Sistem Dukun

Sistem Dukun
Goblin Shaman


__ADS_3

Berkat kombinasi serangan bersama, kami terus mengalahkan monster Level 78 dan 79 dengan mudah. Selanjutnya kami memasuki ruangan yang cukup luas, tidak seperti ruangan yang kami lalui tadi yang cukup sempit.


Ada banyak Goblin di ruangan ini dan mereka Hobgoblins berlevel 80, tetapi untuk Goblin wanita, mereka hanya berlevel rendah.


“Itu Goblin Shaman, Bang Zul," bisik Sarah menunjuk satu Goblin yang memiliki rupa yang berbeda dengan yang lainya. “Dia itu biasanya yang menjadi tetua dan Penyihir serta yang mengatur strategi kumpulannya. Jadi, kita harus berhati-hati Bang, salah-salah kita bisa terbunuh,” lanjut Sarah memberikan penjelasan.



“Kalau begini, sepertinya Aku harus membeli item serangan—takutnya nanti kita tak mampu menghadapi mereka,” bisikku lagi.


Sarah geleng-geleng kepala, “Jangan Bang Zul. Abang jadi tamengku saja, mereka cuma Level 80—Aku yakin bisa mengalahkan mereka.”


Melihat kepercayaan diri Sarah, aku mengangguk. Lebih baik Sarah yang mengatasinya agar kemampuan bertarungnya meningkat.


Aku sebenarnya kasihan juga kalau kami menyerang sarang Goblin ini, karena ada banyak anak-anak Goblin yang belum memahami apa yang terjadi dan mereka akan menjadi korban pertarungan antara manusia melawan mereka.


Mau tak mau manusia harus membasmi mereka, karena Pintu Dunia Bawah yang tidak langsung ditutup akan membuat kerusakan di daerah sekitarnya, seperti lima tahu lalu, ketika Sistem Layar Virtual belum ditemukan.


Aku sudah mulai mahir mengontrol Sihir Tanah dan merapal mantra Sihir, sehingga aku membuat kloning Golem dari tanah.


“Bunuh semua!" Aku memberi perintah pada Kloning Golem yang kubuat.


“Os Humanos Atacan!” teriak Goblin Shaman menyadari kedatangan kami.


Para Hobgoblins yang mendengar Goblin Shaman mengatakan Manusia datang menyerang—segera menghadang Kloning Golem yang kubuat.


Aku juga tak mau ketinggalan, dengan bermodalkan Kapak besar milik Hobgoblins Level 75 tadi, aku langsung menebas Hobgoblins Level 80 dihadapanku.


Mereka tampak panik, para Goblin wanita berlari ke ruangan paling dalam Dungeon ini bersama anak-anaknya.


Sarah melepaskan serangan anak panah bertubi-tubi dan menimbulkan ledakan-ledakan besar, sehingga satu persatu Hobgoblins terkapar dengan kepala mereka hancur lebur.

__ADS_1


Goblin Shaman menyadari kalau Sarahlah yang paling berbahaya, karena ia awalnya melakukan serangan sihir api padaku. Namun, aku adalah manusia batu—maka sihir api itu tak berefek sama sekali.


“Aku akan merapal mantra Sihir pemanggil, lindungi Aku!” seru Goblin Shaman dalam bahasa Galisia pada Hobgoblins.


“Baik Tetua!” sahut para Goblin membentuk tameng melindungi Goblin Shaman.


Aku yang tak mengerti bahasa Galisia menduga mereka akan melakukan sesuatu yang sangat berbahaya.


“Bang Zul, Goblin Shaman itu akan melakukan mantra pemanggil!” seru Sarah menyadari mantra Sihir itu dari lingkaran sihir aneh yang muncul disekitarnya.


Aku melempar bongkahan-bongkahan batu besar kearah Goblin Shaman, tetapi sudah terlambat. Tiba-tiba dari lingkaran sihir muncul Orang Bati dalam jumlah banyak, sehingga aku sangat terkejut melihatnya.


Orang Bati adalah makhluk mitologi dari Maluku—yaitu kera bersayap mirip kelelawar. Orang Bati diyakini hidup di Gunung Kairatu, Pulau Seram dan berkeliaran di malam hari untuk memangsa anak kecil atau hewan ternak.


Orang Bati mengeluarkan suara yang sangat nyaring, sehingga Sarah terpaksa menutup telinganya. Untung saja Aku dalam mode Golem, sehingga tak memiliki telinga.



Sarah menjadi tak bisa fokus menyerang dan Hobgoblins segera maju menyerang—berusaha melewati Kloning Golem yang kubuat.


“Pakai ini Sarah!” Aku melempar earphone yang kubeli dari Sistem Dukun dan Sarah langsung menangkapnya.


“Makasih Bang!” sahut Sarah dan langsung memanah Orang Bati.


“Dia memiliki penangkal suara dari Orang Bati!” seru Goblin Shaman—panik dan memerintahkan Orang Bati menyerang Sarah.


Orang Bati ini cukup merepotkan, karena mereka bisa terbang dan langsung menuju kearah Sarah—untungnya ia bisa menembakkan anak panah dengan cepat.


Para Viewer channel YouTubeku mulai berkomentar negatif padaku. Mereka mengatakan aku malah digendong oleh Sarah dan mengatakan aku Noob Player.


Noob Player adalah istilah dalam game untuk pemain cupu atau menjadi beban tim dan digendong maksudnya dilindungi.

__ADS_1


Aku jadi sakit hati melihat komentar itu. Lagi pula kenapa aku penasaran tadi dan mengintip sekilas Layar Virtualku.


“Apakah kamu masih sanggup mengatasi mereka?” Aku bertanya pada Sarah, kalau ia tak sanggup aku berencana membeli item penyerangan pada Sistem Dukun.


“Tak masalah Bang Zul, ini mudah kok, tetapi akan memakan waktu sedikit lebih lama saja. Abang fokuslah melawan para Hobgoblins itu!" sahut Sarah.


Walaupun ia tampak kerepotan, aku yakin sajalah ucapannya. Kan, kata orang-orang istri itu memiliki indera ketujuh hehehe ....


“Baiklah rasakan ini mode guling-guling!” Aku bertekuk lutut seperti bola dan meluncur ke hadapan para Hobgoblins yang langsung keteteran menghadapinya, karena Kloning Golem juga otomatis menirukan gerakanku.


Butuh waktu 15 menit bagi Sarah untuk menghabisi Orang Bati dan melanjutkan tembakan anak panah pada sisa Hobgoblins.


Goblin Shaman tampak marah-marah pada Hobgoblins karena mereka begitu tak berguna saat berhadapan denganku.


Goblin Shaman kembali merapal mantra Sihir, tetapi aku tak membiarkannya kali ini, karena jumlah Hobgoblins yang melindunginya tinggal Lima Hobgoblins saja.


Aku meluncur dengan kecepatan tinggi, tetapi dua Hobgoblins langsung menghadangku. Namun, aku meminta satu Kloning Golem menghadangku, sehingga aku terlempar ke udara dan melewati kedua Hobgoblins.


“Sial!” kata Goblin Shaman menyadari aku meluncur dengan cepat kerahnya.


Boommm!


Dia tak sempat menghindar dan aku menghantam kepalanya, sehingga ia terjungkal.


“Sialan kau manusia terkutuk!” umpat Goblin Shaman memegang keningnya yang berdarah.


“Hah? Kau bisa bahasa Indonesia?” Aku terkejut tiba-tiba ia tidak berbahasa Galisia lagi. “Apakah kamu menggunakan Sihir terjemahan?” Aku penasaran.


“Diam kau manusia terkutuk! Mati kau!” Goblin Shaman menyerangku dengan sihir api, tetapi tetap seperti tadi. Ini tak ada efeknya padaku dan Aku segera maju dan meninju wajahnya hingga bonyok.


“Dasar kau makhluk tidak tahu sopan santun! Sudah jelas aku bertanya baik-baik, kau malah mengutukku. Makan ini!” Aku kembali meninjunya berulangkali, sehingga wajahnya benar-benar hancur dan tidak bisa dikenali lagi. “Ah, sepertinya—psikopat-ku kembali kambuh hahahaha ....” Aku tertawa cekikikan.

__ADS_1


Hobgoblins yang tersisa ingin menyerangku, tetapi Sarah lebih dulu membunuh mereka. Namun, Sarah memicingkan mata melihatku, “Bang Zul, kejam sekali! Padahal Goblin Shaman itu sudah mati, dia itu tidak pandai bertarung, tetapi hebat dalam menggunakan Sihir.”


Aku hanya tersenyum saja dan menyimpan seluruh mayat Hobgoblins, Orang Bati dan Goblin Shaman ke dalam inventori Layar Virtualku. Kami kemudian melanjutkan perburuan ke ruangan lebih dalam lagi.


__ADS_2