
Kini orang tua dari Silvi sudah mulai beraktifitas, dan yang membawa semua surat-surat penting itu Silvi.
Karena dia tak percaya pada ayahnya karena jika Siska kakaknya itu menangis pasti akan di berikan.
Itulah kenapa Bu Tri memilih membiarkan semua surat-surat penting itu di bawa putri keduanya itu.
Dia sudah mulai kembali membuka cateringnya yang kini sangat kebanjiran pesanan.
Bahkan mulai dari prasmanan, hingga nasi tumpeng andalan dari cateringnya.
Kini di tempatnya sudah punya setidaknya sepuluh karyawan yang terlihat sangat sibuk.
Dan toko Frozen food miliknya juga berkembang dengan baik, bahkan kini makin besar dengan di tambah lantai atas yang di jadikan tempat bisnis online juga.
Dia benar-benar mencoba semua kemungkinan besar untuk bisa mendapatkan uang demi membahagiakan diri dan orang tuanya.
Seperti siang ini, dia dan beberapa karyawan catering mengantar nasi ke pengadilan.
Karena ada yang sedang berulang tahun hingga dia mengantar pesanan, dan saat dia tau siapa yang ulang tahun Silvi sengaja membeli kue.
Ya hari ini adalah hari ulang tahun Khairi yang berusia tiga puluh satu tahun, ya pria itu memang masih termasuk muda di dalam jajaran pegawai di sana.
Semua pesanan nasi di antar sesuai dengan apa yang tertulis di nota pesanan, dan beruntung karena dia mengenal beberapa orang
Silvi menunggu di ruang tunggu depan, dan akhirnya mereka pun selesai tapi dia belum bisa bertemu dengan pria itu.
"Maaf permisi pak, boleh saya titip kue ini untuk pak Khairi, bilang jika ini dari seseorang, dan tolong jangan terus sedih," kata Silvi yang kemudian.pergi karena tugasnya masih banyak.
__ADS_1
Bagian informasi pun mengantarkan kue itu ke ruangan Khairi, "dari siapa?"
"Dari mbak yang ngantar pesanan catering pak, karena tadi bapak di telpon tidak bisa, katanya jangan kelamaan sedih, move on ya," kata pria itu tertawa yang langsung pergi.
Dia langsung membuka hadiah yang di kirimkan oleh Silvi, dan di dalamnya terdapat surat ucapan.
"Selamat hari kelahiran, aku tak tau pantas atau tidak memberikan hadiah seperti ini, tapi aku hanya ingin berterima kasih sudah membantu ku dan membuat ku bertemu dengan gadis cantik yang begitu ceria, semoga semua keinginan mas Khairi terkabul, seluruh dia terbaik untuk mu," isi surat itu.
Khairi melihat jam tangan yang baru keluar di catalog salah satu majalah dan sebuah parfum yang membuatnya mengingat waktu masa dulu.
Saat dia belum menikah, karena parfum itu membuat Silvi selalu bisa mengetahui dirinya ada di sekitar gadis itu.
Tapi setelah menikah dulu dia mengganti parfum yang dia sukai karena kurang nyaman bagi istrinya.
Sedang saat Silvi baru sampai di rumahnya, dia kaget melihat ada sosok pemuda yang sudah sebulan ini terus mengirimkan hadiah kepadanya.
"Menikahlah dengan ku mbak janda, karena aku janji akan membuatmu bahagia," kata Satrio yang langsung berlutut di depan wanita itu.
Silvi di buat kaget dengan tingkah laku pemuda itu, "kamu gila!!" teriak Silvi kaget begitu pun dua pegawainya.
"Tidak mbak, ayolah mbak aku sudah bilang jika aku tak peduli dengan Semuanya, karena aku ingin bersama mu," mohon pemuda itu.
"Kamu sebenarnya gila atau bagaimana, bagaimana bisa mengatakan hal seperti itu dengan mudah," kesal Silvi.
"Karena aku mencintai mu," kata Satrio yang masih berlutut.
"Bagaimana bisa kamu mengatakan cinta semudah itu, kita bahkan tak mengenal lebih dalam lagi," kata Silvi.
__ADS_1
"Karena aku yakin dengan hatiku, dan aku bisa melawan seluruh dunia untuk bisa bersamamu," kata pemuda itu yang ingin meyakinkan Silvi.
"Bagaimana dengan orang tua mu, jika mereka menantang mu, bukankah kamu juga tak bisa berkutik, satu kamu masih kuliah dan belum punya penghasilan sendiri, kita berbeda status, dan yang paling penting selain perbedaan umur yang cukup jauh, kita juga pasti memiliki pandangan yang berbeda tentang masa depan,"
"Tapi aku sudah bekerja di sambi kuliah, karena aku yakin kamu akan mengatakan itu," kata Satrio.
"Baiklah kalau begitu, kita saling mengenal saja terlebih dahulu, dan berhenti mengirimkan hadiah-hadiah itu, karena kamu membuat rumah ku penuh," kata Silvi.
"yey!!!"
"Iya mbak, terima kasih, aku akan buktikan jika orang tua ku tak menentang kita," kata pemuda itu.
Silvi tak tau ini benar atau salah, karena dia sendiri bingung, jadi dia akan coba mengenal pemuda itu dulu.
Akhirnya mereka pun mulai pendekatan, meski awalnya Silvi membalas pesan dari Satrio seperlunya.
Tapi lama kelamaan mereka jadi sering kirim kabar dan merasa kurang jika belum berkirim pesan.
Siang ini Silvi akan datang ke tempat pemuda itu bekerja, dia sengaja tak mengatakannya karena dia ingin membuat kejutan untuknya.
Tapi saat sampai di cafe itu, ternyata tempat itu sangat ramai, jadi Silvi dan Uci memilih menunggu hingga salah seorang pelayan datang membawa menu.
Ternyata itu adalah satrio yang tampak begitu fokus, "silahkan mau pesan apa?" tanya pemuda itu.
"Boleh minta rekomendasi, ah aku tak pernah ke cafe seperti ini?" kata Silvi yang membuat rasa lelah dari Satrio seketika hilang.
"Kekasihku datang ah senangnya... tapi sayangnya Ku sedang sibuk," kata Satrio.
__ADS_1
"Heh... aku hanya main, tak usah lebay ya, oh ya rekomendasi dong," kata Silvi.