
Setelah kembali dari ibu kota kerajaan, banyak hal yang akhirnya Andreas ketahuan tentang negeri barunya itu, meskipun kini ia sadar bahwa tempat itu tak harus ia sebut sebagai negerinya.
Sebab tempat itu sudah sangat jauh berbeda dengan tempat yang dulu pernah ia tinggali. Mungkin sekarang ia tak akan sibuk selalu berpikir bahwa negeri itu berubah.
Yang harus ia lakukan hanya mencari tahu mengapa negeri itu bisa menjadi seperti ini. siapa yang bertanggung jawab untuk itu saat ini?
Jika ia bertanya pada William saksi dari segala hidup dan matinya itu terasa sangat tidak mungkin, karena William saja sudah tidak ada. Matinya sudah lama sekali bahkan keturunannya sudah pada tiga generasi.
Menyadari hal itu kini Andreas akan berpikir bagaimana mulai menjalani hidupnya, ia harus mengerti bahwa ia dilahirkan kembali dengan tujuan yang berbeda. Ia memiliki misi yang cukup rumit.
Andreas harusnya fokus pada hal itu, bukan pada hal yang lain yang malah membuatnya hilang pikiran.
Ia kini harusnya hidup seperti anak pada umumnya, yang masih harus belajar dan perlu memahami banyak hal, tetapi sepertinya hal itu tak akan bisa berjalan seperti seharusnya, karena semua orang sudah sadar bahwa dirinya berbeda.
Orang tua dan keluarganya tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam dirinya, sesuatu yang tidak dimiliki anak-anak lain, meskipun seolah mereka tak peduli dengan apa yang terjadi.
Andreas mengerti tentang hal itu. Ibu barunya yakni Lalita tetap saja memanjakannya menganggap bahwa dirinya hanya anak. padahal tak ada anak kecil yang menyukai membaca, bisa mengeluarkan sihir yang luar biasa.
Sementara itu hal yang sama dilakukan Alfred, ayah barunya itu tak mungkin menyadari bahwa anaknya lebih gemar mempelajari sejarah dari pada bermain dengan anak seusianya.
Bahkan saat Andreas ditinggalkan Edmund dan Raquel tak ada rasa menyesal serta bersalah, hal itu harusnya jelas sekali terlihat pada dirinya, tetapi nyata tidak seperti itu bukan.
Alfred dan Lalita juga tak menanyakan mengapa Adreas tak bersedih saat tak memiliki teman, malah mereka menganggap bahwa semua baik-baik saja, tak ada yang berbeda sama sekali.
Seperti pada hari itu, saat Andreas bermain seorang diri di halaman depan mansion, sambil belajar ilmu sihir. Dari kekuatannya itu terlihat bahwa ia hampir menghancurkan setengah dari halaman, dari mulai tanah yang berlubang hingga pepohonan yang tumbang.
“Andreas, kau hampir menghancurkan halaman. Bagaimana kamu membersihkan hal itu?” tanya Lalita saat seorang pelayannya melaporkan apa yang dilakukan Andreas.
Andreas menghentikan latihannya dan berjalan mendekati sang ibu.
“Aku akan memulihkannya dengan sihir pemulih,” jawab Andreas dengan entengnya.
“Sihir pemulih tak akan bertahan lama, kau hanya membuat memulihkan atas dan luarnya seolah baik-baik saja, tidak dengan dalamnya. Seperti kau merekatkan kembali pot bunga yang pecah,” kata Lalita kemudian sambil memegang pundak Andreas.
“Tidak, Ibu. Aku belajar ilmu pemulihan serta penyembuhan secara bersamaan, Ayah yang mengajari hal itu.”
__ADS_1
“Kalau begitu tunjukkan pada Ibu bagaimana kau melakukannya.”
Kemudian Andreas mengeluarkan sihirnya dan mengembalikan halaman yang sudah dirusaknya tadi. Dalam sekejap pohon dan tanah yang sempat rusak kembali dalam keadaan semula.
“Apa kau yakin pohon itu kembali hidup?” tanya Lalita kemudian.
“Maksud Ibu?” Kini Andreas yang balik bertanya.
“Pohon itu dalam waktu singkat akan mati, besok atau lusa pasti akan mengering. Konsep pemulihan dan penyembuhan tak bekerja seperti yang kau bayangkan. Sihir penyembuh hanya berguna bagi manusia dan hewan, tetapi alam memiliki konsep sihirnya sendiri,” papar Lalita.
Andreas tak begitu mengerti apa maksudnya, hingga ia pun bertanya pada sistem.
[Siklus kehidupan dan kematian hanya dimiliki manusia, iblis serta hewan, jika mereka sakit bisa disembuhkan dengan sihir penyembuhan, sedangkan tumbuhan memiliki siklus sekali, jika mereka rusak maka tak akan kembali, mereka bisa hidup tapi dengan siklus yang baru]
[Berbeda dengan manusia, iblis dan hewan, jika mereka mati maka sangat sulit dihidupkan kembali, karena itu melanggar siklus kematian. Dewa ataupun sistem sehebat apapun tak bisa melakukannya, kecuali jiwa mereka masih ada di dunia dan tak sampai di alam baka]
[Sedangkan makhluk yang bisa hidup kembali itu sebenarnya mereka belum benar-benar mati, mereka belum mencapai kematian, karena nyawa mereka masih itu masih ada]
Lalita yang melihat Andreas, ia menganggap bahwa Andreas paham dengan apa yang ia katakan. Padahal Andreas sedang mendengarkan apa yang dikatakan sistem padanya.
Sementara itu Andreas mengingat, bahwa dulu seribu tahun lalu iblis memanglah makhluk yang suka membuat kerusakan di mana-maan, maka dari itu mereka disebut sebagai makhluk pengacau.
“Apa itu?” tanya Andreas kemudian.
“Tunjukkan telapak tangan kananmu.” Andreas melakukan seperti apa yang Lalita perintahkan.
Andreas memperlihatkan telapak tangannya, kemudian Lalita memegangnya dengan tangan kiri, sementara itu ia menggigit ibu jarinya tangan kanannya sampai mengeluarkan darah.
Darah itu kemudian ia teteskan pada pergelangan tangan Andreas, tetapi tak sampai mengenai kulit. Darah itu mengambang dan menggumpal, seperti sebuah bola.
Andreas terkejut melihat hal itu, seperti sebuah bola air yang terbuat dari sihir, tetapi anehnya ia tak merasakan sihir di sana sama sekali.
“Ini adalah sihir darah, meskipun sebenarnya tak ada unsur sihir sama sekali, tidak menggunakan mana di dalamnya. Sebuah teknik rahasia keluarga Benedictus,” ujar Lalita.
Sihir yang luar biasa, ia baru mengetahui hal itu, dari darah bisa menjadi sesuatu yang hebat.
__ADS_1
“Gabungkan kedua tanganmu dan pegang bola darah itu,” kata Lalita lagi.
Andreas melakukannya, dan dalam waktu singkat ia merasakan darah itu menjalar keseluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala, bergerak tanpa henti. Rasanya sangat aneh.
“Jangan dilawan, diam saja, darah Ibu akan bercampur dengan darahmu. Begitu cara teknik itu bekerja.”
Seperti apa yang dikatakan Lalita, Andreas mengikutinya. Ia tak menolak kehadiran tekhnik darah itu, meskipun seolah ada yang tengah berjalan di saluran darahnya. Hingga kemudian darah itu berhenti dengan sendirinya.
“Apa yang terjadi?” tanya Andreas kemudian.
“Sekarang kau bisa menggunakan sihir itu. jika suatu saat kau terdesak, dan manamu menipis, kau bisa menggunakan darahmu. Kau bisa menjadikannya senjata, tameng ataupun hal yang lain. Ini sihir rahasia,” jawab Lalita.
Luar biasa. Ternyata keluarganya memiliki sihir yang sehebat itu, meskipun sejak lama ia sudah menyadari bahwa ayah dan ibunya bukan orang yang biasa, memang sepertinya mereka hanya bangsawan sederhana, tetapi ada rahasia dibalik itu semua.
Tak lama kemudian Alfred datang menemui Andreas dan Lalita.
“Apa yang kalian lakukan di sini?” Begitu tanya Alfred.
“Aku mengajari Andreas sihir darah,” jawab Lalita.
Raut wajah Alfred seketika berubah. “Apa tidak terlalu dini mengajarkan hal itu, harusnya sihir darah dipelajari saat ia berusia 12 tahun, bukan?”
“Tenanglah, tak terjadi apapun padanya. Lihat dia masih hidup sekarang,” kata Lalita.
“Andreas, katakan apa yang kau rasakan?” tanya Alfred sambil memegang kedua pundak Andreas.
“Aku tidak merasakan apapun, hanya seperti ada ulat yang berjalan di bawah kulitku.”
“Syukurlah kalau begitu. Dulu Ayah mempelajari sihir itu sepuluh tahun yang lalu, tepatnya setelah menikahi Ibu.”
“Kenapa Ayah baru mempelajarinya?” tanya Andreas kemudian.
“Seperti apa yang Ibu katakan, itu adalah sihir turun-temurun dari keluarga Ibu, bukan keluarga Ayahmu. Menikahi Ibu berarti menjadi bagian dari keluarga Ibu juga,” ujar Lalita.
Cukup masuk akal jika dipikir. Karena setiap keluarga iblis ataupun penyihir pasti memiliki sebuah sihir rahasia yang hanya dilakukan satu persatu di dalam keluarga.
__ADS_1
Tak ada yang memiliki sihir yang sama. Seperti sihir keluarga Alfred, sihir rahasianya adalah penyembuhan. Meskipun Andreas sendiri tak yakin apakah itu rahasia, karena sudah banyak penyihir yang mempelajarinya.
Bahkan di buku-buku sihir juga sudah sangat detail jelas tentang bagaimana menggunakan sihir penyembuh dan serta bagaimana sihir penyembuh itu bekerja.