
Menik sudah tertidur karena lelah bagaimana tidak, Keduanya tadi bertempur sangat kasar hingga seperti tak ada hari esok.
sedang ponsel Mulyadi terus berdering,pria itu sedang menikmati rokok miliknya.
"ada apa menganggu ku," marah pria itu pada adiknya yang terkecil.
"aku tak mau menganggu, tapi ibu terus mengomel karena kakuntak kembali, kamu kemana mas?"
"aku sedang ada pekerjaan, dan pesta juga sudah berjalan, jangan mencari ku, ingat aku tak mau di ganggu oleh kalian semua," kesal pria itu.
"kamu gila Yadi, bagaimana ibu harus menghadapi jika ada barang yang habis," kata Bu Narti.
"ya gunakan saja uang yang ibu dapat dari buwuhan, sudah jangan menganggu ku," kata Mulyadi yang langsung menutup telponnya.
Bu Narti ini sebenarnya penasaran, bagaimana dan apa pekerjaan putra pertamanya itu.
tapi dia tak bisa bertanya begitu saja pada Mulyadi karena pria itu selalu saja ngeles dan tak mau menjawab.
Menik merasa ada yang sedang bergerak di atasnya, ternyata Mulyadi masih saja belum puas.
__ADS_1
"aku... mas nanti kalau hamil... bagaimana?" tanya menik yang masih bergerak karena kegiatan Mulyadi.
"tenang saja, aku sudah memastikan mu tak akan bisa hamil," gumam Mulyadi.
setelah puas, Menik pun ke kamar mandi, sedang Mulyadi meracik jamu yang dia beli dari salah seorang warga kampung.
wanita itu di percaya sebagai peracik jamu khusus untuk membuat wanita sulit hamil.
dan tanpa Menik Sadari dia sudah minum jamu itu cukup lama dan efeknya adalah membuat tubuhnya semakin rapat.
tapi untuk rahimnya tak akan bisa memiliki anak lagi karena tidak subur.
akan mendapatkan hadiah kebahagiaan besar seperti ini, pasalnya itu adalah anugerah yang sangat di tunggu-tunggu.
seorang anak di pernikahan mereka, bahkan kini ketiganya terlihat begitu bahagia saat mendengar detak jantung bayi itu.
"kondisi bayi sangat sehat, dan tolong selalu jaga stres ya, karena itu tak baik, dan tolong makan makanan sehat," kata dokter Satrio.
"baiklah dokter, tapi bisakah aku meminta untuk di berikan vitamin agar calon anak ku pintar dan sehat,"
__ADS_1
"tentu saja, tapi nutrisi dari ibu tetap yang utama, dan jika bisa ikut olahraga khusus ibu hamil karena itu baik untuk perkembangan otak calon bayi," kata dokter.
"jadi kapan adik via akan hadir?" tanya gadis itu penasaran dan tak bisa menahan keinginannya bisa mengendong adiknya.
"tunggu lima bulan lagi, dan saat itu Adik Via sudah bisa lahir dari perut mama, dan via harus janji jaga adiknya ya," kata Khairi yang memberikan pengertian.
"tapi apa Via akan di lupakan?" tanya gadis itu lagi.
"tentu saja tidak, karena bagi mama via tetap putri terbaik mama," jawab Silvi yang membuat putrinya itu senang.
mereka bahkan merayakan hari ini dengan makan di restoran kesukaan mereka yang ada di kota.
setelah itu mereka juga tak lupa untuk berbelanja dan di sanalah via bisa merasa jika mama dan ayahnya tetap sangat mencintainya.
setelah itu mereka bertiga pulang dan memilih langsung istirahat, sedang Silvi menata semua belanjaan.
bahkan dia kulkas di rumah mereka sudah sangat penuh tapi mau bagaimana lagi, tamu dan keluarga sering datang dan berkumpul di rumah Khairi jadi pria itu tak mau istrinya repot.
di tambah sekarang istrinya sedang hamil dan butuh banyak istirahat dan tak boleh kelelahan.
__ADS_1