SISTEM VAMPIR ABADI

SISTEM VAMPIR ABADI
042 - BERLATIH PEDANG


__ADS_3

“Aku sudah menguasai banyak sihir, mengapa aku harus belajar bertarung?” tanya Andreas di sela-sela ia daln Lotra beristirahat setelah berlatih pedang.


Sudah satu minggu lamanya Lotra  mengajari bagaimana caranya menggunakan pedang untuk menyerang pada Andreas, agar anak itu bisa bertarung meskipun tanpa menggunakan sihir.


Dalam satu minggu belajar banyak sekali peningkatan yang begitu cepat dari Andreas, bahkan Prata cukup kagum dengan apa yang terjadi, padahal dulu saat seusia Andreas ia begitu lemah.


Alfred mengatakan padanya pada suatu waktu bahwa menurutnya Andreas memiliki kemampuan di atas rata-rata anak seusianya, Lotra pikir itu hal yang biasa karena di dalam dirinya ada jiwa seorang Benedictus.


Namun, ternyata pikirannya berbeda, ia harusnya berekspektasi lebih tinggi karena Andreas memang bukan anak kecil biasa.


Dalam satu bulan banyak sekali jurus yang ia kuasai, ia bisa menggunakan sihir dan ilmu berpedang secara bersamaan tanpa ada yang kurang dan salah sedikit pun.


“Sewaktu-waktu sihir bisa habis ketika kau melawan musuh yang memiliki sihir lebih tinggi, tapi bertarung dengan pedang tak akan ada habisnya,” ujar Lotra menjawab pertanyaan Andreas. “Sihir itu ibarat air dalam botol akan habis jika kau minum dan terkena matahari, sedangkan bertarung itu botolnya kau bisa mengambil kembali air atau menggunakan botol itu untuk menyerap panas matahari.”


Andreas mengangguk-angguk seolah paham dengan apa yang dikatakan Lotra, meskipun ia masih mencoba menangkap apa makna dari kata kiasan itu.


Lotra berbicara padanya seolah dirinya bukan anak kecil tapi laki-laki yang sudah beranjak dewasa.


Apa Lotra tahu tentang dirinya? Agras sedikit berpikir, meskipun kemudian pikirannya sendiri yang menjawab dengan kata tidak mungkin, karena banyak orang masih terus bertanya tentang siapa sebenarnya ia maka dari itu tak mungkin Lotra bisa tahu.


“Apakah kau  seorang penyihir, Paman?” tanya Agras penasaran.


Lotra memiliki kekuatan dan tubuh yang berbeda dari iblis lainnya, Andreas berpikir kemungkinan Lotra seorang iblis dengan sihir yang hebat, apalagi ditambah dengan daya tahan tubuhnya yang begitu luar biasa.


“Penyihir? Sepertinya bukan,” jawab Lotra.


Andreas berpikir bahwa itu hanya sebuah candaan. Mana mungkin Lotra sama sekali tak memiliki sihir.


“Pasti kau pikir aku bercanda, bukan? Tapi nyatanya tidak. Aku ini vampir biasa, keturunan iblis yang tak memiliki sihir apapun, aku tak memiliki sihir bahkan aku tak bisa menguasai mantra, berbedanya aku memiliki tubuh yang sangat kuat layaknya raksasa.”


“Jelas sekali jika itu, tapi aku pikir sihir bisa diasah dan dikembangkan,” kata Andreas.


“Apa ayahmu tak pernah mengatakan padamu, bahwa penyihir itu ada yang keturunan dan tidak. Jika mereka memiliki keturunan maka itu ia terlahir menjadi seorang penyihir, tapi jika mereka bukan keturunan maka sihir itu ia dapatkan dari perpecahan anugrah Dewa, seperti bakat alami. Aku tidak memiliki keduanya,” papar Lotra.


Andreass kini mengerti, tetapi Andreas pikir itu tidak masalah bagi Prata, buktinya meskipun ia tak memiliki kekuatan sihir kekuatan jauh lebih hebat, ia bukan vampir biasa.

__ADS_1


Bahkan Andreas sendiri berpikir awalnya Lotra memang bukan vampir melainkan raksasa atau monster, semua orang akan mengatakan seperti itu jika pertama kali melihatnya.


Namun, yang sampai saat ini masih menjadi pertanyaan bagi Andreas adalah, mengapa ada iblis bahkan kaum vampir yang tidak memiliki sihir sama sekali


Bukankah sihir itu memang bawaan dari lahir, seumur hidup bahkan seribu tahun umurnya dulu, yang ia tahu semua vampir bisa menggunakan sihir, karena dengan itu mereka hidup.


Sayangnya, apa yang ia dengar dan ia lihat semuanya sudah menjawab pertanyaannya.


Tanpa dikarunai sihir pun Lotra sudah memiliki kekuatan yang begitu hebat, bahkan mampu menyaingi banyak iblis pada umumnya.


"Sistem, aku ingin kekuatan seperti halnya Lotra."


[Bisa, tapi hanya salinan saja Tuan. Tidak benar-benar seperti milik Lotra.]


"Tidak apa-apa."


[Penyalinan kekuatan dilakukan ... Penyalinan selesai. Kekuatan dan skill sudah ditambahkan]


***


Alfred mengatakan bahwa Andreas harus kemampuan ke Menara sihir untuk Pendidikannnya.


Pada malam itu Lotra pergi menuju kamar Andreas, di sana ia melihat Andreas yang duduk di atas tempat tidurnya sambil terus menggosok pedangnya.


Ia harus mengatakan salam perpisahan dengan Andreas, karena sudah waktunya. Melihat kedatangan Lotra itu Andreas pun meletakkan pedangnya.


 “Ada apa?” Begitu tanya Andreas. “Kita sudah selesai latihan, bukan?”


Mendengar pertanyaan Andreas itu Lotra menganguk sebagai jawaban-iya.


“Semua latihanmu sudah selesai, aku harus kembali ke wilayahku,” kata Lotra.


Andreas hendak menanyakan kenapa, tetapi ia urungkan karena ia kini sadar, bahwa ia sudah tak membutuhkan guru lagi dan waktu Lotra mengajarnya pun sudah selesai, Lotra harus kembali ke wilayahnya, karena ia memiliki anak dan istri yang harus ia jaga di sana.


Menurut sang ayah, Menara sihir sudah dibuka, dan ia pun harus kembali ke sana untuk belajar.

__ADS_1


Andreas harus masuk pada tahun kedua.


“Jadi kapan kau akan kembali ke kotamu?” tanya Andreas lagi.


“Secepatnya, kemungkin besok atau malam ini,” ujar Lotra menjawab pertanyaan Andreas.


Cukup sulit rasanya meninggalkan Andreas di sana, apalagi saat ia sadar ia sudah memiliki ikatan yang cukup kuat dengan anak itu, mengingat beberapa minggu ia mengajarnya.


Andreas adalah murid pertamanya, meskipun kini ia tak menyebutnya murid terakhir, karena setelah ini ia ingin mencari murid lain yang mungkin saja bisa membuang rasa bosannya di kota.


Andai saja sang istri mengijinkan hal itu, karena sudah lama sejak menikah ia sudah sangat jarang memegang pedang.


“Sampaikan salamku pada istri dan anakmu, setelah aku selesai belajar di menara sihir, aku pasti akan mengunjungimu,” ujar Andreas.


Lotra pun mengangguk mendengar apa yang dikatakan Andreas itu.


Setelah pembicaraan itu Lotra keluar dari kamar Andreas, berjalan menyusuri Lorong mansion ntuk menuju kamarnya sendiri.


Kini Andreas seorang diri, masih memikirkan hal itu tentang akan kembalinya Lotra ke kotanya. Meskipun belum lama Lotra mengajari dirinya berpedang tapi ia sudah menganggap


Meskipun awalnya Lotra begitu menakutkan dan galak padanya, tapi cara mengajarnya begitu hebat hingga membuat dirinya menguasi ilmu berpedang dengan cepat.


Andreas bisa begitu hebat karena gurunya Lotra, jika bukan karena Lotra mungkin dirinya tak akan seperti itu.


Ayahnya tepat mencarikan guru untuk dirinya, mungkin jika guru lain tak akan seperti itu.


Lotra begitu hebat, bukan hanya tubuhnya yang seperti raksasa tapi ia memiliki kekuatan yang luar biasa, meskipun begitu Lotra tak memiliki kekuatan sihir, katanya ia tak terlahir sebagai seoran penyihir.


***


Sehari setelah Lotra pulang ke tempat asalnya, Andreas pun pergi ke Menara Sihir karena sudah di buka.


Andreas pergi diantar Alfred, tetapi mereka tidak menggunakan kereta kuda.


Mereka terbang bersama, saat di perjalanan mereka bertemu dengan Raquel, tetapi Raquel menggunakan kereta kuda.

__ADS_1


Andreas sudah waktunya masuk belajar kembali setelah ini ia akan mencari tahu banyak informasi tentang banyak hal.


__ADS_2