Silvi (Jadilah Ibuku)

Silvi (Jadilah Ibuku)
tak bisa jauh


__ADS_3

Silvi merasa jika tubuhnya cukup malas di ajak untuk beraktivitas, terlebih dia hanya ingin fokus memeluk suaminya saja.


"sayang, bangun yuk ayah ada pekerjaan pagi ini," bisik Khairi.


"emm... iya yah," jawab Silvi yang mau tidak mau harus bangun.


tapi saat melihat ponsel suaminya, Silvi melihat kalender yang ada lingkaran berwarna merah.


"ah... sepertinya aku telat mens lagi, apa aku kecapean?" gumamnya yang langsung mengikuti suaminya ke kamar mandi.


Silvi pun sudah tau apa yang akan terjadi, setelah itu dia bergegas ke dapur untuk memasak nugget kesukaan putrinya.


sedang Khairi membangunkan putrinya yang ternyata masih tidur.


terlihat Silvi begitu cekatan membuat masakan untuk bekal suami dan putrinya.


tentu saja itu adalah bekal sehat, bahkan dia juga memilihkan buah kesukaan yaitu jeruk.


setelah selesai memasak, dia melihat ke dalam kamar milik Via yang sedang di kuncir oleh ayahnya.

__ADS_1


"kakak via dan ayah,semuanya siap, ayo makan," panggil Silvi.


"iya mama," jawab via yang sudah selesai mengenakan jilbabnya.


Khairi pun tersenyum dan langsung bergabung sarapan juga, tak lupa Silvi menaruh kotak bekal di tas suami dan putrinya.


"mas nanti aku izin ke tempat orang tua ku ya,"


"iya dek, oh ya tapi jika di rumah mu ada nangka yang matang, boleh minta sedikit untuk di rumah," kata Khairi.


"baiklah, sesuai keinginan mu mas," terang Silvi tersenyum.


dia mengambil tas kecil miliknya dan beberapa daftar belanjaan rumah yang harus di beli


tapi dia juga penasaran jadi nanti akan mampir ke apotik untuk membeli tes kehamilan


dia pun berangkat mengunakan mobil yang di belikan oleh suaminya, yaitu sebuah sedan yang bisa di bilang cukup mewah.


sesampainya di swalayan, Silvi langsung mengambil semua bahan masakan dan persediaan yang habis, dan juga tak lupa stok untuk camilan suami dan putrinya.

__ADS_1


setelah itu, dia pun pergi ke rumah ibunya, karena Bu Tri mengatakan jika ada pisang kesukaan putrinya sudah matang.


saat sampai di rumah orang tuanya, ternyata di sana juga sudah ada sosok kakaknya yang beberapa bulan lalu kabur


"mau apa kamu datang," ketus Siska.


"kamu tang siapa, dasar anak tak tau diri, saat ayah sakit kamu mau merampok orang tua mu,saat kau sudah di buang suami mu,kamu kembali ke sini, cih... menjijikan sekali," kata Silvi yang langsung masuk begitu saja.


Siska tak percaya dengan keberanian dari adiknya itu, bagaimana bisa Silvi yang dulu penakut.


kini berubah menjadi bermulut pedas seperti ini, tapi dia tak boleh mengganggu adiknya itu.


karena dia takut di usir oleh ayahnya, sebab Vidi sudah memperingatkan jika keluarga ini bertahan pun karena Silvi.


sesampainya di belakang rumah, terlihat pak Sutrisno dan Bu Tri sedang panen nangka dan pisang yang masak di pohon.


"sepertinya menang ayah itu punya Indra keenam ya, kenapa saat dia ingin nangka, ayah bisa-bisanya panen begini?" tanya Silvi yang merangkul sang ibu dengan senyum mengembang.


"tidak, tapi suamimu yang semalam telpon ayah, katanya dia tiba-tiba ingin makan nangka, ayah juga bingung awalnya tapi ayah ingat di belakang ada satu buah nangka yang sudah matang di pohon, tapi kenapa suamimu kayak orang ngidam sih, itu kemarin telponnya jam sebelas malam loh," kata pak Sutrisno.

__ADS_1


"apa..." lirih Silvi tak percaya


__ADS_2