
Seminggu sudah berlalu, Andreas kini pergi ke Menara sihir tempat di mana ia akan menempuh pendidikan di sana sebagai seorang penyihir dan juga bangsawan. Hal yang diinginkan seluruh keluarganya.
Andreas memutuskan untuk pergi seorang diri tanpa ditemani siapapun setelah ia tahu di mana lokasi Menara sihir itu berada.
Sebelumnya sang ibu tak menginginkan hal itu, tetapi Andreas meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja.
Ia mengatakan bahwa ia sudah dewasa, tak akan ada masalah yang terjadi selama ia dalam perjalanan.
Mendengar hal itu perasaan sang ibu bisa sedikit luluh dan tak ada lagi kekhawatiran.
Sementara itu dari mansionnya, ia menggunakan sihir terbang untuk menuju tempat itu, jika ia berjalan kaki ia pasti akan merasa kelelahan.
Lagi pula untuk apa ia melakukannya, ia saja memiliki sistem yang luar biasa, yang sangat hebat dan memiliki kekuatan yang cukup berlimpah. Sayang sekali bukan jika tidak digunakan.
Andreas terus terbang, sambil melihat sekeliling tempat itu, karena sebelumnya ia belum pernah melihat banyak terbang.
Kota-kota di sana nampak begitu indah, desa-desa juga sepertinya jauh lebih maju dari sebelumnya.
Seribu tahun berlalu jadi hal itu wajar saja, apalagi mungkin pemerintah saat ini sudah tahu apa yang dilakukan untuk membuat penduduknya merasa nyaman.
Saat Andreas terus saja terbang itulah, ia melihat seseorang sedang dalam bahaya yang ada di hutan, di bawah tempatnya terbang.
Melihat hal itu Andreas lalu turun dan mendekatinya. Ternyata seorang manusia serigala laki-laki yang sudah cukup tua sedang terpojok dengan penuh ketakutan, karena ada seekor ular raksasa yang tengah menyerangnya.
Andreas mendekatinya tanpa sedikitpun takut dengan ular itu.
“Paman mundur saja, biar aku yang mengurus ular itu.” Begitu kata Andreas memerintahkan laki-laki tua itu.
Laki-laki itu mengindahkan ucapan Andreas kemudian ia mundur bersembunyi di belakang sebuah pohon.
Melihat mangsanya yang menjauh, ular itu semakin agresif dan berusaha menyerang Andreas. Namun, Andreas sudah membuat pelindung yang sangat kuat di sekitar tubuhnya.
Setelah itu Andreas menciptakan kapak pedang dari sihir darahnya. Andreas melompat tinggi ke atas ular itu, membesarkan kapaknya dua kali lipat dari tubuhnya, lalu diarahkan mengenai kepala ular itu.
Setelah terkena kapak itu, kepala ular itu terbelah menjadi dua dan langsung mati dengan mudahnya.
__ADS_1
Dengan sihirnya Andreas menyerap tubuh ular itu dan mendapatkan skill baru.
[Konfirmasi skill racun dan membesarkan diri didapatkan]
Setelah merasa aman laki-laki tua dari kaum werewolf tadi pun mendekati Andreas, meskipun terlihat bahwa ia sedikit ragu. Sebab biasanya hubungan vampir dan manusia serigala sebelumnya tak pernah baik-baik saja.
“Te-terima kasih,” ucap laki-laki tua itu sedikit gugup.
“Sama-sama, Paman. Apa Paman baik-baik saja?” Laki-laki tua itu mengangguk. “Baguslah, kalau begitu aku pergi dulu.”
“Tunggu dulu,” kata laki-laki itu mencegah langkah Andreas. Andreas kemudian menghentikan langkahnya dan memperhatikan laki-laki tua itu.
“Ada apa Paman?” Begitu tanya Andreas.
“Kau siapa dan mau ke mana? Mengapa kaum vampir begitu baik pada kaum manusia serigala?” tanya balik laki-laki tua itu.
“Aku Andreas dari Kota Teluk, mau pergi ke Menara Sihir untuk belajar di sana,” jawab Andreas. “Mengapa aku membantumu, karena memang begitu ajaranku dari kedua orang tuamu. Meskipun kami vampir murni, tetapi kami tak membedakan.”
“Berarti kau seorang bangsawan?” Andreas mengangguk. “Baiklah kalau begitu, kau harus hati-hati selama perjalanan ke sana.”
Lagi-lagi Andreas hanya bisa mengangguk, lalu ia berucap, “Paman tak usah khawatir denganku, lebih baik Paman yang harus berhati-hati, karena aku yakin di sini masih banyak monster.”
***
Beberapa waktu berlalu, Andreas akhirnya bisa melihat gerbang Menara sihir, dari kejauhan Menara itu juga sudah terlihat, begitu tinggi dan megah, ujungnya seperti tembus ke langit.
Andreas turun, lalu saat ia sudah sampai di dekat menara sihir ia melihat kumpulan orang-orang yang ternyata juga masuk ke sana.
Banyak sekali orang-orang itu, sepertinya mereka semua memang dari kalangan bangsawan, terlihat dari diri mereka yang begitu mewah dan sepertinya sulit untuk diajak bergaul.
Di pintu gerbang Andreas diminta menunjukkan surat undangan masuk ke sana, setelah itu Andreas pun masuk.
Ia kagum melihat menara sihir yang begitu besar. Ia tak yakin sejak kapan menara itu dibangun, padahal pada saat ia menjadi raja belum ada menara sihir seperti itu.
Bagaimana mungkin menara yang begitu terkenal di dunia iblis masih berumur belum sampai seribu tahun?
__ADS_1
Kalau begitu apakah menara sihir itu juga menyimpan rahasia tentang sejarah yang selama ini disembunyikan oleh dunia iblis itu, jika benar berarti dari sanalah sembur tentang sejarah itu akan terlihat nantinya.
Menara Sihir sebenarnya adalah tempat yang hanya bisa dijangkau oleh para bangsawan iblis yang memiliki rekomendasi.
Selain daripada itu, tidak ada yang bisa masuk ke dalam menara sihir ini.
Setelah itu, para murid dikumpulkan di depan menara sihir untuk diberi pengarahan, lalu mereka diminta untuk memperlihatkan sihir mereka masing-masing, sebenarnya itu hanya sebuah formalitas saja untuk menentukan di kelas mana mereka akan berada nantinya.
Andreas ternyata mendapatkan kelas tengah, sesuatu yang cukup bagus menurutnya, tidak di atas dan tidak di bawah. Ia tak mau menjadi pusat perhatian, apalagi mencolok. Ia ingin menjadi yang biasa-biasa saja.
Singkatnya semua anak diterima di sana, lalu mereka juga diberi asrama yang mana satu anak mendapatkan satu asrama seperti sekolah bangsawan pada umumnya. Memang tak ada bangsawan yang mau tinggal dalam satu kamar berdua, karena mereka butuh sebuah kebebasan.
Andreas melihat kamarnya asramanya memang tidak begitu besar, tetapi cukup untuk dirinya, ia akan mencoba membetahkan diri selama di sana, karena yang penting ia bisa beristirahat dengan tenang dan tak ada masalah apapun yang akan terjadi nantinya.
Di dalam asrama itu juga sudah disediakan seragam yang bisa digunakan selama ia belajar di sana nantinya, mungkin hanya seragam itu yang membuat perbedaan status itu tidak ada.
Di Menara sihir itu ternyata Andreas sempat bertemu lagi dengan kedua teman masa kecilnya dan kebetulan berada di kelas yang sama, tetapi ketiga orang itu tampak tidak akrab.
Berbagai permasalahan terjadi mulai dari direndahkan, karena berasal dari bangsawan iblis yang rendah. Bangsawan Marques peringkat akhir adalah yang terendah di sana.
Meskipun begitu Andreas tak mau ambil pusing dengan para iblis yang menurutnya sangat kekanakan itu.
Baginya yang merupakan Raja Agung Iblis di masa lalu, sangat tidak bijak berurusan dengan para bocah iblis yang kebanyakan mengandalkan status itu.
Dia sekarang lebih banyak berbicara dengan sistemnya untuk mendapatkan berbagai misi untuk meningkatkan kekuatan dan mendapatkan banyak poin sistem.
Sebab setelah ia tahu bahwa dengan menjalankan misi, kekuatannya bisa bertambah terus menerus, tanpa ada limit sama sekali.
Padahal selama ini ia pikir, kekuatan sistem itu sudah begitu kuat, tetapi nyatanya bisa dibuat lebih kuat lagi.
Entah apa yang akan terjadi nantinya, jika ia mendapatkan peringkat tertinggi di dalam sistem. Mungkin ia bisa kembali menjadi raja seperti dulu lagi.
Dan menjadi raja yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ia akan kembali menguasai dunia, menghancurkan segalanya atau malahan menyatukan antar bangsa iblis yang sejak dulu tak pernah saling akur satu sama lain.
Entahlah ia masih menghayal itu hal itu, yang penting sekarang ia mengikuti saja apa yang terjadi.
__ADS_1
Sekolah dengan benar, lalu lulus dan kemudian pulang. Menjalankan misi kemudian meningkatkan kekuatan sihirnya. Dengan begitu ia akan berada di puncak kekuatan makhluk.
Andreas harap si dewa tak tahu pikiran buruknya, karena itu akan menjadi masalah nantinya. Meskipun begitu sistem pasti sudah mengerti lebih dulu apa yang ia pikirkan, tetapi mana mungkin akan jadi masalah jika tak ia lakukan hal itu.