Sistem Dukun

Sistem Dukun
Keputusanku


__ADS_3

Aku merasa aneh kok, banyak yang mentransfer Koin Emas padaku, terutama dari Pemburu Level 100. Ada apa ini? Kenapa aku tidak mendapatkan informasi mengenai ini.


Tunggu!


Aku menoleh menatap Komarudin yang fokus menyerang Monster Naga yang menyemburkan api kearahnya. Setelah ia membunuh Naga itu ia menatapku.


“Hei, ada apa Dukun Zul? Kau seperti anak kecil yang baru mendapatkan kado ulang tahun saja hahahaha ....” Komarudin tertawa terkekeh-kekeh.


“Apa maksudnya ini?" Aku bertanya, karena penasaran—mengapa banyak Koin Emas yang ditransfer padaku.


“Tenanglah Zul, semua Pemburu Level 100 diseluruh Dunia telah diberitahu oleh Divisi Supranatural masing-masing untuk menyerahkan Koin Emas padamu, karena Sarah telah membocorkan rahasiamu," sahut Komarudin. “Ah, ya ... Aku sebenarnya anggota Divisi Supranatural juga, sama seperti Sarah.”


“O, wajarlah kalian semua tiba-tiba memberikan seluruh Koin Emas padaku.”

__ADS_1


“Ingatlah Zul, dia sangat mencintaimu. Bahkan dia bersikeras pada kami untuk ikut berburu ke sini dan ia ingin berada di sisimu, tetapi kami melarangnya—karena kamu pasti hanya fokus pada keselamatannya saja, bukan demi umat manusia atau Dunia yang kita cintai itu.” Komarudin menghembuskan nafas panjang. “Saat kita mengalahkan Bos Monster Pintu Dunia Bawah Antartika ini, tak akan ada lagi jalan kembali. Itulah mengapa Sarah sangat ingin selalu berada di sisimu.”


“Hmm, aku mengerti sekarang! Aku tidak tahu apakah ucapanmu itu hanya untuk memotivasiku atau ada maksud lainnya. Namun, tenanglah ... aku dari awal sudah bertekad untuk membunuh Bos Monster Pintu Dunia Bawah Antartika ini," sahutku.


Untuk saat ini, sulit rasanya mempercayai ucapan orang lain. Aku merasa setiap langkahku telah dimanipulasi, mulai dari tiba-tiba Sarah tak mau lagi bertemu denganku saat ia berlatih di Pusdiklat Batujajar, kemudian ia tiba-tiba muncul di tempat kerjaku dan Saga membuatku hampir mati—tak lama berselang ada Sistem Dukun yang cuma aku yang memilikinya.


Ini sungguh aneh? Ya, aneh sekali—apakah Dunia ini dikendalikan oleh sesuatu yang bisa memanipulasi kehidupan? Lalu siapakah dia? Kenapa harus aku?


Huh, dia sengaja membuatku bahagia untuk sesaat, dengan mengembalikan Sarah padaku dan kemudian mengatakan bahwa semua ini telah diatur agar kekuatanku bangkit. Sungguh lelucon macam apa ini? Baiklah kalau itu maumu, aku akan bermain sesuka hatiku.


Aku membeli enam Item Santet dan membunuh enam Dark Elf yang memanah kami dari tembok Kastil dan masih ada satu Item Santet yang kusimpan untuk melawan Bos Monster yang belum muncul juga. Apakah harus menghabisi seluruh monster—barulah ia muncul?


Teriakan-teriakan kesakitan muncul dari belakang, karena para Pemburu berlevel rendah tak bisa berbuat apa-apa, mereka seperti sengaja untuk dibunuh para Naga dan Dark Elf saja.

__ADS_1


“Komarudin!” Aku memanggilnya dan dia langsung menoleh kearahku. “Apakah Pemburu akan dibunuh seperti para Mafia itu bila keluar dari sini?” Aku penasaran apa yang terjadi pada kami selanjutnya.


“Mungkin tidak, aku juga tak tahu. Karena aku cuma Polisi berpangkat rendah, hanya mereka yang berpangkat tinggi saja yang bisa mengakses kebijakan penting begitu. Lagi pula buat apa kamu berpikir jauh ke sana? Bukankah kamu tadi mengatakan akan membunuh Bos Monster tanpa diperintah sekalipun?” Komarudin keheranan.


Aku hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dan langsung membeli ribuan Item Teleportasi, kemudian aku berpindah dengan cepat ke barisan belakang dan memindahkan para Pemburu yang terluka keluar Pintu Dunia Bawah.


Awalnya aku ragu akan berhasil, tetapi saat mencoba ternyata aku berhasil memindahkan Pemburu yang terluka.


Pemburu Level 100 dari negara Eropa, aku tak tahu detailnya dari negara mana—karena tak mengerti apa yang ia katakan dan itu bukan bahasa Inggris. Namun, dari caranya berbicara, sepertinya ia memarahiku karena menggunakan item Teleportasi pada Pemburu yang terluka dan berlevel rendah yang hanya menjadi beban saja. Bahkan mereka tak memiliki semangat berburu.


“Zul, tolong! Farhan terluka!” teriak Nabila yang melihatku saat muncul dihadapannya dan memindahkan Pemburu yang terluka.


“Han, bertahanlah! Aku akan menyelamatkanmu!” Aku langsung memindahkannya bersama Nabila keluar Pintu Dunia Bawah Antartika.

__ADS_1


Sungguh malang sekali nasib Farhan, tangannya telah buntung sebelah dan pingsan karena luka berat yang ia alami. Untung saja aku langsung menggunakan Sihir Air tingkat tinggi menghentikan pendarahannya.


Aku tak bisa menghitung sudah berapa banyak Pemburu yang kupindahkan dan tak tahu bagaimana nasib mereka setelah berada diluar Pintu Dunia Bawah, karena aku tak ikut berpindah—takut nanti tidak bisa kembali lagi ke sini, karena di luar sana sudah dipasang Anti Layar Virtual oleh seluruh negara di dunia.


__ADS_2