Sistem Dukun

Sistem Dukun
Menuju Antartika


__ADS_3

Aku berangkat menuju stadion Gelora Bung Karno untuk mengikuti kompetisi antar Pemburu seluruh dunia yang diadakan setiap tahun dan tahun ini tuan rumahnya adalah Indonesia.


Beberapa hari yang lalu aku sibuk menyimpan asetku yang tersisa menjadi emas batangan dan menyimpan di beberapa tempat dan hanya adikku saja yang tahu tempatnya selain aku tentunya. Dia akan mengambilnya kalau Aku tidak kembali lagi dari Antartika nanti.


Ayah dan Emak tidak mengetahui kalau Aku akan pergi ke Pintu Dunia Bawah Antartika, hanya Iskandar dan Maemunah saja yang tahu. Aku tak ingin mereka sedih, bila kemungkinan untuk selamat itu sangat kecil.


Saat aku sampai di kawasan stadion Gelora Bung Karno, ternyata sudah banyak Pemburu yang datang dan yang anehnya tak ada Pemburu dari negara lain yang terlihat. Apa mereka langsung dikirim ke Antartika? Mengingat beberapa stasiun televisi memberitahu telah dibuat landasan pacu darurat di sekitar Pintu Dunia Bawah Antartika.


“Hei, Zul!” Tiba-tiba Farhan menyapaku, ia datang bersama beberapa Pemburu dari Guild-nya. “Gua sudah mendapatkan informasi rahasia," bisik Farhan.


“Rahasia apa?” Aku penasaran.


“Nanti saja di pesawat gua ceritain, saat ini kita menunggu jemputan mereka saja!” sahut Farhan, yang sepertinya sudah tahu tidak ada kompetisi antar Pemburu tahun ini—tetapi tak ada yang berani kabur, karena keluarga mereka akan dalam bahaya bila melakukan itu.

__ADS_1


Tak berselang lama truk-truk tentara memasuki kawasan stadion Gelora Bung Karno dan meminta para Pemburu untuk naik, kami akan dibawa ke bandara Halim Perdanakusuma, bandara milik TNI AU.


Di dalam truk tentara, wajah-wajah tegang terlihat jelas dari Pemburu Level rendah. Mereka tak menyangka akan di kirim ke Pintu Dunia Bawah yang kabarnya—monster di sana Level 100 semua.


Setelah sampai di bandara, kami langsung diarahkan untuk menaiki salah satu dari ratusan pesawat yang siap lepas landas membawa para Pemburu.


Aku dan Farhan duduk bersebelahan dan dia mulai menceritakan kalau sebenarnya Sarah adalah bagian dari Divisi Supranatural Mabes Polri yang disusupkan ke Guild Harimau Andalas. Tak hanya Sarah, semua angkatan Sarah yang berlatih di Pusdiklat Batujajar juga mata-mata Divisi Supranatural untuk mengawasi para Pemburu dari dalam.


Aku sangat terkejut mendengarnya dan Farhan juga mengatakan, Sarah sengaja kembali padaku setelah mengetahui Dukun Zul adalah aku untuk mengetahui Skill apa yang kumiliki.


“Eits, tapi dia benar-benar cinta padamu, lho. Buktinya dia mau menikah denganmu, padahal seharusnya cukup berteman saja kau pasti akan menunjukkan padanya kekuatanmu hahaha .... " Farhan tertawa terkekeh-kekeh.


Aku geleng-geleng kepala, dalam situasi mencekam begini ia masih sempat-sempatnya bercanda. Namun, ada benarnya juga yang dikatakannya—kalau Sarah tak cinta padaku, tak mungkin ia mau menikah denganku, tetapi tetap juga ia membohongiku dengan tidak mengatakan kalau ia adalah bagian dari Divisi Supranatural Mabes Polri.

__ADS_1


“Kenapa lu cemberut begitu hehehe ... tenang saja, dia pasti akan menolongmu, masa suami tercinta dibiarkan membeku di Antartika!” Farhan bercanda.


“Sudah diam saja kau, Han! Suasana hatiku lagi galau, nih!" Lama-lama aku makin kesal dibuat ulah Farhan ini.


“Cie, cie galau, nih. Yang penting sekarang, lu sudah pikirkan belum—cara kita kabur dari sana nanti."


“Kabur matamu! Kau mau keluargaku dihabisi oleh mereka, aku diawasi terus loh, oleh Divisi Supranatural. Jangan-jangan di dalam pesawat ini ada anggota mereka.” Aku bertambah kesal mendengar ocehan Farhan.


“Apaaaaaa? Kita tak akan kabur dari Antartika!” Farhan panik—ternyata ia tenang-tenang saja tadi, karena mengira aku akan membawanya kabur saat tiba di sana. “Cih, gua belum ingin mati muda, walaupun gua sebenarnya bujang lapuk. Ayo dong Zul, cari cara kabur dari sana!”


Aku mengenakan headset mendengarkan musik, karena tak tahan mendengar suara bising darinya.


“Cih, tega lu Zul mengabaikan gua!" seru Farhan, tetapi aku memilih menutup mata, mendingan tidur saja agar pikiranku tenang, dari memikirkan tentang Pintu Dunia Bawah Antartika atau tentang Sarah yang sebenarnya adalah agen intelijen negara.

__ADS_1


Minggu pagi, pesawat yang membawa kami mendarat di landasan pacu darurat di dekat Pintu Dunia Bawah Antartika. Jantungku berdegup kencang, karena gugup—kami akan memasuki Pintu Dunia Bawah yang merupakan induknya, nasib Bumi tergantung dari misi ini—apakah Pemburu dari seluruh dunia mampu menutupnya atau dunia akan diambil alih oleh Monster.


__ADS_2