihat keduanya mengunakan pakaian yang bagus.


"iya kamu belum tau ya, Nanda hamil dengan pacarnya dan sekarang akan di nikahkan oleh pak lek mu, sudah anak jaman sekarang,pacaran model gimana hingga bablas tak ketulungan,heran ibu," kesal Bu Wati.


"sudah Bu, nadi sudah jadi bubur, yang penting pemudanya mau bertanggung jawab," jawab pak Indra menenangkan istrinya.


Khairi dan Silvi saling pandang, baru juga kemarin lalu dia mengingatkan keluarga Nanda eh benar kejadian.


"Khairi sih tak kaget, tapi ayah harus bilang sana pak lek, minta dia memberikan usaha pada Nanda, jika tidak dia bisa di siksa besannya itu," kata Khairi.


"lah iya, ibu baru ingat keluarga tadi itu bukannya mantan mertua Silvi," kata Bu Wati


"iya Bu, dan lagi mereka tak segan mengunakan anaknya untuk bisa hidup enak," kata Silvi.


jadilah pak Indra panik dan langsung menghubungi adiknya, dan memintanya agar menjaga benar putrinya Nanda karena tak ingin sesuatu terjadi pada gadis itu.


setelah itu, mereka berbincang-bincang dan tiba-tiba Silvi merasa mulas pada perutnya.


saat dia bangun, tiba-tiba tubuhnya hampir jatuh karena menahan rasa sakitnya.


"sayang kamu kenapa?"

__ADS_1


"sepertinya aku akan melahirkan mas, tolong bantu aku..." Lirih Silvi.


"apa..."


Khairi langsung mengendong istrinya dan membawanya ke bidan desa, dan semua orang pun tak sabar menunggu.


Khairi menemani istrinya itu lahiran, dan akhirnya setelah satu jam setengah berjuang,bayi laki-laki itu pun lahir dengan lengkap dan sehat.


"selamat pak, bayinya laki-laki sehat," kata bidan itu


Khairi begitu senang begitu pun dengan keluarga mereka, karena di keluarga Khairi semuanya cucu perempuan.


dan baru kali ini mereka menerima cucu laki-laki, Silvi pun mendapatkan apa yang dia harapkan.


anak yang lahir dari rahimnya dan juga dari pria yang menjadi cinta pertamanya dulu.


karena dia juga ingin memiliki keluarga bahagia, bahkan dengan sengaja dia mengganti nomor ponselnya agar tak di ganggu oleh keluarganya.


penampilan Menik juga semakin menggoda saat di rumah dan jarang Mulyadi mengizinkan wanita itu keluar rumah jika tanpa dia.


bahkan keduanya juga di kenal sebagai pemilik banyak sawah di desa.


"mas... sudah tak sanggup aku.."


"kenapa kamu sekarang mudah sekali puas sayang, ada apa," kata Mulyadi yang juga akhirnya puas.

__ADS_1


"aku sedang hamil muda, dan aku memeriksanya ke bidan desa sini kemarin, apa mas kecewa," tanya Menik takut.


"tentu saja tidak," jawab Mulyadi yang memang ingin memiliki keluarga bahagia dengan wanita seperti Menik.


dia tak peduli dengan masa lalu, dan tentu mereka melakukan pernikahan akhirnya, meski Mulyadi harus menyuap beberapa pegawai kelurahan agar tak bocor tentang mereka yang baru menikah.


sedang Bu Narsi dan pak Narto yang selama ini mengandalkan Mulyadi pun kelimpungan.


karena putranya itu menghilang tanpa jejak, dan Putri yang menikah dengan juragan kaya juga sudah tak peduli.


dan Reza yang menikah dengan Nanda saudara sepupu jauh dari Khairi juga berakhir tak sesuai harapan.


karena orang tua dari gadis itu meminta keduanya tinggal di luar kota karena telah membuat malu dan Reza yang harus bekerja keras jika masih ingin bersama Nanda


-----


Silvi sedang mengendong putranya yang sudah berusia dua tahun, mereka sedang menghadiri wisudawan wisudawati tempat via menimba ilmu.


meski masih sekolah dasar tapi kelulusan tetap di rayakan dengan meriah, bahkan gadis itu mendapatkan gelar lulusan dengan nilai terbaik dan siswi terbaik tahun itu.


Via pun langsung lari dan memeluk Silvi, "terima kasih mama, karena mama Via bisa seperti ini, dan ayah juga pamitan cia, dan adik ku yang tampan,"


"tentu sayang, karena kamu putri kebanggaan mama," kata Silvi yang memeluk putrinya itu.


akhirnya semua berakhir bahagia, Silvi yang tak pernah membayangkan cinta.

__ADS_1


malah mendapatkan begitu banyak cinta dari putri dan suaminya, dan dia bersumpah akan menjaga semuanya.


__ADS_2