
“Jadi kau ingin pergi ke tempat, Pamanmu?” tanya Raquel pada Andreas.
Raquel memperjelas ucapan Andreas tentang dirinya yang akan pergi ke rumah sang paman.
“Siang ini aku akan pergi ke sana, ada masalah?” tanya balik Andreas setelah ia menjawab pertanyaan Raquel.
“Tidak. Hanya saja Pamanmu itu kan seorang bangsawan kelas atas di wilayahnya sana,” kata Raquel.
“Aku tidak tahu, atau sepertinya aku tidak ingat sama sekali,” ucap Andreas.
“Kau tidak tahu soal itu?” tanya Edmund meyakinkan ucapan Andreas.
Andreas mengangguk.
Lalu kemudian Edmund membuka suara dengan mengatakan bahwa paman Andreas bernama Liones, awalnya ia memiliki gelar yang keluarga yang sama seperti Andreas, tetapi kemudian berubah karena menikahi seorang bangsawan Marques kelas pertama.
Pernikahan itu membuat nama Liones terkenal, ia memiliki kecakapan yang tinggi dan keluarga yang indah.
Keluarganya di kenal banyak orang termasuk dengan raja.
“Anak Pamanmu yang berarti sepupumu, bukankah salah satu anak yang lulus terbaik dari Menara Sihir, usianya sekaran baru 14 tahun,” ujar Raquel memotong cerita Edmund.
“Empat belas tahun apa itu tidak terlalu muda? Bukankah biasanya 15 tahun. Artinya dia lulus pada usia 13 tahun, karena saat kita masuk setahun yang lalu ia sudah lulus?” tanya Andreas. “Bagaimana kalian tahu soal itu?”
“Aku ini seorang bangsawan kelas atas dari keluarga Esperanza kau ingat, jadi aku sering pergi bersama dengan Ayahku, bertemu banyak pemimpin wilayah, perdana menteri dan juga raja. Jadi wajar, kan.”
“Bagaimana denganmu?” tanya Edmund. “Kau kan keponakannya, apa kau tak pernah bertemu dengannya?”
“Aku tidak ingat. Sepertinya terakhir kali Paman datang saat aku sudah berada di Menara Sihir, jadi aku tak bertemu dengannya. Aku jadi tak ingat bagaimana dirinya.” Begitu kata Andreas.
“Kau akan tahu nanti, betapa bedanya orang tuamu dengan keluarga Pamanmu, ya seperti keluarga nenekmu lah mereka.”
Seperti keluarga neneknya? Apa itu berarti keluarganya berantakan atau sebesar keluarga neneknya yang dikenal sebagai bangsawan kelas atas? Andreas tak ingin menebak.
Namun, dari cerita kedua temannya saja sepertinya paman dan sepupunya begitu luar biasa.
Andreas berharap bisa mempelajari banyak hal. Dan ia juga berharap bahwa sepupunya bukan tipikal bocah laki-laki nakal yang memikirkan tentang status kebangsawan keluargnya.
Sebab jika sampai hal itu terjadi, Andreas akan lebih malas mengurusnya, karena bocah seperti itu hanyalah anak sombong yang sebenarnya tak bisa melakukan apapun.
Lulus dengan mudah dari Menara Sihir bukan hal yang harus dibanggakan bagi Andreas, jika pun mau bisa saja ia lulus lebih cepat, tetapi itu tak ingin ia lakukan.
__ADS_1
Ia masih ingin menikmati hidupnya dengan terarah, mencari informasi tentang dunia barunya sambil mencoba berbagai cara bagaimana ia bisa mendamaikan dunia yang sangat berantakan itu.
Begitu menurut sang dewa dan juga sistem.
Saat Andreas dan kedua temannya berada di sana itulah Cerberus datang masih dalam bentuk kucingnya.
“Wah aku tidak menyangka kau memiliki kucing yang lucu dan menggemaskan ini,” ujar Raquel mengambil Cerberus dan langsung menggendongnya.
“Turunkan dia,” kata Andreas.
“Kenapa?” Meskipun Raquel bertanya begitu, ia tetap sama menurunkan Cerberus.
Setelah Raquel menurunkan Cerberus, Andreas langsung kembali mengubah Cerberus kebentuk serigala berkela tiganya.
Edmund dan Raquel langsung saja terkejut, karena tak menyangka bahwa itu adalah Cerberus yang berubah wujud.
“Aku sengaja mengubah ia menjadi kucing, supaya ia tak bosan dan bisa berkeliling kota,” kata Andreas.
Tentu saja ucapannya itu masih membuat kedua temannya bingung. Lalu Andreas pun memasukkan Cerberus kembali ke dalam tubuhnya.
“Apa tidak akan berbahaya kalau Cerberus berkeliling kota? Bisa-bisa ia memakan penduduk nantinya,” kata Edmund.
“Mana mungkin hal itu terjadi. Cerberus akan tetap menjadi kucing selama sihir pengubah bentuknya tidak aku lepaskan. Kau mau juga berubah bentukan?” ucap Andreas sambil bertanya pada Edmund.
Mendengar ucapan Edmund itu, Raquel langsung menjitak kepalanya, yang membuatnya mengaduh kesakitan.
“Apa yang kau lakukan?” sambung Edmund sambil memegangi puncak kepalanya.
“Pikiranmu kotor, sepertinya otak di dalam kepalamu butuh dibersihkan di sungai,” kata Raquel.
“Jangan, isi di dalamnya bisa mengotori sungai dan membuat ikan-ikan mati,” timpal Andreas.
“Hei, kau juga ikut-ikutan apa yang dikatakan Raquel.” Edmund tak terima dengan ucapan kedua temannya itu.
Andreas mengulas senyumnya. Sesuatu yang jarang terjadi padanya. Bahkan dulu saat menjadi seorang raja ia jarang sekali tersenyum apalagi tertawa, karena memang mungkin hidupnya terlalu serius sampai ia bingung bagaimana caranya supaya bisa sebahagia ini.
“Lebih baik kita latihan lagi sebelum aku pergi,” ajak Andreas.
Kemudian ketiganya pun kembali berlatih menggunakan sihir mereka, meskipun belum kembali ke Menara sihir mereka sudah banyak tahu tentang ilmu baru, sebab Andreas yang mengajar untuk mereka.
Edmund dan Raquel bahkan lebih paham jika Andreas yang mengajar, mereka bisa menggunakan sihir dengan baik, tanpa harus takut salah.
__ADS_1
Mereka bahkan yakin jika Andreas bisa menjadi seorang Penyihir Tinggi suatu saat nanti, karena dengan kekuatannya itu bukan tidak mungkin Andreas akan dilihat oleh banyak orang.
Apalagi Andreas sudah memenangkan turnamen sihir murid baru dan juga membuat perselisihan antar dua kaum iblis yang memperebutkan isi dungeon itu menjadi damai.
Andreas sudah memiliki bekal yang cukup baik untuk hal itu, tetapi mengingat bahwa Andreas masih sangat muda sepertinya akan sangat sulit untuk melakukannya.
Apalagi sepertinya Andreas tak tertarik dengan hal seperti itu, meskipun ia sendiri belum mengatakannya, tetapi mereka bisa tahu dengan tidak pedulinya Andreas dengan sebuah hal yang menyangkut jabatan.
“Apa kau tak ingin menjadi seorang guru?” tanya Raquel tiba-tiba.
Andreas mengerutkan keningnya, tanda ia bingung dengan perkataan Raquel itu.
“Apa maksudnya menjadi guru?” tanya balik Andreas yang ingin tahu maksud Raquel.
“Menjadi Penyihir Tinggi yang mengajar di Menara Sihir.” Edmund yang malah menjawab. “Intinya kau seorang guru.”
“Aku masih sebelas tahun, apa mungkin hal itu terjadi?” Andreas bertanya lagi.
“Sangat bisa, sebab menjadi seorang Penyihir Tinggi ada beberapa tahapan, biasanya dipilih ketika dirinya masih bersekolah di Menara Sihir.”
Kemudian Raquel menjelaskan hal-hal yang menyangkut tentang menjadi seorang penyihir tinggi di Menara sihir pada Andreas.
Pemilihan itu biasanya bukan sekedar didasarkan pada kemampuan seseorang dalam menggunakan sihir ataupun bertarung, tetapi bagaimana dirinya memiliki sebuah sihir yang cocok dengan pelajaran yang ada.
“Misal kau memiliki kemampuan memanipulasi benda, atau mengubah satu objek ke objek lainnya. Jika kau menguasai hal itu, kau pasti bisa menjadi penyihir tertinggi. Apalagi saat ini kau sudah memiliki sesuatu yang mencolok. Kau pantas untuk itu,” kata Raquel mengakhiri ucapannya.
“Tapi aku tidak yakin untuk itu. apa kata mereka nantinya, seorang anak baron menjadi guru bagi para bangsawan kelas tinggi. Apa menurut mereka itu tidak menjatuhkan harga diri,” ucap Andreas.
Jika dipikir memang begitu adanya. Bahkan sampai saat ini saja sepertinya mereka masih menganggap dirinya sebagai bangsawan dengan peringkat baron yang rendah.
Jika bukan karena apa yang sudah Andreas lakukan, mungkin sebagian dari mereka tak akan mengakuinya.
Apalagi setelah ia menunjukkan wibawanya dengan beberapa hal yang terjadi akhir-akhir, sebagian dari mereka sadar bahwa Andreas bukan anak-anak yang bisa diremehkan.
“Kau tak usah peduli tentang hal itu, abaikan saja. mereka hanya iri padamu, lihat saja sekarang. Buktinya kami belajar padamu, bahkan kami lebih pandai menggunakan sihir dari pada belajar di Menara Sihir lebih dari satu tahun tidak banyak perubahan.” Begitu kata Edmund.
“Menara Sihir adalah sekolah penyihir dan bangsawan terbaik, masuk ke sana sudah sesuatu hal yang luar biasa, apalagi jika kau menjadi penyihir tertinggi, kau akan makin dikenal. Siapa tahu kelak keluargamu bisa naik pangkat menjadi Marques misalnya.”
Apa yang sebenarnya dikatakan kedua temannya itu masuk akal, meskipun awalnya ia tak ingin melakukannya, tetapi setelah mendengarnya kemudian ada keinginan untuk menjadi seorang penyihir tinggi.
Mungkin mulai saat ini ia akan memikirkan hal itu, setahun dari sekarang ia akan lebih fokus pada hal itu. mungkin dengan begitu akan lebih mudah mencari banyak informasi tentang yang ia inginkan.
__ADS_1
Sebab jika menjadi seorang penyihir tinggi ia akan lebih mudah keluar masuk tempat yang biasanya dilarang untuk para siswa.