Silvi (Jadilah Ibuku)

Silvi (Jadilah Ibuku)
bisa melihat kamu


__ADS_3

Menik sedang mencuci wajahnya dan dia perlahan sudah mulai bisa melihat dengan sedikit jelas.


terdengar dari jauh suara motor datang, dia berjalan dan perlahan penglihatannya mulai berfungsi normal.


dia bisa melihat rumah yang dia tempati, ternyata tak seburuk di bayangannya, rumah itu terbuat dari bilik kayu yang cukup kuat.


dan di luar rumah di kelilingi oleh tumbuhan rambat, persis seperti rumah persembunyian.


dia sendiri merasa heran, kenapa bisa ada pria seperti Mulyadi yang memilih rumah seperti ini di dusun terpencil.


ternyata pria itu membawa semua kebutuhan mereka, mulai dari mie instan dua dus.


ada elpiji dua, dan banyak barang yang lain, Menik masih menunggu di luar rumah sambil melihat sekeliling.


dia juga tak ada niatan untuk meninggalkan pria yang membawanya ke tempat itu.


bukan karena dia tak mau, tapi dia tak mengenal siapapun di desa itu atau di tempatnya dulu tinggal.


"kamu masih di sini, apa mata mu sudah melihat?"


"iya mas, aku sudah bisa melihat mu," jawab Menik.


"baguslah, jadi saat aku pergi aku tak akan khawatir pada mu, karena mungkin tiga hari ini aku akan pergi ke rumah orang tua ku karena ada pernikahan di sana," kata Mulyadi yang harus datang tentunya.


"baiklah, tapi apa tak masalah aku di sini, aku takut jika akan ada orang yang datang untuk melakukan hal buruk padaku," kata Menik yang terlihat takut dan tak nyaman.

__ADS_1


"tenang saja, aku sudah membuat rumah ini tak bisa terlihat dari luar, lagi pula ini di atas bukit tak mungkin ada yang datang, jadi tenanglah, asal kamu tetap diam dan tak membuat kegaduhan, mengerti,"


"iya mas," jawab Menik.


sebelum pergi, Mulyadi memeluk Menik dan menciumnya, keduanya pun melakukan hubungan badan dengan sangat panas.


entahlah sekarang dia makin menyukai Menik karena wanita itu bisa menjaga dirinyalah.


tentu saja dia membelikan semua peralatan untuk jerawat diri, bahkan jamu untuk membuat bagian intim rapet juga ada.


karena dia ingin wanita itu selalu menyenangkan, karena dia punya nilai plus yaitu penurut.


di desa Mulyadi, keluarga pria itu sudah sangat sibuk mempersiapkan pernikahan secara mendadak.


di tambah putri juga sudah hamil anak calon suaminya, ya bagaimana tak hamil selama di sekap oleh pria tua itu.


dan Mulyadi sudah mengancam adiknya itu agar tidak melakukan hal bodoh.


karena dia tak segan membunuhnya dengan mudah, karena dia sudah cukup pusing dengan masalah Dewi.


ibu dari Mulyadi heran,karena beberapa hari ini wanita bernama Dewi itu sudah menghilang bak di telan bumi.


"tadi, kamu buang kemana istri ku yang buruk itu?" tanya Bu Narsi


"sudah ku buang ke tempat seharusnya, dan ternyata anaknya pun bukan milik ku, jadi aku perlakukan hal yang sama, jadi ibu tak perlu khawatir, sekarang fokuslah pada pernikahan putri, dan aku akan menjaga semuanya tetap aman," kata Mulyadi.

__ADS_1


pernikahan pun di lakukan di rumah, dan besok resepsi, sebenarnya Mulyadi tak suka meninggalkan wanitanya seperti ini.


di gubuk yang di tinggali Menik, wanita itu sudah menyalakan lampu teplok yang memang di sediakan oleh Mulyadi.


dia merasa jika cuaca cukup di gin hari ini, jika biasanya dia akan berbaring saja.


kini dia merasa senang karena bisa membaca buku yang di bawakan oleh pria miliknya.


Menik melihat dan membuka satu persatu lembaran buku itu, dan dia tersenyum saat membaca setiap halaman.


dia memang buta, tapi sebelum buta dia bisa melihat dan sempat belajar.


kemudian dia memilih untuk tidur saat sudah lelah dan mematikan semua lampu menyisakan yang ada di ruang tengah.


meski dia tau ini di gunung dia sendirian, tapi Menik tak ada takut-takut nya jadi dia tidur ya begitu saja.


besok paginya, dia terbangun dan langsung menuju ke sumur yang memang ada di belakang rumah.


dia pun bersih-bersih sambil merawat diri dan minum obat yang di berikan oleh Mulyadi.


dia mengikuti perintah pria itu ada yang di oles dan ada yang di minum, setelah itu dia ke dapur untuk masak.


dia benar-benar sudah bisa mandiri, dia membuat nasi dan mie rasa soto.


bahkan dapur itu memiliki kelengkapan yang sangat baik, sayur tinggal petik di belakang ada.

__ADS_1


sedang Mulyadi tak bisa tidur karena dia sebenarnya malas berkumpul seperti ini, dia lebih menyukai ketenangan di gunung.


__ADS_2