Silvi (Jadilah Ibuku)

Silvi (Jadilah Ibuku)
bersama


__ADS_3

Jadi sekarang rumah Khairi sudah di pasang CCTV di setiap sudutnya, jadi dia bisa sedikit merasa aman untuk saat ini.


Karena tak bisa membayangkan akan jadi seperti apa jika sampai perampok itu datang.


Setelah itu, para pekerja yang tadi memasang CCTV pun pamit pulang, tinggallah Rudi yang ada di rumah Khairi.


"Jadi bagaimana sekarang, tak mungkin bukan desa kita tak melakukan sesuatu untuk berjaga-jaga," tanya Khairi


"Seharusnya kita adakan tonda saja ya mas, tapi perumahan kita ini termasuk paling sulit, jadi bagaimana kalau kita usul untuk nambah hansip saja, tapi kalau begitu kita harus menambah iuran tak banyak, tapi memastikan bahwa semuanya aman itu penting bukan," kata Rudi.


"Baiklah aku sih setuju saja, tapi lebih baik di bicarakan dulu bersama yang lain, ya sudah minta pak RW melakukan rapat warga gih,"


"Siap mas, kalau begitu aku pamit pulang dulu ya," kata Rudi yang undur diri.


"Bentar, tolong antar aku ke rumah orang tua ku tak kasih ongkos deh, karena tadi istriku sudah bawa mobil," kata pria itu.


"Siap mas,"jawab Rudi.


Kedua pria itu pun pergi untuk mengunjungi rumah orang tua Khairi, sesampainya di rumah itu.


Ternyata mobil masih di rumah, dia pun langsung masuk ke dalam rumah, "assalamualaikum..."


"Waalaikum salam," jawab bisa dan Silvi bersamaan.


"Ayah..." kata Via yang langsung lari dan memeluk ayahnya itu


"Aduh putri ayah tiga hari di rumah Mbah kok tambah bulet ya," kata Khairi.


"Karena aku makan enak terus," jawab gadis kecil itu.


"Ya sudah siap-siap yuk, kita pulang karena mama mu sendirian di rumah, oh ya ibu dan ayah kemana kok sepi?" tanya Khairi pada Nisa.


"Anu mas, ayah dan ibu sedang kondangan, paling sebentar lagi pulang," jawab wanita itu.


Khairi pun duduk menikmati es buah yang di buat istrinya, sedang Silvi membantu putrinya itu berkemas.


Sedang Nisa memilih menghangatkan lauk yang tadi di masak oleh mertuanya.


Dan tak lupa dia membuat sambel kemiri untuk pelengkapnya, karena hari ini mertuanya itu masak rawon dan empal goreng.


Sedang untuk Via, gadis itu suka masakan itu terutama perkedel kentang.

__ADS_1


Tak lama mobil dari orang tua Khairi datang, "sih mbah kung bawa berkat nih," kata khairi cukup keras.


Itu memancing putrinya langsung lari dari kamar,"aku mau lihat!!"


"Tidak boleh ini milik ayah," kata Khairi yang menggoda putrinya itu


"Khairi tolong jangan seperti itu, kamu membuat ayah malu dengan tingkah ku yang lebih parah dari via," kata pak Indra memijat keningnya.


Tanpa diduga, Silvi merebutnya dan membuat pria itu kaget. "ini untuk putri mama, tapi izin Mbah dulu,"


"Mbah kung boleh Via makan ya, mau makan kuenya," mohon bocah cantik itu.


"Boleh sayang ku," kata pak Indra mengusap kepala cucu perempuannya itu


"Oke sekarang Via sudah sekutu, baiklah ayah ngambek sekarang," kata Khairi.


"Utu utu utu... kok masih ngambek sih, malu sama ibu itu," kata Silvi mengedipkan satu matanya yang membuat Khairi langsung meleleh dan memeluk pinggang istrinya itu.


"Aduh ibu mau menyimpan ini dan ganti baju, kok ibu yang malu melihat tingkah konyol Khairi," kata Bu Wati yang langsung masuk kedalam kamar.


"Kalian sudah mau jemput Via, padahal ayah tak keberatan jika dia di sini, lagi pula cucu kesayangan ayah ini juga tak merepotkan loh," kata pak Indra yang tersenyum melihat via yang sudah cemot karena makan donat.


"Baiklah, tapi kalian memang sangat kesepian bisa main ke sini kan ibu juga di rumah pasti senang kalau menantu dan cucunya main kesini," terang pak Indra.


"Inggeh ayah,"


Akhirnya siang itu Khairi dan Silvi pun harus makan masing-masing karena mereka makan di rumah orang tua.


Setelah itu, mereka memutuskan untuk pulang, dan tak lupa Bu Wati membungkus rawon dan daging empal untuk Khairi dan Via.


Karena kedua orang itu sangat menyukai masakan itu, sedang Silvi tak menolak meski dia tak terlalu suka dengan masakan itu.


Sesampainya di rumah, Silvi kaget karena melihat CCTV sudah terpasang di rumah itu.


"Ayah pasang CCTV?"


"Iya ma, karena marak maling jadi ayah pasang, untuk keselamatan keluarga kita, terlebih maling itu sangat kejam," jawab Khairi.


"Ya itu baik, sudah ayo masuk dan Via harus mandi ya setelah itu mengaji dengan ayah ya," kata Silvi.


"Terus mama mau kemana?"

__ADS_1


"Mama sedang ada tamu bulan merah jadi tidak bisa ngaji dulu ya sayang, tapi nanti belajar dengan nama ya," kata Silvi yang memberikan pengertian.


"Wah jadi Via belum bisa punya adek dong," kata Khairi yang tak percaya dengan ucapan istrinya itu


"Ya kok gitu, padahal Via sudah pingin punya adek," kata gadis itu kecewa.


"Sabar ya nak, lebih baik Via berdoa untuk minta pada Allah agar cepat di berikan adek,"


"Iya ma benar Via, jadi selama mama masih kedatangan tamu bulan merah, adik Via tak bisa datang dan tinggal di perut mama," kata Khairi.


"Loh bukan seperti kartun itu ya yah, yang datang dari burung yang membawanya," tanya via.


"Tentu saja tidak sayang, itu hanya kartun, kalau punya adek, Via harus berdoa, dan nanti adek Via bisa ada di perut mama selama sembilan sepuluh hari,"


"Lama dong ayah," protes Via yang ingin seperti teman-temannya.


"Iya nanti di bahas lagi, sekarang mandi dulu dan ingat setelah itu sholat dan mengaji oke," kata Silvi menyimpan makanan yang di berikan oleh mertuanya itu


Tak lupa dia juga membuat jus sayur untuk ayah dan anak itu, tentu saja kemungkinan itu akan di tolak.


Tapi dia sudah memastikan jika Via harus mau meminumnya karena jus itu bagus untuk imunitas tubuh.


Setelah selesai sholat dan mengaji, kini mereka menonton tv sambil makan camilan kue yang di buat oleh Silvi.


"Sayang ini minuman dan cake nya kok rasanya agak sendiri ya?" tanya Khairi.


"Itu jus sayur dan cake wortel," bisik Silvi.


Khairi tak percaya dengan itu, tapi Silvi tak mungkin berbohong, tapi untungnya putrinya itu tak sadar


Jika sadar pasti bisa nangis kejer karena bocah itu memang tak suka makan atau di masakkan sayuran.


Terutama daun-daunan berwarna hijau yang sangat bagus, ya mau bagaimana lagi karena gadis itu memang tak mengenal sayur karena saat makan dulu hanya mau malan-makanan yang dia suka.


Jadi sekarang Silvi yang harus mengajarinya dari awal, dan membuat putri sambungnya itu mau untuk berubah


Malam hari, giliran Silvi yang mengajari putrinya itu belajar, setelah semua pekerjaan rumah selesai.


Silvi menemani Via untuk tidur hingga gadis itu tidur nyenyak, dan setelah itu baru Silvi bisa meninggalkan putrinya itu.


Khairi menepuk karpet di sebelahnya, dan ternyata kini dia yang tidur berbantalkan paha istrinya.

__ADS_1


__ADS_2