SISTEM VAMPIR ABADI

SISTEM VAMPIR ABADI
035 - AKHIRNYA KEMBALI KE RUMAH


__ADS_3

Siang pun hampir menjelang Andreas dan kedua orang tuanya pun memutuskan untuk pulang.


Setelah berpamitan mereka pun pulang menggunakan kereta kuda yang mengangkut tubuh mereka dan juga barang-barang yang mereka bawa.


Perjalanan pulang membutuhkan waktu yang sama seperti ketika mereka berangkat.


Jadi selama dalam perjalanan Andreas hanya bersantai dan jika ia mengantuk ia akan tidur di atas pangkuan sang Ibu seperti biasanya.


Ia tidak lelah saat ini karena Ia memang tidak menggunakan banyak sihir atau mengeluarkan maknanya selama di rumah sang paman.


Selama dalam perjalanan Andreas lebih banyak melihat sekeliling karena ketika pulang mereka tidak lewat jalan yang sama saat berangkat.


Meskipun waktu yang digunakan tidak jauh berbeda.


Andreas saat itu bisa melihat sekeliling tempat yang melewati pegunungan, ngarai yang dalam dan juga lereng-lereng yang curam, tempat itu berbeda saat mereka pergi ke rumah sang paman beberapa hari lalu, tetapi Andreas tak masalah malah lebih suka melihat hal seperti itu.


"Andreas Ayah ingin menanyakan padamu tentang sesuatu," ujar Alfred kemudian.


Andreas yang mendengar hal itu langsung menghadap dan menatap sang ayah, tetapi saat Andreas menunggu lama Alfred tak kunjung berbicara malah hanya diam saja.


"Ada apa, Ayah?" tanya Andreas kemudian memulai pertanyaannya, karena Alfred diam.


"Apa kau merasa tidak nyaman saat ini hanya menjadi bagian dari keluarga Baron?"


Pertanyaan Alfred itu membuat Andreas bingung tumben sekali Alfred menanyakan hal itu sepertinya ada yang mengganggu pikirannya hingga sampai ia mengutarakannya.


Demi menyenangkan hati seorang ayah Andreas menjawab dengan jujur bahwa ia tak merasakan apapun, ia nyaman dengan keadaannya saat itu.


Meskipun anak-anak di menara sihir banyak yang mengoloknya dan mengatakan bahwa ia hanyalah bagian dari Baron yang sebenarnya bukanlah bangsawan. Namun, hanya diakui oleh sebagian orang dan pemerintah.


Andreas tak masalah dengan hal itu ia terbiasa dengan anak-anak seperti itu baginya yang ia butuhkan berada di menara sihir adalah untuk belajar bukan untuk mendengarkan cemooh orang-orang dan bangsawan lain.


"Apa ada yang mengganggu ayah sampai menanyakan hal seperti itu?" tanya Andreas mengakhiri perkataannya.


"Sebenarnya Ayah takut kau ingin seperti Leon yang memiliki segalanya sebagai bangsawan tingkat atas."

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan Alfred itu Andreas kemudian mengatakan bahwa ia tidak peduli dengan hal itu.


Andreas tidak peduli dengan status atau apapun, yang ia butuhkan hanyalah hidup.


Buktinya rakyat biasa saja tanpa gelar bangsawan bisa hidup dan kehidupan mereka juga menyenangkan. Kenapa harus dipaksakan memiliki sebuah gelar?


Meskipun ia hanyalah seorang bagian dari Baron buktinya ia bisa berdampingan dengan bangsawan lainnya.


Bahkan ia juga sudah memenangkan turnamen sihir dan ia menjadi penengah dari dua kaum iblis saat berada di dungeon.


"Ayah sudah tahu bahwa kau akan menjawab seperti itu. Ayah menanyakan hanya ingin memastikan bahwa kau seperti yang Ayah dan Ibu pikiran," ujar Alfred.


"Kau anak hebat Andreas, suatu saat kau pasti akan dikenal orang dan semua orang pasti akan bangga padamu." Lalita menimpali.


"Tentu saja Ayah, Ibu. Andreas akan mengatakan pada semua siapa Andreas sebenarnya dan akan membuat kalian bangga."


Maksud dari perkataan Andreas yang sebenarnya adalah ingin mengungkapkan jati dirinya sebagai seorang raja iblis yang memiliki kekuatan luar biasa.


Namun, ia butuh waktu, bukan mengatakan sebenarnya bahwa ia bagian dari keluarga Baron karena semua orang tahu akan hal itu.


Meskipun terkesan egois dan tamak, namun itulah adanya.


Garis keturunannya yang membuat kerajaan itu dan membuat para iblis berada di puncak makhluk dan kekuatannya bahkan para iblis bisa menguasai setengah dari dunia yang ada saat ini jadi anggapan semua adalah miliknya sendiri.


Setelah pembicaraan singkat yang penting itu mereka pun kembali pada pikiran masing-masing.


Andreas sibuk memikirkan apa yang harus dilakukan setelah ini karena pastinya ia akan kembali ke Menara sihir dan Belajar seperti biasanya.


Namun, yang pasti ia akan menyelesaikan rencananya dan mencari informasi lebih banyak lagi tentang bagaimana keadaan dunia itu dan yang pasti bagaimana caranya masuk ke dunia manusia.


Lalu kemudian ia ke teringat apa yang dikatakan Alfred dan Lalita beberapa waktu lalu akhirnya ia pun menanyakan tentang pertemuannya dengan manusia itu.


Alfred tak terkejut dengan pertanyaan dari Andreas, Andreas pun mengatakan persis seperti apa yang dikatakan sistem padanya bahwa manusia bisa datang ke dunia para iblis adalah melewati sebuah lorong dimensi yang muncul puluhan hingga ratusan tahun sekali tidak ada yang tahu Kapan pastinya tapi dalam waktu itu pasti ada yang datang ke sana.


"Apa para manusia itu mengganggu setelah mereka datang ke dunia para iblis, Ayah?" tanya Andreas kemudian.

__ADS_1


"Sampai saat ini sepertinya belum ada masalah yang terjadi, karena beberapa dari manusia itu yang datang ke dunia para iblis mereka tak lama pasti akan mati di makan monster atau iblis yang memang memakan manusia," jawab Alfred.


"Apa ada yang mengganggumu?" Kini Lalita yang bertanya pada Andreas.


Mendengar pertanyaan Lalita itu, kemudian Andreas mengatakan apa sebenarnya yang ia lihat.


Bahwa manusia bisa menggunakan sihir kuno yang begitu hebat saat bertemu dengannya manusia itu tidak sama sekali ketakutan bersikap biasa seolah mereka hanya bertemu dengan anak kecil pada umumnya bukan iblis.


"Manusia itu membuat lingkaran sihir kuno seperti sebuah segel, tetapi setelah aku dan Leon pergi dari lingkaran itu sudah hilang dan aura mana dari sana sudah tidak ada." Begitu kata Andreas.


"Sepertinya ada hal yang sulit yang akan terjadi. Esok saat gerhana matahari kau jangan pergi kemanapun. Bahkan keluar dari mansion," ucap Alfred.


Andreas hanya bisa mengangguk saja dengan hal itu.


Sedangkan Alfred kemudian berpikir apa yang ia dan Liones bicarakan beberapa waktu sebelum ia dan keluarganya pulang.


Saat Andreas dan Leon tengah berlatih menggunakan sihir kuno, saat itu juga Leonis dan Alfred tengah sibuk membahas sesuatu hal yang penting, yakni apa yang mereka bicarakan dengan tempo hari.


"Jadi bagaimana jika sihir pelindung itu terbuka nantinya? Apa akan ada masalah?" Begitu tanya Liones pada siang kakak.


"Aku belum pernah memikirkan hal seperti itu. Ternyata kubah pelindung itu ada waktunya untuk menghilang, padahal sejak aku lahir pelindung itu sudah ada."


Dalam pembicaraan yang berlangsung dengan beberapa Kepala Wilayah.


Mereka membahas bahwa kubah pelindung di dunia iblis akan segera berakhir, pembahasan itu sebenarnya juga berasal dari sang raja kemungkinan kubah itu menghilang bersamaan dengan gerhana matahari total yang akan terjadi esok hari.


Meskipun mereka tidak yakin apa yang akan terjadi nanti karena selama ratusan tahun kubah itu sudah ada dan selama ini tidak pernah terjadi apapun.


Jika mungkin akhirnya akan terjadi peperangan antara iblis dan manusia Alfred dan Liones yakin mereka akan siap dengan hal itu.


Lagi pula sebagai Kepala Wilayah yang mengurus tempat mereka masing-masing mereka harus menjaga rakyat bagaimanapun caranya.


Bahkan jika perlu turun ke medan perang, meskipun diingat bahwa Alfred hanyalah seorang baron.


Namun, Ia memiliki kekuatan yang luar biasa jika digunakan dalam pertempuran tidak seperti sang ayah dulu yang seorang Baron dan hanyalah Baron tanpa memiliki kekuatan lebih.

__ADS_1


Hingga akhirnya ayah mereka mati dalam keadaan konyol.


__ADS_2