
"Kita akan pergi ke mana?" tanya Andreas begitu Leon mengajaknya terbang.
"Kita akan pergi melihat-lihat kota dan ke perpustakaan. Apa kau tidak bosan terus berada di rumah?" jawab Leon langsung balas bertanya.
Sebenarnya Andreas memang sedikit bosan dengan hal itu karena tiga hari yang lalu sesaat setelah ia sampai di sana.
Ia terus saja berada di rumah dan tak pergi kemana pun.
Mungkin jika ingin bermain, ia dan Leon hanya berada di sekitar mansion, bukit dan tak lebih.
Meskipun mereka tinggal di kota, sebenarnya mereka tidak di pusatnya, tetapi agak ke pinggir, maka dari itu Andreas sangat bosan karena biasanya ketika berada di rumah ia bebas melakukan apapun dan kemanapun pergi.
Bermain bersama kedua temannya, berlatih sihir dengan mereka atau sekedar berjalan-jalan menikmati hari yang cerah.
Namun tiga hari ini ia tak melakukan apapun selain hanya mengobrol, berbicara dengan Leon dan bertemu dengan orang tuanya, serta pamannya.
Begitu juga dengan Leon. Rutinitas yang membuatnya jenuh dan tak bisa melakukan apapun yang ia inginkan.
Keduanya terus terbang dengan kecepatan yang sedang, karena mereka memang ingin menikmati kota dari atas sana.
Keindahan yang luar biasa.
Beberapa penyihir juga terlihat terbang dan melintasi atas kota.
Namun, hal itu tak menjadi masalah, karena memang wilayah tempat orang tua Leon menjadi tempat persinggahan para penyihir.
Meskipun jauh dari ibukota kerajaan biasanya mereka adalah orang-orang dari luar kerajaan biasanya memang mereka penyihir penjelajah yang singgah di sana.
Pemandangan kota itu menakjubkan dan luar biasa.
Sesuatu yang tak pernah Andreas lihat selama ini apalagi kota ini lebih besar dari pada tempat di mana ia tinggal.
Meskipun begitu sepertinya kota itu penuh dengan banyak ras iblis, saking penuhnya sepertinya banyak sekali yang ada di sana.
Tidak seperti kotanya yang terlihat cukup lengang dan menenangkan karena penduduknya tidak begitu banyak.
Malah hal itu membuatnya suka karena kita harus berhubung dengan orang-orang yang begitu banyak.
Keduanya terus saja terbang hingga akhirnya kalian mengajak turun untuk melihat-lihat pasar yang semakin banyak kerumunan orang di sana.
"Mau cari apa?" tanya Andreas lagi.
"Tidak ada, kita memanjakan mata saja dengan keadaan pasar, tapi jika ada yang bagus bisa kita beli," jawab Leon.
Andreas hanya diam saja dan mengikuti kemana Kakak sepupunya itu pergi.
Entah kapan terakhir kali Andreas pergi ke pasar.
Namun yang ia ingat Ia melakukan itu ketika beberapa waktu sebelum pergi ke mana sihir atau dua tahun yang lalu, bersama dengan sang ibu yang selalu mengajaknya.
Dari sanalah untuk pertama kalinya dulu. Sang Ibu mengenalkan bagaimana caranya menjadi sosok bangsawan Baron yang dikenal banyak orang.
Bukan menganggap bahwa dirinya begitu hebat dan berkuasa.
__ADS_1
Namun mendekatkan diri kepada mereka adalah cara terbaik untuk mengatakan bahwa mereka adalah seorang bangsawan yang ramah dan selalu mementingkan keadaan rakyatnya.
Bagaimanapun mereka saat itu hal itu juga guna untuk menarik simpati rakyat jika nanti terjadi suatu masalah.
Meskipun sang ibu tidak mengatakan hal seperti itu, tetapi Andreas lah yang memikirkan.
Jika mungkin suatu saat keluarganya naik ke tingkat sebagai seorang Marques.
Mungkin banyak hal yang akan berbeda nantinya.
Andreas terus saja mengikuti Leon pergi, sekali-sekali ia melihat Leon yang entah Pembeli apa.
Sepertinya Leon sangat menyukai berkumpul dengan orang banyak ia juga terlihat ramah menyapa beberapa dari mereka dan mereka pun membalas dengan yang sangat ramah sekali.
Entah karena menghormati atau lebih dari sekedar itu.
Sepertinya Leon berbeda dengan kedua orang tuanya, yang menganggap bahwa mereka adalah bangsawan dan harus dihormati.
Meskipun tak terlihat sombong. Namun, itu nampak jelas di wajah mereka.
Mereka ingin rakyat di wilayah itu menganggap mereka adalah penguasa, dan tidak boleh meremehkannya.
Sebenarnya hal itu wajar dilakukan supaya para rakyat yang ada di sana tidak meremehkan pemerintah, sebab pemerintah adalah orang-orang yang mengatur bagaimana caranya mereka menjadi sebuah wilayah.
Hal seperti itu memang kadang harus dilakukan supaya tidak ada masalah internal yang ada di dalam dan orang-orang akan merasa senasib sepenanggungan.
Andreas dan Leon masih berada di kota itu, sambil melihat-lihat keadaan sana.
Hingga Leon pun kemudian mengajak Andreas untuk pergi ke perpustakaan kota, karena Leon tahu bahwa Andreas suka membaca buku.
Bahkan banyak orang yang datang ke sana untuk membaca buku atau sekedar rekreasi.
Satu hal yang aneh sebenarnya kenapa orang-orang memilih rekreasi di perpustakaan, bukannya tempat yang lebih menyenangkan daripada itu.
Namun, ada sebagian orang mungkin yang menikmati beristirahat sambil membaca tumpukan buku.
Dulu hal itu sangat tidak Andreas lakukan, tetapi sekarang semuanya berbeda.
Andreas kini suka membaca buku terutama buku sejarah buku sihir membentuk pengetahuan barunya yang dulu tak pernah ia lakukan sama sekali.
Andreas mencari banyak buku di sana, hingga yang paling ingin ia baca adalah tentang peradaban manusia.
Sesuatu yang mungkin akan terdengar aneh bagi para iblis, jika mengurus tentang para manusia itu.
Namun, ia sudah mencari ke setiap rak yang ada, tetapi sayangnya ia tak menemukan satu buku pun yang membahas tentang peradaban manusia itu.
Hingga akhirnya ia menanyakan pada seorang penjaga perpustakaan. Lelaki tua berjenggot panjang-putih dan memakai topi kerucut di atas kepalanya.
Seperti layaknya seorang penyihir dari masa lalu.
Darinya Andreas menanyakan di mana bisa menemukan buku yang ia cari, lelaki tua itu menatap tajam ke arah Andreas dengan mata keriputnya.
Sedangkan Andreas hanya bisa diam sambil menunggu jawaban dari lelaki tua itu.
__ADS_1
"Untuk apa kamu mencari buku seperti itu?" tanya lelaki tua itu.
Andreas masih diam, sesaat kemudian Ia pun menjawabnya, "hanya ingin menambah pengetahuan saja, Paman."
Lelaki tua itu tak menjawab. Ia pun bangkit dari duduknya dan menuju salah satu rak yang ada Andreas mengikuti dari belakang.
Andreas masih menunggu saat lelaki tua itu terus saja mencari buku yang Andreas minta tadi.
Sepertinya buku itu cukup susah untuk dicari sampai lelaki tua penjaga perpustakaan tadi kerepotan.
Entah tidak ada atau memang ia lupa menaruhnya di mana.
Tak lama kemudian lelaki tua itu pun mendapatkan apa yang Andreas mau, dan memberikannya pada Andreas.
"Buku tentang peradaban manusia hanya ini di sini, aku tak tahu ini cocok atau tidak denganmu. Jika tidak cocok kau bisa kembalikan ke atas, jika kau ingin meminjamnya kau harus punya kartu anggota perpustakaan."
Andreas mengangguk paham dengan ucapan dari lelaki tua penjaga perpustakaan itu.
Tak lama kemudian lelaki tua itu pun berlalu pergi dari sana dan meninggalkan Andreas seorang diri yang mulai membuka buku itu.
Buku bersampul coklat dengan judul Peradaban Manusia.
Andreas buka halaman demi halaman untuk membaca dan mengetahui tentang sejarah yang ada pada manusia itu seperti apa.
Namun, ada hal yang membuatnya bingung setelah membaca semuanya.
Dari awal pembahasan sudah dijelaskan bagaimana tentang peradaban manusia itu.
Yang membuat Andreas bingung bukan ia tak paham, tetapi ada yang mengusik dirinya.
Mengapa yang dijelaskan di dalam buku itu begitu kontras dengan apa yang dulu pernah ia lihat.
Ketika belum selesai membaca buku itu tiba-tiba Leon datang dan menegurnya.
"Apa kau sudah selesai mencari buku yang kau inginkan?" Begitu tanya Leon.
"Aku sudah menemukannya, aku ingin meminjamnya, tapi aku tidak memiliki kartu anggota," jawab Andreas.
"Gampang itu, biar aku yang mau bicara pada penjaga perpustakaan kau tinggal menunggu saja."
Andreas hanya mengangguk dengan ucapan dari Leon itu.
Sepertinya Leon akan menggunakan gelar bangsawannya untuk melakukan yang tidak bisa dilakukan rakyat biasa.
Sepertinya gelar bangsawan juga cukup berguna untuk mendapatkan sesuatu yang tidak biasa didapatkan rakyat pada umumnya.
Terdengar egois, tetapi biasanya memang para bangsawan memiliki keistimewaan.
Dan benar tak lama kemudian Leon mendapatkan buku itu.
Setelah mendapatkan buku itu mereka pun berlalu pergi dari sana dan memutuskan untuk pulang, karena mereka sudah terlalu lama keluar dari mansion.
Meskipun mereka sudah mengatakan ke mana mereka tadi pergi.
__ADS_1
Lagi pulang kedua orang tuanya pasti mengerti bahwa ia pergi dengan Leon dan itu tak akan ada masalah.