SISTEM VAMPIR ABADI

SISTEM VAMPIR ABADI
012 - KEHIDUPAN MURID MENARA SIHIR


__ADS_3

"Sebenarnya orang tuaku yang mengatakan bahwa aku tak boleh lagi berteman denganmu," kata Edmund kemudian ketika saat itu mereka tengah berlatih.


Semua orang tahu bahwa konflik yang terjadi antara kaum manusia serigala dengan kaum vampir, maka dari itu keduanya tak boleh saling akrab.


Meskipun sampai saat ini masalah mereka tak jelas apa itu, yang pasti dipikiran mereka sudah tak perpasang tentang hal itu.


"Aku tahu hal itu, makanya aku tak mempermasalahkannya. Aku tak masalah jika sampai kalian mau berteman denganku."


Terdengar agak sombong, tapi memang begitu adanya.


Andreas tak peduli jika memang ia tak memiliki seorang teman sekalipun, karena selama ia masih memiliki sistem yang luar biasa ia tak butuh teman.


Meskipun kadang mereka mungkin menganggap Andreas sebagai orang yang aneh, karena bagi mereka ia berbicara seorang diri.


Namun, kedua temannya itu tak pernah sekalipun mempermasalahkan hal itu, karena mereka tahu betul bagaimana sifat Andreas.


Menurut mereka Andreas bukan hanya pendiam, tetapi juga tak banyak peduli dengan ada yang terjadi.


Seolah Andreas punya dunia sendiri dengan kehidupan mereka yang tak akan pernah sama dengan yang lainnya.


"Kalau soal itu aku juga tahu," ujar Raquel ikut menimpali.


Meskipun terdengar aneh, tetapi sebenarnya pertemanan mereka itu sedikit berbeda dengan pertemanan pada umumnya.


Ketiga orang ini mewakili tiga golong besar, bangsawan rendah, bangsawan tinggi dan bangsawan werewolf, yang biasanya tidak akan bisa saling akrab, tetapi mereka bertiga mematahkannya.


Menjaga selain itu mereka juga tetap belajar dengan Andreas sepertinya dulu.


Edmund dan Raquel  bahkan sering sekali bertanya pada Andreas mengenai beberapa sihir, karena penjelasan dari Andreas lebih gampang dari Penyihir Tinggi (Guru) di Menara Sihir itu.


Menurut mereka apa yang dipelajarinya dari Andreas adalah sesuatu yang mudah dimengerti.


Mereka juga belajar beberapa sihir baru dari Andreas.


Andreas mengajari mereka banyak hal yang bahkan membuat mereka kadang bingung mengapa para penyihir tinggi di menara tak mengajar hal itu.


Padahal sebagai seorang penyihir bangsawan, harus mereka tak belajar sihir pemula atau pun dasar lagi.


Sebelum masuk sekolah pun mereka sudah belajar tentang hal itu, tetapi hal yang sama terus diulangi lagi dan lagi.


Namun, mungkin memang begitu sistem pembelajaran yang dilakukan.


Kadang saja Andreas bingung, apa gunanya sekolah sihir dan kebangsawanan saat mereka sudah bisa menggunakan sihir dan belajar tentang itu.


Bahkan sebelum sekolah mereka sudah belajar tentang membaca dan menulis, hal dasar yang harus dimiliki setiap bangsawan dari peringkat berapa pun.


Di sana pun sebenarnya mereka tak banyak belajar hal itu, mereka hanya diajarin cara bertahan hidup dengan sopan santun.


"Aku dengar kita akan ada perlombaan tanding sihir antara kelas nantinya," ujar Edmund.


"Benarkah? Kapan itu?" tanya Andreas.

__ADS_1


"Mungkin beberapa bulan kedepan," tanya Edmund.


"Mereka menyebutnya sebagai turnamen antar kelas baru, karena yang bertanding memang murid baru. Biasanya dilakukan sebelum semester satu berakhir," papar Raquel.


Akhir semester berarti sekitar dua bulan lagi.


"Sepertinya akan menyenangkan," kata Andreas kemudian.


Meskipun hanya melawan anak-anak kecil berusia 10 hingga 12 tahun, tetapi dengan cara itu ia bisa tahu bagaimana setiap keluarga bangsawan mengajarkan sihir dan kekuatan pada mereka.


Selain itu jika benar akan diadakan turnamen, pastinya akan banyak orang datang, bukan hanya keluarganya saja, tetapi pasti para petinggi.


Dengan begitu Andreas akan sengaja mencolokkan dirinya untuk hanya menarik perhatian pada petinggi negeri itu.


Sebab dengan begitu ia akan bisa melihat siapa orang-orang yang sadar tentang dirinya yang dulu  adalah raja iblis di Kerajaan itu yang berasal dari kaum vampir.


Andreas akan membuat rencana untuk itu, dengan begitu ia akan mengetahui banyak hal.


"Kau bisa saja ikut jika terpilih," ujar Raquel.


"Apa ada seleksi kelasnya untuk ikut turnamen itu?" tanya Andreas.


"Ada," kata Raquel. Kemudian Ia menjelaskan tentang turnamen itu.


Turnamen itu akan diikuti semua kelas baru yang mana ada sekitar tiga kelas, kelas biasa-menengah-tinggi.


Masing-masing kelas itu akan bertarung solo maupun beregu. Namun, setiap kelas hanya dipilih perwakilannya saja.


"Kau memiliki poin itu, Andreas." Raquel menghentikan ceritanya.


"Kalian juga harus ikut, kita akan membuat regu nanti."


Edmund dan Raquel pasti akan mengikuti turnamen itu, karena memang mereka yakin pasti menang saat di regu mereka ada Andreas.


Ketika mereka sedang berlatih itulah seorang penyihir tinggi datang untuk mengajari mereka tentang ilmu sihir yang lainnya.


"Jadi pada hari ini kita akan mempelajari tentang sihir dasar material. Di mana sihir dasar ini bisa membuat atau menciptakan benda dari ada dan ketiadaan." Begitu kata penyihir tertinggi itu.


Mereka saat ini tengah berada di lapangan, karena mereka akan mempelajari sihir yang memungkinkan mengeluarkan mana yang cukup besar.


Sebab jika mempelajari hal itu di dalam ruangan maka kemungkinan akan terjadi hal buruk lainnya yakni bisa saja ruangannya hancur atau rusak.


Sementara Andreas merasa ingin tidur mendengarkan apa yang dikatakan penyihir tinggi itu padanya.


Ia sendiri sudah mempelajarinya jauh sebelum dirinya berada di sini.


Pada zamannya setiap iblis bisa menggunakan atau mempelajari sihir penciptaan material dengan mudahnya, meskipun mereka tidak membuat benda hidup.


Sebab jika benda hidup mereka akan butuh jiwa nantinya.


"Masing-masing dari kalian harus membuat satu benda, apapun itu bentuknya. Jangan menciptakan benda hidup, tetapi hanya benda mati saja. Terserah membuat pohon, batu ataupun yang lainnya."

__ADS_1


Kemudian setelah itu penyihir tinggi itu memberikan contoh mantra yang mereka bisa gunakan.


Andreas yakin tak butuh mantra yang begitu panjang dan menyulitkan untuk diucapkan.


Setelah mantra sihir itu terucap, di depan mereka langsung tercipta sebuah batu yang sabar besar. Semuanya kagum bahkan beberapa bertepuk tangan.


Andreas kemudian memperhatikannya, tanpa bantuan sistem pun ia pasti bisa melakukan hal itu.


"Keberhasilan sihir dasar material adalah tergantung seberapa besar mana kalian. Semakin besar mana kalian semakin besar juga sebuah benda tercipta."


Kemudian anak-anak yang berjumlah sekitar 25 orang itu mulai mencobanya termasuk dengan Andreas.


Hampir semua anak bisa melakukannya dengan mudah, ada yang membuat benda-benda yang kecil hingga begitu besar.


Namun, yang paling menarik perhatian adalah Andreas. Ia membuat batu yang begitu besar jauh lebih besar dari yang dibuat penyihir tinggi tadi.


Beberapa anak-anak ada yang kagum ada juga yang takut dengan hal itu hingga membuat penyihir tinggi menghilangkan benda itu dengan sihir penghancur.


Andreas sebenarnya memang sengaja melakukan hal itu untuk menarik perhatian pada guru dan supaya mereka memilihnya untuk mengikuti turnamen tadi.


Dengan melakukan hal itu satu rencananya pasti akan berhasil dan kemudian ia akan mampu mengikuti turnamen yang diadakan beberapa bulan lagi.


Selain itu jika memang tidak berhasil para penyihir tinggi memilihnya maka ia akan memanipulasi pikiran mereka dengan menggunakan sistem yang saat ini ia miliki,


Karena memang tujuannya berada di sana adalah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Selain itu mungkin di sana ia bisa menyelamatkan dunia dengan cara menyatukan kembali para iblis iblis yang sudah berkonflik sejak lama.


Sebagai mantan seorang raja iblis memang tugasnya seperti itu mau tak mau ia harus menjalaninya lagi pula sang Dewa memberikan kekuatan sistem padanya juga untuk membuat dunianya saat ini menjadi lebih indah dan bersatu kembali.


Kemudian setelah itu pelajaran sihir dasar material berakhir semua anak kembali ke dalam kelas karena akan ada guru lain yang mengajar mereka nantinya beberapa dari mereka juga ada yang pergi untuk berlatih kembali.


Karena tidak semua siswa mengambil kelas yang sama pada hari itu sementara Andreas tak mau terlalu sibuk yang penting Ia belajar dan lulus seperti yang diinginkan kedua orang tuanya apalagi jika tidak begitu.


Meskipun mereka hanya orang tua angkat Andreas saat ini tetapi mereka adalah orang baik yang merawatnya dengan penuh kasih sayang karena memang tubuh yang alias pakai adalah milik anak kandung mereka.


Lagi pula Andreas juga bahagia mengenal mereka karena ia merasa selama ini sudah Kehilangan sosok orang tua.


Selama ratusan tahun Ia tak pernah lagi bertemu dengan orang tuanya karena memang orang tuanya sudah tiada.


Ayah dan ibunya dulu adalah seorang mantan raja dan ratu iblis yang hidup terlalu mewah di sebuah kerajaan.


kini sudah lahir kembali sosoknya berbeda, dia hanya bangsawan biasa rendah, malah hal itu membuatnya bahagia karena bersama dengan keluarga seperti itu kebersamaan selalu hadir.


Senyum dan tawa selalu ada tidak, ada perbedaan sama sekali, berbeda dengan dirinya dulu saat menjadi anak dari seorang raja dan ratu yang tak boleh melakukan hal sembarangan.


Sebab jika melakukan hal Sembarangan itu akan mencoreng nama baik dirinya sebagai anak dari pemimpin kerajaan iblis.


Andreas tahu itu maka sejak kecil ia selalu berada di lingkungan istana tanpa seorang teman ataupun tempatnya untuk melakukan banyak hal hidupnya selalu di sana dan terus istana.


Meskipun begitu ia tidak merasa kekurangan tetapi ia malah kadang menjadi pribadi yang dingin dan tak peduli banyak hal.

__ADS_1


Itu terjadi sampai dirinya saat ini sudah terlahir kembali, meskipun keluarganya tidak seperti dulu tapi sifatnya tidak berubah.


__ADS_2