Sistem Dukun

Sistem Dukun
Apa Yang Terjadi?


__ADS_3

Kami berpelukan cukup lama, entah apa yang telah dilakukan Saga padanya sehingga Sarah sampai menangis sesenggukan.


Sarah kembali menyeka air matanya dan melepas pelukannya padaku, begitu juga denganku.


“Jadi ... apa yang terjadi?” Aku bertanya sembari menyodorkan segelas air putih.


Sarah meminum air putih itu hingga habis dan menatapku tanpa berkedip, sehingga aku menjadi salah tingkah. Detak jantungku berdegup kencang, padahal dulu sewaktu kami kami masih bertunangan, aku pasti akan membalas bila ia memelototiku; diibaratkan kami seperti lomba tatap-tatapan mata, siapa yang berkedip duluan, harus menuruti perintah yang menang.


“Sarah?”


Aku kembali memanggil namanya dan memperhatikan wajah cantiknya yang jauh berbeda saat dulu yang agak kehitaman, karena sering berkutat di sawah. Sedangkan saat ini ia sering bolak-balik ke Singapura untuk perawatan kecantikan.


Aku bukan kepo, sih. Namun, siaran TV infotainment sering memberitakan tentang keseharian Sarah.


Sarah menarik nafas dalam-dalam dan berkata sambil berurai air mata lagi, “Aku meminta Bang Saga agar jangan mengusik Bang Zul lagi, tetapi ia langsung marah dan mengatakan aku masih mencintaimu. Kemudian ia memaksaku untuk melakukan hubungan intim dengannya di Hotel, tetapi aku menolak keras dan ia langsung menamparku.”


Sarah menyeka air matanya.


“Aku kemudian berkata jujur padanya bahwa aku memang masih mencintaimu dan dia naik pitam, kemudian menelpon ayahnya. Lalu dia membawaku ke gudang tua dan di sana telah menunggu Mafia Yakuza dari jepang.”


Aku terkejut mendengarnya, sungguh keterlaluan si Saga itu!


“Kami telah membesarkan namamu sebagai Pemburu top dunia, tetapi kamu tidak bisa membalas budi dan malah menyakiti hati anakku! Lebih baik kau rasakan bagaimana hidup sengsara!—itulah kata Prabu Abimanyu sambil menjambak rambutku, aku ingin kabur tetapi dia Pemburu Level 100 jadi, aku hanya bisa memohon ampunan saja. Untungnya saat aku disuruh berjalan ke arah Yakuza itu, Saga yang mengantarku—sehingga aku menendangnya dan mengaktifkan Item Teleportasi yang Bang Zul berikan!”


Darahku mendidih mendengar penjelasan Sarah. Prabu Abimanyu sungguh keterlaluan, padahal ia sudah tahu dari awal Sarah tidak pernah mencintai Saga, tetapi ia tetap menuruti keinginan Saga yang sangat tergila-gila dengan Sarah.


Aku memeluk Sarah dan berkata, “Maaf, ya. Aku telah berburuk sangka padamu, setelah kamu memintaku untuk tidak perlu datang lagi ke Pusdiklat Batujajar dulu.”


Aku menarik nafas dalam-dalam dan air mataku keluar tanpa aba-aba, hati ini rasanya sesak. Ternyata Sarah terpaksa mengusirku dulu, karena ia berada dibawah tekanan Prabu Abimanyu yang memiliki koneksi ke pejabat pemerintah, sehingga ia hanya bisa pasrah saja.


“Bang Zul! Ini bukan salahmu, aku saja yang terlalu naif menyangka Saga tidak akan membencimu jika aku bersedia menjadi tunangannya. Namun, aku tak menyangka dia tetap berusaha menyakiti Bang Zul dan saat itu aku malah pura-pura tak melihatmu!” Tangisannya kembali pecah.

__ADS_1


Kalau Sarah kabur dari mereka, berarti ia tak bisa kembali lagi. Hmm, kami ‘kan bukan suami istri, lantas di mana Sarah akan tinggal?


“Bang Zul!” bisik Sarah pelan.


“Ya," jawabku sambil menatap wajahnya


“Apakah kamu sudah memiliki kekasih? Bisakah kita wujudkan kembali impian lama kita. A-aku masih suci, kok dan tidak pernah disentuh oleh Saga, karena aku selalu menolaknya dengan tegas. Aku mengatakan padanya tak disentuh sebelum sah menjadi suami istri," kata Sarah malu-malu.


Aku terdiam sejenak. Apakah aku sedang bermimpi disiang bolong?


“Kamu sudah memiliki kekasih, ya.” Sarah menundukkan wajahnya. “Ya, tak apa. Sarah tak akan memaksa Bang Zul, aku akan kembali ke kampung saja dan tak mau lagi jadi Pemburu,” katanya lagi.


Hei, aku belum menjawab! umpatku dalam hati dan berkata, “Tentu aku sangat senang, wanita yang pernah berjuang bersama denganku dulu telah menemukan jalan pulang. Masa lalu biarlah berlalu dan kita mungkin bisa membuat tim berburu bersama. Para viewer channel YouTubeku pasti sangat senang, karena ada heroin cantik, walaupun tidak secantik girl band Korea atau secantik artis Indonesia. Namun, gadis kampung bernama Sarah tetaplah yang tercantik di mataku hehehe ... ”


Aku menggombal Sarah yang langsung tersipu malu. Ternyata jones sepertiku bisa juga membuat wanita salah tingkah hehehe ....


“Bagaimana dengan barang-barang yang ada di apartemenmu? Apakah kita ambil atau dibiarkan saja?”


Wajahnya telah tampak cerah, tidak kusut seperti biasanya saat kami tanpa sengaja bertemu. Dia sudah seperti Sarah yang dulu. Ya, Sarah dari kampung dengan senyuman yang manis.


“Aku akan telepon Farhan untuk membawakan penghulu. Kita akan nikah sekarang juga, tak bisa nikah resmi, nikah siri pun tak apa-apa!”


Aku langsung mengeluarkan ponsel, sedangkan Sarah terdiam sejenak.


“Eeeeeee ... ni-nikah sekarang!” teriaknya kaget.


Aku mengangguk dengan senyum lebar dan berkata, “Mumpung kamu lagi di sini, nanti berubah pikiran lagi.” Aku bercanda, sehingga ia menggembungkan pipinya—merajuk.


“Gua sudah mendapatkan informasi Pintu Dunia Bawah itu," kata Farhan —langsung menjawab teleponku. “Lokasinya di Gunung Kerinci, Jambi. Jangan lupa komisinya, ya. Hehehe ....” Farhan tertawa terkekeh-kekeh.


“Aku akan berikan seratus juta, tapi ada syaratnya!” sahutku.

__ADS_1


“Hah, apa itu? Jangan susah-susah syaratnya. Tadi saja aku sampai dimarahi oleh Pimpinan karena meminta saran Pengacara hebat padanya,” kata Farhan dengan nada jengkel.


Aku tertawa mendengarnya dan berkata, “Cukup bawakan Penghulu saja dan harus hari ini. Jangan lama-lama, aku sudah kebelet nikah, nih!”


“Apaaaaaaaaa?” Farhan berteriak keras, “Kau tidak bermimpi ‘kan? Atau jangan-jangan kau menghamili anak orang? Zul ... Zul!”


“Hei, buruan! Nanti keburu malam!” Aku menyela ucapannya dan langsung mematikan ponselku.


Sarah diam saja, wajahnya memerah. Namun, seutas senyum tipis terpancar dari wajahnya yang berarti ia sangat senang dengan pernikahan dadakan ini.


***


Sejam kemudian Farhan datang dengan seorang Penghulu, tetapi Penghulu itu mengatakan hanya bisa nikah siri untuk saat ini. Kami bisa melakukan Nikah resmi ke KUA setelah melengkapi dokumen lebih dulu.


Ya, tak masalah, sih. Yang penting Aku dan Sarah bisa tinggal bersama agar tidak menjadi bahan gunjingan tetangga. Nanti, masuk berita utama “Dukun Zul digerebek warga karena kepergok sedang indehoy dengan wanita yang mirip dengan Pemburu Sarah dari Guild Harimau Andalas”, tentu itu sangat memalukan.


“Jadi, di mana keluarga kalian?” tanya Penghulu itu.


“Astaga, aku lupa. Tunggu sebentar!” sahutku tiba-tiba menghilang dan muncul lagi dengan Ayah yang cuma pakai kain sarung dengan baju Koko dan Emak yang pakai daster.


“Astaga! Jantungku hampir copot!” maki Pak Penghulu itu kesal.


Reaksi yang sama juga terjadi saat aku tiba-tiba muncul di rumah orangtuaku. Namun, mereka langsung senang saat aku mengatakan akan menikah dengan Sarah.


“Hahaha ... maklum Pak, serba dadakan." Aku tertawa terkekeh-kekeh dan langsung berjalan keluar kamar, memanggil tetangga terdekat untuk ikut menyaksikan pernikahanku.


Kebanyakan yang hadir adalah ibu-ibu, karena suami mereka sedang bekerja dan tetanggaku yang paling berisik, Laura juga tidak hadir karena belum pulang kerja.


Setelah persiapan dadakan dan dandanan ala kadarnya, acara sakral itu pun dimulai.


Penghulu bertindak sebagai wali nikah Sarah, karena dia adalah yatim piatu. Aku memberikan mahar pernikahan Lima Kristal monster yang kalau diuangkan senilai 500 juta lebih. Aku juga memberikan hadiah pada tetangga berupa daging monster kelinci dan sepuluh Koin Emas.

__ADS_1


__ADS_2