SISTEM VAMPIR ABADI

SISTEM VAMPIR ABADI
040 - PARA MANUSIA


__ADS_3

Sementara itu semenjak kematian Dario seribu tahun yang lalu manusia sudah terpecah belah dan akhirnya mereka memiliki beberapa pekerjaan di dalam satu benua yang tergabung dalam kekaisaran manusia itu sendiri.


Manusia memisahkan diri karena terjadi perang saudara di antara mereka tak lama setelah kematian Dario selama satu tahun itulah mereka akhirnya membuat kerajaan masing-masing meskipun masih dalam satu kekaisaran yang sama.


Terdapat sembilan kerajaan dari satu kekaisaran yang cukup besar itu.


Dan saat itu setelah terjadinya gerhana matahari total yang membuat kubah pelindung di benua para iblis hilang para raja akhirnya membuat sebuah pertemuan untuk membicarakan hal itu apa yang nantinya akan mereka lakukan.


Karena setelah kubah pelindung itu telah menghilang maka akan memudahkan para iblis keluar dari sana begitu juga manusia yang bisa masuk dengan mudah ke dunia para iblis.


Sudah seribu tahun sejak manusia dan iblis dipisahkan oleh kubah pelindung itu mereka jarang sekali berinteraksi mungkin hanya beberapa dari mereka yang melakukan pertemuan seperti halnya pertukaran pelajar namun selebihnya mereka tidak pernah berkomunikasi satu sama lain.


"Bagaimana, apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang raja.


"Apa kita perlu melakukan penyerangan terhadap para iblis itu?" tanya raja yang lainnya.


"Sepertinya tidak perlu, selama mereka tidak melakukannya lebih dulu untuk apa kita menyerang. Lagi pula kita tidak tahu sekuat apa sekarang mereka. Jika kita gegabah maka itu akan berdampak buruk pada kita nantinya."


Ucapan raja dari sebuah kerajaan makmur yang berada tak jauh dari perbatasan benua iblis itu di setujui oleh Raja yang lainnya.


Bahkan saat itu ada sang kaisar yang tengah itu dalam pertemuan itu.


Sang kaisar adalah petinggi dari kesembilan kerajaan itu.


"Kita sekarang hanya harus menyiapkan diri jika seandainya para iblis itu melakukan penyerang. Sudah lebih dari seribu tahun kita terpisah, sekarang kita pasti akan lebih dekat."


"Benar. Jika memang hal itu terjadi kita sudah ada perisapan yang matang untuk itu.”


Berbeda dengan para iblis, di mana dunia mereka tidak lagi memiliki sejarah yang benar. Sejak awal manusia masih berpegang pada sejarah mereka yang nyata, mereka tak ingin merubah hal itu.


Sebab mereka sangat menunjung tinggi dan mengagumi Dario Daza sebagai seorang pahlawan dan juga seorang raja yang teramat hebat.


Di tengah ibu kota kekaisaran ada patung tinggi besar yang sengaja dibangun di sana, guna untuk mengenang segala kehebatan dari Dario Daza.

__ADS_1


Jika di dunia iblis yang terlihat adalah patung orang lain, bukanlah patung dari Andreas itu sendiri, padahal Andreas yang telah berjaga untuk membuat kedua ras itu berdamai.


Seribu tahun lalu, saat Dario Daza tak jadi mengorbankan dirinya sebab para petinggi kerajaan melarangnya untuk melakukan hal itu, karena mereka tak yakin bahwa Andreas akan menepati janjinya.


Dario sebenarnya memang merasa depresi akan hal itu, ia pun kemudian memutuskan untuk bunuh diri, tetapi ada banyak hal yang tak pernah terlihat sampai saat ini bahwa sebenarnya bunuh diri itu bukan hal yang ingin Dario lakukan.


Malam hari sebelum Dario melakukan sesi pengorban yang akan terjadi keesokan harinya. Ia tengah bersama dengan sang istri, saat itu istrinya tengah hamil muda.


Mereka berdiri di balkon untuk melihat sekeliling ibu kota kerajaanya. Sambil bersama-sama mengelus kehamilan ini.


“Anak kita sebentar lagi,” ujar sang istri pada Dario. “Kau ingin anak laki-laki atau perempuan?”


Dari yang mendapatkan pertanyaan itu dari sang istri hanya mampu mengulas senyumnya.


“Apapun anak yang kau lahirkan aku pasti akan menyayanginya, baik laki-laki ataupun perempuan sama saja. Jika laki-laki pasti ia akan menjadi seorang raja yang hebat, jika perempuan ia akan melahirkan raja-raja yang hebat nantinya.”


Begitu ucapan Dario, tetapi kemudian keadaan mulai mencanggung saat Dario ingat bahwa dirinya harus mengorbankan diri tak bisa hidup lagi untuk melihat anaknya tumbuh besar nantinya.


Kini Dario menatap sang istri seperti seseorang yang tengah bingung.


“Apa itu masalah?” tanya balik Dario.


“Jelas sekali masalah. Jika kau mengorban diri, kau pasti akan mati. Dan kau tak bisa lagi melihat anakmu tumbuh, kenapa kau harus melakukannya?”


“Aku ingin sebuah perdamaian untuk para manusia, istriku. Aku ingin peperangan ini berakhir.”


“Kenapa tidak para iblis itu saja yang menyerah dan mengorban diri mereka.”


Dario memegang kedua pipi sang istri dan mengatakan hal yang sebenarnya, bahwa jika berkorban itu demi kebaikan bersama, bukan sekedar berkorban saja. jika di suruh menyerah pastinya Andreas akan melakukan hal itu, tetapi masalah besar pasti akan terjadi nantinya.


Para bawahan Andreas tak akan terima saat rajanya menyerah, maka dari itu lebih baik Andreas berkorban supaya mereka tahu bahwa Andreas adalah seorang pahlawan.


“Jadi kau tahu kan kenapa aku melakukan hal itu.”

__ADS_1


Meskipun Dario mengatakan hal seperti itu, tetapi tetap saja ia merasa istrinya tak puas.


Wajar saja karena ia seorang istri yang sedang hamil tua, dan akan tinggal mati sang suami.


Jika suaminya mati mendadak, mungkin hal itu cukup wajar, tetapi jika sang suami mengatakan dengan sebenarnya bahwa ia telah mati maka hal itu tidak bisa ia terima.


Namun, bagaimana pun ia tak bisa mencegahnya, karena apa yang dilakukan Dario itu demi sebuah kedamaian.


Sebab bagaimana pun seorang raja memang harus memikul tanggung jawab rakyat. Sebagai seorang raja ia adalah bagian terpenting dari sebuah kerajaan.


“Anak kita pasti akan menjagamu nanti.” Setelah mengatakan hal itu Dario mencium perut sang istri sebagai tanda sayangnya.


Keesokan harinya saat yang paling ditunggu pun dimulai, pada tengah hari harusnya Dario mengorbankan dirinya, tetapi hal itu tak terjadi. Sebab para petinggi kerajaanya malah menghalangi niat itu.


Hingga akhirnya Dario tak jadi mengorbankan dirinya.


Setelah hari-hari  ia gagal mengorbankan dirinya, Dario menjadi steres dan prustasi hingga akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri.


***


Sementara itu pada malam harinya Alfred dan Lalita tengah berada di dalam ruangan, dan saling bertukar cerita. Hingga akhirnya mereka berduapun memutuskan untuk mencarikan guru berpedang bagi Andreas.


Dengan semua hal yang terjadi akhir-akhir ini mereka harus waspada dengan semuanya, apalagi saat ini Menara Sihir masih ditutup dan akan dibuka dua sampai tiga minggu ke depan.


Maka dari itu Andreas harus dilatih lebih baik lagi, mungkin jika masalah sihir Andreas sudah sangat jago, tetapi jika bertarung tanpa mana mungkin ia akan kewahalan.


Hal itu juga untuk menjaga dirinya, dan meminimalisir hal buruk yang akan terjadi nantinya.


“Jadi siapa yang akan kau pilih untuk menjadi seorang guru berpedang bagi Andreas?” tanya Lalita. “Aku tak ingin asal mencari.”


“Tenang saja, aku akan meminta Liones mencarikan guru berpedang untuknya. Dan aku yakin di sana pasti banyak yang pandai berpedang.”


Setelah itu mereka pun sepakat untuk mencari guru berpedang yang dimaksud Alfred tadi.

__ADS_1


__ADS_2