Sistem Dukun

Sistem Dukun
Tujuh Kesatria Berbaju Jirah


__ADS_3

Tim Gatot Kaca menggunakan Senjata modifikasi sihir melawan ketujuh Kesatria berbaju Jirah yang maju lebih dulu melawan kami, sedangkan Bos monster tetap di singgasana raja duduk manis menonton pertarungan kami dengan pengawalnya itu.


“Makan ini dasar manusia besi berkarat sialan!” umpat Roy, anggota tim Gatot Kaca itu menembakkan senapan mesin dengan peluru sihir api. Bola-bola api berukuran kelereng melesat dengan kecepatan tinggi, tetapi ketujuh Kesatria berbaju Jirah itu dengan mudah mengatasinya. “Sial tak mempan!” gerutu Roy melempar senapan mesin seharga satu milyar rupiah itu.


“Cih, dasar barang sampah, tak guna!”


Roy benar-benar kesal dan merapal mantra Sihir Api, lalu menyerang Kesatria berbaju Jirah itu dengan kobaran api yang sangat besar, kalau Pemburu Level 90 kebawah terkena semburan api itu, dipastikan mereka akan hangus terbakar.


Kesatria berbaju Jirah itu menggerakkan tangannya dan kobaran api yang sangat besar itu lenyap begitu saja.


Apa yang terjadi? Kenapa mereka bisa melenyapkan sihir-sihir dari Pemburu Guild Javanese Soldier? Sepertinya perburuan kali ini sangat berbahaya.


Kolom komentar channel YouTubeku mulai dilanda keresahan para Viewerku, mereka menyarankan agar aku kabur saja dari sini, karena sepertinya musuh bisa menetralkan segala macam sihir.


Pemburu Level 100 dari Guild Javanese Soldier juga turun tangan menangani ketujuh Kesatria berbaju Jirah dan hasilnya satu Pemburu tewas seketika karena terkena tusukan di jantungnya.


“Kami berhasil menganalisa kelemahannya!” seru Reynaldi dan aku langsung mengarahkan Drone kamera kearahnya, sehingga ia mulai berbicara dengan senyum lebar kearah Drone kameraku itu. “Kesatria berbaju Jirah itu memiliki Skill Black hole atau lubang hitam; di mana setiap serangan sihir yang datang pada mereka segera di pindahkan ke tempat lain dan satu-satunya cara melawan mereka adalah dengan pertarungan langsung tanpa menggunakan Sihir.”


Tanpa menggunakan sihir? Mungkin aku bisa melawan satu dari mereka. Namun, sekaligus bukanlah pilihan yang tepat, bisa-bisa aku mati konyol karena hanya ingin tampil kuat dihadapan kamera.


“Tanpa menggunakan Sihir maksudku adalah tidak menggunakan Sihir serangan, tetapi masih bisa menggunakan sihir pertahanan atau kecepatan. Mungkin aku akan meminta anggotaku untuk membantu kalian mengeroyok mereka,” kata Reynaldi merasa cara termudah untuk mudah dengan memaksimalkan jumlah yang kami miliki.


Reynaldi langsung memanggil puluhan anggota mafia Elang Timur yang berjaga di luar Pintu Dunia Bawah. Level mereka memang rata-rata di atas Level 80 dan ada beberapa yang level 90-an juga.


Ketika kami mundur hingga ke pintu masuk Ruangan Singgasana raja, para Kesatria berbaju Jirah itu tidak mengejar kami seperti monster lain. Sepertinya mereka membiarkan kami mengatur strategi, entah apa yang terjadi atau memang sudah sistem Pintu Dunia Bawah yang membuat mereka seperti itu.

__ADS_1


20 anggota mafia Elang Timur telah berkumpul bersama kami, mereka kini memakai Pedang dan baju Jirah dari hasil jarahan mengalahkan monster Kesatria berbaju Jirah sebelumnya.


“Bos! Bukannya kita terlalu memaksakan diri mengalahkan monster ini!” keluh salah satu anggota Mafia Elang Timur pada Reynaldi.


“Betul Bos! Pemburu Level 100 saja mati mengenaskan!” keluh yang lainnya.


Reynaldi melotot menatap keduanya dan dia tersenyum, tetapi senyuman itu mengandung pesan yang menakutkan bagi anggota Mafia Elang Timur.


“Dut, sebaiknya aku matikan saja live streaming, terlalu berbahaya ditonton khalayak ramai. Lagi pula jika ada tim Gatot Kaca yang tewas, itu akan menurunkan nilai brand mereka.” Aku tak mau mengambil resiko disalahkan nanti oleh Guild Javanese Soldier dan menambah musuh baru lagi.


Walaupun tampak kesal, Reynaldi setuju dengan usulanku. Lagi nanti aku bisa mengirim komentar kalau Guild Javanese Soldier telah mengambil alih perburuan secara penuh dan berhasil mengalahkan Bos Monster. Itu sudah cukup sebagai permintaan maaf pada para Viewerku yang hanya mendapatkan sedikit tontonan kali ini.


“Maju semua!” perintah Reynaldi pada anak buahnya.


“Aku ambil yang paling kanan dan tak perlu dibantu,” kataku langsung mengaktifkan Item Lightning Step agar bergerak sangat lincah.


“Hei, sombong sekali Dukun Zul, itu!” keluh Nabila, anggota tim Gatot Kaca yang memiliki Sihir Air—timnya saja melawan satu Kesatria berbaju Jirah bersama-sama itupun kewalahan.


“Sudah jangan pikirkan dia! Aku sudah menonton semua Videonya dan dia memiliki kekuatan abnormal, seperti menguasai segala jenis Sihir dengan mudah,” sela Draken8.


Aku tersenyum mendengar percakapan mereka dan tak ambil pusing. Kesatria berbaju Jirah itu langsung menusuk jantungku, pola serangannya mirip dengan kematian anggota Guild Javanese Soldier tadi.


Untung saja aku membeli item memperkuat intuisi-ku sehingga dengan mudah memprediksi arah serangannya.


Tusukan Pedangnya itu aku tangkis dengan Perisai, tetapi kekuatan tusukan itu ternyata sangat besar sehingga aku terpental hingga punggungku menabrak dinding.

__ADS_1


Cih, untung saja aku menggunakan item baju Jirah yang langsung menyerap damage (kerusakan akibat serangan) akibat benturan keras ini.


Status Armor baju Jirahku langsung turun menjadi 50% hanya dengan sekali serang saja. Aku ternyata terlalu percaya diri dan meremehkan kekuatan Kesatria berbaju Jirah itu.


“Lo tak apa Dukun Zul?" tanya Reynaldi khawatir, karena aku adalah salah satu andalannya dalam mengalahkan Bos Monster ini.


Aku melambaikan tangan, walaupun damage-nya diserap oleh Armor yang kukenakan, tetapi rasa sakit saat terbentur dinding tetap terasa.


“Tenang saja, semua baik-baik saja. Selanjutnya dia yang akan terpental!” Aku bangkit kembali dan melesat ke arah Kesatria berbaju Jirah itu.


Secara tiba-tiba Aku muncul di belakangnya dan menebas punggung Kesatria berbaju Jirah itu, tetapi intuisi-nya juga tinggi ternyata. Dia langsung berbalik badan dan menangkis tebasanku, kemudian bergerak kesamping dan menebas punggungku hingga aku mencium lantai yang langsung retak.


“Tuan Zul!” teriak Reynaldi terkejut.


Kesatria berbaju Jirah itu langsung menusuk punggungku, tetapi aku langsung mengaktifkan Item Teleportasi hingga berpindah ke sebelah Reynaldi.


“Cih, hampir saja bertemu malaikat maut!” candaku dengan senyum masam.


Reynaldi justru menghela nafas panjang, ia tak tahu harus berkata apa. Mungkin semua yang melihatku tadi akan berpikir aku telah tewas, tetapi aku malah muncul disebelah Reynaldi.


“Jangan khawatirkan Aku, pikirkan anak buahmu saja! Lihat satu persatu telah tumbang!” Aku mengganti Armor baju Jirahku dengan yang baru dan harus menghabiskan tumbal sebesar 100 Koin Emas.


Dari 20 anggota mafia Elang Timur kini hanya tinggal enam Pemburu saja lagi, sedangkan tim Gatot Kaca masih utuh dengan ketujuh anggota timnya, karena mereka hanya melawan satu Kesatria berbaju Jirah saja.


Empat Pemburu Level 100 dari Guild Javanese Soldier mengambil bagian satu Kesatria berbaju Jirah untuk masing-masing mereka dan masih bisa bertahan sejauh ini, karena mereka bertarung dengan sangat hati-hati, berbeda denganku yang langsung berhadapan secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2