
Meskipun sudah terjadi pertarungan yang cukup sengit antara kedua kaum iblis itu dan keduanya mendapat bagian yang menurut kaum vampir sudah pas.
Namun, nyatanya kaum manusia serigala tak menyukai hal itu dan mereka ingin apa yang ada di dalam Dungeon itu mereka bagi secara rata.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam sana dan melihat apa yang ada di dalamnya.
Jika benar ada harta yang banyak mungkin bisa gunakan mereka akan membaginya secara adil.
Hingga kemudian ditentukanlah hari kapan mereka akan pergi. Namun, tidak semua orang bisa ikut hanya orang-orang tertentu saja yang boleh pergi ke sana seperti halnya para petinggi kedua belah keluarga bangsawan ataupun anak-anak yang memang ditunjuk.
Karena mereka sekolah di menara sihir termasuk salah satunya adalah Alfred sebagai seorang mediator dan Andreas sebagai anak yang memang berasal dari menara sihir.
Keinginan untuk masuk ke sana ternyata membuahkan hasil, ia bersama dengan Edmund dan Raquel juga akan ikut dalam penjelajahan ke dungeon itu.
"Sepertinya penjelajahan ini akan cukup menyenangkan bagi kita. Seperti yang kudengar katanya di dalam sana kan ada banyak harta dan juga hal-hal yang luar biasa lainnya, mungkin dengan itu kita bisa melatih sihir kita atau ada benda yang bisa memperkuat mana," kata Edmund.
Saat itu mereka tengah melakukan pertemuan diam-diam sebelum pergi untuk menjelajahi dungeon.
Pertemuan itu memang sengaja direncanakan oleh Andreas untuk memikirkan apa yang akan mereka lakukan Nantinya di sana.
"Apa sudah ada gambaran bagaimana isi dungeon itu?" tanya Andreas kemudian.
"Karena dengan itu datangnya secara tiba-tiba dan masih diperebutkan oleh kedua belah pihak sampai saat ini makanya belum ada yang tahu apa isi dalamnya hal itu yang harus membuat kita mencari tahu," jawab Raquel.
Sebenarnya pertanyaan Andreas itu hanya sekedar basa-basi, sedangkan ia saja tahu seluruh isi di dalam Dungeon itu, bagaimana bentuknya, apa yang ada dalamnya ruangan-ruangan tersebut ia takkan pernah lupa.
Orang kedua yang tahu isi dari dungeon itu adalah William, karena saat ia mengumpulkan harta dan masuk ke dalamnya ia selalu bersama dengan William untuk meminta saran apa yang harus ia lakukan.
Atas salah dari William itulah dunia terbentuk dan menjadi lebih baik kemudian ketika ia mati entah bagaimana Dungeon itu hilang secara tiba-tiba bersama dengan dirinya dan muncul juga mendadak.
Ketika itu membicarakan hal itu sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berlatih sihir lagi.
Andreas yang melatih mereka saat ini, karena mereka tak lagi bersekolah, sekolah masih diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan hingga keadaan yang terjadi itu membaik.
Padahal awalnya Andreas begitu bosan ketika sekolah, tetapi secara perlahan ia menyukai sekolah dan menganggap bahwa sekolah adalah hal yang penting.
__ADS_1
Ia juga bisa membaca banyak buku di perpustakaan sekolah dan mengetahui banyak sejarah serta cerita-cerita yang sengaja dikembangkan setelah kematiannya entah itu benar ataupun tidak bahkan terkesan memang sengaja dibuat-buat supaya orang-orang percaya bahwa dunia iblis sedang baik-baik saja.
Setelah berlatih dengan mereka untuk waktu yang cukup lama Andreas pun memutuskan untuk kembali pulang karena orang tuanya pasti mencarinya.
Menurut mereka dalam keadaan seperti ini akan sangat berbahaya jika di luar karena masalah antara kaum vampir dan kaum manusia serigala masih terus berlanjut sampai mereka mendapatkan bagian mereka masing-masing dari dungeon itu.
Dan benar saja begitu sampai di Mansion miliknya orang tuanya terutama sang Ibu sudah begitu khawatir dengan dirinya, karena keluar cukup lama.
Mereka pikir terjadi hal buruk dengan dirinya, padahal ia hanya pergi bermain bersama dengan teman-temannya meskipun ia tak mengatakan hal itu kepada kedua orang tuanya, ia hanya bilang melihat sekeliling, karena bosan di rumah terus menerus dan sebelum ia pergi ke dungeon nantinya.
Sebenarnya kedua orang tuanya tak melarang dirinya untuk bermain dengan teman-temannya hanya saja orang tua lain tak berpikir hal seperti itu.
***
Hari yang ditunggu pun tiba Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke dungeon melihat apa yang ada di sana.
Penjelajahan Dungeon dimulai Andreas yang ikut di dalamnya, sangat hafal betul dengan Dungeon itu karena dia adalah pemilik asli dari bangunan itu.
Tetapi, dia tidak mau memberitahukannya, dia berjalan cuek saja dan mengambil beberapa barang yang menurutnya penting dan bisa menunjang kekuatannya. Tidak ada yang curiga dengan hal itu, karena Andreas melakukannya dengan sangat baik.
Namun, karena saat ini ia bersama dengan banyak orang ia harus seolah-olah ia tak mengenal tempat itu.
Andreas sangat ingat betul seluruh isi dari dungeon itu karena ia pemiliknya setiap areanya dan setiap tempat yang ada mengingatkan dirinya dengan kekuasaannya dulu.
Entah bagaimana tiba-tiba jadinya dengan peninggalannya itu yang mengapa muncul mendadak ke permukaan.
Meskipun semua pertanyaan itu terus ada di kepalanya, ia masih memikirkan banyak hal.
Namun, ia bahagia kini satu persatu apa yang telah Ia tinggalkan muncul ke permukaan, mungkin nanti suatu saat semua orang juga menyadari bahwa dirinya penguasa dari kerajaan itu sendiri ia yang sudah menciptakan dunia dengan perdamaian bagi para iblis lainnya.
Sesaat sebelum pergi menjelajahi dungeon itu, ia sempat berdiskusi dengan sistem tentang hal itu.
"Menurutmu apa yang sebenarnya terjadi?" Begitu tanya Andreas saat itu. "Apa ada dalam di balik munculnya dungeon itu?"
[Maksud Tuan orang yang kemungkinan memunculkan kembali dungeon itu?]
__ADS_1
"Seperti itulah."
[Jika benar ada orang yang bisa melakukan hal itu maka dia benar-benar hebat dan memiliki mana sihir yang luar biasa sebab mengeluarkan dukungan sebesar itu bukan hal yang mudah]
[Namun, jika bukan dipaksa keluar, maka tak mungkin dungeon itu muncul. Karena sepertinya dungeon itu tidak tertimbun tanah, tetapi lenyap dengan sihir.]
Andreas mengingat dan mendengar hal itu apa yang dikatakan oleh sistem itu sebenarnya tidaklah salah sama sekali karena jika dipikir tempat dugeon yang sebelumnya saat ia masih ada bukanlah di situ.
Namun, di tempat yang berbeda meskipun kerajaan itu sudah berubah, tetapi ia tak akan lupa di mana harta-harga miliknya berada dulu duengeon berada di bawah kaki bukit kematian yang saat ini sebenarnya masih ada saat ini, beberapa mil dari menara sihir.
Jika memang muncul ke permukaan dan tertimbun cukup lama seharusnya ia Muncul lagi di tempat itu tetapi nyatanya muncul di tempat yang berbeda.
Maka dari itu ia terpikir sebenarnya siapa yang memindahkan Dungeon yang begitu besar ke satu tempat ke tempat yang lain itu membutuhkan mana yang cukup luar biasa pasti bukan sembarangan makhluk yang melakukannya.
Namun dari semua itu sebenarnya yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya ia mengambil semua yang ada di dalam lingkungan itu dan mengembalikan Siapa dirinya.
Bukan ia tak mau meninggalkan kekuasaannya, tetapi ia masihlah Raja mereka raja yang seharusnya mereka patuhi bukannya melupakannya.
Andreas terus saja mengikuti dua kaum itu untuk menjaga setiap tempat yang ada di dungeon.
Ia ingin melihat semua tempat yang ada di sana, maka dari itu ia tak ingin mengacau, ia hanya perlu diam saja dan ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Andreas ingin tahu sejauh mana para iblis itu berusaha mengambil isi dari dungeon miliknya.
Meskipun saat ini mereka belum mencapai tujuannya, yakni ruangan harta.
Itu yang selama ini mereka cari dan harapkan saat berada di dalam sana.
"Tempat ini luar biasa, ya, Andreas," ujar Edmund pada Andreas sambil berbisik.
"Benar sekali, tempat ini luar biasa." Andreas ikut berbisik.
Tidak salah apa yang Edmund katakan, karena saat membangun tempat itu Andreas tidak asal-asalan, ia meminta nasehat dari William serta beberapa dari para arsitek
Selain itu sebenarnya kegunaan dari Dungeon bukanlah tempat penyimpanan harta lebih kepada di mana ia memenjarakan para tahanan, tetapi mungkin saat ini mereka sudah mati.
__ADS_1
Selain untuk memenjarakan para ketahanan di tempat lain memang ada harta yang sengaja itu jika ia simpan di kerajaan pasti akan hilang. Karena iblis memang gila harta.