Silvi (Jadilah Ibuku)

Silvi (Jadilah Ibuku)
musuh baru 2


__ADS_3

seorang suster melihat Mulyadi dengan tatapan yang cukup aneh, karena dia merasakan jika tertantang untuk menaklukkan pria itu.


ya dia adalah Tissa yang kini di terima bekerja di klinik mata itu, tentu saja wanita itu memang bukan lulusan sembarangan.


"silahkan ini untuk janji besok bisa datang dengan pasien,dan jika butuh nomor saya ada di belakang kartu nama ini,"kata wanita itu menyodorkannya.oada Mulyadi.


pria itu mengambilnya setelah itu membuangnya karena baginya itu menjijikkan.


"murahan..."


Tissa tertawa, dia tak mengira jika kemampuannya tak mempan di kota yang lingkupnya lebih kecil di banding Jakarta itu.


tapi dia akui jika memang sepertinya dia butuh sokongan dana besar sejarang ini karena tubuhnya butuh di manjakan.


karena dia butuh perawatan lagi agar mengembalikan semua kecantikannya.


di sebuah SPBU, Khairi sedang membawa mobil bersama dengan Silvi dan putrinya.


tak sengaja motor yang antri di samping mereka itu adalah Mulyadi, "wah lihatlah sekarang kamu sudah duduk santai di dalam mobil, pantas kamu bertekad untuk berpisah," ejeknya


mendengar itu Khairi menutup kaca mobilnya dan tak ingin mendengar ocehan dari mantan suami dari istrinya yang setengah gila itu.

__ADS_1


mobil Khairi pun maju dan pria itu turun dari mobil. "bagaimana rasanya menikmati wanita bekas ku bung," kata Mulyadi memancing kemarahan dari Khairi.


pria itu pun menoleh dan tersenyum, "kamu saja bodoh, bagaimana bisa kamu memilih pelacur dari pada istri yang memiliki bagian yang sangat enak, ternyata orang murahan itu memang seleranya murahan ya, tapi aku harus berterima kasih, karena kamu jarang menyentuhnya aku jadi mendapatkan sesuatu yang bersih dan rapat lagi, atau mungkin itu mu tak berguna dan tak bisa bertenaga ya, dan bisa memuaskan istrimu," saut Khairi yang membuat Mulyadi diam dan malu


Khairi benar-benar membuat pria itu kicep, dan tak bisa mengatakan apapun lagi.


Khairi pun masuk kedalam mobil dan kemudian mengemudikan mobilnya.


sedang Mulyadi mendapatkan tatapan dari beberapa pelanggan SPBU dan pegawai yang ada di sana


"awas kau..." kesal Mulyadi yang pasti akan menuntut rasa malu ini.


dia pun langsung melenggang pergi dengan motor yang sudah di modifikasi hingga sedemikian rupa.


itu sengaja menghindari dari kecurigaan warga, dia melewati sebuah desa sebelum melanjutkan baik ke atas bukit yang sudah tak ada rumah penduduk di sana.


hanya ada bangunan rumah yang di kelilingi oleh tanaman rambat yang membentuk pagar hingga tak akan ada yang curiga jika di dalam sana ada rumah.


terlihat Menik sedang duduk santai di teras, wanita itu memang cantik dan menarik.


tapi kekurangannya itu hanya satu yaitu tak bisa melihat itu saja, dan orang yang bekerja di rumah itu pun pamit pulang sebelum gelap.

__ADS_1


"mas sudah pulang... bagaimana apa kamu mengizinkan aku untuk melakukan operasi?" tanya wanita itu memohon karena dia ingin segera bisa melihat dunia ini.


"tidak usah buru-buru,besok kita ke tempat dokter untuk melakukan pemeriksaan, dan juga melakukan sedikit operasi kecil,kamu mau?"


"baiklah aku mengerti," jawab wanita itu tersenyum.


Mulyadi pun menghembuskan nafasnya berat, "Menik, apa kamu belum mandi?"


"ah iya belum mandi,karena tadi airnya sangat dingin dan mbok bilang sedang menyiapkan air hangat," jawab wanita itu.


"ya sudah sekarang ayo mandi dulu, sebelum makin dingin karena hawa mulai tak bisa kompromi," kata Mulyadi.


ternyata Keduanya mandi bersama, dan menik pun merasakan sentuhan di tubuhnya.


"jangan... apa kamu tak lelah?"


"tentu saja tidak, tapi ingat ini di otak mu dan hatimu, jika setelah nanti kamu dapat pengobatan, dan berani kabur dariku, aku akan membunuh semua orang yang membantu mu, mengerti..."bisik Mulyadi.


"baiklah aku mengerti mas," jawab menik pasrah.


keduanya pun melakukannya sambil berdiri, Mulyadi yang biasanya begitu lembut.

__ADS_1


tapi hari ini sangat kasar dan sepertinya dia mengingat apa yang di katakan oleh suami mantan istrinya itu.


ya dia dulu memang jarang menyentuh Silvi karena tak tertarik, sebab Silvi yang tak memiliki kemapuan untuk membuat dirinya bangkit gelora keinginannya.


__ADS_2