Sistem Dukun

Sistem Dukun
Gerimis Saat Malam di Kota Bekasi


__ADS_3

“Gua nggak nyangka, kalian akan hidup bersama. Kok, bisa ya? Memang sih, di acara televisi Sarah dan Saga tampak nggak seperti pasangan kekasih."


Farhan kampret ini malah mengungkit-ungkit masa lalu Sarah setelah acara pernikahan dadakan kami selesai dan para tetangga sudah kembali ke kamar masing-masing.


“Jodoh ‘kan, ditangan Tuhan. Mungkin doaku selama ini telah didengar-Nya, sehingga diwaktu yang tepat—Sarah kembali ke pangkuanku.”


“Cih, bukannya lo selalu marah kalau membahas tentang Sarah dan sok-sokan bilang, ‘Jangan kau ungkit wanita mura—”


Aku langsung mengaktifkan Item Teleportasi dan memindahkannya ke parkiran mobil di halaman Rusunawa dan Aku berjalan ke jendela, kemudian melambaikan tangan pada Farhan.


“Zul, sialan!” teriak Farhan sembari mengacungkan jari tengah padaku. Dia tampak kesal sekali. “Besok-besok gua nggak mau lagi membantumu!”


Dia langsung masuk ke mobil dan meninggalkan halaman Rusunawa. Hehehe ... dasar Farhan, sok-sok marah. Nanti, kalau butuh uang atau bantuan, pasti akan meneleponku lagi dan memaksa harus segera datang.


“Eh, Bang Farhan marah sekali! Apa tak apa membiarkannya pergi begitu saja,” kata Sarah menghampiriku.


“Sudah biarin saja, gayanya saja itu sok-sokan marah. Besok, ia pasti akan menelponku juga, meminta komisi atas informasi tentang Pintu Dunia Bawah yang ada di Gunung Kerinci.”


“Oo, berarti kita akan berangkat ke sana, bagaimana dengan Ayah dan Emak?” tanya Sarah, karena Ayah dan Emak masih di sini, tak elok rasanya langsung mengantar mereka pulang. Apa aku batalkan saja berburu ke Gunung Kerinci?


Ayah menatapku dengan seringai tipis.


“Apa kalian sudah tak sabar lagi?”


Emak juga ikutan tertawa dan berkata, “Sudah pulangkan saja kami. Nanti, Emak akan suruh Iskandar atau Maemunah mengurus dokumen pernikahan kalian ke KUA. Kalian menikah resmi di Kampung saja supaya lebih meriah, lagi pula di sini kau memiliki banyak musuh. Entar Emak disandera oleh Mafia ganteng dan me—”

__ADS_1


“Stoppppp!” Hadeh sudah tua masih mikirin Mafia ganteng, jangan-jangan emak kebanyakan baca novel nih, hingga berhalusinasi kejauhan. “Baiklah Zul, akan memulangkan Emak dan Ayah. Satu lagi hati-hati bila bertemu orang baru, jangan mudah percaya dengan ucapan mereka!”


“Iya-iya! Buruan antar kami pulang, Sarah sudah kepengen, tuh!” gombal ayah—hadeh sudah tua masih saja menggoda menantunya.


Aku mengaktifkan Item Teleportasi, Ayah dan Emak langsung menghilang, tetapi tak lama kemudian pesan singkat dari Maemunah muncul di ponselku. Dia marah-marah tak diajak ke acara pernikahan dadakanku ini. Aku hanya membalas pesan singkatnya dengan emoji tertawa.


Aku memandangi kamar rusunawa yang berukuran kecil ini. Mungkin kamar ini terlalu kecil untuk Pemburu seperti kami yang bisa menghasilkan ratusan juta dalam sekali memasuki Pintu Dunia Bawah. Namun, aku juga kepikiran dengan ucapan Penyidik Polisi dari Divisi Supranatural Mabes Polri itu, kalau aku masuk dalam daftar Pemburu yang paling diawasi oleh mereka.


Kalau aku tetap tinggal di rusunawa ini, maka Mafia atau pihak-pihak yang ingin mengincar nyawaku akan berpikir dua kali melakukan tindakan mereka di sini. Karena ada banyak warga disekitar tempat tinggalku, mereka pasti tak mau berurusan dengan Polisi, dan mereka pasti mendapat peringatan yang sama sepertiku.


“Maaf Sarah, kita harus tinggal di tempat sempit ini, karena tempat ramai seperti ini yang paling aman dari kejaran Saga.” Aku duduk disebelahnya.


Sarah menggenggam erat tanganku dan bersandar kebahuku.


“Tak masalah kok, bisa bersamamu saja sudah membuatku bahagia!” sahut Sarah dan Aku merasa ucapannya itu sangat tulus serta keluar dari lubuk hati yang terdalam.


***


Alarm Ponselku yang ku-set pukul Lima pagi berbunyi nyaring dan aku segera bangun. Namun, Sarah masih terlelap dalam selimut tebalnya, karena gerimis masih terus berlanjut sepanjang malam.


Aku bergegas memanaskan air untuk membuat mie instan, karena cacing di perutku sudah berdendang meminta asupan nutrisi.


Sambil menunggu air mendidih, aku membuka portal berita—melihat berita hangat apa yang sedang heboh belakangan ini.


Ilmuwan dari berbagai negara telah menemukan Pintu Dunia Bawah raksasa di Antartika yang menurut perkiraan mereka induk dari Pintu Dunia Bawah yang muncul secara acak selama ini di seluruh penjuru dunia.

__ADS_1


Para Ilmuwan itu mengatakan, lapis pertama Pintu Dunia Bawah itu saja dijaga oleh Monster Level 100, padahal lazimnya dihuni oleh monster Level rendah, walaupun itu Pintu Dunia Bawah Level Maksimum.


Aku curiga, sebenarnya Divisi Supranatural itu tidak hanya ada di Indonesia, tetapi ada diseluruh Dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa mungkin sudah lama meneliti cara menghilangkan Sistem Layar Virtual yang mampu membangkitkan kekuatan Sihir Pemburu, karena mereka jugalah yang menciptakan Sistem aneh ini.


Apabila Pintu Dunia Bawah yang ada di Antartika adalah induk Pintu Dunia Bawah, maka seluruh Pemburu kuat dari seluruh dunia akan dikirim ke sana dan bila mereka berhasil menutup Pintu Dunia Bawah itu, maka secara otomatis seluruh Pintu Dunia Bawah diseluruh Dunia akan ikut tertutup. Maka ....


Aku teringat dengan ucapan Penyidik Polisi dari Divisi Supranatural Mabes Polri itu, bahwa mereka bisa menghilangkan Sistem Layar Virtual, tetapi tidak mereka lakukan karena masih butuh kemampuan Pemburu untuk menutup Pintu Dunia Bawah. Namun, bila Pintu Dunia Bawah sudah tak ada lagi, para Pemburu bisa saja akan dimusnahkan.


Bulu kudukku berdiri.


Penyidik Polisi dari Divisi Supranatural itu juga mengatakan dia sangat membenci Pemburu karena merasa dirinya seperti Superhero yang bertindak sesuka hati dan merasa sok kuat.


Mudah-mudahan saja dugaanku ini tidak menjadi kenyataan. Kalau pun benar Divisi Supranatural bisa menghilangkan Sistem Layar Virtual, setidaknya jangan sampai memusnahkan kami juga.


Cih, ternyata ada konspirasi besar dibalik semua ini. Jangan-jangan Pintu Dunia Bawah yang ada di Antartika itu adalah hasil eksperimen gagal dan baru sekarang diungkapkan, karena mereka merasa Pemburu di seluruh Dunia sudah memiliki kemampuan untuk menutupnya, atau dulunya mereka mencoba berkomunikasi dengan makhluk luar angkasa, tetapi yang datang malah satuan militer alien.


Ah, aku terlalu banyak berpikir, lebih baik aku tidak menyelidiki ini dan membiarkan waktu saja yang menjawabnya. Karena terlalu banyak mengetahui sebuah rahasia, bisa membuatmu dalam bahaya.


“Bang Zul, kenapa melamun saja?” Sarah tiba-tiba muncul dan memelukku dari belakang. Sungguh nyaman sekali, perasaan gelisah tadi seketika menghilang.


“Aku cuma menunggu air mendidih, kamu mau mie instan atau daging monster?"


“Aku mau mie instan buatan Bang Zul,” jawabnya dengan manja dan dia bertindak sedikit liar, sehingga kami melupakan tentang mie instan—untung saja aku mematikan api kompor listrik, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


Pukul tujuh pagi, Farhan sudah menelponku dan marah-marah, karena kami belum pergi ke Pintu Dunia Bawah yang ada di Gunung Kerinci, Provinsi Jambi. Dia mengatakan Guild Harimau Andalas telah memasuki Pintu Dunia Bawah itu sejak tadi malam, kemungkinan besar mereka akan segera memasuki ruangan Bos monster.

__ADS_1


Mendengar nama Guild Harimau Andalas, aku sedikit menyeringai. Apakah ini suatu kebetulan atau takdir. Saga dan aku akan bertemu kembali.


__ADS_2