
Lima orang yang tak tahu makhluk dari Ras apa telah berkumpul di satu tempat, mereka disebut sebagai Dewan Dunia. Bagian dari dunia itu sendiri meskipun tidak banyak yang tahu.
Masing-masing dari mereka berusia lebih dari ratusan hingga ribuan tahun, mereka adalah bagian dari sejarah bahkan kadang disebut sejarah itu sendiri.
Namun, tak banyak yang tahu siapa mereka, sebab mereka juga hampir tak pernah memperlihatkan diri mereka pada siapapun, baik itu manusia ataupun iblis.
Meskipun begitu masing-masing dari mereka tahu apa yang terjadi, tahu apa yang akan terjadi, dan tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka dikatakan hampir mirip dengan dewa. Namun, meskipun begitu mereka tak akan pernah ikut campur tentang masalah dunia.
Sebab mereka hanyalah Dewan Dunia, bukan Dewa yang sesungguhnya, tetapi mereka ada dan benar-benar ada.
Lalu siapa mereka dan apa yang mereka lakukan? Tidak ada. Mereka hanya akan terus memantau dan melihat keadaan sekeliling.
Mereka tahu tentang banyak hal.
"Kubah dinding pelindung dunia iblis sepertinya akan terbuka setelah ini," ujar salah satu Dewan Dunia itu.
"Sudah seribu tahun sejak Andreas mengorbankan diri demi rasa kenaifan ternyata," kata Dewan Dunia yang kedua.
"Apa berarti setelah ini akan ada hal yang terjadi?" tanya Dewan Dunia yang ketiga.
"Sesuatu yang besar pasti akan terjadi, karena bagaimana pun ini adalah puncak terpisahnya dunia manusia dan iblis. Setelah ini dunia mereka pasti akan bersatu," ujar Dewan Dunia yang pertama tadi.
"Sebuah perang?" tanya Dewan Dunia yang keempat.
"Lebih tepatnya sebuah peradaban akan hancur setelah ini." Begitu kata Dewan Dunia yang ke lima.
Salah satu dari Dewan Dunia itu memang memiliki pengetahuan masa depan. Ia bisa melihat apa yang akan terjadi dalam waktu dekat ataupun lama.
Namun, ia tak boleh mengatakan sedetail mungkin, sebab biarkan dunia berjalan sebagaimana mestinya.
Jika semua dikatakan sejak awal, manusia dan iblis pasti akan sulit dikendalikan dan akan merasa layak hidup.
Dewan Dunia tidak dibentuk, tetapi terbentuk dengan sendirinya.
Kumpulan makhluk dengan kekuatan yang luar biasa. Namun, seperti apa luar biasanya mereka tidak ada yang tahu, mereka setara Dewa atau bahkan Dewa itu sendiri, tetapi sebenarnya mereka Bukan Dewa.
Mereka ada ketiga dunia tercipta, ketika para iblis dan manusia saling berperang, hingga keduanya akhirnya saling sadar bahwa butuh perdamaian.
Meskipun memiliki kekuatan yang luar biasa mereka tak akan melakukan apapun pada peradaban dunia.
"Andreas akan melakukan apa setelah ini?" tanya Dewan Dunia Kedua.
__ADS_1
"Melalukan hal konyol lainnya. Dengan kekuatan hebatnya, sepertinya ia bisa menaklukkan dunia. Mencari tahu mengapa dunianya bisa seperti itu," jawab Dewan Dunia kelima.
"Setelah terlahir kembali, ia memiliki kekuatan yang luar biasa. Asal kekuatannya tak terlihat, tetapi jauh berbeda dari sebelumnya. Apa itu pemberian, Dewa?"
"Untuk apa Dewa memberikan kekuatan sehebat itu pada Iblis, bukankah itu akan jadi masalah."
Sebab mereka bukan dewa, kekuatan yang di atas mereka atau dewa yang sesungguhnya mereka tak akan tahu tentang itu.
Mereka akan setara dewa dengan pengetahuan yang mereka miliki, tetapi tidak dengan pengetahuan dewa itu sendiri.
"Dewa mungkin ingin sebuah perdamaian dengan menyuruh Andreas melakukan hal itu. Anggapan seperti hadiah atas pengorbanan bodohnya."
"Tidak perlu melakukan hal itu, harusnya manusia yang mendapatkannya, sebab mereka pasti akan memerangi para iblis."
"Dalam peradaban mereka, manusia dan iblis sama, sama-sama makhluk yang suka membuat kerusakan. Baik manusia maupun iblis tak jauh berbeda, hanya saja dilihat dari seribu tahun lalu manusia begitu munafik, hanya karena tak ingin raja mereka melakukan hal yang dilakukan Andreas."
"Tapi bukankah akhirnya Dario Daza juga mati, meskipun ia mati dalam keadaan yang konyol. Namun, kematiannya tetap dianggap sebagai sebuah kisah kepahlawanan yang hebat.".
Memang manusia dan iblis berbeda, jika pengorbanan Andreas diganjar hilangnya ia dari sejarah kerajaannya sendiri.
Berbeda dengan manusia yang malah menjadikan Dario sebagai pahlawan, karena dianggap telah memenangkan peperangan seribu tahun lalu.
Padahal nyatanya Dario mati bunuh diri, karena merasa bahwa ia telah membohongi Andreas.
Namun, dengan keegoisan manusia yang dipimpin saat itu oleh para petinggi kerajaan mereka tak ingin hal yang sama terjadi pada raja iblis Andreas, maka mereka berusaha mencegah kematian Dario.
Meskipun akhirnya Dario juga mati dan perdamaian itu ada sampai seribu tahun lamanya.
Nama Dario dikenal dengan baik di dunia para manusia, ia dikenal sebagai raja yang memiliki sejarah paling baik. Raja yang dianggap sebagai awal mula peradaban damai para manusia saat itu.
Sebuah kesan baik yang sengaja ditanamkan, hal yang sama tidak mungkin didapatkan Andreas, sebab namanya saja hilang dari peradaban dunia para iblis.
***
Sedangkan saat ini Andreas tengah berada di rumahnya, pagi hari setelah ia sampai di rumah.
Ia tak mungkin bisa keluar dari sana satu hari ini, sebab orang tuanya melarangnya untuk melakukan hal itu.
Gerhana matahari total akan segera datang nanti siang.
Untuk meminimalisir keadaan buruk Andreas dipaksa harus tetap berada di dalam rumah sampai esok harinya.
Sebenarnya tidak ada masalah untuk itu, tetapi ia ingin melihat bagaimana Gerhana matahari total itu, apa sama seperti dulu yang berwarna merah seperti gerhana bulan total.
__ADS_1
"Ayah ke mana, Ibu?" Begitu tanya Andreas pada Lalita saat dirinya berada di dapur.
"Ayah sedang pergi ke rumah duke, ada pertemuan para bangsawan kota," jawab Lalita.
"Apa yang mereka lakukan di sana? Bukankah ayah bilang kalau dilarang keluar rumah hari ini."
Mendengar apa yang dikatakan Andreas itu Lalita kemudian mendekatinya dan memegang kedua pundaknya, sambil mengulas senyum dan ia pun mengatakan bahwa yang harus ada di rumah adalah dirinya dan juga sang Ibu.
Sebab ayahnya tak mungkin berada di rumah dalam keadaan seperti itu, ia dan beberapa kepala wilayah lainnya harus menjaga para rakyat dan berusaha meminimalisir nanti Jika ada hal yang terjadi.
"Apa gerhana matahari total begitu menakutkan? Apa sebelumnya tak pernah ada gerhana matahari total?"
"Ada, tapi menurut orang-orang gerhana matahari ini sangat berbeda. Ibu tak tahu apa yang membuatnya berbeda. Yang pasti kau harus tetap berada di rumah, kau masuk kamar saja. Jika terjadi gerhana matahari kau bisa melihat lewat jendela." Begitu kata Lalita.
Andreas mengerti, ia pun kemudian berlalu pergi dari sana untuk menuju kamarnya.
Sesaat setelah sampai di kamar, Andreas hanya duduk di atas tempat tidurnya, tak ada hal yang harus ia lakukan.
Mungkin ia perlu mengistirahatkan dirinya saja, tidur mungkin pilihan yang tepat saat ini, dari pada menunggu tanpa kepastian.
Tak ada buku yang bisa ia baca, atau melakukan kegiatan lainnya. Jadi ia akan berdiam di sana.
Namun, saat Andreas memutuskan untuk tidur ada yang mengetuk kaca jendelanya.
Andreas langsung bangkit dan melihat, ternyata sebuah ranting, tetapi di dekat kamarnya tidak ada pohon satupun.
Dilihat lebih jelas lagi sepertinya ada sesuatu yang membuat ranting itu bergerak.
Akhirnya Andreas pun berdiri dan membuka jendela, ada dua sahabatnya Edmund dan juga Raquel, ternyata berada di bawah sedang melambaikan tangan padanya, Andreas pun terbang turun dan menemui mereka.
"Ada apa? Aku pikir orang tua kalian melarang kalian keluar juga," kata Andreas dengan merendahkan suaranya. Ia tak ingin sang ibu mendengarkan percakapan itu.
"Sebenarnya begitu, tapi kami penasaran dengan gerhana itu. Sepertinya akan terjadi hal yang cukup menggemparkan, mari kita lihat," ujar Raquel.
"Apa itu tidak masalah? Ibuku menyuruhku untuk tetap di dalam rumah," ucap Andreas.
"Tidak apa, setelah gerhana itu berakhir, kita akan kembali ke rumah dan anggap saja tak terjadi apapun." Edmund memberi saran.
"Baiklah, ke mana kita akan pergi?" tanya Andreas.
Edmund pun menjawab bahwa mereka akan pergi ke bukit karena di sana pemandangan mataharinya akan terlihat dengan jelas.
Setelah itu mereka pun pergi ke tempat yang dimaksud Edmund tadi dengan terbang perlahan.
__ADS_1