Sistem Dukun

Sistem Dukun
Monster Manusia Hewan


__ADS_3

Monster manusia hewan tampak terkejut saat melihat kami menghadang mereka. Apalagi Sarah yang kini sudah level 91, tadi malam tiba-tiba ia naik Level—tentu saja mereka takut, hanya ada satu monster Level 69 yang tertinggi diantara mereka.


“Bagaimana ini?”


“Mereka Pemburu Level tinggi, habislah kita!”


“Sudah, kita lawan saja bersama-sama!”


Monster manusia hewan itu berdiskusi; tindakan apa yang akan mereka lakukan dan mereka sepakat untuk melawan kami, walaupun itu sebenarnya sama dengan bunuh diri.


Kilatan-kilatan Petir muncul di Kerambit yang kupegang dan aku langsung melesat melawan monster manusia hewan mirip dengan beruang. Dia berlevel 69 dengan bersenjata Pedang besar.


“Serang!”


Monster manusia hewan dengan senjata jarak dekat langsung maju menyerangku, sedangkan monster manusia hewan dengan serangan jarak jauh menyerang Sarah yang lebih dulu menembak mereka dengan anak panah penuh kobaran api besar.


Boommm!


Ledakan besar terjadi di barisan belakang monster manusia hewan bagian belakang, yang merupakan monster Level rendah, sehingga mereka langsung tewas seketika.


Manusia beruang itu menebasku saat aku telah dihadapannya, tetapi aku langsung menundukkan kepalaku dan menyabet bagian perutnya yang dipenuhi bulu tebal, sehingga tak hanya meninggalkan luka gores saja.


Dia mundur beberapa langkah dan manusia hewan lainnya maju menyerangku, tetapi level mereka yang cukup rendah—sehingga aku dengan mudah menyabet dua leher manusia hewan sekaligus dengan kedua Kerambit ditanganku.


“Tdakkkkk!” teriak manusia beruang Level 69 itu dan maju lagi mengayunkan Pedang besarnya. Namun, berkat pengalamanku yang sudah melalui banyak perburuan—intuisiku menjadi sangat tajam, aku bisa menghindar dengan muda.


Kali ini aku mengincar bagian lehernya, karena hanya itu bagian terlemah dari Manusia beruang itu. Namun, ia cukup pintar juga—saat merasa terancam ia malah membiarkan lengannya tersabet Kerambitku.


“Mati kau manusia terkutuk!” umpat manusia Kelinci Level 68 sembari memanahku dari jarak dekat.

__ADS_1


“Oh, menyakiti suamiku? Itu tak mudah kelinci jelek!” sahut Sarah memanah anak panah yang mengarah padaku, sehingga terjadi ledakan Sihir. Namun, Sihir api milik Sarah lebih kuat sehingga anak panah milik manusia Kelinci itu hancur dan anak panah milik Sarah tetap melesat ke arah manusia Kelinci yang sebenarnya sangat cantik dan imut itu.


“Awas!”


Monster manusia Anjing berlevel 60 mendorong tubuh manusia Kelinci, sehingga manusia anjing itu hancur lebur—karena levelnya terlalu rendah menghadapi Sihir Sarah yang sudah Level 91.


“Tidakkkkk!” teriak manusia Kelinci.


Sarah benar-benar menghancurkan mereka, sehingga tak banyak yang tersisa untuk dibawa pulang, untung saja aku juga telah membunuh beberapa manusia hewan dengan luka sabetan di leher saja—sehingga tubuh mereka masih utuh dan tentunya bila dijual akan mendapatkan lebih banyak uang dari pada dengan kondisi tubuh yang hancur.


Aku takut Sarah akan menghancurkan manusia beruang dihadapanku dan memutuskan melawannya secara langsung. Toh, jarak level diantara kami kini tidak terlalu jauh.


“Aktifkan Sihir Petir!” seruku sehingga tubuhku pun ikut mengeluarkan sengatan-sengatan listrik dan langkah kakiku makin cepat, karena aku sudah mengaktifkan lebih dulu Item Lightning Step.


Aku menyabet kaki, tangan dan punggung hanya beberapa tarikan nafas saja, sehingga manusia beruang itu mengayunkan Pedangnya ke segala arah, ia tak bisa mengikuti pergerakanku yang terlalu cepat.


“Aaaaaaaa!” Manusia beruang itu menjerit sembari memegang lehernya yang menyemburkan darah. Manusia beruang itu tumbang seketika, sehingga tak ada yang memimpin sisa manusia hewan lainnya dan dengan mudah kami mengalahkan mereka.


Aku langsung menyimpan tubuh mereka ke inventori Layar Virtualku.


“Mereka terlalu mudah dikalahkan dan sayang sekali kau menghancurkan wajah cantik mereka hehehehe ....” Aku tertawa terkekeh-kekeh.


Sarah tampak cemberut mendengar ucapanku dan tiba-tiba Sarah menarik anak panahnya dan menembak ke arahku.


“M-maaf sayang ... aku cuma bercanda!” Apakah Sarah marah atau dia terlalu cemburu aku memuji kecantikan manusia hewan ini.


Boommm!


Ledakan Sihir tepat dibelakangku dan aku merasakan energi Sihir Petir yang sangat kuat sehingga aku langsung menjauh dengan mengaktifkan Item Lightning Step.

__ADS_1


“Apakah ada monster Level tinggi dari belakang kita? Atau mungkin Pemburu dari Guild Thailand sudah menyadari keberadaan kita!”


Sial baru juga berburu sebentar, kalau kami melawan mereka maka kami bisa didenda oleh Assosiasi Pemburu Dunia, karena melanggar hukum dengan memasuki Pintu Dunia Bawah negara lain secara ilegal.


“Itu serangan Pemburu Level 100, bang Zul. Kita harus segera meninggalkan Pintu Dunia Bawah ini,” sahut Sarah.


“Yah, mau bagaimana lagi. Baiklah!” Aku langsung mengaktifkan Item Teleportasi kembali ke rusunawa kami di kota Bekasi.


Para Viewer channel YouTubeku langsung kecewa, karena mereka masih ingin melihat manusia hewan yang cantik-cantik dan tampan-tampan seperti dalam film animasi saja. Namun, aku menjelaskan bahwa kami bisa menjadi buronan interpol bila tetap nekad berhadapan dengan Pemburu Thailand dan satu-satunya jalan teraman adalah kabur.


Banyak komentar negatif karena banyak yang mengira aku tak takut pada aturan hukum yang berlaku. Padahal mereka sudah jelas melihat berita beberapa hari yang lalu aku ditangkap Polisi dan itu membuka mataku, bahwa Sistem Layar Virtual ini masihlah memiliki kelemahan, walaupun kekuatannya sangat tak masuk akal.


Karena merasa lelah setelah berburu, aku langsung segera mandi agar bisa segera tidur di ranjang, karena bila langsung tidur—pasti akan mendapatkan ceramah dari Sarah nanti.


“Hmm, tumbenan Abang langsung mandi, padahal biasanya langsung rebahan—bahkan tidak melepaskan perlengkapan yang Abang kenakan,” sindir Sarah sembari membuka Kulkas—ia langsung meminum minuman kaleng. “Oh, ya ... Kompetisi Pemburu akan dimulai Sabtu ini dan kabarnya semua Pemburu yang terdaftar di Asosiasi Pemburu wajib ikut. Entah apa yang mereka pikirkan, padahal sudah jelas Pemburu Level rendah pasti akan kalah. Ya, percuma saja ikutan kompetisi itu,” keluh Sarah.


“Hmm, apa yang kupikirkan kemarin akan terjadi, ya?” sahutku curiga bahwa semua Pemburu sebenarnya akan dipaksa pergi ke Pintu Dunia Bawah Antartika, karena bukan aku saja yang berpikiran demikian; Reynaldi dan Farhan juga.


“Abang terlalu banyak berpikiran aneh-aneh, mana mungkin mereka menangkap Pemburu saat ditayangkan di seluruh stasiun televisi dan seluruh dunia menontonnya.” Sarah menepis dugaanku.


Namun, aku tetap curiga akan mengarah ke sana, sepertinya aku harus segera membeli Emas Fisik dan menyimpannya di suatu tempat terpencil di kampung, agar saat tak ada Sistem Layar—aku tak kembali ke habitat asliku menjadi rakyat jelata yang makan saja harus berhemat.


“Sudah cepat mandi sana! Sarah juga mau mandi Bang, ngapain melamun!” Sarah membuyarkan lamunanku dan aku tertawa terkekeh-kekeh menarik tangan Sarah agar mandi bersamaku. “Ih, jangan Bang Zul, mandi sendiri-sendiri saja!” Dia tak mau, karena bila kami mandi bersama, maka akan berlangsung lama di dalam kamar mandi.


Boommm!


Tiba-tiba ada yang menghancurkan pintu kamar kami dan suara helikopter meraung-raung diluar rusunawa.


Aku sangat terkejut, apa yang terjadi? Apakah gara-gara kami menyusup ke Pintu Dunia Bawah Songkhla, Thailand.

__ADS_1


__ADS_2