Sistem Dukun

Sistem Dukun
Kastil Terbuka


__ADS_3

Monster Naga terbang melewati gerbang kastil yang ada dihadapan kami dan Monster manusia Raksasa bersenjata kapak raksasa, belum lagi muncul ada Pemanah Elf yang berjejer di atas gerbang Kastil.


Para Pemburu segera merapal Sihir masing-masing dan menyerang Monster Naga yang menyemburkan api dari mulutnya membakar hamparan padang rumput dihadapan kami. Sungguh mengerikan, untung ada Pemburu dengan Sihir Air dan Angin menghalau semburan api dari Naga itu.


Monster Manusia Raksasa berlari kearah kami, menjadikan bumi seakan runtuh. Getarannya membuat para Pemburu kesulitan berdiri dengan stabil sehingga tembakan Sihir mereka tidak akurat mengenai musuh.


Karena ini adalah pertarungan hidup dan mati, Aku segera membeli Item Lightning Step, Armor Naga Surgawi—walaupun aku sudah mengenakan Armor yang kubeli dari Reynaldi dan Panah Petir Pitaloka untuk serangan jarak jauh.


Aku membidik Naga yang akan menyemburkan api kearahku. Sial! Apinya besar sekali, inimah bisa membakar puluhan hektar hutan, seperti yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab saat musim kemarau untuk membuka lahan baru.


Aku membeli Skill Air, Api, Tanah, Besi, Petir, Angin, Kayu. Sudahlah, kayak pengendali segala elemen saja seperti di novel-novel superhero. Dan aku menghabiskan 3.500 Koin Emas atau setara 350 juta rupiah.

__ADS_1


Aku merapal Sihir Air menghadang semburan api dari Naga itu. Namun, aku sangat kesulitan menghadapi mereka, walaupun semburan api dari Naga itu bisa dicegah dengan sihir air, tetapi jumlah mereka bikin kami ketar-ketir saja, bak kawanan lebah yang mengejar orang yang mengganggu sarangnya.


Hujan anak panah yang mengandung Sihir Angin dari Dark Elf mulai menghujani kami. Anak panah itu bisa menandai targetnya dan bahkan bisa berbelok saat diserang balik. Sungguh menjengkelkan.


“Tolong Aku!” seru Pemburu dibelakangku yang tak sempat menangkis serangan anak panah dari Dark Elf, ada tiga anak panah yang bersarang di tubuhnya.


“Ada yang terluka, cepat pindahkan dia kebelakang!” kataku, tetapi aku terkejut saat melihat kebelakang telah berubah menjadi kobaran api raksasa dan hujan anak panah juga mengarah pada rombongan Pemburu berlevel rendah itu.


Aku sangat kaget dan teringat dengan Farhan maupun teman-teman dari tim Gatot Kaca yang kutinggalkan di barisan belakang.


“Fokus Zul, kita dibarisan depan adalah ujung tombak perang ini. Lihatlah, Monster Manusia Raksasa itu sudah didepan mata kita," kata Markus yang berasal dari Guild Cenderawasih Papua Fighter itu.

__ADS_1


Aku menoleh kedepan lagi dan terkejut, ternyata aku tak bisa berleha-leha lagi. Maafkan aku Han, Nabila, semoga kalian baik-baik saja.


“Maaf Markus, aku akan fokus," sahutku langsung memanah kepala Monster Manusia Raksasa yang akan mengayunkan Kapak besar miliknya kearahku.


Aku telah membeli Item Pendeteksi di mana letak Kristal monster-nya, karena itu adalah titik terlemah dari mereka.


Monster manusia Raksasa itu langsung tumbang, tetapi ... ah, sial! Kenapa malah kearah kami tumbangnya.


“Awas!” teriakku memperingati rekan-rekanku yang fokus melawan monster dihadapan mereka, bahkan kami tak sempat lagi menghadapi serangan Naga dan anak panah dari Dark Elf.


Booommm!

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang telah menghancurkan Monster Manusia Raksasa itu hingga hancur berkeping-keping. Sungguh Sihir yang sangat hebat dan kelihatan seperti kilatan-kilatan Petir yang mengoyak-ngoyak tubuh Monster Manusia Raksasa itu.


“Itu adalah Fang Yuan dari Pemburu negara China!” seru Komarudin takjub melihatnya dan itu adalah, “Alexander Lemos dari Amerika Serikat membakar puluhan Monster Manusia Raksasa—hanya dalam sekali serang saja. Benar-benar Pemburu nomor satu dunia.


__ADS_2